Suamiku Terjerat Cinta Sahabat

Suamiku Terjerat Cinta Sahabat
bab: 111 Pertengkaran antara mantan besan


__ADS_3

"Mas, gimana sudah siap semuanya?" tanya Lia kepada Adrian calon suaminya.


"Sudah Sayang, Bismillah semoga di hari pernikahan kita yang tinggal menghitung hari di lancarkan ya," ucap Adrian tersenyum lembut kepada Lia.


Lia dan Adrian tinggal menghitung hari, untuk menuju mahligai pernikahan. Dan hari ini mereka akan pergi ke Restoran milik Papa Steven untuk melihat kembali tempat tersebut karena mau dipakai acara pernikahan.


"Ibu kamu, ikut kan Lia?" tanya Adrian.


"Iya, Mas, dia ikut sedang siap-siap kalau Papa gak bisa ikut karena sedang sibuk di kantor," jawab Lia.


"Enggak apa-apa kok, Papaku juga sedang sibuk kalau Mama pasti ikut karena dia sudah kangen dengan menu masakan Restoran Papa," ucap Adrian tersenyum manis ke arah sang pujaan hati.


Nampak Adrian beserta Lia dan Ibunya Lia sedang menunggu kedatangan Mamanya Adrian yang akan diantarkan oleh supir karena Mamanya Adrian tadi telah mengunjungi teman bisnisnya.


____


Suara mobil pun nampak terdengar dari luar, sontak Adrian beserta Lia dan sang Ibu pandangan mereka mengarah ke suara mobil yang datang. Nampak terlihat Mamanya Adrian keluar dari dalam mobil dan tersenyum lebar.


"Masuk dulu Mah," ucap Lia dengan mencium punggung sang calon Mama mertua.


"Apa lebih baik kita pergi sekarang saja," ucap Mamanya Adrian.


Adrian dan Lia saling berpandangan dan akhirnya mereka pun mengisyaratkan untuk menyetujui pergi ke Restoran tanpa Mamanya istirahat memasuki rumah terlebih dahulu.


____


Nampak di dalam mobil Lia tersenyum bahagia karena sang Ibu dan Mamanya Adrian terlihat begitu akrab.


"Bu, gimana bisnisnya akan mulai kapan?" tanya Mamanya Adrian. Sepertinya dia ingin cepat menjalin bisnis dengan sang calon besan.


"Setelah pernikahan anak kita ya, Bu?" Ibunya Lia mencoba memberikan jawaban kepada sang calon besannya tersebut.


"Sepertinya Mama sudah tidak sabar ingin cepat memulai bisnis," ucap Adrian dengan melihat lekat ke bola mata sang Mama di dalam kaca spion mobilnya.


Sang Mama nampak tersipu malu dengan sindiran anak tersebut.


_______


Di Restoran.


"Jadi tempat ini sudah di booking oleh seseorang, untuk acara pernikahan!" ucap seorang wanita yang nampak kecewa dengan keputusan sang Pelayan Restoran disana.


"Nak, cari tempat lain saja!" ucap sang calon Ibu mertuanya itu mencoba merajuk calon menantunya yang terlihat seakan memaksa agar bisa melangsungkan pernikahan di Restoran tersebut.


"Iya, kamu kok ngeyel sih!" sambung sang calon lelaki tersebut.


"Mas, pokoknya aku ingin menikah di Restoran ini! Gimanapun caranya." ucapnya seakan memaksa kepada sang calon suami agar bisa menikah di Restoran tersebut.


Sang Ibu pun seakan berubah pikiran.


"Menurut Ibu juga sebenarnya kalau menikah disini sangat strategis tempatnya, dan makanan yang tersedia pun cukup enak. Ibu kan pernah makan di Restoran ini dengan calon istrimu. Kata dia ini tempat favorit dan Ibu pun setelah makan disini ternyata ketagihan ingin datang lagi kesini," sang Ibu pun seakan merengek kepada sang anak lelakinya agar bisa melangsungkan pernikahan di Restoran tersebut.


________


Sang lelaki nampak menghela napas panjang, rasanya dia pun ingin sekali membahagiakan calon istri dan Ibunya tapi apa hendak dikata.


"Mbak, saya mau bertemu dengan owner pemilik Restoran ini!?" ucap sang lelaki kepada sang pelayan Restoran.


"Maaf Pak, owner-nya sedang tidak ada ditempat," jawab pelayan Restoran.


"Mbak, kita akan bayar lebih, berapa pun itu! Mbak nanti bilang ke owner Restoran ini. Coba saya ingin bertemu dengan pihak Managernya!" ucap lagi perempuan tersebut.


Sang pelayan pun melirik pelayan satu lagi dan berbisik.


