Suamiku Terjerat Cinta Sahabat

Suamiku Terjerat Cinta Sahabat
Bab: 97 Adrian kecewa


__ADS_3

Suara mobil terdengar dari arah depan rumah, dan mobil tersebut hendak memasuki ke dalam rumah Lia. Seakan membuyarkan pikiran keluarga Lia yang sedang menonton layar Televisi. Satu sama lain matanya saling bertatapan.


"Mungkin itu Adrian Bu," ucap Lia melirik Ibunya. Sang ART pun yang sedang duduk dengan sigap menyeret langkah kakinya menuju ke arah halaman rumah untuk membuka pintu garasi tanpa di suruh oleh sang majikan.


______


"Teh Sumi gimana kabarnya?" tanya Adrian tersenyum ramah tatkala melihat sosok Teh Sumi sedang membukakan pagar.


Teh Sumi tersenyum lebar.


"Baik, Nak Rian," pintu garasi pun terbuka dengan lebar karena sudah dibuka oleh sang ART atau Teh Sumi.


Adrian pun nampak memasuki rumah dan setelah bersalaman dengan mereka yang tengah berada di rumah Adrian pandangannya mengarah ke arah sang kekasih yang tengah duduk di kursi sofa yang nampak dari raut mukanya sedikit pucat.


_____


"Lia, maafkan aku baru datang menjenguk kamu kesini," ucap Adrian merasa bersalah.


"Enggak apa-apa Mas, Alhamdulillah sekarang sudah bisa datang kesini dengan selamat, tadi mas mampir dulu kemana kok lama banget?" tanya Lia seperti dihinggapi rasa penasaran.


"Ada sedikit masalah Lia, tapi sudah selesai kok," ucapnya tidak mau terlihat basa-basi.


"Bapaknya kemana Bu, enggak ikut?" tanya Adrian kepada Ibunya Lia sambil mencium punggung tangan sang Ibu. Kemudian mencium punggung tangan Tante Restu.


"Bapak sedang urusan nanti juga sebentar lagi datang," ucap sang Ibu.


_______


Tanpa basa-basi Adrian pun mengutarakan niatnya untuk bisa menikah siri dengan Lia kepada semua orang yang sedang duduk disana. Sontak sang Ibu dan Tante Restu terkejut tatkala mendengar semua apa yang di ucapkan oleh Adrian.


"Jadi Papanya Adrian, tidak setuju dan kamu ingin merencanakan nikah siri?" tanya sang Ibu dengan mata lekat ke arah Adrian.


"Iya Bu, tidak apa-apa kan kalau tanpa restu dari Papanya Adrian," ucap Adrian lirih dan pandangan tidak berani menatap sang Ibu.


________


Ibunya Lia menghela napas panjang, dia pun seakan ragu dengan keputusan yang di ambil oleh Adrian karena dengan pernikahan yang dilakukan secara siri takut kedepannya Lia tidak bahagia seperti pernikahan terdahulunya bersama Rian.


Lia melirik Adrian dari bola matanya seakan menyiratkan dan memberitahu sang kekasih bahwa Ibunya masih gamang dengan keputusan yang di ambil oleh Adrian.


Adrian pun seakan mengerti dengan hal itu.


"Jadi gimana Kak, Adrian ingin melangsungkan pernikahan siri dengan Lia!?" tanya Tante Restu kepada sang Kakak atau Ibunya Lia.


"Aku tidak mau gegabah dalam mengambil keputusan nanti kita tunggu Bapaknya Lia datang sebentar lagi sampai lagi dalam perjalanan," ucap sang Ibu terlihat tidak ada senyum ramah disana. Sang Ibu pun merasa was-was kepada sang anak nantinya jika menikah dengan Adrian karena Papa Adrian memandang sebelah mata dengan status Lia yaitu seorang janda.


Apalagi tidak direstui seakan-akan status menjadi hal prioritas bagi Papanya Adrian.


________


"Sabar ya, Nak Adrian, pasti semuanya akan baik-baik saja," ucap Tante Restu karena Tante Restu adalah orang yang tahu betul hubungan keponakannya itu dan dia seakan merasakan apa yang sedang terjadi.

__ADS_1


Adrian berusaha tersenyum walau dalam hatinya dihinggapi rasa tidak karuan karena takut ada penolakan dari kedua orang tuanya Lia yang seakan ragu.


_______


Terdengar Bapaknya Lia datang rasa berdebar di dada seakan tidak karuan dan peluh pun bercucuran. Sungguh ini benar-benar ujian bagi Adrian untuk mempertahankan cintanya kepada Lia tidak mau pantang menyerah.


"Apapun keputusan dari Bapaknya Lia akan aku terima," gumam hati Adrian.


Nampak terlihat dari gestur tubuh Adrian seakan salah tingkah.


Lia pun seakan menyadari perubahan wajah dari kekasihnya tersebut terlihat gugup. Lia pun iba dengan hal tersebut. Dia sangat memahami hati Adrian yang sedang dihinggapi rasa gundah gulana.


"Tante yakin Bapakmu akan menyikapi masalah ini dengan bijak," ucap sang Tante lekat ke kuping Lia.


_____


Nampak terlihat Bapaknya Lia memasuki ruangan keluarga dengan di ikuti oleh sang ART dari arah belakang.


