Suamiku Terjerat Cinta Sahabat

Suamiku Terjerat Cinta Sahabat
Bab: 234 Pernikahan Ana.


__ADS_3

Nampak hari itu Rian dan Desy mengunjungi pernikahan Ana. Sang Ibu dan Cantika pun terlihat ikut. Sekarang Desy dan Rian seakan tidak kaku lagi untuk sekedar ngobrol di dalam mobil dan nampak sang anak pun menggodanya.


"Nah, gitu dong ngobrol, enggak kayak waktu itu diam saja, hehehe,,," Cantika tertawa terkekeh.


Hal ini membuat Desy dan Rian dihinggapi rasa malu. Sang Ibu pun seperti menahan tawa tatkala sang cucu tengah menggoda sang anak.


______


Tiba di kampung.


Bu Viona dan Rian disambut dengan hangat oleh warga kampung setempat yang notabene Bu Viona dan Rian dulu adalah warga kampung disana walaupun keberadaanya sebentar. Tapi kesan yang di dapat begitu terasa hangat dan nyaman.


Dan nampak hal ini membuat rasa haru di hati Bu Viona karena dia sebelum pindah ke kota warga disana seakan menjauh untuk datang ke warungnya itu. Tapi sekarang seiring waktu berjalan mereka seakan tahu siapa yang salah yang terjadi perselisihan antara dirinya dan Ibunya Ana tersebut.


"Bu, alhamdulilah akhirnya datang juga, aku berharap cemas loh, kalau Ibu enggak bisa datang," ucap Bu RT menyambut hangat dan ramah dan memeluk erat dan dia pun membisikan kata bahwa minta maaf dengan perselisihan antara dirinya dan Bu Viona waktu itu. Dan Bu Viona pun nampak mengelus punggung Bu RT seakan mengisyaratkan bahwa itu masalah lalu dan Bu Viona sudah memaafkan nya hal tersebut.


______


Ana nampak cantik sekali dan dia tersenyum renyah kepada Bu Viona dan nampak matanya berkaca-kaca seakan ingin meluapkan kata maafnya kepada tetangganya tersebut. Karena ketika itu dia sudah tidak ramah dan seakan membuat kesalahan kepada Bu Viona dan Rian.


"Sudah Na, jangan sedih. Ibu percaya suamimu akan membahagiakan kamu dan dia baik sekali dan tanggung jawab," bisik Bu Viona dengan mengusap punggung Ana seakan menguatkan jangan ada air mata yang tumpah.


_____


Rian dan Desy pun nampak bersalaman kepada Ana dan suaminya Ana dengan mengucapkan kata selamat menempuh hidup baru. Semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah.


"Rian kapan nyusul, awas jangan sampai enggak di undang ya," goda Pak RT ketika Rian dan Desy tengah bersalaman dengan Pak RT di kursi pinggir sang pengantin.


"Do'akan saja Pak, semoga secepatnya kita bisa nikah," Rian tersenyum nampak tersenyum ramah kepada Pak RT.


_______


keluarga Rian pun menyantap hidangan makanan yang disediakan di meja para tamu undangan dan mereka nampak menikmati menu yang dihidangkan oleh keluarga sang mempelai.


Desy menatap Ana dari kejauhan. Dia terlihat kagum dengan sosok Ana yang begitu cantik dan mempesona dengan memakai pakaian adat Sunda berwarna putih.


Di tiap sudut ruangan terdapat bunga melati dan bunga sedap malam. Aroma dari bunga tersebut nampak menyeruak harum mewangi.

__ADS_1


Nampak terlihat acara pernikahan Ana sangat meriah dengan di iringi orgen tunggal dan para penyanyi. Tidak seperti biasanya nampak pandangan para wanita warga disana tidak terlihat antusias, tatkala melihat sosok Rian. Karena mereka tahu Rian sekarang kedatangannya bersama Desy.


"Ya, patah hati deh," bisik teman Desy kepada teman lainnya yang tengah memakai kebaya.


"Cantik pacarnya Mas Rian, beruntung sekali mereka kalau misal berjodoh," ucapnya kembali seseorang disana.


Rian pun menjadi bahan perbincangan pagar ayu( penerima tamu pengantin) yakni teman Desy. Dan nampak mereka memakai baju kebaya yang terlihat cantik.


"Sudah kalian jangan terus-terusan pandangan matanya ke arah Rian. Nanti pacarnya Rian cemburu." bisik pagar ayu yang lainnya."


______


Nampak bisikan-bisikan mereka terdengar samar oleh Desy. Dan Desy pun berpikir Rian tenyata lelaki yang jadi bahan rebutan warga tersebut. Desy pun menghela napas panjang.


"Cantik-cantik wanita ini, dan alhamdulilah Rian ternyata yang memilih aku. Padahal kalau dipikir-pikir aku tidak ada artinya. Aku sungguh beruntung berarti dan aku harus menjaga Rian kedepannya karena selain dia tampan, dia juga pribadinya sangat baik," gumam Desy dengan menatap Rian lekat yang sedang menikmati makanan yang terhidang di meja.