"Anaknya Bos kita kan lagi dalam perjalanan kesini dan sebentar lagi akan tiba," ucap sang pelayan kepada rekan kerja dan sang pelayan satu lagi menganggukkan kepalanya.


_________


Nampak Adrian beserta Lia dan kedua Ibu mereka mengelilingi ruangan sekitar.


"Tempatnya sejuk dan asri ya, Mah!" ucap Ibunya Lia kepada sang calon besan dan nampak sang Ibu terlihat senang ketika matanya berselancar mengelilingi area sekitar.

__ADS_1


•••


"Pak, ada tamu di ruangan belakang Restoran," ucap sang pelayan Restoran kepada Adrian yang tiba-tiba datang dari belakang Restoran.


"Tamu siapa!?" tanya Adrian kepada sang Pelayan.


"Tamu yang mau booking Restoran ini, dan dia tetap ngeyel dengan jadwal yang bentrok dengan pernikahan Pak Adrian," ucap kembali sang Pelayan.


Adrian pun tertegun sejenak.


"Ya, sudah, aku temui sekarang tamunya," jawabnya.


"Ayo, Lia sekalian ajak Ibumu ke area belakang, disana ada tempat kolam ikan koi nya, pasti Ibu tambah betah lihatnya," ajak Adrian kepada Lia dan melirik calon Ibu mertua dan sang Mama.


Mereka pun berlalu ke ruangan belakang.


______


Sayup-sayup terdengar seseorang di area belakang Restoran.


"Berapa pun biayanya akan aku bayar! Aku akan bayar harga sewa Restoran ini! Masa pegawai disini tidak nisa meyakinkan Bosnya!" ucapnya terdengar sewot.


"Sabar Bu, anaknya pemilik Restoran sedang di panggil menuju kesini." jawab sang pelayan.


"Bilang sama Bos kamu yang punya Restoran, aku akan bayar 2x lipat!" ucapnya lagi menggerutu.


________


"Pak Adrian, itu orangnya yang memaksa untuk menyewa Restoran," ucap sang pelayan telunjuknya mengarah ketiga orang yang sedang duduk, dan posisi duduknya sedang membelakangi.


Adrian pun menyeret langkah kakinya berjalan menuju tamu yang sudah menunggu. Sementara Lia dan Ibunya juga Mamanya Adrian sedang asik melihat ikan koi yang beraneka warna.


______


"Selamat sore bisa saya bantu," ucap Adrian kepada tamu tersebut dengan suara lembut dan ramah.


Degh ..


Adrian pun nampak terkejut dengan kedatangan mereka.


"Wah, bukannya ini pacarnya si Lia!" gumam hati Ibunya Rian.


Adrian pun duduk dan nampak terlihat Desy beserta Rian gelisah dibuatnya. Sementara Adrian mencoba menenangkan deru napasnya yang tidak beraturan.


"Gimana Des, katanya kamu mau sewa tempat disini!" tanya Adrian dengan tatapan muka datar.


"Iya, kita akan sewa tempat disini, kamu bisa bantu kan, berapa pun biaya akan aku bayar!" ucap Desy.


"Tidak bisa, area empat ini mau dipakai semua !" ucap Adrian.


"Tapi kan tempatnya luas banget, apa tidak bisa sewa area yang ada di belakang?" ucap Desy matanya berselancar ke ruangan sekitar yang begitu luas dan terlihat asri.


"Tidak,,!" tegas Adrian.


"Aku jadi penasaran siapa sih, yang sewa tempat ini! Kan mahal kalau dia sewa semua area Restoran ini! Aku akan bayar 2x lipat tempat ini!" ucapnya seakan kesal dan kecewa.


"Aku yang akan mengisi tempat ini!" ucap Adrian.


"Untuk acara apa!? Tempatnya kan luas sekali?" tanya Desy.


"Untuk acara pernikahan!" jawabnya.


Sontak mata Desy terbelalak juga Rian. Mereka saling berpandangan. Begitupun dengan Ibunya Rian, dia seakan tidak menerima jika Lia menikah dengan orang yang tajir melintir.


_______


Nak Adrian, kayaknya Ibu suka dan jatuh hati dengan tempat ini," ucap Ibunya Lia yang tiba-tiba datang dengan di ikuti oleh sang anak dan calon besannya itu.


Degh...


Sontak Desy dan Rian beserta Ibunya Rian terlihat kaget tatkala melihat kedatangan mereka. Rian terlihat salah tingkah seakan tidak kuasa tatkala melihat mantan istri dan mantan mertuanya itu yang kini tengah memandanginya dengan sorot mata tajam.

__ADS_1


Apalagi Ibunya Lia yang sudah lama kesal dengan Ibunya Rian, dia terlihat benci tatkala melihat sosok Ibunya Rian.


