Suamiku Terjerat Cinta Sahabat

Suamiku Terjerat Cinta Sahabat
Bab: 199 Berkunjung Ke Kontrakan Bu Viona


__ADS_3

Sudah hampir 2 jam Cantika mengurung diri di dalam kamar dan nampak Tante Restu pun dihinggapi rasa khawatir terhadap anak tersebut. Kemudian dia mencoba mengetuk pintu kamar kembali dia berpikir Cantika mau membuka pintu kamarnya, tapi semua sia-sia saja karena anak tersebut tidak membukakan pintu dan ucapan dari Tante Restu yang memanggilnya seakan tidak dia gubris.


"Sayang, katanya mau nonton Bioskop! Ayo, Sayang, buka pintunya cepat," bujuk Tante Restu.


"Mungkin Cantika tidur," ucap sang ART dengan mengintip dari arah jendela kamar. Dan nampak Cantika badannya terlihat terbaring di kasur.


Dalam benak Tante Restu berpikir, kasihan sekali anak ini. Dia butuh pelukan dan perhatian dan ini menjadi sebuah PR bagi Tante Restu. Dia pun berpikir ketika dulu waktu Lia kurang kasih sayang dari Ibunya, sosok Tante Restu lah yang hadir menemani dengan setia. Tante Restu seakan punya ide. Dia pun nampak berlalu keluar dan tepat di dekat meja rias yang berada kamar Cantika disana ada jendela dan Tante Restu berniat untuk memasuki kamar lewat sana.


_____


Tiba di depan jendela kamar luar nampak sang Tante membawa tangga kemudian secara perlahan dia menaiki tangga satu persatu. Dan setelah berada di urutan tangga ke-5 nampak terlihat Cantika sedang memejamkan matanya dan air mata terlihat mengalir deras di hamparan pipinya.


Tante Restu nampak mengelus dada tatkala melihat sang anak tengah menangis tapi tak terdengar suara tangisannya. Dengan berhati-hati Tante Restu menaiki tangga terakhir lalu dia melompat ke bawah.


BRUK ..


Badan sang Tante terlihat tersungkur dan dia pun meringis menahan rasa sakit. Sontak Cantika yang sedang menangis terkejut dengan suara gaduh yang terdengar di arah jendela kamarnya. Cantika nampak kedua bola matanya membulat sempurna tatkala melihat Tante Restu jatuh tersungkur. Dengan cepat Cantika membantu sang Tante yang sedang tersungkur menahan rasa sakit.


_____


"Aww,,,,sakit!" Tante Restu meringis dan menitikkan air mata mungkin karena menahan rasa sakit.


"Tan!! Maafkan Cantika. Tante apa yang sakit," Cantika mengusap-usap badan sang Tante seakan mencari rasa sakit itu di arah bagian yang mana.


Tatkala Cantika menghampiri Tante Restu dan sang anak tersebut mengucap rasa kata khawatir kepada dirinya. Sungguh ini membuat hati sang Tante seperti dihinggapi rasa haru yang teramat sangat. Dia berpikir anaknya Lia begitu peduli terhadapnya padahal keadaan dia sedang marah dan pikirannya sedang tidak karuan.


Tante Restu dengan spontan kemudian memeluk erat tubuh Cantika dan sesenggukan menangis. Tak henti Tante Restu mengucapkan kalimat kata maaf kepada Cantika karena sang Mama dan Neneknya sibuk termasuk juga Tante Restu yang jarang sekali mengajak jalan-jalan kepada Cantika.


______

__ADS_1


"Sayang, ayo kita keluar kita jalan-jalan, nonton Bioskop dan setelah itu makan lalu belanja," ucap Tante Restu dengan mencoba tersenyum merekah.


Tante Restu kemudian mencoba bangkit untuk berdiri tapi sepertinya dia tidak bisa berdiri tegak karena kakinya tadi terpeleset ketika dia melompat dari arah jendela luar.


Tante Restu meringis menahan rasa sakit dan ini membuat Cantika dihinggapi rasa khawatir yang teramat tatkala melihat sang Tante meringis dan menitikkan air mata.


