Suamiku Terjerat Cinta Sahabat

Suamiku Terjerat Cinta Sahabat
Bab: 57 Ibu Viona dihinggapi rasa curiga


__ADS_3

Ibunya Rian sakit.


Nampak Ibu Viona, Ibu dari Rian sakit, badannya menggigil. Diberi makan oleh Rian pun dia tidak mau. Ibu Viona terlihat manja jika sakit dan hal tersebut seakan buat Rian kesal, dan Rian pun seakan di uji rasa sabarnya, meskipun Rian sayang terhadap Ibunya itu.


Rian disuruh nginap di rumah sang Ibu, dan Rian tidak bisa kemana-mana disaat sang Ibu sakit, hanya termangu menunggu di dalam kamar, meskipun hanya sakit biasa.


Rian tahu sifat dari sang Ibu, jika sakit harus ditungguin, dan Rian dengan terpaksa izin kerja dari kantornya.


•••


"Rian,,,Papamu sudah kamu hubungi belum? Kenapa dia tidak pulang!? Apa dia sedang diluar kota?" tanya ibu Viona dihinggapi rasa penasaran karena tidak ada kabar 3 hari dari sang suami. Sang Ibu menelepon pun tidak di angkat oleh sang suami.


"Ng-nggak tahu Bu,,Mungkin lagi diluar kota atau di rumah Tante Dini!" jawab Rian dengan pandangan lekat ke arah ponsel, disana nampak foto kebersamaannya dengan Lia dan Cantika. Rian pun terdengar gugup dan ucapannya tidak fokus.


"Apa,,,!! Tante Dini? siapa Tante Dini, itu!? sang Ibu dihinggapi rasa terkejut dan heran dengan jawaban sang anak.


Sontak Rian terkesiap karena dia menyebut nama Tante Dini kepada Ibunya tersebut. Rian sedang melamun memikirkan Lia dan anaknya jadi ngomong pun seakan ngelantur.


"Ouh,,,ini temanku dari kantor Tante Dini, dia kasih kabar katanya sedang sakit jadi izin tidak masuk kerja, dia diam di rumah," Rian berusaha berbohong dan menutupi dari sang Ibu tentang Tante Dini.


Dan nampak Rian gugup ketika berucap.


"Hampir saja aku salah ngomong!" gumam hati Rian.


Sang Ibu pun dihinggapi rasa heran dengan gestur tubuh Rian seakan salah tingkah.


_____


Ting..


Tiba-tiba Papanya Rian memberikan kabar bahwa dia akan datang ke rumah, Rian pun memberikan kabar gembira tersebut kepada sang Ibu.


"Bu,,,Ini Papa, mau datang kesini, Papa sedang dalam perjalanan," ucap Rian.


Nampak sang Ibu dihinggapi rasa gembira dengan kabar akan datangnya sang suami, tapi nampak terlihat ada rasa kecewa terlihat dari binar matanya. Ibu Viona seakan menyimpan tanya dalam dirinya karena rasa curiga seakan hinggap akhir-akhir ini dalam dirinya dengan jarang datangnya sang suami untuk pulang ke rumah.


"Rian kenapa akhir-akhir ini hati Ibu seakan tidak karuan," ucap sang Ibu pandangan matanya seakan berselancar jauh entah kemana.


"Memangnya kenapa Bu!?" tanya Rian menatap lekat kepada sang Ibu dengan pandangan dihinggapi rasa khawatir.


"Rian,, Ibu curiga kepada Papamu!!" ucap sang Ibu, nampak wajahnya lusuh


____


Degh..

__ADS_1


Entah mengapa hati Rian berpikir sang Ibu curiga terhadap Papanya, mengenai masalah Tante Dini atau istri mudanya itu.


Nampak Rian menghela napas secara perlahan. "Ibu,,, jangan banyak pikiran jangan berpikir yang tidak karuan, curiga kenapa sih, Bu!?" tanya Rian mencoba menenangkan hati sang Ibu.


"Entah kenapa, hati Ibu berkata begitu. Mungkinkah Papamu mempunyai wanita lain !?" tanya sang ibu tersenyum sinis.


•••


Peluh pun bercucuran di kening Rian nampak terlihat jelas, karena Rian dihinggapi rasa terkejut dan tidak menyangka dengan apa yang baru saja diucapkan oleh sang ibu.


"Bu,,,jangan mikir yang macam-macam. Ibu sedang sakit, percaya sama Rian, Papa enggak seperti yang di bayangkan oleh Ibu kalau Papa mempunyai wanita lain," Rian mencoba menenangkan sang Ibu, jangan sampai sang Ibu dihinggapi rasa curiga yang berlebihan terhadap sang Papa karena dia sedang sakit.


•••


Ibu Viona membuang napas kasar.


"Rian,,,Ibu mau minta tolong sama kamu, boleh tidak!?" sang Ibu menatap lekat kearah kedua bola mata Rian seakan memohon.


Rian dihinggapi rasa heran dalam benak pikirannya. Rian berpikir sang Ibu tidak pernah memelas seperti ini kepada Rian untuk meminta tolong. Karena Rian pun dihinggapi rasa penasaran yang amat dalam, kemudian dia bertanya kepada sang Ibu.


