
Acara syukuran nampak sudah selesai dan Rian nampak membantu tempat rumah Pak RT yang terlihat berantakan karena sudah melakukan acara syukuran.
Pandangan Pak RT terhadap Rian seakan kagum karena Rian begitu gesit dan telaten ketika membantu bersih-bersih di rumah Pak RT. Nampak Pak RT pun tengah berbisik kepada sang istri.
"Bu, besok Bapak kan ada rapat di kantor jadi bagaimana kalau yang menemani Ibu dan Ana, Nak Rian saja," ucap sang suami lekat ke kuping sang istri.
Kebetulan besok sang istri dan anaknya mau pergi ke rumah saudara karena ada keperluan keluarga jadi Rian yang mengantarkan.
"Memangnya Nak Rian mau, Pak!" ucap sang Ibu dengan memperhatikan Rian dari kejauhan.
"Biar Bapak yang ngomong," ucap sang Bapak sambil berlalu menghampiri Rian.
____
Ehemm...
"Rian besok bisa kan antar Ibu sama Ana ke rumah saudara ada perlu. Kebetulan Bapak besok ada rapat jadi tidak bisa mengantar mereka." ucap sang Bapak tersebut kepada Rian dengan pandangan mata menatap tersenyum.
Nampak Rian berpikir sejenak seakan dia tidak enak jika harus menolak Pak RT kalau untuk di suruh. Rian pun akhirnya menganggukkan kepalanya tanda dia setuju dengan ajakan Pak yang menyuruhnya untuk mengantarkan istri dan anaknya. Pak RT nampak senang tatkala Rian menyanggupi ajakan dari dirinya itu.
_____
Rian pun pamit kepada keluarga Ana setelah dia membantu beres-beres rumah.
Setelah sampai di rumah nampak Rian seperti kelelahan karena baru saja dia pulih tapi sudah bersih-bersih rumah Pak RT, dan nampak Rian terlihat membawa makanan begitu banyak yang diberikan oleh Ibunya Ana sisa acara syukuran.
"Bu, besok Rian di ajak Pak RT untuk mengantarkan istrinya dan Ana. Katanya mereka mau ke rumah saudaranya karena Pak RT tidak bisa mengantar ada acara rapat," ucap Rian seakan dihinggapi rasa bingung.
"Loh kenapa Nak, bagus kalau begitu. Pak RT suka memberi uang lebih lumayan Nak, kamu jangan menolak rezeki," ucap sang Ibu tersenyum menatap sang anak.
_____
Ternyata Pak RT tidak kali ini saja dia menyuruh Rian, seminggu lalu dia pernah minta antar Rian untuk menjadi supirnya karena ketika itu keadaannya sedang tidak vit badannya, dan Pak RT memberikan upah kepada Rian dengan cukup lumayan jumlahnya.
"Apaan sih Bu, Rian enggak mengharapkan itu kok, ikhlas untuk mengantarkan Pak RT saat itu," Rian terlihat tersinggung tatkala sang Ibu menggodanya.
Sang Ibu pun seakan berpikir bahwa Rian mungkin canggung karena harus mengantarkan istri Pak RT dan Ana ikut serta.
"Rian, Ibu rasa Pak RT mau menjodohkan kamu dengan anaknya loh," goda sang Ibu kembali dengan tertawa terkekeh.
__ADS_1
"Ngomong apa sih, Bu," Rian mendelik.
Rian pun menceritakan kepada sang Ibu tentang dia yang tadi diberikan suapan kue oleh Ana, dan nampak Rian berkata kepada sang Ibu sangat malu dengan perlakuan Ana terhadap dirinya. Sang Ibu hanya tertawa terkekeh seakan mengejek sang anak yang terlihat dihinggapi rasa malu saat acara syukuran di rumah Desy.
_______
Rian pun berlalu ke dalam kamar dengan merebahkan badannya yang terasa pegal. Nampak Rian memejamkan matanya dan nampak bayangan Ana menghinggapi.
Sosok Anak kembang desa yang cantik dan banyak lelaki yang tergila-gila terhadapnya. Namun Rian lelaki yang sangat cuek kepada Ana dia seakan di kejar cintanya oleh Ana. Tapi Rian bukanlah sosok yang dulu yang selalu mempermainkan hati perempuan, saat ini dia hanya fokus untuk dirinya sendiri.
