Suamiku Terjerat Cinta Sahabat

Suamiku Terjerat Cinta Sahabat
Bab: 183 Desy kembali keguguran


__ADS_3

Nampak Rian dan Desy terkejut dengan pemilik Kafe tersebut yang ternyata adalah Frisilia Mehendra ('Lia').


"Ya, Bu, Pak, ada yang bisa saya bantu. Katanya Ibu dan Bapak mau bertemu dengan pemilik Kafe disini," ucap Lia mencoba untuk tenang walau dalam hatinya dihinggapi rasa terkejut karena tamu yang ingin bertemu dengannya adalah Desy sang sahabat yang merebut suaminya dulu, dan Rian mantan suaminya yang mengkhianati dirinya.


Desy dan Rian seakan tidak bisa berucap sedikitpun. Entah apa yang sedang dipikirkan oleh kedua orang yang kini tengah gugup karena melihat sosok Lia dihadapannya itu.


Nampak mereka pun seakan sudah hilang selera makannya karena rasa terkejut yang teramat dalam, setelah mengetahui sang pemilik Kafe tersebut adalah Lia.


________


"Ternyata kamu, Lia. Pemilik kafe ini," ucap Desy terdengar bergetar ketika berucap. Sementara nampak Rian terlihat salah tingkah seakan ingin cepat-cepat meninggalkan Kafe tersebut.


"Iya, Des, katanya kamu mau bertemu dengan pemilik Kafe ini. Ada apa ya," Lia terlihat tegas dan tidak nampak sedikitpun seulas senyum dari bibirnya.


"Tidak, tidak apa-apa," Desy terlihat gugup ketika berucap.


"Katanya tadi ingin bertemu dengan pemilik Kafe ini," Lia kembali memancing kegusaran hati Desy.


"Ayo, Des, kita pergi dari sini," ajak Rian dengan wajah yang masih terlihat merah merona.


"Oh, iya, aku kasih gratis saja ya, untuk makan dan minumnya," sindir Lia.


"Tidak, bayar saja Des, ke kasir," ucap Rian sambil menarik tangan Desy agar cepat-cepat keluar dari Kafe tersebut.


________


Desy pun dengan terlihat menahan rasa malu dia mengambil tasnya yang berada di atas meja. Namun ketika dia hendak mengambil tasnya tiba-tiba tasnya nyangkut ke gelas yang berisi teh manis yang berukuran jumbo, dan akhirnya tumpah juga air teh tersebut bercucuran di meja.


Desy terlihat gugup dengan cepat dia pun berlalu dari meja tersebut. Namun sepertinya Dewi Fortuna sedang tidak berpihak padanya karena dari gelas tersebut berjatuhan es batu dan dengan tidak sengaja Desy terpeleset. Sepatu High hells yang berukuran 12cm tersebut tersebut nampak tidak bisa menopang tubuh Desy.


BRUK ..


Desy pun terjatuh dia meringis menahan rasa sakit. Kakinya terkilir seakan tidak bisa bangkit dari lantai.


________


Rian sang suami nampak terlihat kesal dan menahan amarah karena niat dia ingin buru-buru keluar dari Kafe tersebut. Tapi apa daya sang istri terjatuh dan sepertinya dia membutuhkan pertolongan karena tangannya melambaikan ke arah Rian.


"Mas, kakiku sakit. Aku susah untuk bangun," rengeknya menahan rasa sakit.


"Desy,,,!!! Kenapa juga kamu memakai sepatu High heels," gumam hati Rian terlihat menahan emosi.


_______


Terlihat Pak satpam melihat Desy terjatuh dari arah jauh. Dengan cepat dia menghampiri Desy. Sementara Lia dan karyawannya seperti menahan tawa.


"Bu Desy, ayo, kita ke ruangan karyawan untuk di obati," ajak Pak satpam yang tiba-tiba datang menghampiri.


"Sudah Pak, jangan dibawa ke ruangan karyawan. Bawa saja kedalam mobil," ucap Rian terlihat peluh bercucuran karena menahan rasa kesal, malu, dan amarah, campur semua menjadi satu. Rian pun mengeluarkan uang beberapa lembar yang dia taruh di atas meja pertanda membayar semua makanan yang telah dia pesan.


