
Bu Viona dan Desy pun nampak memasuki mobilnya setelah dia di permalukan oleh Citra di depan khalayak umum.
Ting...
Pesan masuk di ponselnya Rian dan benar saja nampak Citra mentransfer sejumlah uang sebesar 100 juta. Nampak Desy berpikir lama karena dia tidak yakin jika Citra hanya meminjam uang sebesar 100 juta kepada Rian, dan dia berpikir pasti lebih nominalnya.
"Bu, si Citra sebenarnya pinjam uangnya berapa sih, ini dia kirim gambar udah transfer sejumlah uang tapi hanya 100 juta," ucap Desy kepada Bu Viona sambil mengendarai mobilnya tersebut.
"Mana Ibu tahu, Des!" jawab sang Ibu dengan mengernyitkan dahinya.
"Aku yakin pinjamnya lebih dari 100 juta!" gumam hati Desy terlihat kesal.
"Nanti Ibu tanya ke Rian," ucap sang Ibu.
"Lebih baik jangan tanya Rian, bentar akan aku lihat pesan si Citra dari atas. Dia meminta pinjaman uang ke suamiku berapa," Desy pun melihat dengan jeli semua pesan yang di tulis oleh Citra kepada Rian dari atas.
_______
Dag-dig-dug terasa jantung Desy berdebar tidak karuan karena begitu mesranya isi pesan yang di sampaikan oleh Citra kepada Rian dan yang lebih buat hati Desy tersulut emosi ketika dia membaca isi pesan yang menyebutkan mereka janjian di sebuah Hotel.
"Kurang ajar dasar wanita goblok!" Desy nampak memijit kepalanya. Dia seakan membayangkan kemesraan yang dilakukan oleh sang suami terhadap Citra.
"Ada apa Des?" tanya sang Ibu.
Desy hanya diam seakan tidak bisa berkata apapun terhadap sang mertuanya itu.
"Apakah dulu Lia pun merasakan hal sama sepertiku ini, ketika mengetahui suaminya selingkuh," gumam hati Desy dihinggapi rasa resah dan bersalah.
Nampak Desy terlihat dari raut mukanya gusar, jantungnya berdetak tidak karuan. Bayangan Lia yang dulu memarahinya dan menyebut dia sebagai pelakor muncul dan kian hinggap menjelma di pikirannya.
"Apakah ini karma perselingkuhan dibayar dengan perselingkuhan kembali!' gumam hati Desy kembali.
________
Arghhhhh.....
Desy membuang napas kasar, rasa bersalah dalam diri terasa nyata menyelinap dari hati dan pikirannya.
"Des, apa kamu baik-baik saja?" tanya Bu Viona menepuk pundak Desy secara perlahan.
"Aku hanya sedikit pusing Bu!" jawab Desy.
"Ibu saja yang mengendarai mobilnya Des," sang Ibu mertua menawarkan diri untuk mengemudikan mobilnya.
"Enggak apa-apa Bu, sebentar lagi kita sampai kok," jawab Desy.
"Jadi berapa si Citra pinjam uangnya ke Rian?' tanya Bu Viona kembali dihinggapi rasa penasaran yang teramat.
"200 juta Bu," jawab Desy. Mata Desy lekat ke layar ponsel dengan nominal bukti transfer Rian kepada Citra.
"Apa! Besar sekali uang yang di pinjamkan si Rian kepada wanita itu." ucap Bu Viona terlihat dia nampak terkejut.
"Desy mau istirahat dulu Bu, sebentar tidur dulu baru setelah itu kita datangi saja rumahnya biar dia kapok. Akan aku permalukan dia di depan kedua orang tuanya," ucap Desy.
"Ya, sudah nanti kamu tidur di kamar Ibu. Nanti setelah itu kita datangi rumah pelakor itu," ucap Bu Viona.
________
Tiba di rumah.
Setelah tiba di rumah Desy langsung memasuki kamarnya Bu Viona untuk beristirahat. Sementara Bu Viona memasuki kamar Rian.
Ceklek..
__ADS_1
Pintu dibuka oleh sang Ibu tanya mengetuk pintu terlebih dahulu dari luar. Nampak terlihat sang anak sedang duduk di depan cermin dengan meremas rambutnya secara kasar. Rian mukanya nampak kusut karena pikirannya tengah gusar.