Adrian nampak tersenyum ramah menyambut kedatangan Bapaknya Lia, dan Bapaknya Lia pun menyambut senyuman dari Adrian.


Kemudian Adrian pun mencium punggung tangan Bapaknya Lia saat mau duduk.


"Sehat Pak," ucap Adrian.


"Alhamdulillah sehat," ucap sang Bapak terlihat dari raut mukanya seakan banyak pikiran dan sang istri pun berpikir bahwa sang suami sedang ada masalah di kantor.


Jika Adrian meminta jawaban kepada Bapaknya Lia untuk menyetujui pernikahan siri nya rasanya ini bukan waktu yang tepat.


____


Tante Restu dan Lia pun seakan menyadari hal itu.


Bapak pun menganggukkan kepalanya dan berlalu dari ruangan tersebut.


"Nak Adrian, mau sekalian ikut makan, yu,," ucap sang Ibu basa-basi.


"Terima kasih Bu, masih kenyang," ucap Adrian.


______


Di meja makan.


Nampak sang istri memberikan pelayanan kepada sang suami untuk makan. Namun sang suami menolaknya untuk makan.


"Nanti saja Bu, Bapak belum.mau makan. Teh Sumi buatkan saja kopi panas," ucapnya dengan pandangan lekat ke arah ponselnya tersebut.


Sang istri hanya bisa mengelus dada dengan sikap sang suami yang terlihat dingin dan cuek itu. Dia tahu sang suami sedang ada masalah di kantornya.


"Pak,,,cerita ada apa? Pasti ada masalah ya!?" tanya sang istri.


"Aku kesal dengan relasi bisnisku Bu!" ucap sang suami.

__ADS_1


"Ada apa Pak? Apa Bapak ada masalah lagi dengan rekan bisnis?" tanya sang istri.


"Iya, Bu, kata teman bisnisku yang bernama Pak Hendrik orang yang sangat berpengaruh di bisnis kita nanti, dia memutuskan bisnis yang akan kita jalani ke depan tapi Bapak belum ketemu orangnya," ucap sang suami.


"Yang sabar Pak, kalau Dunia bisnis memang seperti itu," sang istri mencoba menyabarkan hati sang suami.


______


Terlihat Bapaknya Lia seakan ragu untuk menelepon relasi bisnisnya yang membatalkan bisnis yang telah di janjikan.


Ting


Tiba-tiba bunyi pesan muncul dari ponsel milik Bapaknya Lia nampak di layar ponsel sahabatnya yang bernama Pak Hendrik memberikan sebuah pesan.


{"Gimana Pak, sudah di hubungi Bapak Steven nya, kalau bisa bujuk lagi biar bisnis kita segera lancar,"} nampak Bapaknya Lia membaca pesan tersebut dan menghela napas panjang.


{"Semua proyek akan berjalan lancar jika Pak Steven menyetujui semua,"} gumam hati Bapaknya Lia.


_______


"Pak, semoga semua berjalan lancar ya, dan lebih baik Bapak temui dulu Adrian katanya dia ingin bicara dengan Bapak masalah serius," ucap sang istri lirih.


"Masalah apa Bu, pikiranku lagi pusing. Nih, Ibu baca!" ucap sang suami kemudian dia menunjukkan pesan yang baru saja dia baca dari Hendrik sahabatnya itu.


Mata sang istri terbuka lebar saat membaca isi pesan tersebut.


"Jadi Pak Steven membatalkan bisnis, dan Bapak belum bertemu dengan dia baru dengan Pak Hendrik?" tanya sang Ibu.


"Iya, Bu, terus ada hal penting apa yang akan dikatakan oleh Adrian, kira-kira Ibu tahu tidak?" tanya sang suami.


____


Sang istri membuang napas kasar. Rasanya dia pun seakan tidak bisa jika harus bicara langsung saat ini karena waktunya kurang tepat terlihat sang suami banyak pikiran dan mukanya ruwet.


"Ibu tidak tahu, mungkin masalah hubungan mereka, antara Lia dan Adrian," ucapnya dengan hati-hati.


"Nanti saja Bu, Bapak capek mau istirahat," sang Bapak meremas rambut secara kasar dan melengos ke kamar dengan raut muka nampak kesal dan kecewa.


Sang istri nampak menghela napas panjang, dia pun berlalu untuk menuju ruang keluarga kembali.


"Nak Adrian, sepertinya Bapak sedang banyak pikiran jadi kalau di paksakan sekarang bermusyawarah kayaknya saatnya belum tepat," ucap sang Ibu.


Lia pun menghela napas secara perlahan.


"Yasudah Bu, jangan di paksakan untuk bicara sama Bapak, biar pikiran Bapak tenang dulu. Kita masih banyak waktu untuk menunggu," ucap Lia.


Lia pun berpikir tidak biasanya sang Bapak terlihat serius ketika ada masalah sampai tidak mau bertemu dengan Adrian berarti masalah yang tengah di hadapi oleh sang Bapak begitu serius.


"Iya, Bu, kita santai saja masih banyak waktu kok," ucap Adrian mencoba tersenyum.


Padahal dalam hatinya sangat kecewa dan dia ingin sekali bicara hari ini kepada Bapaknya Lia mengenai niatnya untuk bisa menikah siri dengan Lia.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2