Rian pun seakan melihat dengan ekor matanya bahwa Desy tengah menatapnya. Sontak Rian melirik Desy dan tersenyum renyah.


DEGH..


Entah mengapa terasa dag-dig-dug jantung Desy tatkala Rian tersenyum kepadanya. Dan Desy terlihat gugup dan Rian pun seakan tahu hati Desy saat ini seperti apa. Desy sedang salah tingkah ketika di tatap olehnya.


"Ya, ampun! Kenapa aku gugup. Ada apa ini? Apakah aku sedang jatuh cinta kembali," gumam hati Desy tertunduk malu.


Desy nampak salah tingkah dan melepaskan genggaman jemari Rian. Dia pun kemudian berlalu dari hadapan Rian untuk mengambil makanan yang tersedia di meja tamu. Terlihat disana ada beberapa makanan yang tersaji dan sangat beraneka ragam.


______


Nampak sang Ibu melihat kejadian tersebut dan sang Ibu pun terlihat menahan tawa.


"Rian, Desy itu masih malu-malu dan Ibu juga entah mengapa Desy sifatnya sangat berubah," bisik sang Ibu dengan tertawa terkekeh.


"Wajar Bu, kita kan sudah lama tidak bertemu," Rian pun nampak tersipu malu ketika berucap seperti itu.


Rian masih menatap Desy yang sedang mengambil makanan. Dalam hati Rian berpikir semoga Desy benar-benar menjadi istri yang baik dan berubah sifatnya. Tidak hanya saat ini saja. Rian nampak menghela napas panjang


_______

__ADS_1


"Sudah jangan banyak pikiran. Desy sudah berubah kok, dari tingkahnya saja dia sudah tidak aneh-aneh, cara ngobrolnya juga ramah dan sopan," ucap sang Ibu tersenyum bahagia melihat perubahan Desy yang lebih baik.


Dan ucapan sang Ibu seakan mengangetkan hati Rian yang sedang menatap ke arah Desy tanpa berkedip sedikitpun.


"Iy-iya Bu, semoga saja. Rian juga berdoa semoga Rian bisa menjadi suami yang bisa membimbing istri ke arah yang benar dan Rian juga menjadi suami yang tanggung jawab dan setia." jawabnya lirih.


_____


Bicara tentang kesetiaan hati Rian merasa tersayat karena dia dulu tidak setia terhadap Lia. Rian seakan menahan air mata yang kini menggenang di kedua bola matanya.


Rain kemudian mengusap lembut rambut sang anak yang tengah berada di sampingnya sambil menyantap es krim kesukaannya.


"Papa mau nangis ya, kenapa sedih Pah!? Kan sebentar lagi juga Papa akan menikah dengan Tante Desy," goda sang anak lekat ke arah kuping sang Papa.


Nampak Rian hanya tersenyum tipis seakan menahan tawa dengan candaan sang anak tersebut.


Desy pun kemudian datang menghampiri dan seakan menutupi rasa malu dan salah tingkahnya kepada Rian. Lalu dia memberikan puding kepada Cantika dan mengajak ngobrol Cantika.


"Sudah kenyang Nak?" tanya Desy mencium pipi Cantika.


""Asik, puding coklat. Makasih Tante. Kalau di kasih puding enggak kenyang Tan, malah mau di makan," jawabnya.


Dalam hati Rian dan Desy berpikir sama. Sang anak sudah mulai pintar dan terasa mencairkan suasana dan keduanya terlihat senang dengan sosok Cantika yang pintar.


______


Dua jam kemudian Rian pun pamit kepada keluarga Ana untuk kembali pulang ke kota. Nampak Ana tidak ada rasa kesal lagi di dalam hatinya. Sepertinya dia juga sudah mengikhlaskan Rian.


"Aku senang akhirnya keluarga Pak RT bisa legowo dan tidak kesal lagi sama Ibu dan kamu Rian," ucap sang Ibu menatap lekat ke arah pelaminan dan nampak sang Ibu tengah berada di dalam mobil.


_______


Pak RT nampak menatap sang anak yang tengah menyalami para undangan. Dia pun nampak dalam hatinya dihinggapi rasa gembira karena sang anak akhirnya dapat melupakan sosok Rian di dalam hidupnya.


"Ternyata aku salah menilai lelaki yang sekarang menjadi suami Desy. Aku berpikir dia lelaki yang kurang tanggung jawab ternyata dugaan ku salah. Dia lelaki yang baik, lembut dan perhatian." Pak RT kemudian melirik sang menantu yang terlihat menyalami para tamu undangan dengan ramah. Pak RT pun tersenyum bahagia.


_____

__ADS_1


Keluarga Rain pun pulang kembali ke kota nampak sang Ibu dan Cantika tertidur pulas ketika duduk di belakang. Sedangkan Desy terlihat sedang membicarakan masalah bisnisnya dengan Rian.


Bersambung...


__ADS_2