Suamiku Terjerat Cinta Sahabat

Suamiku Terjerat Cinta Sahabat
Bab: 198 Cantika Kecewa Dan Marah.


__ADS_3

Tante Restu nampak membujuk Cantika agar dia berkata jujur bahwa dia telah bertemu dengan Rian. Tante Restu seakan tidak percaya dengan apa yang di ucapkan oleh sang anak tersebut. Dia berpikir tidak mungkin kalau Rian keberadaannya masih di kota ini karena dia keadaannya sedang terpuruk dan bisa saja pergi keluar kota untuk mencari peruntungan.


"Papa sekarang jadi supir Nenek!" ucap Cantika terdengar polos ketika mengucapkan sang Papa sekarang telah menjadi supir Neneknya.


DEGH...


Jantung Tante Restu seketika terasa berdetak lebih kencang tidak karuan dan matanya membulat sempurna karena dia tidak percaya kalau Rian sekarang menjadi supir pribadinya sang Kakak. Tante Restu pun pikirannya melayang jauh, kalau benar Rian sekarang menjadi supir pribadinya sang Kakak, itu tidak mungkin. Karena sang Kakak sangat membenci mantan menantunya itu, apalagi Bu Viona, Ibu dari Rian adalah musuh bebuyutan sang Kakak.


•••


"Kamu sedang tidak becanda kan," Tante Restu nampak gusar.


"Tidak, Cantika sedang tidak becanda. Karena kemarin Cantika di antar sama Nenek dan bareng sama Papa juga pergi ke Dokter," ucap sang anak mencoba menjelaskan pertemuannya kemarin dengan sang Papa dan nampak ketika dia bercerita seakan nampak gembira sekali.


"Berarti tadi ketika Kakakku memaksa untuk membawa Cantika keluar dan seakan jangan ikut pergi dengan Neneknya mungkin takut bertemu dengan Rian lagi." gumam hati Tante Restu seakan menebak-nebak


"kasian loh, Tante! Papa sekarang, dia rumahnya ngontrak," ucap sang anak kembali.


Terlihat Cantika matanya berkaca-kaca tatkala mengenang kejadian kemarin. Karena terlihat muka sang Papa seperti tertekan oleh semua yang di ucapkan oleh sang Nenek, dan Rian pun nampak merasa berdosa karena telah menelantarkan sang anak selama ini. Dan raut muka Rian terlihat lusuh tidak seperti dulu terlihat gagah dan segar. Cantika nampak menghela napas panjang seakan tidak bisa berkata apa-apa lagi.


"Ngontrak! Ngontrak dimana Papa kamu?" tanya Tante Restu seakan tidak percaya bahwa Rian seakan ngontrak dan tidak punya rumah lagi.


"Mungkin ngontraknnya di rumah Nenek karena kemarin Cantika sempat mengantarkan dulu ke rumah kontrakannya," jawab sang anak seakan mengingat kejadian kemarin.


_____


Tante Restu pun sepertinya ingin mengetahui kontrakan yang ditempati oleh Rian saat ini berada dimana. Dan Tante Restu pun menanyakan keberadaan alamat kontrakan tersebut kepada Cantika.


"Kamu masih ingat tidak rumah kontrakan Papa kamu dimana?" tanya Tante Restu menggenggam erat tangan Cantika.


"Kontrakannya di dekat rumah Mama yang dulu di tempati Papa," jawab Cantika.


Tante Restu pun nampak mengernyitkan dahi dan pikirannya berselancar jauh seakan mengingat kontrakan yang berada di dekat rumah Lia yang dulu di tempati bersama Rian. Dan nampak Tante Restu pun mengingat kontrakan yang baru saja di sebutkan oleh Cantika. Dia akhirnya sudah tahu kontrakan tersebut yang letaknya di belakang komplek.


"Aku harus mencari tahu," gumam hati Tante Restu.

__ADS_1


____


Satu jam kemudian.


"Sayang, kita pergi nonton yu," ajak Tante Restu kepada Cantika.


Cantika pun menganggukkan kepalanya dan nampak dia berdiri dan merapikan bajunya. Terlihat Cantika dari raut wajahnya begitu senang dan Cantika pun bernyanyi kecil begitu merdu, karena dia berpikir sore ini sang Mama akan pulang. Dia pun akan menumpahkan rasa kerinduan kepada sang Mama dengan memeluknya erat.


