Suamiku Terjerat Cinta Sahabat

Suamiku Terjerat Cinta Sahabat
Bab:53 Rasa Malu


__ADS_3

Nampak sosok Adrian menatap lekat ke arah Lia yang sedang asyik ngobrol bersama Tante Restu. Adrian pun mukanya berubah menjadi tersenyum sumringah yang tadi terlihat tengah serius di depan laptopnya.


"Lia,,, Apakah itu Lia!? Mungkinkah aku sedang bermimpi," gumam hati Adrian hatinya dihinggapi rasa penasaran, dia berpikir mengapa Lia berada di sini? Apakah ini adalah sebuah kebetulan, atau jodoh yang datang dari sang pencipta !? pikiran Adrian tidak karuan. Peluh pun bercucuran, entah mengapa rasa bergemuruh di dada tiba-tiba hinggap menerpa.


___


Adrian sampai sekarang belum menikah, dia masih mencintai Lia, sosok wanita idaman Ardian. Pribadinya yang santun dan sabar membuat hati Adrian tidak bisa berpaling ke lain hati.


•••


Saat itu Ardian meninggalkan kota Bandung, karena cintanya tidak disambut oleh Lia dan Ardian pun pergi ke kota Kalimantan untuk mencoba keberuntungan kerja di sana. Akhirnya Rian menjadi pengusaha yang sukses dan keberadaan dia sekarang ini di Bandung sedang menunggu temannya.


"Aku harus menghampiri Lia, tapi,,," Adrian pun tertegun sejenak, dia berpikir dalam hatinya,


Kalau Lia itu sudah menikah, dan jika dia kembali ingin mengungkapkan rasa cintanya kepada Lia, itu tidak mungkin karena Lia sudah memiliki pasangan.


Adrian pun seakan mengurungkan niatnya untuk menghampiri Lia. Rasa malu dan gengsi seakan menerpa menghinggapinya.


___


Sang Tante terkejut dan tersenyum lebar, tatkala melihat Adrian dengan pandangannya fokus terhadap Lia.


"Lia coba lihat, Adrian sedang memandang kamu!" ucap sang Tante tersenyum merekah.


Sontak pandangannya Lia pun mengarah ke arah Adrian yang sedang memandangnya dari arah sudut Restoran.


Dan akhirnya Lia dan Adrian pun saling berpandangan, Adrian nampak tersenyum lebar kepada Lia, begitupun dengan Lia.


Lia pun memberikan senyum ramah dan dengan cepat menundukkan kepalanya.


Nampak muka Lia merah merona seakan menyimpan rasa malu begitupun dengan Adrian nampak tersipu malu.


_____


"Aku harus menyapanya," gumam hati Adrian.


Adrian nampak menyeret langkah kakinya ke arah meja Lia yang sedang duduk bersama Tante Restu.


"Lia ya,,," ucap Adrian yang tengah tiba di hadapan Lia dengan berdiri tegap, dan wangi parfumnya begitu menggoda.


Lia dengan cepat menundukkan kepalanya saat Adrian memandang lekat terhadap dirinya, entah mengapa dadanya bergemuruh tidak karuan.


"Adrian,,!" ucap Lia dengan bibir bergetar.


Adrian mengulurkan tangannya.


"Alhamdulillah, kita di pertemukan kembali disini, dengan ijin Allah tentunya," ucap Adrian sambil menatap sang Tante.

__ADS_1


"Ouh, kenalkan ini Tanteku," Lia melirik sang Tante yang terlihat menahan senyum.


Lia seakan mengerti, sang Tante sedang memikirkan sosok dirinya, karena Lia terlihat gerogi ketika beradu pandang dengan Adrian, begitupun sebaliknya dengan Adrian yang nampak terlihat malu ketika berhadapan dengan Lia.


_____


Mereka pun akhirnya bercerita satu sama lain. Adrian sosok yang pandai bergaul terlihat dari cara bicara nya yang cerdas, dan begitu akrab dengan Tante Restu meskipun baru pertama kali bertemu.


Nampak Adrian secara terang-terangan berbicara kepada Tante Restu bahwa dia dulu sangat mengejar cintanya Lia, namun kala itu ada penolakan dari Lia.


"Aku merasa orang yang paling kecewa saat itu Tan, karena cintaku di tolak mentah-mentah oleh Lia," ucap Adrian tertawa lebar dan mukanya merah merona.


Sontak Lia pun merasa malu dengan ucapan dari Adrian tersebut. "Bukan di tolak, tapi saat itu aku sedang fokus kerja," jawabnya lirih.


"Nak Adrian kesini bersama keluarga?" tanya Tante Restu terlihat seakan tidak canggung untuk bertanya hal yang nampak pribadi, karena sosok Adrian yang pandai bergaul dan terlihat akrab.


"Saya kesini sendiri Tan, sedang menunggu teman disini," Jawabnya dengan senyuman terbaiknya.


"Kenapa istri dan anak tidak dibawa?" kembali sang Tante bertanya seakan dihinggapi rasa penasaran.


