
Rian pun kembali melajukan mobilnya. Nampak Zahira terdiam di mobil, dia terus menerus mengingat sosok Lia yang tadi dia lihat ketika menjemput anaknya Rian.
"Mungkinkah wanita yang aku lihat tadi adalah Lia yang akan di jodohkan dengan Adrian?" gumam hati Zahira.
"Halo Sayang,, namanya siapa?" tanya Zahira mengulurkan tangannya kepada anaknya Rian yang sedang duduk di belakang mobil.
Cantika pun mencium punggung Zahira dan tersenyum renyah.
"Cantika, Tante," ucapnya menatap lekat kepada Zahira.
"Aku, Tante Zahira," ucap Zahira.
______
Tatkala Rian dengan ujung ekor matanya melihat tatapan sang anak begitu lekat kepada Zahira, sontak Rian pun menggoda sang anak.
"Tantenya cantik, ya,,,!? Kamu kenapa tatapannya begitu lekat kepada Tante Zahira, Sayang!?" ucap Rian.
"Iya, Tantenya Cantik," Cantika tersenyum terkekeh.
Zahira pun tersipu malu dibuatnya.
"Mas,,,yang tadi duduk di teras itu Mamanya Cantika!?" tanya Zahira.
"Iya, itu Mamanya, anakku. Namanya Lia," jawab Rian tetap fokus mengendarai.
Degh ..
Nampak Zahira terkejut tatkala Rian mengucapkan nama sang mantan istri yaitu Lia. Pikiran Zahira pun berselancar jauh.
"Jadi Lia itu sudah janda dan mempunyai anak, tapi apakah Papanya Adrian menyetujui hubungan mereka jika sudah mengetahui Lia sudah punya anak? Bukannya aku pernah dengar dari Papaku, kalau Papanya Adrian selektif mencari pasangan buat anaknya karena Adrian anak tunggal," gumam Zahira.
"Hai, Bu Dokter,,,lagi ngelamun ya!?" sindir Rian dengan tersenyum manis ke arah Zahira.
"Ng-enggak apa-apa Kok, enggak ngelamun cuma agak sedikit lelah saja," jawab Zahira.
_____
Tiba di Restoran.
Pelayan datang dengan membawa menu makanan. Zahira pun nampak memilih makanan yang akan dia pesan. Begitupun dengan Cantika. Sementara Rian pandangan matanya seakan tidak mau lepas ke arah sang Dokter yang terlihat cantik.
"Papa ngeliatin terus sama Tante," celetuk Cantika dengan tertawa terkekeh.
Sontak muka Rian merah merona tatkala sang anak menggodanya.
"Habis Tantenya cantik sih!" goda Rian
Zahira hanya tersenyum tipis dan pandangannya kembali menunduk memilih menu yang akan di pesan.
_____
__ADS_1
Beberapa menit kemudian.
Meraka pun menyantap makanan yang sudah tersedia di meja, nampak Zahira seakan tidak canggung untuk menyantap makanan tersebut sementara Rian terlihat grogi tatkala menikmati makan bersama Zahira sang Dokter.
"Ayo, Sayang, makan yang banyak biar sehat dan kalau makan jangan ada yang tersisa harus habis," ucap Zahira kepada Cantika.
"Iya, Tante, kata Mama juga kalau makan enggak boleh ada sisa," jawabnya.
Obrolan pun terasa hangat di antara mereka bertiga. Cantika terlihat akrab dengan Zahira. Anak tersebut berpikir wanita yang tengah berada di pinggirnya membuat nyaman, itu adalah kekasih Papanya, padahal Papanya yang sedang mendekati wanita itu.
____
Drett,,, Drett,,, Drett...
Tiba-tiba bunyi suara telepon terdengar dari ponselnya Rian, nampak muncul nama Ibu Viona di layar ponsel tersebut.
{"Rian, ada Desy di rumah nunggu, kasihan dia nunggu lama dari tadi, kamu segera pulang,"} ucap sang Ibu.
Rian pun nampak cemberut ketika mendengar ucapan sang Ibu, bahwa Desy tengah berada di rumahnya padahal dia sedang asik menikmati obrolan dengan Zahira sang Dokter.
{"Bentar lagi Bu, Rian sedang ada perlu dulu masalah kerjaan,"} ucapnya berbohong.
Setelah sang Ibu diberi penjelasan bahwa Rian sedang di luar ada perlu dengan rekan kerjanya, sang Ibu pun menutup sambungan teleponnya.
____
Ting...
Tiba-tiba pesan muncul di ponsel Rian.
Rian pun nampak mengernyitkan dahi.
Dia seakan tidak suka di atur oleh Desy, Rian pun dengan cepat menyimpan ponselnya di saku celana.
"Telepon dari siapa Pah!?" tanya sang anak.
"Dari Nenek, kata Nenek ada tamu di rumah jadi Papa harus pulang," jawab Rian.
