
Tiba di rumah.
Nampak Lia dan sang suami sudah tiba di rumah dan beberapa menit kemudian Om Satria pun datang bersama Tante Shila.
"Sebentar lagi Anita mau kesini ya, Mah?" tanya Om Satria kepada sang istri. Tante Shila menganggukkan kepalanya.
"Iya, Pah, sebentar lagi dia pulang kerja dan langsung pakai taksi kesini," ucap Tante Shila tersenyum lembut kepada sang suami.
"Bos-nya Anita masih bulan madu mungkin, jadi Anita agak sibuk," Om satria seakan mengkhawatirkan keadaan adik dari istrinya tersebut.
________
"Oh, iya, maaf Om, lowongan kerja buat adiknya Tante Shila belum ada," sambung Adrian terlihat dihinggapi rasa bersalah.
"Iya enggak apa-apa mungkin belum jodohnya kerja di tempat kamu dan temannya kamu," jawab Om Satria tersenyum.
"Mas, temanmu Helmi mau jam berapa kesini, jangan sampai Anita yang nunggu loh, karena dia perempuan. Kalau sampai nunggu kasian," tanya Lia dengan menatap sang suami penuh arti
"Enggak Sayang, temanku Helmi sedang dalam perjalanan pasti bentar lagi dia datang.
_______
Tiba-tiba bunyi klakson terdengar di halaman teras rumah dan nampak Adrian pandangan matanya dengan cepat mengarah ke jendela karena kebetulan jendela menuju ke arah garasi halaman rumah.
Nampak terlihat disana mobil Helmi memasuki garasi dan kebetulan sang ART sedang menyapu di teras jadi pagar garasi halaman rumah yang membuka sang ART.
"Nah, itu dia Hemi orang yang kita tunggu datang," ucap Adrian dengan cepat dia berlalu keluar untuk menghampiri Helmi di depan rumah.
__________
"Hai, Mi,,kamu sehat? Adrian menyapa Hemi dengan penuh senyum yang merekah di bibirnya.
Nampak Helmi juga melempar senyuman yang nampak merekah dan ramah. Dan nampak mukanya merah merona mungkin jantungnya terasa dag-dig-dug karena sebentar lagi dia akan bertemu dengan Anita wanita yang akan di jodohkan oleh sahabatnya itu.
"Alhamdulillah,," jawab Helmi sambil melirik ke arah dalam rumah mungkin dia berpikir Anita sudah berada disana.
Adrian seakan mengerti maksud dari sahabatnya itu.
"Tenang, Anita masih belum datang," bisik Adrian lekat ke kuping Helmi.
Sang sahabat tersipu malu dibuatnya.
Helmi sosok yang pendiam dan kalem dan sudah mapan.
________
Anita tiba.
"Pak, terima kasih, ya!" Anita membayar uang selembar berwarna merah kepada supir taksi.
"Neng, kembaliannya!" teriak sang supir taksi tatkala melihat Anita berlalu begitu saja dan tersenyum ramah kepada supir taksi itu.
"Ambil saja, Pak," ucapnya tersenyum ramah.
__ADS_1
"Terima kasih, Neng!" jawab Pak supir.
Anita tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Entah mengapa hati Anita terasa tidak karuan karena dia pertama kalinya bertemu dengan Helmi sang lelaki yang akan di jodohkan kepadanya.
________
"Assalamu'alaikum,," ucap Anita tatkala sedang mematung di pintu kamar, kebetulan pintu rumah terbuka lebar.
"Wa'alaikum salam," serempak semua yang berada di ruangan berucap.
Degh...
Pandangan kedua bola mata Helmi langsung tertuju ke arah suara yang datang, dan dia nampak terkesima dengan sosok Anita karena sebelumnya dia pernah diberi foto gambar Anita oleh Adrian.
"Masya Allah, cantik banget dan terlihat wanita yang sangat lembut terlihat dari cara dia langsung memalingkan pandangannya ketika menatap lelaki, dan gerak gestur tubuhnya, terlihat kalem," gumam hati Helmi.
Anita nampak memasuki ruangan tersebut dan duduk di samping sang Kakak. Dia pun tersenyum ramah kepada semua orang yang tengah berada disana.
________
Obrolan pun dimulai oleh Adrian tuan rumah dan setelah setengah jam kemudian barulah ke masalah pokok.
"Itu terserah kalian yang penting aku sudah mempertemukan kalian berdua," ucap Adrian tersenyum renyah mengarah kepada Helmi dan Anita yang nampak tersipu malu.
"Usiaku sudah tidak muda lagi Kak dan aku sudah tidak ingin pacaran. Untuk sekarang ini ingin segera menikah," jawab Adrian melirik kearah Kakaknya Anita.
