
Rian Kesal.
Rian nampak tidak menikmati makan bersama keluarga karena pikirannya melayang jauh kepada Citra, yang dia lihat tadi sedang bersama seorang lelaki.
Rian pun seakan ingin cepat-cepat menghubungi pacar gelapnya itu.
"Yu, kita pulang," ajaknya kepada sang Anak.
"Pah, katanya mau nonton," ucap Cantika.
"Pulang saja, Papa pusing. Katanya tadi nggak mau nonton," ucap sang Papa.
"Ya, tadi nggak mau, tapi sekarang aku mau nonton ke Bioskop," pandangan Cantika melihat ke arah luar.
Tepat di seberang Restoran tempat Bioskop, dan orang sedang berlalu lalang di area tersebut.
"Minggu depan saja, ya sayang," sang Mama mencoba menenangkan hati sang Anak, yang terlihat ingin sekali memasuki ruangan Bioskop.
Akhirnya keluarga kecil Rian, pulang.
Lia seakan tahu hati Rian, sang suami perasaan sedang tidak karuan dan dia berpikir mungkin Rian, sedang memikirkan pekerjaan kantor karena banyak tugas.
Lia sebagai istri tidak menaruh curiga sedikitpun.
Tiba di rumah.
"Mah, aku duluan tidur ya, kepalaku pusing," ucap Rian, sang suami lalu dia mengecup kening sang istri. Lia hanya mengernyitkan dahi, padahal dia ingin sekali bercerita bahwa dia ingin ikut arisan bersama Desy dan teman-temannya.
"Yasudah Pah, istirahat saja tidur," ucap sang istri terseyum manis.
•••
Rian kemudian berlalu dari hadapan Lia, yang sedang menonton Televisi di kursi sofa.
Setelah memasuki kamarnya kemudian Rian, mencoba menghubungi Citra, nampak ponselnya Citra sedang tidak aktif. Rian pun dihinggapi rasa kesal dan nampak cemberut.
"Mungkin dia sengaja mematikan ponselnya agar aku tidak bisa menghubunginya," gumam hati Rian.
Kemudian dia mengingat kembali kejadian yang tadi dia lihat di Mall, dimana dia melihat Citra sedang bersama lelaki, matanya terpejam. Dadanya seakan bergemuruh, rasa cemburu begitu besar hinggap terasa dalam dirinya.
Krekkk..
Kemudian pintu terbuka, mendengar suara pintu terbuka dengan sigap Rian, menutup matanya. Dia pun membalikkan badannya ke arah tembok jadi posisinya, membelakangi pintu atau tidak berhadapan dengan Lia, yang baru masuk ke dalam kamar.
Dia seakan tidak mau di ganggu atau berbicara dengan sang istri, karena suatu kebiasaan jika belum tidur, sepasang suami, istri tersebut selalu menegur sapa jika sebelum tidur, canda tawa selalu mereka lakukan sebelum tidur.
Melihat sang suami tertidur, Lia nampak ikut memejamkan matanya.
Tidak butuh waktu lama, Lia nampak sudah tertidur lelap terlihat dari raut mukanya dia lelah dan capek.
Melihat sang istri sudah tertidur lelap sang suami pun, kembali membuka layar ponsel.
__ADS_1
Dia membuka layar ponsel tersebut di aplikasi WhatsApp, nampak Citra sedang online. Lalu Rian pun mengirimkan sebuah pesan.
{"Kenapa baru aktif ponselnya?"} tulis pesan dari Rian.
{"Aku tertidur Mas, maaf ya, ini baru bangun tidur,} balas Citra.
Rian tertegun sejenak, nampak dia sedang berpikir. " Apa aku salah lihat tadi, ketika melihat Citra di Mall, sedang memilih baju,"
{"Kenapa Mas, kepalaku agak pusing jadi aku tadi minum obat lalu tertidur pulas,"} balas kembali Citra.
__________
Dalam hati Citra dihinggapi rasa was-was, takut Rian, tahu bahwa sebenarnya dia sedang berbohong, tapi Citra pun tidak bodoh, dia bebas menentukan pilihan lelaki kedepannya dia mau sama siapa, karena dia tidak mempunyai pasangan sedangkan Rian, milik orang lain.
