
Desy terlihat segar dari raut wajahnya dan hal tersebut membuat Bu Viona dihinggapi rasa tanya. Mungkinkah Desy sudah sembuh dari sakit depresinya.
Setelah Desy keluar nampak sang Ibu pun keluar dari dalam mobil sedan tersebut. Terlihat sang Ibu pun mukanya sumringah seakan tidak ada lagi rasa kecewa dan dendam dari dalam dirinya.
"Apa mungkin Desy sudah sembuh dan dia mau silaturahmi berkunjung kesini," gumam Bu Viona berpikir positif dalam dirinya.
____
"Ayo, angkat semua barang yang ada di dalam bagasi," perintah Ibunya Desy kepada sang supir.
Kemudian Ibunya Desy menyeret langkah kakinya menuju warung tersebut dengan Desy yang mengekor dari arah belakang.
Sang Ibu nampak sudah melihat kebersamaan sang mantan besan tersebut yang sedang berdiri di depan warung dengan dua orang wanita yang tidak lain adalah Ana dan Ibunya.
•••
"Bu Viona sehat?" tanya Ibunya Desy mengulurkan tangannya dan tersenyum ramah.
Sontak Bu Viona terkejut dengan melihat raut muka Ibunya Desy yang terlihat sangat bersahabat itu. Dia merasa terharu dengan ini semua. Bu Viona spontan memeluk Ibunya Desy dan menangis.
"Alhamdulillah sehat," ucapnya.
Kemudian Bu Viona pun memeluk tubuh Desy dengan erat dan air mata pun tiba-tiba menetes dari ujung matanya.
"Maafkan Ibu, maafkan Rian, Des" ucapnya menangis tersedu.
•••
Sontak Ana terkesiap dan dalam hatinya berpikir mungkin inilah sosok wanita atau mantan dari Rian yang bernama Desy yang pernah di ceritakan oleh Ibunya Rian waktu hari yang lalu.
"Bu, ayo, kita pulang, ada mantan besan sama istri Rian," bisik Ana kepada sang Ibu.
______
Sang Ibu pun dan Ana pamit sambil tersenyum ke arah para tamu yang datang itu. Entah mengapa hati Ana tidak karuan selama perjalanan pulang ke rumah. Rasa curiga dan cemburu menyelinap begitu saja dalam dirinya. Dia takut jika Rian kembali rujuk dengan Desy.
"Argh,,, mikir apa aku ini. Aku hanya wanita kampung dan dia wanita kota. Dari segi penampilan dan cantik pun aku kalah," gumam hati Ana.
__ADS_1
Terlihat Ana tidak bisa menyembunyikan rasa kegelisahannya itu dan nampak sang Ibu seperti memahami rasa kegelisahan yang sedang hinggap di dalam diri sang anak.
"Tenang Nak, kalau jodoh enggak kemana," goda sang Ibu.
Sontak Ana mukanya merah padam dan bibirnya mengerucut cemberut. Mungkin dia sudah percaya diri terlebih dahulu kepada sosok Rian. Dia berpikir akan mendapatkan cintanya Rian karena dia merupakan kembang desa dan banyak lelaki yang mencoba mendekatinya. Namun entah mengapa setelah hatinya terluka saat cinta pertama, Ana menutup hatinya. Tapi setelah setelah dia bertemu dengan sosok Rian panah asmara seakan muncul dan hinggap dalam dirinya saat ini.
_______
"Bu, Rian sedang apa!?" tanya Desy melirik ke arah dalam rumah.
"Ad-ada, silahkan masuk!" terdengar sang Ibu begitu gugup dengan kedatangan mantan menantu dan besannya itu sampai lupa mempersilahkan tamu masuk.
Sang tamu pun nampak memasuki rumah yang berukuran sederhana. Udara sejuk dan semilir angin yang masuk ke ruangan seakan betah berlama-lama untuk tetap tinggal di rumah tersebut.
Bu Viona kemudian berlalu ke belakang untuk memanggil Rian yang sudah selesai mandi.
"Rian ada Desy dan Ibunya datang." ucap sang Ibu.