•••
Drett...
Drett...
Drett...
Tiba-tiba telepon berbunyi dari ponsel milik Rian dan terlihat di layar ponsel sang anak Cantika menelepon. Dan Rian terlihat dihinggapi rasa gembira tatkala sang anak menelepon.
{"Besok, Cantika akan datang kesana,"} ucap sang anak dengan nada suara yang terdengar senang sekali.
{"Papa sampai jam berapa pergi?"} tanya sang anak. Terdengar sang anak dihinggapi rasa rindu ingin segera bertemu dengan sang Papa.
{"Engga tahu Sayang, Papa besok mau antar tetangga dulu. Mungkin sampai sore,"} ucap Rian menjelaskan.
{"Yasudah sore saja Cantika ke rumah Papa,"} jawab sang anak seakan memaksa.
{"Lusa saja Sayang, takutnya macet dan Papa pulang malam,"} Rian khawatir jika sang anak datang sore takutnya dia belum datang.
Sambungan telepon pun nampak terputus setelah sang anak menjadwalkan untuk datang menemui sang Papa di kampung lusa.
_______
Keesokan harinya.
Nampak Ana dan sang Ibu sudah bersiap untuk pergi dan menunggu kedatangan Rian yang akan mengantarkan ke rumah saudara dan yang mengemudikan mobilnya itu adalah Rian.
"Sudah siap Bu?" tanya Rian tiba-tiba datang menghampiri yang terlihat Ana dan Ibunya tengah menunggu di depan teras rumah.
__ADS_1
"Eh, Nak Rian," ucap sang Ibu tersenyum ke arah Rian. Ana terlihat tersenyum ke arah Rian dan Rian pun membalasnya dengan senyuman tipis.
_____
Di dalam mobil.
"Gimana Rian, mantan kamu Desy masih suka menghubungi kamu, hehehe," sindir Ibunya Ana mencoba melumerkan suasana di dalam mobil yang nampak sepi.
"Enggak Bu, lagian kita enggak ada hubungan apa-apa kok Bu," jawab Rian dihinggapi rasa curiga dengan Ibunya Ana karena bertanya seperti itu kepada dirinya.
"Masa sih, Desy sampai belain datang kesini mungkin mau bersilaturahmi lagi dan rujuk," kembali Ibunya Ana menggoda.
•••
Rian hanya terdiam seakan tidak ada guna untuk dijawab pertanyaan yang di sampaikan oleh Ibunya Ana.
"Nak Rian sebenarnya sekarang lagi dekat dengan siapa?" tanya Ibunya Ana kembali. Ibunya Ana seakan ingin lebih jauh tahu masalah pribadinya Rian.
"Enggak Bu, Rian tidak sedang dekat dengan siapapun," jawab Rian tersenyum datar
_____
Nampak sang Ibu pun melirik ke arah sang anak dan tersenyum seakan memberikan sebuah isyarat bahwa sang anak bisa saja mendapatkan hati Rian karena Rian tidak sedang dekat dengan siapapun.
"Ana juga sedang sendiri enggak ada teman dekat saat ini," sindir sang Ibu dan mencubit lembut paha sang anak.
Sontak sang anak tersipu malu dan sedikit cemberut karena dia pikir sang Ibu telah mempermalukannya seakan-akan dia sedang menawarkan anaknya kepada Rian agar lebih dekat.
"Ibu ngomong apa sih," bisik Ana dengan mata yang melotot dan sang Ibu hanya tertawa terkekeh.
Nampak terlihat di kaca spion bagian dalam Rian hanya diam dan tidak merespon ucapan sang ibu dan pandangan tetap fokus ke arah depan dengan mengemudikan mobilnya. Dan hal ini membuat rasa penasaran semakin dalam dari diri Ana dengan sosok Rian.
"Kamu buat aku penasaran dan ingin lebih dekat dengan kamu," gumam hati Ana.
Sang Ibu pun seakan tahu kegelisahan sang anak sedang memikirkan sosok Rian.
"Na, kamu itu cantik tenang saja pasti Rian suatu saat nanti akan menjadi milik kamu kok," bisik sang Ibu.
Nampak Ana hanya diam seakan membenarkan perkataan dari sang Ibu tersebut.
__ADS_1
Bersambung....