
Sudah 3 hari Cantika dibawa oleh Tante Restu dan nampak ponsel sang Tante pun tidak aktif jadi semua keluarga Lia sangat mengkhawatirkan itu semua. Lia dan sang Ibu terlihat siang itu datang berkunjung ke rumah Tante Restu.
"Bu, apa lebih baik kita pulang saja karena kita sudah hampir sejam berada disini," ajak Lia kepada sang Ibu dan nampak sang Ibu terlihat kesal kepada sosok sang adik yang membawa cucunya sudah 3 hari pergi.
Nampak Adrian pun mencoba menyabarkan hati sang Ibu mertuanya itu agar tenang karena nampak terlihat dari gestur tubuhnya sang Ibu terlihat gusar. Adrian nampak tenang karena dia berpikir Cantika dibawa bukan sama orang lain tapi oleh adiknya Ibu mertua. Dan tiba-tiba nampak mobil memasuki rumah Tante Restu.
•••
"Nah, akhirnya Restu datang juga, awas ya, kamu!!" umpat sang Ibu.
Nampak sang Ibu terlihat dihinggapi rasa kesal yang dia tahan dari kemarin. Rasanya sang Ibu ingin menumpahkan rasa kesal dan amarahnya kepada sang adik. Sang Ibu mengepalkan tangannya dia kesal karena dia berpikir mungkin sang adik sengaja tidak mengaktifkan ponselnya karena kebersamaannya dengan Cantika tidak mau diganggu olehnya atau Lia yang selalu nelpon menanyakan kabar berita.
"Bu, tahan ya, awas jangan sampai marah dan Ibu harus dapat mengendalikan emosi ketika bertemu dengan Tante Restu," ucap Lia dengan mengelus lembut pundak sang Ibu. Nampak sang Ibu hanya diam dan mencoba mengatur deru napasnya yang mungkin harus dia kontrol.
______
Cantika nampak keluar dari dalam mobil dengan diikuti oleh Tante Restu dari arah belakang. Nampak Tante Restu seperti tidak punya ada rasa salah sedikitpun. Padahal dia sudah 3 hari ini melakukan kesalahan dengan membawa cucu dari kakaknya dengan tidak minta ijin terlebih dahulu.
Sementara Cantika mukanya terlihat cemberut seakan tidak senang dengan kedatangan sang Mama dan Neneknya tersebut. Sang Nenek sudah mulai berprasangka buruk terhadap sang adik, dalam hatinya berpikir mungkin sang adik telah mencoba mempengaruhi cucunya agar benci kepada dirinya dan Mamanya.
"Dari kemarin ponselnya tidak aktif, kenapa kamu ini, Restu!" sindir sang kakak terdengar dihinggapi rasa marah.
Nampak Lia melirik ke arah sang Ibu dan mengedipkan mata seakan memberikan sebuah kode bahwa sang Ibu jangan marah dan Lia harap bisa mengontrol emosinya itu. Akhirnya sang Ibu diam tidak meneruskan lagi ucapannya tersebut dan seakan ingin menghantam dengan pertanyaan-pertanyaan yang membuat sang adik ada sifat jera karena telah membawa cucunya pergi tanpa ada kabar berita.
______
"Nak, sini peluk Mama," ucap Lia melebarkan tangannya seakan ingin memeluk dengan erat sang anak tersebut karena sudah hampir seminggu dia tidak bertemu dengan sang anak tersebut.
Terlihat Cantika hanya memandang lekat ke arah Lia dan mencium punggung tangan sang Mama dan pelukan dari Lia seakan di tolak oleh anak tersebut. Sang Tante pun seakan merasakan kegundahan hati Cantika saat ini seperti apa.
"Cantika tadi bilang sama Tante, gerah ya? Ayo kalau begitu mandi dulu setelah itu kembali kesini," sang Tante mencium kening Cantika dengan penuh sayang.
__ADS_1
Cantika kemudian berlalu dari hadapan semua orang yang berada di teras dan mereka nampak tengah menatapnya ke arah sang anak tersebut dengan tatapan penuh kerinduan. Sementara sang Mama, Lia nampak kecewa dengan sang anak yang nampak terlihat cuek kepadanya.
______
"Restu awas ya, kalau sampai pengaruhi cucuku oleh kamu," ucap sang kakak dengan pandangan matanya mendelik.
Tante Restu terlihat masih santai seakan malas dengan ocehan sang kakak yang nampak saat ini dihinggapi rasa tidak suka terhadapnya.
"Pengaruhi apa, aku tidak pengaruhi cucu kamu kok, untuk bersikap macam-macam terhadap Mama dan Neneknya. Mungkin anaknya saja yang belum nyaman terhadap kalian," jawab sang Tante.
"Tan, maafkan Lia mungkin sudah merepotkan Tante selama 3 hari ini dengan mengurus Cantika," ucap Lia dengan hati-hati ketika berucap takut menyinggung perasaan sang Tante.
______
Tante Restu kemudian menjelaskan pokok permasalahan yang sebenarnya seperti apa. Mulai dari sang anak ingin bertemu dengan Bu Viona, dan rindu kehangatan seorang Mama karena Lia sibuk terus seakan tidak ada waktu atau sibuk mengurus hidupnya sendiri. Tante Restu pun tanpa ragu bicara kepada Lia alangkah baiknya jika dia berhenti untuk berbisnis karena kasihan sang anak terlantar. Sontak sang Ibu merasa tersinggung dengan ucapan sang adik menurut dia Restu tidak sopan bicara seperti itu seolah-olah dia itu adalah Ibunya Lia.