"Saya belum menikah Tan," jawabnya tersipu malu. Dan pandangannya melirik ke arah Lia.


"Anakmu berapa Lia!?" tanya Adrian kembali.


____


Lia seakan terkejut dengan ucapan Adrian, Lia pun seakan berpikir. Sosok Andrian yang tampan dan sudah mapan, kenapa belum mempunyai pasangan. Mungkin bagi Adrian hal yang mudah dia lakukan untuk mendapatkan pasangan, dengan wajahnya yang tampan dia gampang mendapatkan wanita bagaimanapun, dengan di tunjang masalah finansial yang sudah mapan.


Lia pun seakan bertanya dalam hatinya. Mengapa Adrian tidak menikah sampai saat ini. Apakah dia masih mengejar cintanya kembali? Beribu tanya hinggap di benak Lia


"Mengapa aku memikirkan Adrian," gumam hatinya. "Argh....Aku harus fokus kepada anak jangan berpikiran aneh. Lia kamu jangan memikirkan dulu lelaki untuk saat ini!" pikiran Lia seakan berkecamuk tidak karuan.


___


"Lia,,," sang Tante menepuk pundak Lia yang sedang melamun dan pandangannya menunduk.


"Iy-Iya, Tan, kenapa!?" jawabnya gugup.


"Kamu, ditanya sama Adrian," sang Tante berbisik lekat ke kuping keponakannya itu.


"Iya, kenapa!?" Lia pun mencoba tenang dan tersenyum kepada Adrian.


"Anakmu berapa?" Adrian kembali mengulang pertanyaan kepada Lia.


"Anakku 1 Mas," jawabnya.


"Beruntung sekali suamimu, Lia. Mendapatkan wanita secantik dan sebaik kamu," gumam hati Adrian.

__ADS_1


"Tante dan Lia habis dari mana, kenapa anaknya Lia tidak dibawa?" tanya Adrian kembali.


"Biasanya dibawa kemanapun pergi, cuma tadi kita ada perlu ke Pengadilan Agama, jadi dia enggak ikut," ucap sang Tante.


Degh..


"Pengadilan Agama!" gumam hati Adrian.


Sontak Adrian terkejut dengan apa yang diucapkan oleh sang Tante, dalam hati Adrian pun dihinggapi rasa penasaran yang teramat karena sang Tante berucap Pengadilan Agama, kemungkinan ada perceraian


Tapi Adrian pun seakan bertanya dalam dirinya itu. Siapakah yang mengajukan perceraian ke Pengadilan Agama?


Adrian pun seakan tidak perlu menanyakan hal tersebut kepada sang Tante atau Lia karena itu hal privacy.


____


"Kalau misalkan ada gugatan perceraian yang di lakukan Lia terhadap sang suami, aku tidak akan goyah untuk mendapatkan cinta Lia kembali yang dulu pernah hilang," gumam Adrian dihinggapi rasa gembira dalam dirinya.


"Tante,,," ucap Lia.


Lia mengedipkan matanya ke arah sang Tante. Ketika Tante Restu berucap kata "Pengadilan Agama" karena dalam dirinya dihinggapi rasa, tidak perlu diucapkan kepada Adrian tentang masalah perceraiannya, karena dia tidak mau kalau ada yang mengetahui dia sudah melakukan gugatan cerai terhadap sang suami.


____


Dengan cara Lia mengedipkan matanya ke arah Tante Restu, dan saat yang bersamaan Adrian pun sedang menatap lekat ke arah Lia, itu merupakan bukti bahwa yang melakukan gugatan perceraian adalah Lia terhadap sang suami. Adrian seakan memahami hati Lia jika perceraiannya bersama sang suami tidak mau di ketahui olehnya.


Ting..


Tiba-tiba pesan masuk dari ponselnya milik Adrian. Disana muncul sebuah pesan bahwa temannya sudah menunggu di Restoran tersebut.


Akhirnya Rian pun pamit dari hadapan Lia dan sang Tante, tidak lupa dia memberikan nomor telepon kepada Lia.


"Lia berkabar ya, kita jaga silaturahmi," ucap Adrian tersenyum renyah menatap Lia.


Tatapan Adrian seakan penuh arti, ketulusan cinta yang dia pendam dari dulu dan kini hinggap kembali berbinar. Nampak terlihat dari kedua bola matanya ada cinta yang tertunda yang kini hadir bersemi kembali.


Adrian pun berlalu dari hadapan Lia dan sang Tante. Lia menatap kepergian Adrian dari mejanya tersebut.


Sang Tante hanya senyum-senyum sendiri tatkala melihat keponakannya tersebut.


"Tante kenapa sih," ucap Lia yang melihat sang Tante tersenyum ke arahnya.


"Aku enggak ada rasa untuk memiliki Adrian kok, untuk saat ini," kembali Lia berucap dengan raut muka cemberut dan menahan rasa malu.


"Untuk saat ini! Tapi nanti, mungkin hatimu terbuka untuk dia," sang Tante kembali menggoda.


Lia pun hanya terdiam.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2