Suamiku Terjerat Cinta Sahabat

Suamiku Terjerat Cinta Sahabat
Bab: 42 Pertemuan


__ADS_3

Setelah acara gugatan ke Pengadilan Agama beres di lakukan oleh Lia, nampak Lia kembali memasuki mobil dengan mata yang mulai berembun. Nampak terlihat sang Tante begitu peduli terhadap sang keponakannya itu.


Tante Restu memeluk erat dengan penuh rasa haru dan menangis.


"Lia, yang sabar ya, nanti juga indah pada waktunya akan menerpa," ucap sang Tante.


Lia hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum tipis, dadanya terasa sesak dan sakit dengan apa yang diucapkan oleh Tante Restu yang mencoba menyebarkan hati dan perasaannya itu.


"Kita makan dulu ya, Tante lapar nih,, Ayo! semangat ya, Kamu pasti bisa menghadapi hari-hari ke depan tanpa Rian," kembali sang Tante berucap dan menyemangati keponakannya itu, agar tidak larut dalam kesedihan.


lagi-lagi Lia hanya tersenyum tipis seakan tidak bisa membalaskan jawaban atas semua yang diucapkan oleh Tante Restu.


Akhirnya mobil pun dilajukan oleh sang Tante menuju Restoran.


•••


Tiba di Restoran.


Nampak sang Tante begitu lahap ketika menikmati makanan yang disediakan di meja makan, namun beda dengan Lia, dia hanya mengaduk-aduk makanan yang sudah diletakkan di dalam piringnya.


Karena tidak ada selera makan, Lia pun meletakkan sendok dengan kasar, lalu dia mengambil sebotol air minum mineral dan meneguknya.


Argh..


Mata Lia kemudian berselancar ke tiap sudut Restoran, dan entah kenapa matanya tertuju ke ujung Restoran, disana ada sesosok lelaki yang sedang fokus di depan laptopnya


•••••


Degh


Seketika jantungnya berdetak lebih kencang tatkala melihat sosok lelaki yang tengah fokus di depan laptopnya itu. Dia adalah Adrian lelaki yang dulu dengan gigih mengejar cintanya, namun Lia saat itu tidak mau berhubungan dengan Adrian, karena dia tengah fokus dengan pekerjaannya, tapi sang sahabat Desy mencoba mengejar Adrian.


Namun cinta tidak bersambut kepada Desy, karena Adrian tidak mencintai Desy, dia hanya cinta kepada Lia. Karena cinta Adrian tidak disambut baik oleh Lia, Adrian pun tidak ada kabar dan pergi entah ke mana, mungkin dia kecewa terhadap Lia karena cintanya tidak disambut.


Desy saat itu merasa terpuruk karena dia begitu terpesona terhadap sosok Adrian, dan Lia menyangka Desy saat itu sangat terluka karena cintanya bertepuk sebelah tangan.


Desy yang terlihat cinta mati dan terlalu cinta dengan sosok Adrian, tapi Adrian yang terlihat cuek kepada Desy.


•••

__ADS_1


Nampak terlihat dari wajah Lia, dia terlihat gugup tatkala matanya tertuju ke arah Adrian.


"Apa aku sedang bermimpi!?" gumam hati Lia ketika memandang dari jarak jauh sosok Adrian.


Lia beberapa kali mengucek matanya, dia berpikir mungkin dia salah lihat dengan sosok Adrian yang tengah berada di Restoran tersebut.


Lia pun menghela napas secara perlahan, dan dia kembali memandangi sosok Adrian.


Lia pun akhirnya begitu yakin, bahwa dia tidak sedang bermimpi. Lelaki yang tengah fokus di depan layar laptop itu adalah Adrian yang dulu mengejar cintanya.


•••


"Lia,,,Lia,,," ucap sang Tante.


Sang Tante pun pandangannya mengarah ke arah Adrian, karena Lia tatapannya begitu tajam terhadap lelaki tersebut.


"Lia, apakah kamu mengenal laki-laki tersebut!?" tanya sang Tante kembali.


"Lia...!!" sang Tante pun menepuk pundak Lia.


"Iya,,Iya,, Tante, kenapa!?" jawabnya gugup.


"Iya, Tante, sepertinya dia itu, masa Lalu Lia. Lelaki tersebut dahulu mengejar cinta Lia. Tapi Lia tidak suka dengannya, alasannya Lia sedang fokus untuk bekerja," ucapnya tertawa terkekeh dan tersipu malu.


