Suamiku Terjerat Cinta Sahabat

Suamiku Terjerat Cinta Sahabat
Bab: 123 Desy di permalukan Adrian


__ADS_3

Desy mengemas semua pakaian ke dalam koper dan nampak sang ART pun membantunya untuk merapikan kedalam mobilnya.


"Jangan dibawa anakmu tinggal disini saja!" bentak sang Papa.


Terlihat anaknya Desy disembunyikan oleh sang Mama ke dalam kamar. Desy pun nampak matanya berselancar mencari keberadaan sang anak.


"Mbak, tolong anakku bawa di kamar Mama, aku akan bawa pulang," ucap Desy menyuruh sang ART nya.


"Sudah jangan dibawa anaknya disini saja! Siapa yang akan mengurusnya lagian kamu lagi sakit yang ada anakmu kena beban mental dimarahin terus!" sang Papa menatap sang ART, dia seakan tidak rela jika Desy membawa sang anak untuk dibawa pulang.


Sang ART pun seakan dihinggapi rasa tidak karuan karena dia di suruh dua orang yang berbeda arahnya.


"Jadi aku harus nurut sama siapa!" gumam sang ART terlihat gugup.


"Sana, pergi Des! Sebelum Papa tersulut lagi emosi!" ucap sang Papa yang menahan rasa amarahnya yang semakin bergemuruh.


_______


Bruk...


Papanya Desy nampak menutup pintu kamarnya. Sang ART pun dengan sigap mengelus pundak Desy.


"Neng sabar, kalau menurut Mbak enggak apa-apa kalau anaknya tinggal disini sementara waktu karena kondisi Neng Desy sekarang sedang tidak sehat dan belum stabil," sang ART seakan menyabarkan hati Desy yang sedang dihinggapi rasa kesal.


Desy pun dengan berat hati melangkahkan kakinya keluar rumah dengan linangan air mata. Disana terlihat supir pribadi dari sang Papa sudah menunggu.


________


"Pak, sudah jangan antar saya ke rumah. Bapak diam saja disini karena sebentar lagi Papa kan mau keluar minta di antar oleh Bapak," ucap Desy mencoba menyuruh supir pribadinya sang Papa untuk turun dari dalam mobil. Sementara sang supir sepertinya enggan untuk turun dari dalam mobil.


"Tidak Neng, Bapak harus tetap mengantarkan Neng Desy pulang karena itu pesan dari Papanya Neng, dan kalau melanggar takutnya Bapak di pecat sama Papanya Neng Desy." ucap sang supir.


"Sudahlah Neng, biar di antar supir lagian kondisi badan Neng Desy kan sedang sakit kalau mengemudikan mobil takut terjadi hal yang tidak diinginkan," ucap sang ART mencoba membujuknya.


Desy pun akhirnya mengalah.


Nampak setelah memasuki mobil Desy hanya terdiam tidak bicara sedikitpun tatapannya seakan kosong.


_______


Mobil melaju dengan kecepatan sedang.


"Pak antar saya ke Supermarket dulu karena persediaan di kulkas sudah habis," ucap Desy tanpa melirik ke arah sang supir.


"Baik, Neng!" jawabnya.


Sang supir pun membelokkan mobilnya ke arah Supermarket dimana Desy akan membeli barang keperluannya.


Beberapa menit kemudian mobil pun tiba.


Mobil Desy terparkir di depan Supermarket dan nampak Desy mempersiapkan diri untuk keluar dengan memakai masker penutup wajahnya agar wajahnya yang masih rusak tidak terlihat oleh orang lain.


_______

__ADS_1


Di dalam Supermarket.


Desy nampak terlihat berpikir sejenak dia seakan bingung makanan apa yang akan dia beli di Supermarket tersebut, dan nampak dia diikuti oleh sang ART nya yang membuntuti dari arah belakang.


