
Nampak Ibunya Desy termangu, dia sedang menunggu jawaban pesan dari Lia sahabat dari sang anak.
"Mah, lagi ngelamun apa sih!?" tanya sang suami dihinggapi rasa penasaran terhadap sang istri yang sedang melamun duduk di kaca rias kamar.
Kedua orang tua Desy masih berada di rumahnya Desy, mereka menunggu hari esok karena di rumahnya Desy akan di adakan acara syukuran rumah baru Desy yang baru saja dia beli.
•••
"Barusan aku sudah menelepon Lia, tapi tidak ada jawaban di sana. Aku berharap Lia membalas pesan yang aku berikan," ucap sang Ibu terlihat gusar.
"Memangnya kamu tulis pesan apa sama Lia?" tanya sang suami.
"Ingin bertemu dengannya, aku khawatir dengan keadaan Lia, Pah," jawab sang Mama.
Ibunya Desy sangat tahu bagaimana terlukanya hati Lia jika Desy, sang anak akan menentukan pilihan bahwa dia akan menikah dengan suaminya.
"Telpon saja Mah, kalau lewat pesan memberikan kabarnya, siapa tahu belum dibaca, atau Lia sedang sibuk," ucap sang suami mencoba membujuk sang istri agar menelepon Lia sahabat dari anaknya tersebut.
"Pah, ayo kita ke rumah Lia saja, mungkin kalau siang Rian sedang pergi bekerja jadi hanya ada Lia di rumahnya. Kebetulan Desy juga sedang pergi dengan Tantenya jadi mereka tidak tahu kalau kita sedang pergi," sang Mama seakan memaksa, agar suami ikut dengannya pergi ke rumah Lia. perasaan rasa bersalah terasa begitu hinggap kian menyelimuti hati sang Mama.
Sang Papa pun seakan terbujuk omongan sang istri, dia mau menemani sang istri untuk mendatangi rumah Lia. Kebetulan semalam Desy menyebutkan alamat rumah Rian.
___
Setelah siap berganti pakaian mereka pun masuk ke dalam mobil, dan melajukan mobilnya ke arah rumah Lia.
Mereka tidak tahu bahwa Lia sudah pindah dari rumah tersebut karena perceraian.
Satu jam sudah mereka lalui perjalanan dan akhirnya sampailah di tempat tujuan.
Nampak terlihat rumah Lia begitu sepi, seperti tidak ada orang disana.
"Mah, mungkin tidak ada orang di rumahnya. Rian kerja, dan Lia keluar dengan anaknya" ucap sang Papa terlihat tidak mau turun dari dalam mobil dan mobil pun masih terparkir diluar tidak dimasukkan ke garasi oleh sang Papa.
"Lia ada kok, mungkin lagi tidur siang karena anaknya baru pulang sekolah," ucap Mama seakan dihinggapi rasa penasaran, dia seperti ingin cepat masuk dan bertemu dengan Lia untuk meminta maaf dan memberikan penjelasan.
_____
Dan nampak terlihat keluar sang ART dari dalam rumah dengan membawa Tas berukuran besar.
__ADS_1
"Pah, itu ada ART nya, Lia, keluar dari rumah," sang Mama nampak seperti dihinggapi rasa gembira tatkala melihat ada yang keluar di pintu rumah Lia.
"Yasudah kita kesana, mobilnya jangan di masukin ke garasi rumah ya, simpan saja diluar," sang suami pun bersama istrinya keluar dari dalam mobil untuk menghampiri rumah Lia
____
Di depan teras.
"Mbak, maaf, Lia nya ada?" tanya Mamanya Desy tersenyum ramah kepada sang ART.
Dia pun berharap yang terucap dari mulut sang ART adalah, Lia ada sedang istirahat.
Sontak sang ART dihinggapi rasa terkejut tatkala melihat dua orang tamu datang ke rumah sang majikannya itu. Sang ART nampak begitu hati-hati dengan tamu yang datang, karena sang ART baru kali ini melihat kedua wajah tamu itu datang ke rumah.
Dia pun teringat dari omongan Lia tadi pagi di sambungan teleponnya, jika ada yang datang bilang saja keluar kota apalagi kalau sang ART tidak mengenali tamu yang datang.
"Maaf, dengan siapa ya?" ucap sang ART tersenyum tipis dan menatap lekat ke arah kedua orang tuanya Desy.
"Saya orang tua dari Desy, mungkin Mbak tahu Desy sahabatnya Lia," ucap Mamanya Desy menatap sang ART dan pandangan matanya mengarah ke dalam rumah, sang Ibu berpikir Lia datang dari arah dalam rumah.
"Ouh, ini, kedua orang tuanya sang Pelakor!" gumam hati sang ART matanya mendelik.
