Suamiku Terjerat Cinta Sahabat

Suamiku Terjerat Cinta Sahabat
Bab: 77 Desy cemburu


__ADS_3

Keesokan harinya.


Desy menghubungi Rian, dan dia menyuruh Rian untuk datang berkunjung ke rumahnya.


Rian pun datang sekitar pukul 3 sore.


Tiba di rumah Desy.


"Antar aku ke Dokter," ucap Desy.


"Bukannya kamu udah beres berobatnya," jawab Rian.


Desy sudah pulih dari sakitnya dan sekarang kondisi muka Desy agak sedikit bermasalah alergi yang menimbulkan mukanya agak tidak mulus atau rusak.


"Aku mau ke Dokter kecantikan dan kebetulan temanku memberikan referensi katanya ada Dokter bagus, dan dia juga buka praktek. Lebih baik kita sore ke tempat prakteknya saja, tapi aku lupa meminta nomor telepon Dokter itu, hanya alamat tempat prakteknya saja. Aku sudah menghubungi temanku tadinya aku mau minta nomor telepon Dokter itu, tapi tidak aktif telepon temanku itu," ucap Desy.


"Ya sudah kita kesana saja nanti sore, semoga prakteknya buka," jawab Rian.


____


Obrolan pun berlangsung ke masalah yang menurut Desy sangat penting, dia pun menghela napas secara perlahan.


"Mas,,aku harap setelah aku sembuh betul dan mukaku sudah tidak bermasalah lagi. Aku sangat berharap kamu bisa melamar aku," ucap Desy, dia seakan penuh harap kepada Rian agar dia bisa melamarnya.


"Lebih baik kamu jangan terus menerus memikirkan tentang pernikahan. Yang paling penting kamu harus sembuh betul dari sakit dan yang penting kamu urusin masalah kamu dengan mantan suamimu Bobby yang masih mengejar-mu" ucap Rian.


_____


Sontak Desy terkejut dengan ucapan Rian, dia berpikir dalam hatinya mengapa Rian tahu soal Bobby yang masih mengejarnya. Nampak terlihat dari ekor mata Rian, Desy sedang terkejut.


"Kamu tidak perlu kaget karena aku tahu ketika di Rumah Sakit, Bobby begitu setia menemani kamu," ucap Rian.


Degh...


Desy kembali terkejut.


"Pantesan Rian tidak pernah nongol ke Rumah Sakit untuk menjengukku, mungkin alasannya karena Rian cemburu dengan kehadiran Bobby yang selalu setia menunggu di Rumah Sakit." gumam hati Desy.


"Mas,,, aku tidak seburuk yang kamu bayangkan, aku tetap masih sayang sama kamu sedangkan terhadap Bobby, aku hanya sebatas teman karena kita juga ada anak sama seperti kamu dan Lia! Kan ada anak jadi pertemuan pun terjadi karena ada anak," Desy mencoba menerangkan semua kepada Rian.

__ADS_1


"Aku kan gak tahu, kamu sama Bobby di belakang aku seperti apa!" ucapnya Rian kembali mencoba memberikan alasan.


"Rian, kayaknya kamu akhir-akhir ini selalu mencari alasan, seakan aku ada salah. Aku pun berpikir mungkin kamu sedang mencari celah agar hubungan kita berakhir," ucap Desy kembali menyindir Rian.


______


Rian hanya diam seakan malas untuk membicarakan itu semua, karena pikirannya hanya kepada Lia yang sekarang tengah menjalin asmara dengan Adrian.


"Jawab Rian! Benar kan yang aku ucapkan?" desak Desy kepada Rian.


"Ya,,aku tengah memikirkan Lia yang sekarang tengah menjalin cinta dengan lelaki lain," ucapnya kepada Desy tanpa menghiraukan perasaan Desy seperti apa.


______


Padahal apa yang barusan dikatakan oleh Rian itu salah karena dia telah menyinggung perasaan Desy, dengan cara membicarakan Lia, sang mantan istri yang sudah mempunyai kekasih baru. Rian seakan tidak rela jika sang istri mempunyai kekasih.


"Kenapa kamu cemburu!?" tanya Rian.


"Aku cemburu!" jawab Desy mendelik kesal.


"Alasan kamu cemburu!?" tanya Rian kembali seakan tidak puas dengan jawaban Desy.


"Dasar gila! Berarti kamu tidak bisa move-on dari Lia, dan kamu ada niat untuk kembali lagi dengan dia?" mata Desy melotot seakan tidak kuasa untuk menahan rasa cemburu.