"Ya, sudah aku ikut Papa ke rumah Nenek, nginap disana," ucap sang anak.
"Jangan nginap nanti Mama marah, nanti saja besok Papa jemput lagi ke rumah kita jalan lagi," ucap Rian.
Rian seakan sudah memahami jika anaknya terlalu lama dibawa oleh Rian, Lia suka marah dan kesal dan akhirnya berujung dengan pertengkaran. Niat dia tadi membawa Cantika hanya ingin memperkenalkan Zahira kepadanya. Agar nanti Cantika bicara kepada Mamanya bahwa Papanya mempunyai kekasih cantik.
Cantika pun hanya menganggukkan kepalanya dan terlihat cemberut.
_____
"Sayang, nanti Minggu depan Tante Zahira, ajak lagi Cantika makan bareng, mau kan?" Zahira mencoba merayu hati sang anak. Karena notabene Zahira suka terhadap anak-anak.
Cantika pun mendongakkan kepalanya lalu dia tersenyum lebar dan secara spontan dia memeluk Zahira yang posisi duduknya tepat berada di pinggirnya.
__ADS_1
Sontak Zahira dan Rian terkejut nampak terlihat dari gestur tubuhnya ketika Cantika tengah memeluk Zahira. karena baru kali ini Cantika bertemu dengan Zahira tapi anak tersebut seakan sudah nyaman dan terlihat akrab dengan sosok Zahira.
______
Satu jam kemudian.
Mereka pun keluar dari dalam Restoran tersebut, Rian nampak mengantarkan Cantika terlebih dahulu setelah itu mengantarkan Zahira ke kliniknya karena dia mau mengambil mobilnya.
"Terima kasih ya, sudah mentraktir makan siang," ucap Zahira tersenyum.
Rian menganggukkan kepalanya dan tersipu malu. "Semoga minggu depan kamu jadi ajak anakku untuk keluar jadi kita bisa bertemu lagi," ucap Rian gugup.
Zahira hanya menganggukkan kepalanya, kemudian dia turun daei dalam mobil Rian.
"Oh, ya, enggak ada yang marah kan, tadi aku ajak kamu keluar," ucap Rian basa-basi.
"Enggak Kok, siapa yang berani memarahiku," Zahira tertawa terkekeh.
____.
Rian pun kembali melajukan mobilnya ke arah rumah Ibu Yona karena di sana Desy sudah menunggu.
Tiba di rumah Ibu Viona langsung Desy menyambutnya dengan pelukan hangat dan mencium pipi Rian.
Nampak terlihat Rian begitu risih karena disana ada yang sedang memandanginya yaitu Ibunya Rian. Tapi Desy seakan tidak memperdulikan hal itu.
"Des, kamu jangan agresif ada Ibuku! Aku malu," ucap Rian lekat ke kuping Desy.
"Biarin Mas,,,nggak apa-apa kok lagian Ibumu juga tersenyum melihat kita mesra," ucap Desy. Pandangan Desy mengarah kepada Ibu Viona nampak terlihat Ibu Viona di sana tersenyum dengan tingkah Desy yang terlihat begitu mesra kepada Rian.
Ibu Viona berpikir Desy sangat mencintai Rian karena terlihat dari gestur tubuhnya Desy begitu agresif dan mesra memperlakukan anaknya tersebut.
"Ya, tapi jangan gitu juga, aku kan malu. Pake acara meluk dan cium," ucap Rian ketus.
____
Desy pun terdiam dan berjalan di belakang Rian, yang sudah dulu berjalan ke arah sang Ibu yang sedang tersenyum.
"Rian kamu jangan jutek gitu sama Desy," bisik sang Ibu ketika Rian arahnya mendekat.
Desy pun tersenyum puas, karena terlihat sang Ibu begitu sudah merestui hubungan dia dengan anaknya.
"Mas,, kebetulan aku ada rezeki dan besok aku mau ajak Ibu Viona belanja baju ke butik," ucap Desy.
Dia begitu pandai membeli hati sang Ibu dengan cara membelikan barang-barang mewah.
"Sebelumnya terima kasih ya Nak, kamu memang calon menantu idaman Ibu," ucap Ibu Viona.
Desy tersenyum dan memeluk sang Ibu.
"Akhirnya aku sudah menjerat hati Ibunya Rian, dan jika Ibunya terus mendesak Rian agar menikah denganku rasanya akan mungkin terjadi karena Rian begitu sayang sama Ibunya. Dan ini saatnya aku akan merebut hati Ibu Viona," gumam hati Desy.
__ADS_1
"Kenapa Mama begitu akrab dengan Desy," bisik hati Rian, dan Rian pun hanya melengos ke dalam dengan di ikuti oleh kedua wanita itu, nampak dari wajah kedua wanita itu penuh binar bahagia.
Bersambung...