Sang ART begitu menyimpan rasa dendam terhadap Desy karena dia orang pertama yang mengetahui perselingkuhan sang majikannya Rian dengan Desy.
_____
Nampak sang ART tersenyum sinis tatapannya seakan menyimpan rasa dendam, entah mengapa sakit hati yang dirasa oleh Lia terasa dirasakan juga oleh sang ART karena begitu dekatnya dia dengan Lia.
"Tidak sepantasnya aku bicara bahwa Bu Lia sedang menggugat cerai Pak Rian, karena itu bukan hak aku untuk menceritakan masalah pribadi majikan. Dan jika aku bicara jujur tentang perceraian majikan kepada kedua orang ini, pasti mereka akan tertawa gembira," gumam hati sang ART.
Sang ART pun tidak tahu yang sebenarnya, bahwa kedua orang tuanya Desy tidak mendukung hubungan anaknya itu dengan Rian atau sang majikan.
_____
"Maaf, Bu Lia sedang pergi dengan Tantenya dan dia nginap disana," jawab sang ART terlihat berbohong.
"Tante Restu bukan?" tanya Ibunya Desy.
"Pah, kita ke rumah Tante Restu saja, kalau benar Lia ada disana," sambung Mamanya Desy kepada sang suami.
__ADS_1
______
"Wah, gawat! Kayaknya kedekatan keluarga Lia dan keluarga Desy begitu dekat. Buktinya Mamanya Desy kenal dengan Tante Restu," gumam hati sang ART.
Dalam hati sang ART berpikir begitu teganya Desi mengkhianati Lia. Saking dekatnya tali persahabatan mereka sampai kedua orang tuanya Desy mengenal sosok Tante Restu, tapi begitu teganya Desy mengkhianati tali persahabatan yang sudah dibangun lama.
Kebetulan sang ART hari itu dia mau mengantarkan baju Cantika satu Tas besar, ke rumah Tante Restu karena Lia sedang berada di rumah sang Tante.
Entah mengapa rasa berdebar dalam dada hinggap kedalam diri sang ART tatkala keluarga Desy mengenal sosok Tante Restu, dan sang ART merasa takut jika kedua orang tua Desy mendatangi rumah Tante Restu karena keadaan Lia sedang terluka oleh Desy sang anak dari kedua orang yang tengah berada di hadapannya itu.
____
"Ibu Lia katanya tadi pagi bersama Tantenya keluar kota," kembali sang ART berbohong kepada kedua orang tuanya Desy. Dia berniat ingin menyelamatkan sang majikan, dia tidak mau jika Lia tambah terluka dengan kedatangan orang tua dari Desy.
"Ouh, gitu ya," Mamanya Desy kemudian menatap lekat ke arah Tas besar yang akan dibawa oleh sang ART.
"Mbak mau mudik?" tanyanya kembali.
"Ini orang detail banget, segala ditanyain!" terlihat kesal sang ART dengan Mamanya Desy karena seakan mencecar dia.
"Saya mau mudik seminggu, dan kebetulan Pak Rian juga sedang keluar kota," ucapnya.
Sang ART berpikir mungkin dengan berkata demikian Mamanya Desy tidak akan kembali mencecar pertanyaan kepada dirinya.
Mamanya Desy kemudian saling bertatapan dengan sang suami, akhirnya mereka pun pamit kepada sang ART untuk kembali pulang.
Dengan wajah sedih Mamanya Desy meninggalkan rumah itu, dia kecewa karena tidak bertemu dengan Lia.
"Sudahlah Mah, nanti kita kesini lagi kalau Lia sudah pulang dari luar kota, katanya seminggu pergi keluar kotanya. Berarti kita minggu depan datang kesini lagi," ucap sang Papa mencoba menyabarkan hati sang istri.
_______
Sang ART menatap mobil yang baru saja berlalu dari rumah itu.
"Aduh, hampir saja kedua orang itu, bertemu dengan Ibu Lia, aku tidak bisa bayangkan gimana hati Bu Lia. Tapi mau apa ya, mereka datang kesini?" ucap sang ART beribu tanya di benak pikirannya.
Ting...
Sang ART mencoba memberikan pesan kepada Lia, tulis pesan tersebut yang berisi. {"Bu, saya mau kesana sekarang, dan barusan ada tamu yaitu kedua orang tuanya Desy, tapi aman kok, sudah saya bilang Ibu lagi pergi ke luar kota bersama Tante Restu,"} pesan pun terkirim.
__ADS_1
Kemudian sang ART pun memesan Taksi online, karena dia hendak pergi ke rumah Tante Restu untuk mengantarkan bajunya Cantika yang masih tersimpan di rumah itu.
Bersambung...