"Tidak! tidak wajar, karena kamu sudah cerai dari Lia!" ucap Desy.


"Pernikahan aku dengan Lia sudah hampir 10 tahun dan mungkin itu bukan waktu yang singkat untukku, jadi kenangan bersamanya masih setia menggelayuti rasa hatiku!" Rian seakan tidak mau kalah.


"Stop,,! Rian, aku cemburu mendengarnya," Desy menutup penuh kedua kupingnya dengan jemari tangannya.


Akhirnya mereka pun terdiam tidak bisa berkata apa-apa lagi.


____


Desy pun seakan berpikir bagaimana caranya agar Rian bisa melupakan sosok Lia.


"Jalan satu-satunya aku harus menikah dengannya, tapi bagaimana caranya sedangkan dia di paksa nikah pun tidak mau untuk sekarang ini," gumam hati Desy.


Desy kemudian memegang jemari tangan Rian begitu erat lalu mengecupnya dengan lembut. Jemari tangan Rian dia tarik ke arah pipinya dan Desy pun mencoba menyapu hamparan pipinya dengan jemari tangan Rian.

__ADS_1


"Aku sangat mencintaimu Rian, aku rela berkorban demi apapun, sampai aku kehilangan sahabat, itu tidak jadi soal bagiku yang penting aku bisa mendapatkan kamu," ucap Desy menatap lekat ke arah Rian dengan penuh rasa cinta.


Rian hanya terdiam tidak bergeming sedikitpun. Desy kemudian meletakkan jemari tangan Rian di pahanya, dan menyenderkan kepalanya di bahu Rian. Terdengar suara debaran dada Rian saat itu terdengar oleh Desy. Dia pun memeluk erat tubuh Rian.


Rian kemudian mencoba melepaskannya.


"Diam, Des,,,malu ada ART, nanti tiba-tiba datang dari arah dapur," ucap Rian.


"Aku tidak peduli biar saja, kita kan sepasang kekasih," rengek Desy, dan Rian pun mencoba pindah tempat duduk.


"Awas Rian, saatnya akan tiba pasti kamu akan terjerat olehku!" gumam hati Desy.


"Ya, sudah aku mau siap-siap dulu," ucap Desy dengan wajah cemberut karena mendapatkan perlakuan seperti itu dari Rian, dia pun melengos ke arah kamar, untuk siap-siap pergi ke Dokter kecantikan.


_____


Desy pun dan Rian pergi ke klinik tempat Dokter kecantikan tersebut tepat pukul 5 sore, nampak Desy terlihat cemberut ketika berada di dalam mobil. Desy menyenderkan punggungnya pada jok mobil, dan dia sedikitpun tidak berbicara seakan masih kesal kepada Rian dan dihinggapi rasa cemburu.


"Ini alamatnya kita sudah sampai," ucap Desy ketika sampai di tempat tujuan Dokter kecantikan tempat praktek.


Terpampang disana nama sang Dokter kecantikan. *Dokter Zahira Renova* yang tidak lain adalah wanita yang akan di jodohkan oleh Papanya Adrian kepada Adrian.


_______


Rian dan Desy pun turun dari dalam mobil.


Mereka pun nampak memasuki ruangan tersebut. Kebetulan pasien masih kosong jadi Desy dapat antrian nomor 1 dan Desy pun langsung memasuki ruangan sang Dokter.


Ceklek...


Pintu pun terbuka lebar ketika Desy membuka pintu ruangan klinik tersebut, nampak di dalam ruangan terlihat wanita sedang duduk dengan memakai blazer warna putih rambutnya terurai, wajahnya putih mulus dan bersih, karena dia seorang Dokter kecantikan tidak mungkin wajahnya rusak pasti dia juga ingin mempromosikan wajah mulusnya kepada pasien yang datang.


Nampak Rian terpesona dengan kecantikan sang Dokter, dengan bibirnya yang merah merekah, dan saat berbicara terlihat sopan dan anggun membuat Rian tidak dapat memalingkan mukanya sedikit pun dari sang Dokter tersebut.


"Selamat sore, ada yang bisa saya bantu dan keluhannya apa," ucapnya ramah sambil tersenyum ke arah Desy dan juga Rian


Degh...


Hati Rian seakan tidak karuan tatkala bola mata yang berwarna kecoklatan dari sang Dokter menatap kedua bola mata Rian.

__ADS_1


"Cantik banget Dokternya," gumam hati Rian, desir dada Rian entah mengapa berdetak kencang seakan tidak karuan.


Bersambung...


__ADS_2