Suamiku Terjerat Cinta Sahabat

Suamiku Terjerat Cinta Sahabat
Bab: 94 Terkejut


__ADS_3

Yosi menghubungi sang anak.


{"Rian kamu dimana!?"} tanya sang Papa disambungkan teleponnya.


{"Sedang diluar kota Pah, ada apa?"} tanya Rian dihinggapi rasa penasaran karena sang Papa bertanya dengan nada yang begitu terdengar serius tidak seperti biasanya.


{"Papa mau nanya sama kamu, apa kamu ngomong ke Ibumu bahwa Papa sudah menikah dengan Tante Dini!?"} tanya sang Papa kepada Rian.


{"Enggak Pah, memangnya kenapa?"} tanya sang anak.


{"Ibumu barusan marah besar dan semua sudah terbongkar pernikahan Papa dengan Tante Dini," } ucap sang Papa kembali.


______


Rian pun seakan malas untuk merespon obrolan yang dibahas oleh sang Papa dan dia pun seakan tidak mau membalas ucapan sang Papa


{"Rian, sebenarnya kamu dimana? cepat pulang, Papa ingin bicara serius sama kamu,"} ucap sang Papa kembali terdengar kesal.


Sang Papa mengira anaknya sedang berada diluar kota dengan jarak dekat jadi seakan memaksa anaknya untuk segera pulang.


"Rian sedang di Kota Kalimantan Pah, jauh!"


"Apa,,! Kok, kamu enggak ngomong sebelumnya kepada Papa kalau kamu mau ke Kalimantan?" tanya sang Papa.


______


Rian berpikir dalam hatinya untuk apa bicara juga itu urusan yang dia pikir tidak penting meskipun sang Ibu akan menggugat cerai Papanya karena itu demi kebaikan sang Ibu juga. Rian pun dalam lubuk hati paling dalam sebenarnya tidak mau terjadi perceraian diantara kedua orang tuanya karena perceraian itu baginya sungguh hal menyakitkan, tapi apa mau dikata kalau semua sudah terungkap Rian tidak bisa mengelak itu semua.


______


"Ngapain minta izin sama Papa, selama ini bukannya Papa itu sibuk? Tidak ada waktu untuk Rian apalagi Ibu, urus saja Tante Dini. Gimana kabarnya kesehatan Tante Dini apa masih di pusat rehabilitasi!?" pertanyaan sang anak terasa menusuk duri sangat sakit sekali.


Yosi hanya terdiam seakan malu karena dipojokkan oleh sang anak. Mungkin Rian berkata demikian karena dia juga menyadari bahwa dia sudah melukai hati seorang wanita.


"Atau mungkin dia masih kena gangguan mental!?" kembali Rian berucap seakan menyindir sang Papa.


"Diam kamu Rian! Dasar anak tidak tahu diri, kamu pun sudah menyakiti hati perempuan!" jawab sang Papa


"Mungkin turunan dari Papa Rian jadi begini!?" Rian pun seakan tidak mau kalah dengan ucapan sang Papa


"Lancang ya mulut kamu Rian!" Awas ya kalau kamu nanti pulang!" ancam sang Papa di sambungan teleponnya.


"Terserah Papa mau anggap Rian anak atau tidak juga yang penting Rian sudah meluapkan isi hati Rian selama ini. Tau sendiri kan Rian tidak pernah menyetujui hubungan Papa dengan Tante Dini dari dulu juga, Tante Dini saja yang selalu memanjakan Lia dan anakku dengan memberikan barang mewah agar dia bisa ambil hati," Rian seakan tidak takut dengan ancaman sang Papa.


"Anak kurang ajar, awas! ya, kamu!" bentak sang Papa.


_______


Yosi pun seakan tak kuasa membendung amarahnya, dia pun menutup sambungan teleponnya. Kepala rambutnya dia remas dengan kasar raut mukanya terlihat sedang banyak pikiran.

__ADS_1


Dia kemudian memijit nomor telepon selularnya lalu dia menelepon temannya Sani.


"San, aku lagi suntuk aku ingin ngopi keluar gimana kalau kita ketemu di Kafe tempat kita minggu kemarin bertemu," ucap Yosi di sambungan teleponnya.


"Kebetulan ini aku sedang bersama Silvi, sini Yos, kalau kamu lagi suntuk," jawab Sani.


Yosi pun menutup sambungan teleponnya.


___________


Setengah jam kemudian.


Nampak Yosi tersenyum kepada kedua temannya itu tapi senyuman yang dia torehkan seakan terpaksa.


"Aku yakin kamu sedang tidak mau tersenyum tapi dipaksa, Iya kan!?" ejek Sani tertawa lebar


"Kamu tahu saja San!" ucap Yosi.


Yosi pun melambaikan tangannya kepada pelayan Kafe dan memesan kopi hitam.


Yosi menatap Silvi, senyuman Silvi begitu merekah tatkala melihat wanita yang kini tengah menatapnya hati Yosi pun seakan damai dan raut wajahnya yang terlihat kesal kini seakan terobati.


"Tumben suami kamu mengijinkan keluar Sil,,,?" tanya Yosi.


Dia sedikit heran kepada Silvi karena Silvi selalu dilarang keluar oleh suaminya tapi sekarang dia hadir di Kafe bersama Sani.