"Oh,, dia itu, pengagum kamu ya!?" ucap sang Tante tertawa seakan menyindir keponakannya tersebut.


"Tapi ada kejadian lucu Tante!" Lia seakan ingin tertawa puas tapi mencoba menahannya.


"Apa tuh,,!" tanya sang Tante terlihat dihinggapi rasa penasaran, dan gembira karena Lia keponakannya itu, sudah bisa melupakan kejadian yang baru saja dia alami yaitu kesedihannya sepulang dari pengadilan.


"Lucunya, dulu Desy mengejar-ngejar lelaki tersebut, sampai dia rela memberikan beberapa hadiah kepada lelaki itu. Tapi lelaki itu tidak menanggapinya sama sekali, dan hadiah yang diberikan oleh Desy kepada lelaki itu, oleh lelaki itu diberikan lagi kepada teman-teman, dan Desy dulu jadi bahan bulian." Lia pun tertawa lepas saat mengingat kejadian itu.


Sontak sang Tante terkejut dengan cerita Lia, rasa terkejut sang Tante karena Desy kena bulian dan sang Tante pun berpikir. Sosok Desy adalah tipe wanita, Jika dia menyukai lelaki, dia pun akan melakukan berbagai cara untuk mendapatkan lelaki tersebut, termasuk suami orang, yang kini dia lakukan kepada sahabatnya sendiri.


•••••


"Berarti benar, memang dari dulu sifat si Desy berambisi untuk mendapatkan lelaki, dengan cara apa saja agar dia bisa mendapatkan lelaki tersebut," ucap sang Tante tertawa terkekeh.


"Kamu tidak mau bersilaturahmi dengan Adrian?" ejek sang Tante sambil melirik kembali kepada sosok Adrian.

__ADS_1


Lia menggelengkan kepalanya dan tersipu malu. "Enggak, ah,," jawabnya tersenyum.


"Enggak apa-apa, kalau menurut Tante, hanya menjalin tali silaturahmi saja, tidak lebih dari itu kok," sang Tante kembali membujuk Lia untuk menghampiri Adrian.


Lia menghela napas secara perlahan.


"Nanti saja, kalau dia lewat ke sini baru aku menyapanya," ucap Lia.


"Ya, pasti lewat sini Lia,,,, Kita kan berada di dekat pintu masuk," sang Tante pun tertawa terbahak seakan tidak bisa menyembunyikan tawanya itu.


"Iya, iya,," Lia pun tersipu malu.


___


Nampak Adrian melambaikan tangan kepada sang pelayan Restoran. Sepertinya dia memesan kembali secangkir kopi hitam yang terlihat sudah ludes dia minum, karena telunjuk tangannya mengarah ke kopi yang tersisa ampasnya saja didalam gelas itu.


Sedari tadi pandangan Adrian menunduk jadi mukanya tidak nampak terlihat jelas, tapi ketika dia mendongakkan kepalanya nampak terlihat jelas mukanya yang nampak tampan dan terlihat masih seperti dulu tidak ada yang berubah.


Entah mengapa debaran di dada Lia menghinggapi hati dan perasaannya.


"Mikir apa kamu Lia!" gumam hati Lia.


Lia pun mencoba menepis bayangan dulu ketika Andrian mengucapkan kata cinta dan Lia pun memalingkan mukanya, dia seakan tidak sanggup melihat sosok Adrian, takut dia jatuh cinta terhadap Adrian karena baru saja dia menggugat sang suami.


Melihat keponakannya yang terlihat salah tingkah Tante Restu seakan mengerti apa yang sedang dirasakan oleh keponakannya tersebut.


"Lia,,,Adrian tampan juga ya, setelah dilihat dengan seksama," ejek sang Tante.


Tante Restu pun tertawa terkekeh.


"Apa sih Tante," ucapnya tersipu malu.


___


Sang tante membuang napas kasar.


Sebenarnya Tante Restu berkata begitu untuk menyabarkan hati Lia yang sedang gundah gulana. Tidak ada rasa sedikitpun untuk mempengaruhi Lia agar menghampiri Adrian.


Lia adalah sosok wanita yang tidak mudah jatuh cinta, dan berani untuk menghampiri lelaki, dan sebenarnya Lia sosok wanita yang pemalu. Jadi sang Tante mencoba untuk mengejeknya agar Lia bisa tertawa kembali setelah tadi pagi menyimpan rasa luka.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2