"Dari mana Bu!?" tanya Rian sambil mengucek kedua matanya.
"Mungkin Rian baru bangun tidur dan dia tidak menyadari kalau ponselnya baru saja aku bawa," gumam hati sang Ibu.
"Habis jalan-jalan cari angin," jawab sang Ibu.
Sang Ibu kemudian menyerahkan ponselnya kepada Rian.
"Nih, ponsel kamu! Simpan ponsel dimana saja," ucap sang Ibu.
"Lupa," jawab Rian singkat.
"Tadi Ibu tidak sengaja melihat pesan muncul dari Citra dan dia ternyata membayar utangnya 100 juta sama kamu," ucap sang Ibu. Sementara pesan yang di kirim oleh Citra bersama dengan Desy ketika mereka buat janji telah di hapus karena takutnya Rian marah dan kecewa.
________
Rian pun setelah sang Ibu menyerahkan ponselnya dia hanya diam tanpa membuka ponsel tersebut.
"Uang yang 100 juta buat bisnis kamu saja, kamu bisa jualan baju secara online atau kamu masukin ke toko-toko. Kebetulan temannya Ibu ada yang punya konveksi kamu bisa gabung," ucap sang Ibu memberikan solusi agar sang anak kembali bangkit untuk buka usaha.
"Enggak Bu, Rian akan kasih untuk Desy bayar utang, malu Rian pinjam terus dari dia. Biar urusan Rian dengan dia cepat beres," jawab Rian seakan tidak peduli lagi dengan Desy.
"Maksud kamu apa Rian, Ibu tidak mengerti?" tanya sang Ibu dihinggapi rasa penasaran.
"Pikir saja sama Ibu dan pahami apa yang baru saja Rian ucapkan," jawab Rian.
•••
Sang Ibu mengernyitkan dahi, dia berpikir cukup lama.
"Tidak Rian, kamu jangan pisah atau cerai dari Desy. Kamu jangan sampai gagal lagi berumah tangga. Camkan itu!" nampak terlihat sang Ibu dihinggapi rasa khawatir jika sang anak mengajukan gugatan cerai kepada Desy.
"Dasar lelaki egois kamu, yang salah itu kamu! Sudah tahu selingkuh masih tetap ngeyel dan merasa tidak bersalah," ucap sang Ibu terlihat dihinggapi rasa kesal terhadap sang anak.
________
Rian membuang napas kasar.
"Rian capek Bu! Semenjak nikah dengan Desy entah mengapa Rian gagal terus dalam menjalani hidup ini dan selalu gagal dalam usaha beda dengan Pernikahan dulu bersama,,," Rian menggantungkan obrolannya.
"Bersama Lia!? Sudahlah jangan kamu ungkit lagi pernikahan kamu bersama yang dulu. Tatap masa depan kamu dengan Desy. Jelas-jelas Ibu tidak setuju dengan Lia," ucap sang Ibu bibirnya mengerucut dia seakan teringat lagi sosok Ibunya Lia yang dia benci dan mengakibatkan imbasnya kepada Lia yang tidak tahu apa-apa.
"Ibu selalu menyalahkan Lia aneh, Ibu kenapa sampai sekarang membenci Lia!?" tanya Rian.
"Enggak suka sama Ibunya. Paham kamu!?" tegas sang Ibu.
•••
DEGH...
Rian dihinggapi rasa terkejut tatkala sang Ibu berucap demikian. Dalam hati Rian berpikir pantesan selama dia berumah tangga dengan Lia, sang Ibu selalu buat keributan dan selalu menginginkan percekcokan dengan mantan istrinya itu.
"Aneh Ibu ini, kesal sama Ibunya imbas ke anaknya. Apakah ada rasa dendam dulu!" Rian menggerutu.
"Ya, Ibu dulu menyukai seseorang tapi Ibunya Lia seakan menghalangi langkah Ibu," tegas sang Ibu kembali mengenang masa lalu.
Rian mendelik kearah sang Ibu. Dia berpikir cuma dengan masalah lelaki sang Ibu jadi kesal dan dendam terhadap Lia.
"Lebih baik Ibu keluar dari kamar Rian karena Rian butuh sendiri," ucapnya
"Jadi gimana! Pokoknya kamu harus jadi buka usaha baju gabung dengan teman Ibu," ajak sang Ibu kembali.