"Iya,, Iya,," ucapnya seakan malas juga berdebat dengan Sani.


__________


Beberapa menit kemudian pelayan pun datang dengan membawa secangkir kopi hitam. Aroma kopi hitam panas yang menyeruak ke penciumannya itu, seakan membuat pikiran Yosi sedikit rileks, kemudian Yosi pun meneguk kopi hitam tersebut.


Glekk..


Dia pun membuang napas kasar nampak terlihat dari raut wajahnya begitu banyak beban pikiran yang kini hinggap menerpanya.


"Kenapa sih! Kayak habis berantem sama istri!" ejek Sani tertawa terkekeh.


"Emang dia selalu benar tebakannya," gumam hati Yosi. Sebenarnya dia malu oleh Silvi karena dia dulu pernah menaruh hati kepadanya.


_________


"Iya,, tepat sekali aku barusan berantem dengan istri tidak hanya itu dia pun tahu hubunganku dengan Dini!" ucapnya dengan pandangan menunduk seakan malu.


"Apa...!!" kedua temannya tersebut berucap dengan kompak dengan mata yang terbelalak.


"Puas kalian!" ucapnya.


Sontak kedua Wanita tersebut tertawa lebar tatkala mendengar ucapan dari Yosi.

__ADS_1


"Kalian malah mentertawakan aku kenapa? Ada yang salah!?" tanya Yosi terlihat mendelik.


"Lucu saja, akhirnya terungkap juga perselingkuhan kamu dengan Dini oleh istrimu," sindir Sani tertawa terkekeh.


______


Yosi pun menceritakan pertengkarannya dengan sang anak dan dia merasa curiga sepertinya menantunya yang membongkar perselingkuhan dia dengan Dini.


"Kenapa kamu menyangka yang membongkar perselingkuhan kamu dengan Dini adalah mantan menantu kamu?" tanya Sani terlihat antusias ketika mendengar semua cerita curhat Yosi.


"Kamu tuh ya, dasar selalu saja ingin tahu urusan orang lain, dari semenjak kuliah dulu!" sindir Yosi.


"Iya, lah, aku ingin tahu. Kalau kamu gak mau cerita ngapain kamu cerita dari awal," sindir Sani dengan menatap Yosi.


"Mantan menantuku dulu dekat banget dengan Dini dan selalu diberi barang mewah oleh Dini. Mungkin karena kesal dan cerai dengan anakku bisa saja dia membuka semuanya, tentang pernikahan aku dengan Dini," ucap Yosi seakan menyalahkan.


"Tunggu,,,!! Apa, katamu karena kesal, Kalau menurutku dia tidak akan berbuat seperti itu. Bukannya kamu kemarin cerita sama aku, hubungan istrimu dan,,,,siapa namanya mantan menantu kamu itu,,!?, hubungannya kan tidak baik," tanya Sani seakan mengingat kembali nama menantunya Yosi.


"Frisilia Mehendra, panggilannya Lia," jawab Yosi sambil mengaduk kopinya tersebut.


Degh...


Jantung Silvi seketika.itu juga langsung berdebar tidak karuan karena nama dari pacarnya yang kini tengah dekat sama, yaitu Frisilia Mehendra biasa di panggil Lia.


"Rasanya aku pernah dengar nama itu," sejenak Silvi mengernyitkan dahinya, kemudian dia pun teringat Lia yang kini tengah dekat dengan anaknya tersebut.


"Jangan-jangan Lia yang dimaksud Lia yang tengah dekat dengan Adrian anakku," gumam hati Silvi Dia pun seakan dihinggapi rasa penasaran yang begitu dalam terhadap sosok Lia yang dimaksud oleh Yosi


"Aku jadi penasaran dengan Lia mantan menantu kamu itu, kan kamu pernah cerita sama aku kalau menantumu itu anak baik dan Dini juga suka dengan sosok Lia, boleh lihat fotonya?" Silvi memberanikan diri untuk bertanya.


"Aku masih menyimpannya tidak ya, tapi bentar aku cari di galeri ponselnya masih ada tidak atau sudah terhapus," ucap Yosi.


Yosi pun merogoh ponselnya yang berada di saku celana kemudian dia mengambil ponselnya tersebut. Kemudian dia membuka galeri foto dan mencari foto Lia.


"Nah, ini ada dia, ini anakku dengan mantan menantuku juga cucuku," ucap Yosi memperlihatkan foto tersebut kepada Silvi.


Degh...


Betapa terkejut hati Silvi ketika melihat foto Lia ternyata dugaannya benar, Lia yang dimaksud adalah Lia yang kini tengah dekat dengan anaknya yaitu Adrian.


Mata Silvi terbelalak dan mengucek-ngucek matanya, dia seakan tidak percaya dengan foto yang diperlihatkan oleh Yosi.


"Kamu kenal?" tanya Sani kepada sahabatnya tersebut karena nampak Silvi dihinggapi rasa terkejut.


"Ng-nggak, aku nggak kenal," ucap Silvi.


Dia mencoba menyembunyikan semua karena situasi yang tengah dihadapi oleh Yosi sedang rumit dan dia tidak mau terjebak lebih dalam.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2