"Mbak, ke lorong sana cari persediaan buat isi kulkas, aku mau cari minuman kurma," ucap Desy sambil menyerahkan kantong belanjaan ke arah sang ART.


Desy nampak ke lorong lain untuk mencari minuman dan pandangan matanya tertuju ke showcase cooler, dia ingin membeli minuman kurma dan nampak minuman lain pun nampak tertata berjejer di sana.


Desy tersenyum tipis saat matanya tertuju ke minuman kurma, dia mau mengambil minuman sirup kurma tersebut yang masih tersisa tinggal satu botol lagi.


"Happ ..!!" tangan Desy beradu dengan tangan lain yang sama mau mengambil botol minuman tersebut yang tinggal tersisa satu.


"Silahkan, Mbak! Aku pilih yang lain saja!" ucap seorang wanita suaranya sangat lembut dan terdengar ramah dan nampaknya Desy sudah tidak asing lagi tatkala mendengar suara tersebut.


Desy pun mendongakkan kepalanya dan nampak kedua matanya melebar sempurna, dan terasa bergemuruh dadanya saat itu karena yang kini nampak di hadapannya itu adalah sahabatnya sendiri yaitu Lia. Seseorang yang dia benci dengan alasan dia tidak jadi menikah dengan mantan suaminya.


Desy rasanya ingin sekali menjambak rambut Lia tapi niatnya dia urungkan karena dia berada di kerumunan orang dan dia malu jika Lia mengetahui mukanya yang rusak.


"Sedikit saja aku berbicara pasti Lia mengenaliku dan dia pasti menyelidiki wajahku yang belum pulih," gumam hatinya.


Desy pun nampak tidak jadi untuk mengambil minuman tersebut karena dihinggapi rasa terkejut. Dia berlari kecil dan malah pergi ke lorong lain untuk mengajak ART nya pulang.


________


"Neng, tidak ada minuman kurma nya?" tanya sang ART terlihat menatap Desy karena tadi Desy pamit kepada sang ART untuk mengambil minuman kurma dulu, dan sekarang tidak nampak Desy memegang minuman kurma itu.


Tadi sang ART di suruh menunggu di lorong tersebut oleh Desy.


Sang ART nampak dihinggapi rasa heran dengan sikap Desy dan tanpa berpikir lama, dia pun mengekor Desy dari belakang.


Desy terlihat cepat ketika berjalan dan nampak diluar pintu Desy berpapasan lagi dengan Lia dan Desy nampak menubruknya.


_______


Bruk....


Barang yang Lia bawa pun berhamburan jatuh dari kantong keresek. Sontak sang ART terlihat membantu bawaan Lia yang terjatuh lalu memasukkan kembali ke kantong keresek.


Desy tidak menyadari ada Lia yang tengah berdiri disana dan masker penutup wajah yang Desy pakai pun terlihat terbuka sedikit dan Lia menatap lekat ke wajah Desy karena Desy saat itu berpakaian dengan kain yang terlihat longgar dan penutup wajah atau masker pun nampak hanya mata yang terlihat.


"Mbak,,,!! Jangan diam di depan pintu! Jadinya kesenggol kan!" spontan Desy berucap, sambil fokus pandangan matanya ke arah barang Lia yang berceceran tanpa menatap wajah Lia yang sedang tertegun.


Degh...


Lia sudah tidak asing lagi dengan suara Desy. Lia pun nampak menatap lekat ke wajah Desy yang maskernya terbuka sedikit.


Desy pun nampak terkejut tatkala tanpa sengaja melirik ke arah wanita tersebut karena yang di tubruk oleh dia adalah Lia.


"Desy,,!!" ucap Lia.


Terlihat Desy salah tingkah tatkala melihat Lia apalagi Desy seakan dihinggapi rasa cemburu karena wajah Desy terlihat putih bersih tanpa ada cacat sedikitpun dan beda dengan dirinya yang wajahnya terlihat rusak.


