Suamiku Terjerat Cinta Sahabat

Suamiku Terjerat Cinta Sahabat
Bab: 226 Ana Kecewa


__ADS_3

Dengan bujukan yang kuat oleh Tante Dini dan sang Papa, akhirnya Rian pun mau pindah rumah ke Kota dan mungkin kepindahannya itu sekitar satu minggu lagi karena Rian dan sang Ibu harus membereskan semua barang yang ada di kampung. Meski barang yang ada di rumah tidak ada yang spesial tapi barang dagangan warung nampak masih banyak dan rencana Bu Viona akan buka warung kecil-kecilan di Kota sana. Sementara Rian akan bekerja bersama sang Papa.


"Warungnya mau tutup ya?" sindir tetangga yang tengah datang, lewat ke warung milik Bu Viona itu.


Bu Viona hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum tipis kepada tetangga tersebut. Nampak tetangga tersebut seakan ingin tahu masalah yang tengah di hadapi oleh Bu Viona dan Bu RT seperti apa.


_______


"Kita tidak ada masalah apa-apa kok, semua baik-baik saja," ucap Bu Viona seakan malas untuk membahas yang tidak penting terhadap tetangga itu yang terlalu ikut campur dengan urusan pribadinya.


"Aku penasaran saja sih, karena Bu RT cerita kepadaku ada masalah. Dia juga bilang katanya Bu Viona penduduk baru yang suka ikut campur masalah pribadi orang lain, jadi orang-orang terpengaruh dengan omongan Bu RT dan mereka pun jadi malas kalau beli ke warung Bu Viona," ucap tetangga tersebut menjelaskan.


Sang tetangga pun berlalu pergi meninggalkan warung karena dia tidak dapat informasi yang sebenarnya dari Bu Viona.


_______


Satu jam kemudian Pak RT datang seakan memastikan warung dari Bu Viona akan tutup karena dia dapat informasi dari tetangga yang tadi datang ke rumahnya.


"Bu, warungnya mau tutup ya, kenapa semua di kosongin tempatnya," ucap Pak RT yang melihat tempat warung tersebut sekarang nampak kosong dan barang-barangnya sudah nampak di masukin ke dalam dus.


"Iya, Pak! Mau pindah rumah lagi ke Kota," jawabnya tersenyum tipis.


Sontak Pak RT terlihat terkejut karena menurutnya ini kabar yang dia dengar cukup mendadak.


________


"Bu, kenapa Rian tidak datang lagi ke acara karang taruna dan kini saya tahu jawabannya," ucap Pak RT.


Pak RT pun menceritakan semuanya dan dia sangat kecewa dengan sang istri karena mempunyai utang tidak bicara dulu sebelumnya kepada sang suami. Dan akhirnya perjodohan pun terjadi di antara lelaki itu dan Ana anaknya. Pak RT nampak yang dia inginkan adalah, sang anak dapat menikah dengan Rian pilihan anaknya karena Pak RT pun lebih ingin kalau sang anak menikah dengan Rian.


"Pak, biarkan saja Ana menikah dengan pilihan Ibunya. Menurutku lelaki itu bertanggung jawab dan sudah mapan. Semoga mereka langgeng kedepannya dan Ana seiring waktu berjalan pasti akan menyayangi dan mencintai lelaki itu," jawab Bu Viona mencoba meyakinkan hati Bapaknya Ana yang terlihat dihinggapi rasa gundah gulana.


______


Tiba-tiba Rian datang dari dalam rumah kemudian menyalami Pak RT. Nampak Rian tertunduk pandangannya, dia pun merasa salah karena sudah sebulan ini dia tidak aktif di kegiatan kampung itu.


"Mau pindah enggak bilang-bilang gimana kamu ini Rian!" sindir Pak RT mencoba tersenyum.