"Minta tolong apa Bu, bilang saja sama Rian pasti Rian akan berusaha mengabulkan permohonan ibu," jawab Rian dihinggapi rasa tanya.


"Ibu mau minta tolong,,, tolong selidiki Papa kamu! Apakah dia mempunyai wanita lain selain Ibu!?" ucap sang ibu.


Degh...


Dia pun nampak mengelus dada dan menghembuskan napas kasar.


_____


Dengan melihat sang anak seperti dihinggapi rasa gelisah dan dihinggapi rasa heran sang Ibu pun bertanya kepada Rian.


"Rian,,kamu kenapa!? atau jangan-jangan kamu tahu kalau Papamu punya wanita lain?" sang Ibu tertawa terkekeh.


Maksud dari sang Ibu berucap seperti itu tidak serius, dia hanya bercanda. karena sang Ibu berpikir tidak mungkin suaminya tersebut berani berselingkuh dari nya karena dia tahu sang suami sangat sibuk dan tidak ada waktu untuk mengenal wanita lain.


•••


"Bu,,memang benar Papa ada wanita lain, ucapan Ibu hanya ucapan isapan jempol belaka, atau mungkin hanya ejekan atau bercanda itu sebenarnya fakta yang ada kalau Papa sebenarnya ada wanita lain," gumam hati Rian hatinya terasa teriris.


Dia tidak menyadari padahal dirinya sendiri berselingkuh dari Lia bahkan Rian lebih parah berselingkuh dari Lia kepada sahabatnya istrinya sendiri


___


Tiba-tiba suara mobil masuk ke halaman pintu garasi, sang Ibu dan Rian pun sudah menyangka bahwa yang datang tersebut adalah sang Papa.

__ADS_1


"Rian, Papa kamu datang," ucap sang Ibu tersenyum, walaupun senyuman itu seakan dia paksakan.


Ibu Viona selalu berpikir jika sang suami kalau sampai di rumah, dia hanya seperlunya saja bicara dengan sang istri dan jika sang istri minta untuk bicara apapun terhadap sang suami, dia selalu beralasan sibuk dan tidak ada waktu.


Waktu yang digunakan jika di dalam rumah hanya memegang laptop seakan sibuk dengan urusan pekerjaan. Lain cerita ketika berada di rumah istri muda, dia selalu memanfaatkan waktu tersebut dengan gelak canda dan tawa.


"Senyuman Ibu begitu datar, mungkinkah ini pertanda hubungan Ibu dan Papa akan berakhir!" gumam hati Rian.


Rian menatap kepada sang Ibu tatkala melihat sang Ibu hanya tersenyum datar ketika mendengar sang suami datang, dia pun seakan cuek, dan pikiran Rian pun nampak tidak karuan kepada kedua orang tuanya itu.


____


Tok,,,Tok,,Tok,,,


Nampak pintu kamar di ketuk beberapa kali oleh-oleh sang Papa, karena sang ART sudah membukakan pintu ruangan depan ketika mobil sang Papa memasuki halaman garasi rumah, jadi sang Papa sekarang sudah tiba di depan pintu kamar.


Krekkkk..


Nampak sang Papa membuka pintu, dan pintu kamar pun ternyata tidak dalam keadaan sedang dikunci.


Ketika pintu terbuka lebar nampak sang Papa menatap lekat kepada istrinya tersebut.


"Sakit apa Bu,," ucapnya dengan menghampiri sang istri dan mendekati kasur. Wajah sang suami terlihat datar dan tidak terlihat rasa rindu sedikitpun kepada sang istri meskipun jarang bertemu.


"Ibu badannya menggigil Pah, tapi tadi Rian sudah bawa ke dokter dan minum obat, sekarang Ibu sudah agak mendingan badannya," ucap Rian kepada Papanya.


Sang Papa pun hanya terdiam.


_____


Drett...Drett...Drett...


Baru saja duduk di ujung ranjang, Tante Dini nampak menelepon Papanya Rian, terlihat dari layar ponselnya itu. Sontak rasa terkejut nampak terlihat dari diri sang Papa. Gestur tubuhnya nampak gelisah seakan tidak bisa disembunyikan.


"Telepon dari siapa Pah?" tanya sang istri muka sang istri pun terlihat dihinggapi rasa curiga dan penuh tanya dalam hatinya.


"Dari teman Bu,,,Ya, dari teman kantor. Bentar ya,,, Papa terima dulu teleponnya," ucapnya terlihat gugup, sang suami pun berlalu dari hadapan sang istri.


Sang istri pun nampak mengernyitkan dahi.


"Rian barusan Ibu lihat dari ponselnya Papa, nampak muncul nama Dini,,,! Dini siapa ya!? Kok Ibu asing mendengar nama itu, karena Ibu tahu nama-nama teman kantor Papamu," tanya ibu Viona dihinggapi rasa penasaran.


Rian pun nampak terkejut dengan ucapan sang Ibu karena dengan tidak sengaja sang Ibu melihat layar ponsel dari sang suami, dengan muncul nama Dini, karena ketika sang Papa memasuki kamar dia memegang ponselnya, dan ponsel tersebut disimpannya dengan kasar oleh sang Papa di atas kasur sebelah tempat duduknya, dan sang Papa mungkin lupa mematikan ponselnya tersebut.


Dan sang istri melihat nama yang muncul dari layar ponsel tersebut.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2