
Barang pun nampak semua di masukkan ke dalam box. Sementara Rian duduk di mobil sedan, dan Desy nampak menawarkan Cantika untuk duduk di depan bersama Rian. Tapi Cantika menolaknya begitu pun dengan Bu Viona. Dalam benak Desy pun berpikir seperti ragu dan dihinggapi rasa malu ketika akan duduk di depan bersama Rian.
Tidak bisa di pungkiri rasa gelisah dan debaran jantung kian menyelinap di dalam dirinya.
"Enggak apa-apa Des, kamu duduk saja di depan, biar nanti Rian ada teman ngobrol jadi enggak ngantuk. Tapi kalau Ibu dan Cantika pasti ngantuk di jalan dan setelah itu tidur jadi tidak bisa menemani Rian ngobrol." goda sang Ibu.
Sang Ibu sengaja tidak mau duduk di depan karena dia ingin kembali melihat Rian dan Desy bercerita seperti dulu lagi.
______
Setengah jam kemudian.
"Tante Desy, ngobrol dong sama Papa biar Papanya tidak ngantuk," sindir sang anak kepada Desy karena nampak Desy hanya diam tidak banyak kata begitu pun dengan Rian seakan canggung untuk berbicara.
"Atau jangan-jangan Desy sama Rian ngantuk, ayo kita istirahat dulu. Ngopi dulu!" ucap Bu Viona seakan membuyarkan lamunan Desy dan Rian.
Mobil pun kemudian berhenti di sebuah kafe dan nampak semua turun dari dalam mobil tersebut. Cantika iseng sekali, dia terlihat mempersatukan tangan Rian dan Desy ketika tengah berjalan. Sontak Desy dan Rian sama-sama terkejut dan mereka dengan cepat melepaskan genggaman tangannya.
"Ihh, jail. Awas ya," goda Desy kepada Cantika.
Rian pun nampak tersipu malu. Entah mengapa rasa canggung seakan menghinggapi kedua orang tersebut. Mau bicara pun seakan sulit dan mereka berpikir entah memulainya dari mana.
_______
Desy terlihat memesan beberapa makanan dan minuman ke kasir bersama dengan Cantika. Sementara Rian tengah duduk bersama sang Ibu. Nampak sang Ibu menatap lekat ke arah sang anak dan tersenyum lebar. Sontak Rian dihinggapi rasa penasaran kepada sang Ibu.
"Bu, ada apa sih, senyum-senyum begitu," ucap Rian seakan tidak paham dengan sikap sang Ibu.
"Kamu mending rujuk sama Desy, Ibu lihat kalian malu-malu berarti masih ada rasa," sindir sang Ibu.
Sontak Rian mukanya merah padam tatkala mendengar apa yang di ucapkan oleh sang Ibu. Padahal dalam hatinya Rian belum menyimpan kembali rasa cinta kepada Desy, dia sampai saat ini hanya anggap Desy teman dan dia terdiam di hadapan Desy, bukan berarti dia malu tapi merasa kaku karena perpisahan mereka dulu secara tidak baik-baik.
"Ngomong apa sih, Bu!" Rian pandangan matanya mendelik.
_______
Sang Ibu pun pikirannya berselancar mungkinkah Rian malu jika harus kembali rujuk dengan Desy, oleh Lia. Padahal Lia juga sudah mendukung jika Rian rujuk dengan Desy. Tapi Bu Viona pun seakan berpikir, mungkin Rian masih memikirkan bisnisnya yang akan dia jalani bersama sang Papa dan setelah itu baru memikirkan wanita.
"Pesanannya sudah datang," ucap Cantika tiba-tiba datang yang mengagetkan Bu Viona karena terlihat dia sedang melamun.
"Mas, ini kopi cappucino hangatnya," ucap Desy dengan meletakkannya di depan meja Rian.
Nampak Desy masih ingat kopi kesukaan Rian dan beberapa cemilan kesukaan Rian pun yang Desy pesan masih di ingat olehnya.