"Malu aku Des, malu, diliatin semua orang disini," gumam hati Rian menggerutu sepertinya dia sudah tidak sabar ingin memarahi Desy di dalam mobil.


Desy pun akhirnya sekuat tenaga mencoba berdiri tegak dan berjalan dengan menumpukan tangan pada bahu Rian. Sepatu yang dia pakai nampak di lepaskannya dan dibantu di pegang oleh Pak satpam sambil berlalu keluar Kafe menuju mobil.


_____

__ADS_1


Nampak ketika di parkiran ada beberapa karyawan yang sedang membicarakan keadaan yang tengah terjadi di dalam Kafe yaitu Desy terpeleset jatuh.


Mereka pun nampak seperti dihinggapi rasa penasaran dengan kejadian tersebut akhirnya tersebar juga obrolan dari karyawan lama kepada karyawan baru bahwa Rian dan Desy itu sebenarnya siapa.


"Oh, jadi lelaki itu mantan suami Bu Lia dan istrinya itu adalah perebut suami sahabatnya sendiri. Dasar lelaki hidung belang padahal cantik Bu Lia ya, dan sifat juga karakternya tentunya Bu Lia yang lebih unggul," ucap karyawan baru tersebut.


"Iya lah, jelas beda bagai bumi dan langit," jawab karyawan lainnya.


Sontak telinga Rian dan Desy mendengar jelas obrolan karyawan tersebut. Dada Rian begitu berdesir apalagi Desy sudah menahan sakit dan malu pula.


BRUK...


Rian menutup pintu dengan kasar dan Pak satpam hanya cengengesan tatkala melihat sang mantan Bos-nya tersebut berlaku kurang sopan karena menutup pintu dengan kasar dan nampak Rian tidak mengucapkan terima kasih padahal Pak satpam sudah mengantarkan dia menuju mobil.


______


Di dalam mobil.


"Aku malu, sungguh malu! Kenapa kamu ajak aku tadi ke Kafe itu!" gerutu Rian di dalam mobil. Nampak muka Rian terlihat menyimpan rasa amarah yang begitu dalam.


"Aww,,, sakit," Desy meringis menahan rasa sakit karena kakinya terkilir.


Rian seakan tidak peduli tatkala Desy meringis menahan rasa sakit.


"Salah sendiri kenapa memakai sepatu High heels, memangnya mau ke pesta! Kita kan acaranya hanya untuk makan di Kafe, dan akhirnya semua jadi berantakan kan!" tegas Rian mendelik.


"Cukup, cukup! Aku sakit. Perutku terasa kram," Desy nampak meringis menahan rasa sakit yang teramat. Dan Desy sangat merasakan di area celana yang tersembunyi di dalam roknya basah seperti keluar flek.


"Apa aku keguguran!" Desy dengan spontan berucap dan mukanya pucat pasi.


______


"Mas, aku rasanya mengeluarkan flek. Aku takut keguguran. Ayo, kita langsung saja ke dokter kandungan," ajak Desy dengan mata berkaca-kaca karena dia takut jika pada akhirnya dia harus keguguran untuk kedua kalinya.


Rian hanya membuang napas kasar dan menganggukkan kepalanya.


"Mas, kenapa kamu tidak panik mendengar kabar bahwa aku takut keguguran," Desy terlihat kecewa dengan sang suami yang seakan tidak peduli terhadap dirinya.


"Terus aku harus bagaimana!? Karena itu salah kamu sendiri. Pertama kenapa ajak ke Kafe itu, kedua kamu memakai High heels. Dan itu semua karena keteledoran kamu jadi kamu terpeleset jatuh," Rian terlihat menyudutkan sang istri karena semua kesalahan Desy.


______


Desy terisak tangis dia seakan menyesali semuanya dan nampak dia dihinggapi rasa cemburu dan iri karena ternyata pemilik kafe tersebut adalah Lia.


"Kalau aku tahu pemilik Kafe tersebut adalah Lia, sumpah aku tidak akan datang ke Kafe itu. Jujur aku iri dengan dia! Ternyata dia setelah menikah dengan yang baru mendapatkan kebahagiaan tapi aku mana! Yang ada hanya penderitaan yang terus bertubi-tubi hinggap menyertai," Desy seakan tidak menerima takdir dia yang kurang beruntung.