Desy dengan cepat memalingkan wajahnya dan dengan tidak sengaja nampak terbuka maskernya sampai ujung bibir sontak Lia dibuat terkejut dengan wajah Desy yang terlihat rusak penuh dengan luka dan terlihat masih basah.

__ADS_1


Lia pun nampak meringis seperti merasakan rasa sakit yang di alami di wajah Desy. Sontak Desy merasa tersinggung dengan raut wajah Lia yang terlihat seakan mengejeknya karena melihat raut wajahnya itu.


"Kamu mentertawakan aku ya!" ucap Desy dengan tatapan mata tajam.


"Ng-nggak kok, Des," jawab Lia cepat.


"Lalu kenapa kamu menatapku seperti itu seakan jijik melihatnya!?" Desy terdengar emosi dan dihinggapi rasa kesal


Lia hanya terdiam seakan tidak bisa bicara apa-apa karena masih shock dengan melihat wajah sahabatnya itu.


"Atau kamu puas ya, dengan perubahan wajahku yang rusak!" Desy seakan mengejek dirinya sendiri.


"Aku enggak tahu Des, kalau wajahmu sekarang,,,!!" Lia menggantung ucapannya.


"Wajahku jelek!!!" Desy seperti dihinggapi rasa kecewa dan memendam rasa marah.


"Tidak Des, tidak seperti itu," ucap Lia lirih.


"Kamu, Lia,,,!! Yang mengakibatkan ini semua, sehingga wajahku menjadi rusak!" ucap Desy dengan suara yang bergetar.


"Kok, kamu nyalahin aku sih, Des!" jawab Lia.


"Karena kalau tidak terjadi pertengkaran saat itu maka Rian tidak akan mengemudikan mobilnya dengan cepat dan tidak pula terjadi percekcokan di dalam mobil sehingga Rian tidak fokus ketika mengemudikan mobilnya ketika itu!" Desy seakan tidak bisa menerima takdir saat itu ketika dia kecelakaan.


"Sudah takdir kamu akan mengalami kecelakaan Des," jawab Lia mencoba tenang.


______


Sepertinya Desy sudah tidak bisa di bendung amarahnya dan dia juga masih menyimpan rasa kesal kepada kedua orangtuanya yang seakan membela sosok Lia terus.


"Awas saja!!" ucap Desy.


Desy pun mencengkram tangan Lia dan dia pun berniat tangan satu lagi ingin mencakar wajah Lia yang terlihat mulus bening, dia berharap wajah Lia yang putih bersih itu akan seperti dia rusak.


Tapi tiba-tiba seseorang menarik tangannya "Singkirkan tangan kotor-mu!" bentak Adrian suami Lia yang sedari tadi melihat percekcokan Lia dan wanita yang memakai masker.


Adrian nampak menarik masker penutup wajah yang dipakai oleh Desy, dan setelah masker penutup wajah terjatuh maka terlihat sempurna wajah Desy sangat rusak. Apalagi saat itu siang bolong jadi pantulan matahari menerangi wajah rusak Desy dengan jelas.


"Mas,,,!" Lia mencoba menahan Adrian agar tidak membuka masker Desy namun itu semua sia-sia saja karena penutup wajah atau masker tersebut sudah terlepas dari wajah Lia.


"Desy,,!! Kamu selalu buat ribut, kenapa sih! tangan Adrian mengepal dangat kuat seakan ingin menampar wanita tersebut.


"Sudah Mas, sudah,," lirih Lia.


Lia pun mencoba menggenggam erat tangan sang suaminya itu agar bisa mengontrol emosinya. Nampak Lia membawa semua barang belanjaannya yang sudah di rapikan oleh sang ART


"Terima kasih, Mbak," ucap Lia tersenyum ramah dan menarik paksa sang suami kedalam mobil.


"Wajah rusak!!" gerutu Adrian.


Sontak hal ini membuat Desy dihinggapi rasa geram terhadap Adrian, matanya melotot seperti menahan emosi.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2