Dalam hati Rian sebenarnya, entah mengapa sangat berat jika harus meninggalkan kampungnya karena begitu banyak kebaikan yang Pak RT rasakan dalam diri Rian. Begitu pun sebaliknya dengan Pak RT, dia merasa kehilangan sosok Rian jika sudah tidak ada di kampung tersebut.


Pak RT pun kemudian membicarakan masalah pernikahan Ana yang bulan depan akan di laksanakan.


"Pokoknya kamu harus datang kesini nanti, untuk melihat pernikahan Ana ya," ucap Pak RT menepuk pundak Rian dan matanya berkaca-kaca karena dalam dirinya berpikir dia tidak jadi, menjadi Bapak mertua.


Rian hanya tersenyum tipis dan mengucapkan kata selamat kepada Ana yang sudah mendapatkan jodohnya.


_______


"Sebenarnya Bapak ingin kamu yang jadi menantunya Bapak," sindir Pak RT terlihat tersipu malu ketika berucap.


"Mungkin bukan jodohnya Pak. semoga kedepannya Ana bahagia dengan lelaki pilihan Ibunya. Rian percaya lelaki yang dipilihkan oleh Ibunya lelaki baik dan tanggung jawab kok," ucap Rian kepada Pak RT yang terlihat dihinggapi rasa gundah dan terlihat melamun.


•••

__ADS_1


"Kopinya Pak!" ucap Bu Viona seakan mengagetkan lamunan Pak RT.


"Iya-iya Bu, terima kasih," jawab Pak RT terlihat gugup.


________


Tiba-tiba mobil sedan datang, dan tepat parkir di halaman warung Bu Viona. Terlihat Ibunya Ana datang dengan memberikan sebuah kunci rumah dan nampaknya dia mau pergi bersama lelaki yang akan di jodohkan kepada Ana dan terlihat di depan mobil, Ana pun ikut sedang duduk disana dengan muka tidak menampakkan senyum sedikitpun.


"Pak, Ibu pergi dulu ya, mau belanja," ucap Ibunya Ana.


"Belanja kemana Bu?" tanya sang suami.


"Belanja ke Mall dong, karena sekarang kita punya calon menantu yang tajir," ucap sang istri dengan pandangan mendelik ke arah Bu Viona. Seakan pamer kepada Bu Viona bahwa sang anak telah mendapatkan lelaki yang kaya tidak seperti Rian yang jaga warung dan warungnya sekarang sepi.


Sang suami terlihat mengedipkan matanya seakan memberikan sebuah peringatan jangan bicara terlalu pamer.


_______


Ibunya Ana pandangan matanya nampak melirik ke arah warung dan terlihat disana sudah tidak ada apa-apa, kemudian dia pun kembali menyindir.


"Warungnya kok tidak ada apa-apa Bu, bangkrut atau mau tutup," ejek Ibunya Ana.


"Bu, jaga omongan kamu," bisik sang suami dengan pandangan melotot ke arah sang istri.


"Kami mau pindah ke Kota Bu, dan warungnya mungkin akan pindah kesana," ucap Rian menjelaskan.


"Jadi kamu akan buka warung lagi disana Rian!" sindir Ibunya Ana.


Sontak Ibunya Ana tersipu malu dan diam, seakan tidak bisa bicara apa-apa lagi karena Bu Viona pernah cerita , kalau Papanya Rian orang berada dan punya usaha dan otomatis pasti Rian nanti sama akan seperti Papanya kembali usaha dan mungkin akan seperti dulu hidupnya lebih maju.


_______


Sementara Ana tengah memandang lekat ke arah Rian, dan Rian pun nampak melirik ke arah mobil. Begitupun dengan sang calon dari suaminya Ana tengah memandang lekat ke arah Rian.


"Mas, sini dulu mampir," ajak Rian kepada lelaki yang tengah menatapnya dari kejauhan yaitu calon suaminya Ana.


"Terima kasih," jawab lelaki tersebut tersenyum ramah.