"Jadi kamu menyesal menikah dengan aku!?" Rian nampak menahan deru napasnya karena dihinggapi rasa kesal karena Desy tanpa dia sadari telah membandingkan sang suami dengan sosok suami Lia.


"Bukan menyesal tapi aku kurang beruntung, tidak seberuntung Lia," jawabnya.


"Terus yang ngejar-ngejar selama ini siapa!? Kenapa kamu mau bertahan sama aku sampai detik ini," Rian mencoba menyudutkan Desy yang terlihat sedang terisak tangis.


"Aku, Aku, yang ngejar-ngejar kamu selama ini. Kamu puas Adrian Wiguna ('Rian')." Desy nampak menahan amarah yang memuncak karena dia seperti sedang dipojokkan oleh sang suami.


Rian hanya diam tidak bergeming sedikitpun, dan dia pun membelokkan mobilnya ke arah Rumah Sakit dimana Dokter kandungan itu sedang berada.

__ADS_1


________


Di dalam ruangan Dokter kandungan.


Nampak Desy di periksa lebih lanjut oleh seorang Dokter dengan teliti. Setelah di periksa secara seksama nampak Desy pun keluar dari dalam ruangan periksa.


"Bu Desy, maaf dengan sangat menyesal kami sampaikan berita pilu." ucap sang Dokter dengan menghela napas panjang.


DEGH...


Desy nampak gelisah dan peluh pun bercucuran, tatkala mendengar kata pilu yang di ucapkan oleh sang Dokter tersebut.


"Kenapa Dok, apa yang terjadi dengan kandunganku. Apakah aku keguguran!?" tanya Desy kepada Dokter kandungan tersebut dengan muka yang nampak terlihat sedih.


_________


Sang Dokter nampak membuang napas kasar kemudian dia menganggukkan kepalanya.


"Iya, Bu Desy dan sekali lagi saya minta maaf," jawab sang Dokter lirih.


"Tidak, tidak mungkin Dok, pasti Dokter salah memeriksa," ucap Desy dihinggapi rasa gugup, menyesal, dan kecewa. Semua campur aduk menjadi satu.


"Sudahlah Des, Dokter sudah memeriksa kandungan kamu secara teliti kok, dan akurat." ucap Rian tanpa dihinggapi rasa sedih sedikitpun seperti Desy.


"Tidak Mas, aku tidak mau kehilangan kandunganku untuk yang kedua kalinya," ucap Desy dengan meremas rambut secara kasar.


"Kamu kok ngeyel sih, yang lebih tahu itu Dokter yang memeriksa kandungan kamu," Rian terlihat kesal dengan Desy karena dia begitu yakin bahwa dia tidak mengalami keguguran padahal sudah jelas sang Dokter sudah dengan seksama teliti memeriksa kandungan Desy.


_________


Terdengarlah oleh sang Dokter percekcokan di antara suami istri tersebut yang mempermasalahkan kandungan mereka dan nampak sang Dokter mengernyitkan dahinya.


"Maaf Bu, tapi kenyataannya begitu. Dan maaf masih banyak pasien lain yang antri diluar, jadi silahkan Ibu bereskan semuanya masalahnya bersama suami. Intinya saya sebagai Dokter sudah memeriksa sebaik dan seteliti mungkin," ucap sang Dokter.


Rian dan Desy pun nampak tersipu malu, dengan berat hati mereka meninggalkan ruangan tersebut dengan di usir secara halus oleh sang Dokter.


________


Tiba di rumah.


Desy menghempaskan badannya dengan kasar di kursi sofa dan nampak dia menangis histeris karena baru saja mengalami keguguran.


Sang Ibu mertua nampak dihinggapi rasa penasaran dengan sikap Desy yang tengah di rundung kesedihan.


"Tadi pagi-pagi ceria, sekarang sedih. Ada apa sebenarnya," gumam hati Bu Viona.


Bu Viona nampak menghela napas panjang dan dia pun nampak memberanikan diri bertanya kepada Rian sang anak.


"Rian, istrimu kenapa!?" bisik sang Ibu terlihat begitu pelan ketika berucap kepada Rian


"Desy keguguran Bu," jawab Rian dengan mengelap keringat dingin yang bercucuran di pelipisnya.


"Apa,,,!!" sontak sang Ibu dihinggapi rasa terkejut tatkala mendengar kabar tersebut.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2