"Oh, jadi kalian akan menikah disini!" ucap Rian terlihat terbakar api cemburu ketika memandangi kedua orang tersebut, Adrian dan Lia. Nampak terlihat muka Rian merah dan gestur tubuhnya gusar.


"Ya, kami akan menikah!?" tegas Adrian.


"Des, ayo kita keluar dari tempat ini! Kamu gimana sih, memilih tempat disini, aku jadi malu! ternyata pemilik Restoran ini adalah Papanya Adrian!" bisik Rian kepada Desy.


_____


"Lia, kamu kok cepat amat mau nikah!?" sindir Ibunya Rian.


"Nah, Ibu sendiri anaknya mau menikah lagi! Memang bedanya apa!?" tanya Adrian yang terlihat dihinggapi rasa emosi. Lia pun seakan memberikan sebuah kode dari lirikan matanya seakan Adrian jangan meneruskan ucapannya itu karena situasi sedang memanas.


"Anakku laki-laki!" bela Ibu Viona


"Loh, apa bedanya!" tanya Adrian terlihat kesal dengan ucapan Bu Viona


"Bedanya karena mantan Lia, si Rian selingkuh jadi harus cepat di nikahin!" sambung Ibunya Lia yang sudah kesal dari dulu kepada Ibunya Rian.


Sontak muka Ibu Viona merah padam tatkala mantan besan berucap sepeti itu.


"Jaga omongan kamu!" degan mata melotot Bu Viona mengarah ke Ibunya Lia.


"Omongan kamu yang harus dijaga! Dari dulu kamu selalu khianati anakku, apa kamu tidak sadar Rian dengan sikap Ibumu kepada Lia." sang Ibu menatap lekat ke arah Rian.


_____


Desy tersenyum puas seakan dialah pemenangnya, sontak Ibunya Lia merasa kesal dengan raut muka Desy yang terlihat tersenyum di atas penderitaan orang lain.


"Hai, Pelakor. Apa kamu tidak malu Desy, sudah merebut laki-laki dari sahabatmu sendiri!?" tanya Ibunya Lia menatap lekat ke arah Desy.


Desy tertunduk malu pandangan, dia seakan tidak bisa lagi untuk melihat situasi sekitar.


"Saya peringatkan untuk kalian berdua ya, jangan ganggu kehidupan Lia dan pasangannya ke depan," ucap Ibunya Lia seakan memberikan ancaman kepada Rian dan Desy. Sepertinya Desy dan Rian dihinggapi rasa malu yang teramat dan seakan merasa dipojokkan.


________


"Mas, kita pergi saja dari sini," bisik Desy seakan dihinggapi rasa malu yang teramat.


"Kamu juga Viona jangan suka mempengaruhi Cantika, cucuku. Kalau kamu selalu mempengaruhi Cantika jangan harap aku akan pertemukan kembali kamu dengan Cantika!" ancam Ibunya Lia kepada Bu Viona.


"Kamu jangan suka atur aku!" Bu Viona pun seakan dihinggapi rasa kesal dan dia merasa diatur oleh mantan besannya tersebut.


Terjadi adu mulut antara Ibunya Lia dan Ibunya Rian yang mengakibatkan situasi menjadi ramai di tempat tersebut.


"Pelayan usir mereka dari sini!" ucap Adrian terlihat dari raut mukanya menyimpan rasa kesal dan menahan amarah.


Sang pelayan pun secara kasar mengusir keluarga Rian. Nampak Ibunya Rian seakan tidak menerima perlakuan tersebut, akhirnya dia hanya dapat memaki-maki dengan ucapan kotor yang tidak jelas.


"Rian pun menyeret Ibunya dengan paksa untuk pergi dari Restoran tersebut disertai dengan Desy yang mengekor dari arah belakang dengan raut muka kesal.


________


Didalam mobil.


Nampak Ibunya Rian terus-menerus mengomel seakan tidak terima dengan perlakuan Adrian yang mengusir dirinya, dan ini mengakibatkan rasa kesal dari diri Rian yang sedang mengemudikan mobilnya.


"Bu, sudah jangan ngomel-ngomel terus berisik!" ucap Rian.


Rian pun nampak kesal dalam dirinya karena dia di bakar api cemburu dengan akan dilangsungkan pernikahan sang mantan istri.


"Iya, Mas, aku juga kesal dengan mereka, masa kita di usir oleh si Adrian. Padahal kita bisa keluar sendiri dari Restoran itu?"sambung Desy seakan memanasi suasana yang ada.


Pikiran Rian kalut, antara cemburu, kesal dan menahan amarah menjadi satu. Rian gagal fokus ketika mengendarai mobil tersebut.


BRUK.....


Mobil Rian mengalami tabrakan.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2