__________
{"Ya, sudah, kamu istirahat ya, besok pulang kerja kita nonton Bioskop,"} Rian berharap ada waktu untuk berduaan bersama Citra.
{"Lihat besok ya, Mas. Semoga pusingku sembuh,"} balas Citra.
{"Selamat tidur, sayang,"} tulis pesan dari Rian dan di akhiri dengan emotion memeluk.
_________`
Dalam hati Citra berkata. Padahal dia besok mau bertemu lagi dengan lelaki, yang tadi bersama dia pergi ke Mall ketika membeli baju. Lelaki tersebut tidak lain adalah teman kuliahnya dulu yang bernama Cakra.
Cakra seorang duda tidak mempunyai anak begitupun dengan Citra, dia pun seorang janda tidak punya anak juga. Jadi mereka pernah mengalami kegagalan yang sama dalam berumah tangga. Mereka sama-sama punya masa lalu yang pernah gagal dalam membina mahligai rumah tangga.
_________
Tapi sayangnya, Mas Rian sudah ada istri dan aku kenal istrinya Mas Rian sedangkan Mas Cakra, dia duda." Citra terlihat sedang membayangkan kedua lelaki yang kini tengah hinggap di dalam hatinya.
_________
Arrghhh...
Nampak Lia, menggeliat terbangun.
Dengan cepat Rian mematikan layar ponselnya.
"Pah, belum tidur?" tanya sang istri.
"Tadi Papa lupa mematikan ponsel dan tiba-tiba, Bos menelepon jadi Papa, terbangun," ucap Rian terlihat berbohong.
Lia terdiam sejenak.
"Mau dibikinin kopi?" sang istri menawarkan secangkir kopi kepada Rian.
"Nggak," jawab Rian singkat.
_______
Sang suami biasanya kalau tidak bisa tidur selalu ingin di buatkan kopi, dan selalu mengajak Lia, sang istri pergi ke teras rumah.
Kebetulan di depan teras rumah ada kolam ikan koi. Menurut Lia jika suami, sambil ngopi dan berada di kolam, itu sebagai relaksasi terapi dengan melihat ikan-ikan yang berwarna-warni dan berseliweran.
__ADS_1
Sudah beberapa minggu ini, Rian jadi beda sifatnya terlihat cuek dan tidak romantis lagi.
Tapi Lia tidak memusingkan hal tersebut, karena Lia menganggap pekerjaan kantor yang membuat sang suami sibuk dan badan Rian jadi cepat lelah.
•••
Padahal yang mengakibatkan Rian, jadi beda adalah adanya wanita lain yaitu Citra, rekan kerjanya dan Lia pun mengenalnya.
Sampai saat ini Lia tidak mengetahui keadaan sebenarnya jika tahu mungkin hati Lia sudah terluka.
Keesokan harinya.
Nampak keluarga kecil Rian sedang berada di meja makan. Tidak seperti biasa Rian, banyak diam seakan tidak mau berbicara banyak.
Ocehan dari sang Anak hanya di tanggapi Rian, dengan senyuman saja dan anggukan.
"Nak, kalau lagi makan jangan bicara ya,"
ucap Lia, kepada sang Anak.
Lia menyadari sang suami terlihat sedang malas untuk berbicara. Lia seakan mengerti keadaan tersebut.
"Sudah makannya, ayo kita pergi sekarang," Rian mengajak pergi sekolah Anaknya pagi sekali. Biasanya jam setengah tujuh baru pergi karena jarak antara sekolah Cantika dari rumah cuma dua puluh menit, tapi sekarang jam masih menunjukkan jam enam kurang.
"Masih pagi Pah, Cantika mau lihat kolam ikan koi dulu," ucap sang Anak.
•••
"Aku harus jemput dulu Citra, nanti kesiangan," gumam hati Rian.
Dia tidak mau mengecewakan Citra, karena hari kemarin karena Rian tengah menjemput Citra kesiangan pada akhirnya Citra, pergi sendiri. Rian ingin antar dan jemput kekasih gelapnya itu.
•••
"Ya, sudah," Cantika kemudian berjalan mengikuti sang Papa menuju mobil untuk berangkat sekolah.
Rian dan Cantika pun akhirnya berpamitan kepada sang Mama.
Bersambung...
__ADS_1