•••


Tiba-tiba bunyi telepon berbunyi dari ponsel Tante Restu, dia pun dengan segera mengangkat bunyi suara telepon tersebut dan terlihat di layar ponsel Lia menelepon.


Dia menanyakan keadaan Cantika kepada Tante Restu.


{"Mah sekarang Mama pulang ya?"} tanya Cantika kepada sang Mama di sambungan teleponnya.


Lia pun terdengar di sambungan teleponnya menghela napas secara perlahan dan nampak meminta maaf kepada sang anak, bahwa dia sedang sibuk dan tidak jadi pulang sekarang, jadi kepulangannya di undur.


Dan nampak terlihat dari raut muka Cantika seakan dihinggapi rasa kesal yang luar biasa.


_____


{"Maaf Sayang, Mama sibuk jadi besok baru pulang,"} jawab Lia terdengar memohon maaf.


Sambungan telepon pun seketika langsung ditutup oleh sang anak karena dihinggapi rasa kesal dan kecewa yang teramat dalam.


______


"Sayang, Mama kamu kan kerja untuk kamu juga. Cantika nanti bisa jalan-jalan pergi keluar negeri, beli barang yang di inginkan oleh Cantika apapun itu, jadi Cantika harus mengerti hal itu," Tante Restu mencoba menyabarkan hati sang anak.


Tante Restu pun tahu hati sang anak saat ini begitu terluka dengan kesibukan Lia.


"Aku tidak butuh itu semua!" teriak Cantika.


Anak tersebut kemudian berlari ke dalam kamar dengan menangis tersedu.

__ADS_1


BRUK...


Pintu ditutup dengan kasar oleh sang anak dan hal tersebut membuat Tante Restu dihinggapi rasa terkejut yang luar biasa. Cantika sosok anak yang lembut, pendiam, nurut. Kenapa bisa melakukan hal tersebut dengan teriakan kecewa dan marah dengan membanting pintu. Sang Tante Nampak menghela napas panjang dan dia pun berpikir mungkin rasa kecewa yang dirasakan oleh sang anak sudah begitu dalam dan sang anak menahan rasa itu semua. Dan sekarang seakan menjadi boom waktu yang membludak, kemarahan dan kekesalannya dia ungkapkan semua.


_____


Tiba-tiba Lia menelepon kembali, Tante Restu pun berpikir mungkin Lia menelepon kembali karena dia ingin menanyakan mengapa sambungan teleponnya barusan di tutup oleh sang anak. Tante Restu pun seakan serba salah untuk mengangkat sambungan telepon tersebut. Sang Tante berpikir dia tidak mau menjadi beban pikiran Lia ketika sang anak sekarang ini sedang marah kepada Lia.


{"Tan, kenapa sambungan teleponnya terputus!?"} tulis pesan Lia.


Sang Tante nampak hanya membacanya pesan tersebut. Kemudian Lia memberikan lagi pesan seakan dihinggapi rasa khawatir karena baru saja ngobrol sebentar sang anak sudah menutup sambungan teleponnya.


{"Tan, sebenarnya ada apa!? Lia khawatir. Cantika tidak apa-apa kan?"} tulis pesan dari Lia kembali muncul.


Kemudian Lia menelepon lagi sang Tante tapi nampak sang Tante tidak mengangkatnya dia hanya mengetuk terus pintu kamar Cantika yang terkunci.


______


TOK...


TOK...


TOK...


"Sayang, buka pintunya!" ucap Tante Restu dengan mengetuk pintu beberapa kali. Sang Tante nampak terlihat khawatir karena terdengar suara teriakan dari arah kamar. Sang anak tersebut seakan menyalahkan sosok Lia. Teriakannya begitu histeris.


"Mama jahat, Mama tidak sayang aku, Mama hanya sayang sama adik!" teriak sang anak dengan suara parau dan tangisan.


Bersambung...


Baca juga Novel karya terbaruku.


Terjebak Cinta Tetangga


Hatur nuhun pisan yang sudah baca dan like karya Novelku. Semoga rezekinya berlimpah ruah dan sehat selalu. Aamiin 🤲🥰🌹🙏

__ADS_1


__ADS_2