Kakaknya Anita pun tersenyum lebar saat Helmi bicara seperti itu dan nampak dalam dirinya dihinggapi rasa bahagia karena Helmi sosok yang dia cari untuk sang adik selama ini, selain baik dia mapan.
_______
Nampak Anita menghela napas secara perlahan.
"Anita juga sama seperti Helmi tidak mau pacaran lebih lama inginnya segera menikah," ucapnya terlihat malu.
"Alhamdulillah,,,,!!!" serentak semua berkata.
Hal ini mengakibatkan semua yang tengah berada di ruangan tersebut tersenyum lebar dan nampak Anita dan Helmi keduanya saling melirik dengan tatapan dihinggapi rasa malu.
__________
Tiba-tiba ponsel Anita berbunyi dan nampak ada telepon masuk disana, dan nampak di layar ponsel yang menelepon adalah Rian, Bos-nya.
"Pak, Rian mau apa dia!" gumam hati Anita dihinggapi rasa penasaran.
Anita nampak tidak mengangkat suara telepon tersebut akhirnya sang penelepon pun memberikan pesan.
{"Anita, saya baru sampai di Bandung dan ini sedang di Kafe, kantor katanya dibawa sama kamu ya? Kata Pak satpam. Kamu dimana, aku mau ambil kunci!"} pesan dari Rian membuat hati Anita gelisah karena kunci terbawa oleh dia tadi dan Rian ingin mengambil kunci itu ke rumah Adrian dimana dia sedang membicarakan hal serius dengan Helmi. Anita pun nampak gelisah setelah membaca pesan tersebut dan nampak sang Kakak melihatnya.
"Anita Kenapa?" tanya sang Kakak.
"Kunci kantor kebawa sama Anita, Kak. Ini Pak Rian mau ambil," bisik Anita lekat ke kuping sang Kakak. Sementara yang lain tengah ngobrol pandangan lekat semua ke arah Helmi yang berbicara masalah bisnisnya.
__ADS_1
"Jangan,,,! kamu jangan bertemu dengan dia, lebih baik Kakak yang menghampiri dia. Alamat di sini kasih saja ke dia," ucap sang kakak. Anita pun memberikan pesan kepada Rian dan memberikan alamat kepada Rian yang akan datang mengambil kunci.
Anita nampak menganggukkan kepalanya kepada sang Kakak.
Dalam benak Anita berpikir, kenapa Bos-nya itu cepat sekali bulan madunya dengan Desy, apakah ada masalah?
"Arghhhh, bodoh amat!" gumam hati Anita.
_______
Beberapa menit kemudian.
Ting...
{"Nit, ini Bapak sudah di depan rumah saudara kamu,"} bunyi pesan dari Rian.
{"Tunggu sebentar,"} balas Anita.
"Kak, ini Pak Rian sudah sampai di depan rumah," bisik Anita.
•••
Keberadaan Anita sedang di rumah Adrian yang di hadiahi kepada Lia sebagai kado pernikahan, jadi bukan rumah yang dibeli Pak Steven hadiah untuk Rian.
Anita menyerahkan kunci tersebut kepada sang Kakak. Tante Shila pun pamit keluar kepada yang tengah ngobrol disana.
_________
Tante Shila berjalan ke arah luar.
Sementara Adrian mengekor dari arah belakang karena nampak bunyi suara telepon muncul dari ponsel Adrian dan Adrian pun minta ijin untuk mengangkat telepon tersebut dan berlalu keluar teras.
Tante Shila nampak membuka pagar rumah, terlihat disana mobil Rian sedang terparkir.
"Ini kuncinya!" ucap Tante Shila.
Rian nampak tersenyum ramah kepada Tante Shila, dan Tante Shila pun nampak basa-basi dengan mengucap kata selamat kepada Rian yang baru saja melangsungkan pernikahan.
"Selamat menempuh hidup baru semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah," ucapnya
"Terima kasih Kak Shila atas ucapannya," jawab Rian.
"Anita nya kemana Kak?" tanya Rian.
"Lagi sibuk karena di dalam ada acara keluarga," ucap Tante Shila.
_______
Nampak di teras rumah Adrian sedang asik menerima sambungan telepon dan dia pun tidak sengaja pandangannya mengarah ke arah mobil dimana ada Tante Shila sedang berdiri dan ngobrol dengan sang pemilik mobil.
Adrian beberapa kali nampak mengucek kedua matanya dan nampaknya dia terkejut tatkala melihat sosok Rian tengah ada di mobil tersebut.
"Loh, itu bukannya Rian!" mata Adrian membulat penuh.
__ADS_1
Bersambung..
Terima kasih yang sudah like dan setia membaca karya saya. Semoga rezekinya melimpah ruah. Aamiin 🤲🥰♥️