
Setelah mengantarkan anak dan istrinya ke Bandara. Rian pun kembali pulang ke rumah karena hari itu Rian tidak bekerja.
Ting..
Pesan muncul dari ponsel milik Rian, nampak di sana Desy memberikan pesan
{"Lia sudah pergi ke Singapura?"} tulis pesan dari Desy.
Rian pun kemudian menelepon Desy.
"Aku agi dalam perjalanan menuju pulang, kamu di mana ?" tanya Rian.
"Sedang di rumah Mas, ke sini saja Mas, ada Tante, di rumahku," ucapnya.
"Enggak lah, malu. Kamu aja yang ke rumah aku," ucap Rian.
"Ada Teh Sumi, kalau aku ke rumah kamu, takutnya dia ngadu sama Lia," jawab Desy memberikan alasan kepada Rian.
"Aku juga malu kalau ke rumah kamu Des, kan ada tante kamu. Sedangkan Tante kamu tahu kan, aku itu suaminya Lia," jawab Rian.
"Tanteku sudah tahu kok, aku ada hubungan dengan kamu Mas." terdengar ketika memberi kabar bahwa Desy ada hubungan dengan Rian, yang diketahui oleh Tantenya. Desy seakan tidak ada rasa malu.
Degh..
Sontak jantung Rian berdetak lebih kencang karena Desy begitu berani bicara kepada Tantenya, bahwa dia ada hubungan lebih dengan Rian yang notabene adalah suami Lia sahabatnya itu.
"Kita bertemu saja diluar, di pinggir Restoran yang kemarin kita bertemu, ada sebuah Kafe. Nah, di sana saja," ucapnya.
Ternyata Rian hari kemarin pun sempat bertemu dengan Desy tanpa sepengetahuan sang istri.
"Aku ingin kamu datang ke rumah aja Mas, nggak apa-apa kok dengan Tanteku, males kalau keluar rumah harus dandan dulu," ucap Desy penuh alasan.
•••
Akhirnya Rian pun mau untuk datang ke rumah Desy, walaupun ada sang Tante.
Mendengar Rian mau berkunjung ke rumahnya, hati Desy dihinggapi rasa gembira. Dia berpikir akhirnya Rian mau bertemu dengan Tantenya, Rian sudah tidak ada rasa malu dalam dirinya untuk bertemu dengan sang Tante walau dia punya istri.
Desy berpikir berarti Rian akan serius untuk berhubungan dengan dia ke depannya nanti.
___
Dalam diri Desy sudah ada perasaan licik, dia ingin menjadi istri kedua Rian bahkan ingin menyingkirkan sang sahabat dari Rian, karena Desy saat ini sudah merasa nyaman dengan sosok Rian.
__ADS_1
Akhirnya Ruan pun menutup sambungan teleponnya. Mobil pun dilanjukan menuju arah rumah Desy.
___
Tiba di rumah Desy.
Nampak Tantenya Desy sedang duduk bersama Desy di teras rumah. keakraban sang Tante dan Desy sungguh terjalin erat.
"Halo, Mas akhirnya kamu datang juga," ucap Desy terlihat bergelayut manja terhadap Rian Rian pun seakan risih mendapatkan perlakuan tersebut dari Desy, karena Tantenya Desy, tatapannya sedang menatap lekat kepada mereka.
"Des, malu sama Tante," ucapnya pelan dekat ke kuping Desy.
"Nggak apa-apa Mas, Tante sudah tahu kok hubungan kita," ucapnya tertawa terkekeh.
Rian pun seakan tersipu malu tatkala Desy mengatakan bahwa Rian sudah dianggap teman dekat atau ada hubungan khusus kepada Desy.
•••••
"Oh...ini, yang namanya Rian, ganteng ya! Pantesan Desy tergila-gila, dan suka ceritain tentang kamu ke Tante," ucap sang Tante seakan menggoda.
"Iya Tante, saya Rian," ucap Rian.
Rian pun menyodorkan tangannya untuk bersalaman dengan Tantenya Desy.
•••
"Des kamu cerita apa lagi sih, sama Tante kamu? Aku malu loh," ucap Rian matanya menatap lekat ke arah kepada Desy.
"Nggak ngomong apa-apa kok, cuma bilang. Aku lagi deket sama Rian, tapi Rian-nya sudah punya istri. Cuma gitu aja sih, mungkin Tanteku juga terpesona dengan kamu karena kamu ganteng," ucap Desy tertawa terkekeh.