"Restu kenapa kamu seakan ikut campur, aku tidak suka!" sindir sang Kakak.
•••
Sementara Adrian dan Lia menanggapinya dengan hati legowo mereka saling bertatapan. Mungkin dalam benak masing-masing menyimpan tanya, apakah Lia akan keluar dari bisnis yang telah mereka bina sampai maju pesat begini.
_______
Nampak Adrian menghela napas panjang.
"Tan, memang saya akui istri saya sibuk untuk urusan bisnisnya sementara anak telantar. Tapi Tan, Lia sekali-kali waktunya ada kan, buat anaknya," bela Adrian.
Mungkin yang di maksud Adrian adalah terkadang kalau Lia sedang tidak sibuk ada waktu buat Cantika, tapi itu pun waktunya terbatas. Namun yang di inginkan Tante Restu kebersamaan waktunya buat Cantika mesti full atau tidak terbatas.
"Ada waktunya Restu waktu buat anak itu, dulu juga aku sibuk pas punya anak Lia. Toh, Lia juga sifatnya dulu tidak apa-apa sama aku. Dia biasa saja mungkin pada dasarnya Cantika saja yang rewel," sambung kembali sang Ibu seakan tidak mau kalah.
__ADS_1
"Tapi yang aku tahu Lia dulu ngeluh disaat dia ingin bertemu dengan Ibunya karena sibuk. Dia malah perginya suka sama aku kemana-mana bahkan sidang perceraian pun yang antar aku kan," sindir sang Tante.
______
DEGH...
Sang Ibu dan Lia nampak terkejut dengan apa yang di utarakan dengan ucapan sang Tante karena ucapannya itu seakan menyindir sang Ibu dan tidak bisa dipungkiri Lia pun seakan membenarkan ucapan dari Tantenya itu, bahwa dulu dia merasa kesepian dengan sosok sang Ibu karena terlalu sibuk memikirkan bisnisnya.
Nampak obrolan pun seakan tertunda karena apa yang di ucapkan oleh sang Tante benar adanya dan terlihat ada rasa malu yang menghinggapi sang Ibu dengan ucapan sang adik yang membuka lembaran lamanya.
_____
"Aku mau mandi dulu ya, kalian masuk saja ke rumah, kok duduk di teras kayak tamu saja," sindir Tante Restu sambil berlalu ke arah dalam rumah.
Terlihat Lia dan sang Ibu saling bertatapan kemudian mereka melirik ke arah dalam rumah, namun sosok Cantika belum terlihat sama sekali dan mereka pikir mungkin masih berada di dalam kamar mandi.
"Nak, Adrian maafkan dengan ucapan Tante Restu ya, kalau ucapannya menyinggung perasaan Nak Adrian," ucap sang Ibu mertua menatap lekat ke arah Adrian.
Sementara Adrian hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Tidak bisa dipungkiri semenjak sang istri terjun sebagai relasi bisnisnya sangat mendukung perusahaan yang Adrian miliki. Lia begitu jago dalam mengelola bisnis jadi aura yang dibangun Lia cukup kuat dalam perusahaan sang suami.
Adrian pun tidak begitu saja agar Lia keluar dari bisnisnya karena proses yang dia bina bersama sang istri di dalam bisnis ada lika- likunya dan sekarang mereka sedang meraih hasilnya.
Adrian nampak menghela napas kasar. Dalam benaknya berpikir jauh, apakah sang istri akan dia relakan untuk tidak bergabung dengan dia lagi untuk urusan bisnis. Selain masalah karena Lia punya tanggungan anak dari Rian tapi yang paling penting Lia jago mensupport suami dan merayu klien dalam berbisnis.
_____
"Pasti nanti akan Lia pikirkan Bu, agar Lia keluar dari bisnisnya Mas Adrian," ucapnya lirih dengan pandangan menunduk.
"Maksud kamu apa Lia!?" sang Ibu nampak terkejut dengan apa yang akan Lia putuskan yaitu keluar dari bisnis milik sang suami. Karena sang Ibu seakan berpikir jauh, sang anak jangan sampai keluar dari bisnis yang sudah dia bina karena pundi-pundi uang dari sana cukup banyak.
"Ya, intinya Lia pun pasti akan keluar dari bisnis dan akan Lia bicarakan lebih lanjut dengan Mas Adrian," jawabnya seakan menegaskan kembali.
__ADS_1
Terlihat nampak sang Ibu menginginkan sang anak itu harus menjadi sukses karena itu akan menjadi nilai poin bagi keluarga dari Adrian. Sang Ibu berpikir jika Lia sukses dalam bisnis sang orang tua dari Adrian tidak memandang sebelah mata. Intinya Adrian anak tunggal yang dulu tidak setuju jika menikah dengan Lia karena Lia seorang janda, tapi sang Ibu akan menepisnya dengan cara membuktikan bahwa Lia adalah wanita yang punya nilai dan jago usaha yang notabene kedua orang tua dari Adrian adalah yang mempunyai usaha juga tentu akan senang dengan hal itu.
Bersambung..