_____
Rian tersenyum dan mengucapkan terima kasih. Desy pun menyadari bahwa Rian masih terlihat canggung kepadanya. kemudian Desy bercerita kepada Bu Viona bahwa dia sekarang tengah menjalin bisnis kembali dengan sang Papa dan usaha yang dia rintis ternyata sedang mengalami kemajuan dan hal ini membuat hati Viona merasa bahagia karena akhirnya Desy bisa bangkit lagi.
__ADS_1
"Tuh, lihat Desy, dia seorang wanita bisa bangkit kembali. Pasti kamu juga bisa seperti Desy," ucap sang Ibu seakan memberikan semangat kepada sang anak yang terlihat selalu menyalahkan masa lalunya yang menurutnya banyak melakukan kesalahan.
"Iya, Mas Rian, semangat. Nanti kalau proyek sama Papa kamu sudah berjalan biar Desy bantu," Desy seakan memberikan dukungan kepada Rian agar tidak patah semangat. Rian pun nampak tersenyum tipis dan seakan malu tatkala Desy berkata seperti itu
"Semoga saja Des," jawabnya.
______
Nampak Rian memandangi Cantika begitu lekat dan khayalan seakan mengingat masa lalu ketika masih sama Lia. Rian pun menanyakan kabar Lia dan anaknya dari Papa Adrian kepada Cantika.
"Mama lagi pergi keluar kota sama Papa acara keluarga tadi pagi. Cantika pun mau ikut tadi pagi. Tapi karena Tante Desy mau jemput Papa ke kampung, jadi aja Cantika ikut kesini," ucap sang anak.
"Alhamdulillah sepertinya Lia bahagia dengan suami barunya. Semoga aku pun nanti bahagia dengan siapapun itu jodohnya," gumam hati Rian.
"Ayo, minum kopinya keburu dingin," ucap sang Ibu seakan mengagetkan Rian yang tengah melamun.
______
Setengah jam kemudian.
Mobil pun kembali berjalan dan perjalanan sekitar dua jam lagi dan nampak sang Ibu dan Cantika tertidur.
Ehemm...
Desy nampak berdehem sebelum berbicara. Dia pikir inilah saatnya untuk bercerita dengan Rian karena tidak ada yang menggoda yaitu Cantika dan Bu Viona.
"Maaf, aku mau nanya masalah pribadi boleh?" tanya Desy seperti menahan rasa malu dan terdengar gugup dan mukanya merah merona.
_______
Desy nampak menghela napas panjang, dia sekam ragu untuk bertanya karena jawaban yang di berikan Rian takut tidak bisa di terima olehnya. Desy menatap Rian sebentar kemudian dia memalingkan kembali wajahnya dan matanya nampak sekarang menyusuri jalan yang terlihat di kaca jendela mobil.
Rian nampak tengah menunggu pertanyaan yang akan di sampaikan oleh Desy. Tapi nampak Desy seakan tidak bisa melanjutkan ucapannya. Rian pun terlihat dihinggapi rasa penasaran.
"Mau tanya apa Des," ucap Rian kembali tersenyum tipis.
"Ng-nggak, enggak jadi," jawab Desy terdengar gugup.
______
Rian seakan dihinggapi beribu pertanyaan dalam dirinya karena nampak Desy tidak mampu melanjutkan obrolannya. Sementara Desy dihatinya bergejolak dan seakan menyalahkan dirinya sendiri karena sebenarnya dia mau bertanya kepada Rian.
Apakah Rian saat ini tengah dekat dengan wanita tidak? Dan pertanyaan tersebut takut jika jawaban yang di berikan oleh Rian adalah. Saat ini Rian tengah dekat dengan seorang wanita.
"Kamu aneh, Des, padahal aku sudah penasaran loh, Ayo! mending cerita saja agar aku tidak ngantuk," Rian tertawa terkekeh.