Nampak keramahan Rian seakan membuat Ana terpesona. Rian lelaki ramah dan juga baik membuat Ana terpikat dan seakan bayangan Rain sulit untuk dilupakan.


Meskipun kini dia tengah berada di sebelah lelaki yang akan menjadi calon suaminya.


Ibunya Ana pun pamit kepada sang suami dan berlalu pergi memasuki mobil.


_______


Di dalam mobil.


"Na, Rian mau pindah lagi rumahnya ke Kota katanya," ucap sang Ibu sambil.menutup pintu mobil.


Ana sontak terkejut dadanya terasa berdesir tatkala mendengar kabar tersebut. Tidak bisa dibohongi Ana masih menginginkan sosok Rian bisa menjadi kekasihnya dan sekarang Rian pergi pindah rumah kembali ke Kota.


"Kenapa pindah Bu?" tanya Ana dihinggapi rasa penasaran.

__ADS_1


"Mungkin enggak betah," jawab sang Ibu seakan tidak mau panjang lebar ketika menjelaskan.


Ana pun hanya terdiam karena di pinggirnya ada sosok calon suaminya. Terlihat Ana pun selama dalam perjalanan hanya melamun dan sang Ibu seakan paham hal itu.


"Syukurlah, jadi Ana bisa lupa sama Rian," gumam hati sang Ibu tersenyum licik.


_____


Sore pun tiba.


Nampak sang Ibu melamun di teras rumah melihat hilir mudiknya orang yang melewati rumahnya. Sang Ibu nampak menghela napas panjang dia seakan sudah nyaman tinggal di kampung itu. Tapi dia pun berpikir, memang sudah jalannya dia dan sang anak harus melalui tahapan perjalanan hidup yang penuh rintangan.


Pengkhianatan dan rasa egois yang dia lakukan dulu kepada orang-orang terdekatnya apalagi Lia membuat dia seakan mengurungkan niatnya kembali untuk pergi ke Kota.


"Apakah aku siap untuk kembali ke Kota? Dengan persaingan dan banyak kesalahan yang telah aku lakukan," gumam hati Ibunya Rian seakan serba salah.


_____


TING...


TING...


TING....


Suara pesan muncul beberapa kali di ponsel Bu Viona dan nampak Bu Viona seperti sedang melamun dengan pandangan kosong mengarah ke halaman rumah.


"Bu,,!" sang anak menepuk pundak sang Ibu.


Nampak sang Ibu terkesiap, padahal Rian menepuk pundak dengan pelan. Tapi sang Ibu terlihat seperti dihinggapi rasa terkejut yang teramat.


"Rian, kamu ngagetin Ibu saja!" sang Ibu nampak terlihat marah dan matanya melotot.


"Ibu sedang melamun ya, Rian hanya ingin memberitahu kepada Ibu, itu ada pesan masuk, siapa tahu penting," ucap Rian tertawa terkekeh dengan telunjuk mengarah ke ponsel sang Ibu.


______


Sang Ibu pun akhirnya membuka ponselnya tersebut dan beberapa pesan muncul dari Desy yang menanyakan, kapan Bu Viona datang ke Kota biar Desy yang menjemput.


"Tahu dari mana Desy, aku akan ke Kota kembali," gumam hati sang Ibu.


Sang Ibu Kemudian menatap sang anak.


"Pasti kamu yang memberi tahu Desy, kita akan kembali ke Kota," ucap sang Ibu.


"Maksudnya apa Bu," jawab Rian seakan tidak mengerti dengan apa yang di ucapkan oleh sang Ibu tersebut.


Sang Ibu pun memberikan ponselnya kepada Rian kemudian Rian pun membacanya.


"Tidak Bu, Rian tidak memberi tahu Desy, mungkin Papa," ucap Rian.


"Apakah ini pertanda Papanya Rian menginginkan kembali hubungan Rian dan Desy," gumam hati sang Ibu.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2