__ADS_1
"Terserah Ibu saja, Rian nurut!" ucapnya sambil membuka aplikasi M-Banking.
•••
"Tuh, Rian sudah transfer uang yang 100 juta sama Ibu. Silahkan Ibu kelola uangnya nanti begitu jalan Rian akan turun," ucapnya terlihat tidak bersemangat.
Sang Ibu nampak tersenyum tatkala Rian baru saja men-transfer uang yang 100 juta kepada dirinya untuk buka usaha.
"Ya, sudah kamu istirahat dulu, sebentar lagi Ibu akan keluar pergi ke Swalayan bersama Desy," ucap sang Ibu.
Bu Viona pun akhirnya meninggalkan kamar Rian dan dia berlalu menuju kamarnya untuk bertemu dengan Desy.
_______
Ceklek..
Pintu kamar dibuka oleh sang Ibu dan nampak Desy baru selesai mandi.
"Des, kamu sudah mandi. Tidak tidur!?" tanya sang Ibu menatap lekat sang menantu.
"Enggak bisa tidur Bu, masih ingat terus sama si pelakor itu yang belum mengembalikan uangnya dengan full." ucap Desy terlihat dari raut mukanya begitu kesal dan cemberut.
"Sabar Des, nanti kita kesana dan sekarang Ibu mau mandi dulu. Rian barusan sudah menyerahkan uang yang 100 juta sama Ibu untuk buka usaha baju semoga lancar ya, dan kamu berdoa saja," ucap sang Ibu sambil berlalu ke kamar mandi.
________
Desy menghela napas panjang.
Nampak Desy rindu sekali dengan sosok Rian sang suami, dia seakan ingin meluapkan hasratnya tapi apa daya Rian terus menerus uring-uringan terhadapnya. Desy pun berpikir boro-boro bercinta dengannya bicara saja dengannya, Rian selalu memalingkan mukanya.
"Aku rindu kehangatan dari Rian. Apakah aku harus kasih dia obat pera**sang, agar dia mau bercinta denganku!? Dulu pun pertama kali aku melakukan hal itu aku menggunakan cara tersebut dan akhirnya Rian mau bercinta denganku," gumam hati Desy yang hasrat nafsunya begitu tinggi.
Nampak terlihat Desy memijit-mijit pelipisnya yang masih terasa pusing.
__________
Bu Viona selesai mandi dan sudah terlihat rapi. Bu Viona pun dan Desy berlalu dari rumah untuk mengunjungi rumahnya Citra. Sementara ketika sang Ibu berpamitan kepada Rian dan mengetuk pintunya beberapa kali nampak tidak ada respon dari Rian dari dalam kamar.
•••
"Aneh, Rian itu Bu," ucap Desy ketika di dalam mobil sambil mengernyitkan dahi.
"Aneh kenapa Des?" tanya sang Ibu mertua.
"Dia sudah lama tidak mau tidur denganku, dan aku merasa kesepian," ucap Desy seakan tidak tahu malu ketika menyampaikan hal tersebut dan dia pun berpikir sudah tidak ada lagi baginya tempat untuk mengadu.
Terlihat sang Ibu terkejut dan tersipu malu.
"Ibu mengerti Des, tapi nanti Ibu akan berikan pengarahan pada dia. Percaya pasti dia akan menjadi suami yang kamu idamkan kok, kamu sabar saja mungkin karena untuk sekarang ini dia masih banyak masalah dan capek jadi wajar dia tidak mau melakukan itu." sang Ibu terdengar membela sang anak.
"Tapi aneh, setelah aku baca pesan dia kepada si pelakor itu, dia pergi ke Hotel," sindir Desy.
•••
DEGH...
Sang Ibu nampak terkejut dan dihinggapi rasa malu oleh menantunya itu karena kelakuan sang anak.
"Mungkin karena urusan bisnis Des, dan bersama yang lain pergi ke Hotelnya. Kamu jangan berpikir yang lain-lain," ucap sang Ibu mencoba menutupi kelakuan jelek sang anak dan menyabarkan hati Desy.
"Dasar Bu Viona, selalu nutupin kelakuan jelek Rian. Jelas-jelas pria dan wanita dewasa jika ke Hotel mau ngapain kalau berdua!?" gumam hati Desy bibirnya cemberut.
Bersambung...
__ADS_1