Rian pun nampak melihat kaca spion dan nampak jelas disana sang anak dan Ibunya tengah tertidur lelap.
__ADS_1
"Kamu ngantuk Mas!? Biar aku yang ganti jadi supir," Desy menawarkan diri untuk mengemudikan mobil.
"Engga kok, aku cuma bilang lebih baik kamu cerita biar aku tidak ngantuk," ucap Rian.
_______
Desy pun mengingat kembali wanita yang tadi tengah ada di kampung Rian yaitu Ana. Kemudian Desy bertanya kepada Rian tentang wanita tersebut.
"Maaf yang tadi di rumah kamu itu tetangga kamu? Sepertinya dia suka sama kamu." ucap Desy dengan berhati-hati.
"Dia mau nikah Des, bulan depan dan tadi Pak RT mengundangku untuk datang ke acara pernikahan anaknya nanti," jawab Rian.
Terlihat dengan ekor mata Rian, Desy tersenyum sumringah dan Rian pun seakan tahu maksud dari Desy, bahwa Desy sebenarnya tengah menanyakan status Rian saat ini. Apakah dia sedang dekat dengan seseorang atau tidak.
"Aku sekarang fokus dulu untuk kembali usaha bersama Papa. Nanti kalau soal jodoh biar yang di atas yang atur," ucap Rian.
Sontak Desy dalam hati tersenyum bahagia karena ternyata Rian saat ini sendiri atau tidak dekat dengan siapapun. Desy pun berpikir, jadi dia tidak canggung ketika bersama Rian karena Rian saat ini sendiri.
______
Tiba di rumah Desy.
Nampak Rian mengantarkan dulu Desy pulang ke rumahnya dan terlihat di teras rumah kedua orang tua Desy sedang duduk. Sang Papa yang dulu menolak keras hubungan Desy dengan Rian nampak menyambut kedatangan Rian dan tersenyum lebar saat melihat Rian keluar dalam mobil.
"Rian, apa kabar!?" Papanya Desy nampak menepuk pundak Rian dan tersenyum ramah kepada Rian.
Rian pun mencium punggung tangan Papanya Desy, kemudian mereka pun nampak memasuki rumah dan bercerita.
"Katanya kamu mau mulai lagi usaha dengan Papa kamu ya!? Bagus kalau begitu," ucap Papanya Desy.
Rian menganggukkan kepalanya dan memohon doanya kepada Papanya Desy agar semuanya diberikan kelancaran.
"Semoga kamu bisa memulai semuanya dari nol dan positif kedepannya. Apapun yang di lakukan kamu. Entah itu soal bisnis, atau pun jodoh," sambung Ibunya Desy.
"Aamiin Bu," jawab Rian.
"Oh, Iya, kamu sekarang sedang dekat dengan siapa?" tanya Papanya Desy kembali seperti dihinggapi rasa penasaran.
________
Rian hanya diam dan pandangan melirik ke arah sang Ibu kemudian dia tersenyum. Mungkin itu seakan isyarat kalau Rian sedang sendiri atau sang Ibu lebih baik yang berkomentar.
"Rian sekarang sedang sendiri katanya mau fokus dulu usaha," ucap Bu Viona.
Entah mengapa Bapaknya Desy tersenyum bahagia dalam hatinya berpikir rasanya ingin sekali sang anak bisa kembali lagi dengan Rian, karena pribadi Rian sekarang sudah berubah dan nampak sang anak setiap saat selalu menceritakan sosok Rian. Berarti dia sudah nyaman dan ingin kembali dengan Rian.
"Mungkin hanya waktu yang akan mempertemukan mereka kembali, semoga saja," gumam hati Bapaknya Desy.
__ADS_1
Sang Ibu pun nampak terlihat bisa bernapas lega karena setelah Desy sembuh dari sakit depresinya, sang Ibu ingin ada sosok yang mendampingi anaknya agar sang anak bisa merasa nyaman kalau ada kehadiran seseorang di sisinya.
Bersambung...