Nampak Rian terkejut dan matanya membulat sempurna seakan tidak percaya dengan apa yang di ucapkan oleh sang Ibu. Terlihat Rian seperti enggan untuk bertemu, tapi dia pun berpikir apa salahnya cuma bertemu dan bersilaturahmi. Rian nampak menghela napas panjang, dia pun seakan teringat dengan janjinya sendiri bahwa dia sudah berjanji akan meminta maaf kepada Desy karena sudah melukai hatinya.
"Ayo, datangi mereka! Sepertinya mereka datang kesini ada niat baik kok, mau bersilaturahmi," ucap sang Ibu sambil mengaduk teh hangat yang akan di suguhkan kepada tamu.
______
Sebelum Rian menyeret langkah kakinya menuju ruang tamu nampak dia membuang napas kasar. Jantungnya terasa berdetak cepat tidak karuan, bukan rasa bergetar karena ada rasa cinta tapi karena kesalahan yang selama ini dia perbuat terhadap mantannya tersebut.
"Assalamu'alaikum," ucap Rian ketika sudah berada di rumah tamu.
Sontak Desy yang sedang fokus di layar ponselnya terkejut tatkala melihat sosok Rian dengan memakai baju koko dan nampak mukanya bersih. Tadi setelah mandi Rian langsung melakukan ibadah sholat jadi pakaian yang dipakai sopan dengan memakai koko dan juga sarung.
"Wa'alaikum salam," serentak sang Ibu dan Desy berucap.
_____
Nampak sang Ibu tersenyum ke arah Rian dan terlihat Rian langsung menyalami sang mantan Ibu mertuanya tersebut. Begitupun dengan Desy sama menyalami Rian.
"Kamu sehat Rian?" tanya Ibunya Desy menatap Rian dengan lekat. Rian menganggukkan kepalanya dan sepertinya tidak berani menatap sang Ibu dan Desy. Pandangan Rian hanya menunduk dan entah mengapa membuat rasa simpati terhadap diri Desy timbul.
__ADS_1
"Ingat Desy, Rian kini bukan milikmu lagi, percuma kamu mengaguminya karena itu hanya angan belaka," gumam hati Desy.
dengan menghela napas secara perlahan.
"Gimana Des, keadaan kamu sehat? Alhamdulillah ya, sekarang kamu terlihat segar," ucap Rian.
Rian pun berkata seperti itu untuk membuat hati Desy semangat karena Rian tahu Desy kena depresi jadi Rian berharap tidak mau buat dia down.
"Alhamdulillah berkat doanya Mas Rian," ucap Desy tersipu malu.
______
"Ayo, diminum, silahkan!" tiba-tiba sang Ibu datang dengan membawa beberapa cangkir teh hangat.
Seakan membuyarkan lamunan Desy yang sedang memikirkan sosok Rian yang sudah berubah dari segi penampilan dan juga cara bicara. Sepertinya Desy malu sendiri dengan penampilan Rian terlihat sopan dan dia pun jaga jarak untuk ngobrol.
Kemudian obrolan pun mengarah ke buka usaha yang ada di depan rumah yaitu warung, sepertinya Ibunya Desy salut dengan warung yang di kelola oleh Rian dan sang Ibu karena tidak sepi dari pengunjung. Rian pun terlihat sibuk melayani tamu yang datang untuk membeli ke warung tersebut.
_______
"Mas, ketinggalan tadi barangnya disini," tiba-tiba Ana datang lagi ke warung tersebut.
Terlihat Ana curi-curi pandang melihat ke dalam rumah dan tersenyum tipis, dan hal ini membuat Rian seakan menahan tawa.
"Mas Rain, itu mantannya Mas Rian ya!? tanya Ana secara perlahan.
"Iya Na," jawab Rian tertawa terkekeh karena nampak Ana seperti gugup dan cemberut.
"Cantik ya, Mas," jawabnya.
"Semua wanita cantik Na," ucap Rian sambil merapikan barang yang ada di warung yang terlihat berantakan.
Ana terlihat tertawa terkekeh dan hal ini membuat Desy melirik ke arah warung dan Desy pun melihat raut muka dari Ana yang sedang memandangi Rian.
"Wanita itu siapa, cantik juga. Atau jangan-jangan,," gumam hati Desy dihinggapi rasa penasaran.
Bersambung...
__ADS_1