"Mas, Minggu depan orang tua saya, akan datang ke sini lusa, kamu datang ya," ucap Desy berharap penuh.
"Nggak ah, untuk apa bertemu dengan orang tua kamu, aku kan sudah punya istri ucap Rian.
"Iya, nggak apa-apa silaturahmi saja sama orang tuaku. Memangnya kenapa?" tanya Desy, nampak cemberut.
Sebenarnya dalam hati Desy ingin memiliki Rian walaupun jadi istri keduanya, tapi Desy tidak berani untuk mengungkapkan isi hatinya tersebut terhadap Rian.
"Gila, ya kamu! Nggak ah, nanti aja aku belum siap kalau untuk bertemu kedua orang tua kamu," ucap Rian terdengar ketus.
•••••
Akhirnya Desy pun cemberut karena Rian tidak mau dikenalkan dengan orang tuanya, padahal ini momen yang tepat untuk bisa mengenalkan Rian dengan kedua orang tuanya, karena orang tua dari Desy sangat sibuk jarang mengunjungi Desy ke rumahnya.
__ADS_1
"Nanti ada saatnya, lagian kita kan baru kenal juga," ucap Rian.
"Tapi kan istrimu kenal aku, kenal pribadiku kayak gimana. Aku baik Mas, kalau misalkan aku berselingkuh, kamu menganggap aku tidak baik, itu lain cerita." ucapnya terlihat membela diri.
___
Rian menghela napas panjang.
Dalam hatinya berpikir, dia tidak mau cepat-cepat untuk mengambil keputusan.
Desy akan dijadikan istri keduanya Rian, dan selama ini Rian hanya menganggap Desy sebagai pacar atau kekasih gelap tanpa ada hubungan untuk serius menuju jenjang pernikahan.
___
"Silahkan, diminum," l tiba-tiba Tantenya Desy datang dengan membawa 3 cangkir minuman, dan sang Tante pun duduk di sebelah Desy.
"Katanya istrinya Rian, Lia lagi ke Singapura ya?" tanya Tante menatap lekat ke arah Rian.
"Iya Tan, barusan saya habis nganterin anak dan istri ke Bandara," jawab Rian.
"Kebetulan kalau gitu Des, nanti sore Rian bisa mengantar kamu ke pesta acara pernikahan anaknya Tante Sisil," ucapnya.
"Tante Sisil itu siapa?" tanya Rian
"Tante Sisil itu, adiknya Papanya Desy," jawab sang Tante.
"Kedekatan Desy dengan Tante Sisil tidak akrab seperti sama Tante yang sekarang, tapi dia mengundang Tante dan Desy untuk pergi ke acara pernikahan anaknya, dan Tante tidak bisa datang. Nah, kalau diwakilkan sama kamu gimana?" tanya sang Tante kepada Rian terlihat begitu penuh harap.
___
Rian tertegun sejenak dia pun seakan malu dan risih jika harus ke undangan acara keluarga Desy, karena Rian sudah mempunyai istri dan anak.
Rian pun nampak berpikir, kalau dia dikenalkan dengan keluarga besar Desy, otomatis keluarganya Desy akan curiga terhadapnya, karena Lia sang istri sudah mengenal keluarga Desy.
____
"Tante ribet amat sih, ya sudah deh sendiri aja Desy perginya, takutnya Tante Sisil nanti nanya kepada Rian. (lni siapa? karena Tante Sisil kenal dengan Lia, dulu Lia suka bertemu dengan Tante Sisil). ucapnya.
•••
Dalam hati Rian berpikir kenapa sang tante dan Desi begitu ingin sekali Rian menjalin hubungan yang lebih serius dengan Desy, sedangkan Rian belum siap untuk menuju ke jenjang yang lebih serius.
"Maaf Tante, kalau menurut Rian lebih baik Desy sendiri saja tidak ditemani sama Rian, karena posisi Rian sekarang ada istri, dan istri Rian sahabat dari Desy," ucap Rian kembali menegaskan dan tertunduk malu.
__ADS_1
Akhirnya sang Tante pun terdiam dan menganggukkan kepalanya, entah mengapa sang Tante begitu terobsesi ingin melihat Desy dengan Rian, hubungan lebih serius lagi.
Bersambung...