"Tante mau dibawa ke Dokter!" sang anak mencoba menawarkan untuk berobat. Cantika sepertinya dihinggapi rasa khawatir terhadap kondisi badan Tante Restu.


"Enggak apa-apa Sayang, Tante hanya perlu istirahat sebentar saja, dan badan yang terasa pegal nanti biar dikasih obat. Kamu penggilkan saja si Mbak ( sang ART).


Cantika pun membuka pintu kunci kamarnya dan memanggil sang ART.


_____


Satu jam kemudian.


"Tan, Cantika ingin bertemu dengan Nenek Viona, boleh!" Cantika sepertinya memohon dengan sangat kepada Tante Restu.


"Tapi sebentar saja ya, ketemu sama Neneknya dan setelah itu kita pergi nonton Bioskop," ucap Tante Restu seakan memberi penjelasan kepada sang anak.


______


Cantika nampak tersenyum lebar seakan di hatinya dihinggapi rasa gembira yang begitu dalam karena akan bertemu dengan sang Nenek walau menurut keluarga dari Lia, Bu Viona itu sosok yang menyebalkan Tapi menurut sang cucu, Bu Viona adalah Nenek yang menyenangkan dan sayang terhadap dirinya.


Melihat perubahan wajah dari Cantika yang kembali ceria nampak Tante Restu tersenyum walau dalam hatinya dia pun seakan malas untuk bertemu dengan Bu Viona karena dia pun masih dihinggapi rasa kesal terhadap Bu Viona karena dulu Bu Viona selalu mengkhianati Lia dan orang pertama yang membela Lia dari hujatan Bu Viona adalah Tante Restu.


"Asikk, terima kasih Tante Restu!" ucap Cantika memeluk erat tubuh Tante Restu.


_____

__ADS_1


Tiba di tujuan.


Nampak di dalam mobil Cantika terlihat sumringah dia bernyanyi dan bersenda gurau dengan Tante Restu. Sepertinya dia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Neneknya yaitu Bu Viona. Tante Restu pun nampak dihinggapi rasa gembira terhadap sang anak karena terlihat dia sangat ceria seakan tidak ada lagi kesedihan yang menerpa dirinya.


"STOP...!" teriak Cantika


Cantika melirik Tante Restu dan berkata bahwa rumah kontrakan Neneknya masuk ke dalam gang yang kemarin dirinya mengantar Rian sang Papa disana. Tante Restu Restu pun memarkirkan mobilnya, kemudian Tante Restu dan Cantika menyusuri jalan ke arah gang tersebut. Tante Restu berpikir dalam hatinya, apa mungkinkah Rian ngontrak di rumah Kakaknya. Kembali Tante Restu berpikir seakan tidak percaya.


______


TOK...


TOK...


TOK...


Nampak Tante Restu mengetuk pintu rumah kontrakan beberapa kali, namun disana tidak ada jawaban. Cantika nampak mengintip dari arah kaca jendela kontrakan tersebut dan terlihat dia menitikkan air mata dan sang Tante pun dihinggapi rasa penasaran dengan sikap dari sang anak yang terlihat sedih.


"Loh, kenapa Sayang, kok menangis sih," ucap Tante Restu memeluk Cantika.


"Kontrakan yang ditempati Papa sama Nenek tidak ada apa-apa, karpet pun sudah lusuh. Papa mungkin tidur disitu," ucapnya terdengar parau dan sedih. Tante Restu hanya menghela napas panjang.


_____


"Cari siapa ya!?" tiba-tiba datang seorang tetangga menghampiri dan tersenyum ramah kepada Tante Restu dan Cantika.


"Apa benar ini rumah kontrakan Bu Viona!?" tanya Tante Restu kepada orang tersebut.


Tetangga tersebut menganggukkan kepalanya dan dia berkata bahwa Bu Viona sedang tidak ada di rumah dan dia sedang bekerja. Orang tersebut juga berkata bahwa pekerjaan dari Bu Viona adalah seorang ART.

__ADS_1


"Nenek sekarang jadi ART," gumam hati Cantika dan nampak Tante Restu pun seakan tidak percaya dengan apa yang di ucapkan oleh tetangga tersebut bahwa Bu Viona pekerjaannya sekarang sebagai ART.


Bersambung...


__ADS_2