
Kedatangan sang anak di sambut oleh Rian dan Bu Viona. Mereka nampak gembira dengan kedatangan Cantika dan nampak Cantika datang bersama Tante Restu yang di temani dengan supir. Cantika terlihat betah ketika berada di rumah sang Papa di kampung tersebut karena hawanya yang sejuk dan udara dingin membuat dia merasa nyaman ketika berada disana.
"Kenapa Mama dan Papa Adrian gak ikut?" tanya Bu Viona kepada Cantika dengan tersenyum lebar.
"Adek sakit," jawabnya.
Terlihat Bu Viona dihinggapi rasa khawatir dengan adik dari Cantika walau anak dari Lia yang kedua bukanlah cucunya.
"Sakit biasa demam masuk angin," ucap Tante Restu menatap Ibunya Rian.
________
Cantika meminta sang Papa untuk pergi jalan-jalan di sekitar kampung tersebut dan Rian pun nampak menganggukkan kepalanya kepada anaknya untuk keluar rumah. Meskipun dia malas sebenarnya untuk keluar rumah karena kalau dia jalan-jalan menyusuri kampung para gadis desa selalu menggodanya. Tapi Rian tidak mau mengecewakan sang anak jika Rian menolaknya takut sang anak kecewa.
"Istirahat dulu, makan dulu nanti sore kalau mau jalan-jalan biar adem," ucap sang Nenek.
Cantika pun hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum tipis. Sepertinya dia sudah tidak sabar ingin cepat jalan-jalan keluar untuk melihat suasana kampung.
_____
Sore pun tiba.
Rian kemudian pergi bersama sang anak untuk jalan keluar rumah. Cantika terlihat tersenyum setiap ada yang menyapanya ketika berjalan, nampak sang anak tersebut begitu ramah kepada setiap orang yang menyapanya.
"Pah, disini dulu duduk," ucap Cantika menunjuk ke sebuah taman yang kebetulan taman tersebut banyak dikunjungi banyak orang dan ramai karena tempatnya yang asri dan semilir angin sepoi-sepoi terasa menyapa hangat di sekitar tempat itu.
Rian pun nampak menuruti apa yang diminta sang anak, dia kemudian duduk di area taman tersebut dengan pandangan menunduk karena Rian belum pernah nongkrong di tempat tersebut selama dia tinggal di kampung itu.
______
Ketika Rian tengah memandangi sang anak yang sedang asik melihat kolam ikan yang berada di taman tersebut, tiba-tiba ada yang menepuk pundak Rian dengan perlahan dari arah belakang. Sontak Rian terkesiap dan spontan melirik ke arah seseorang yang menepuk pundaknya itu.
"Ana,,,! ucap Rian.
Sungguh Rian tidak menyangka dengan kedatangan Ana yang secara tiba-tiba ada di belakangnya dan nampak Rian pun gugup. Sementara Ana hanya tersipu malu karena dia merasa telah mengagetkan Rian.
"Tumben ada disini, sedang apa?" tanya Ana seperti dihinggapi rasa penasaran.
"Anakku, dia yang ajak kesini," ucap Rian dengan pandangan melirik ke arah Cantika yang masih fokus melihat kolam.
"Anak kamu!?" sontak Ana pandangan matanya beralih ke arah kedua bola mata Rian yang tengah menatap ke arah sang anak.
______
Ana pun seakan ingin lebih dekat dengan sosok sang anak, kemudian dia menghampiri sang anak dan mengusap lembut rambut sang anak yang panjang terurai. Cantika nampak tersenyum ke arah Ana walau dia tidak mengenalinya sebelumnya terhadap sosok Ana.
"Dek, Kakak, temannya Papa kamu," ucap Ana kepada Cantika dengan tersenyum lebar.
Cantika kemudian melirik ke arah sang Papa yang tengah menatapnya dan terlihat sang Papa tersenyum menatapnya.
__ADS_1
"Kamu kapan datang dari Kota?" tanya Ana kembali kepada Cantika.
"Tadi pagi Kak," jawab Cantika.
______
Setelah beberapa menit kemudian nampak Ana keluar dari taman dan terlihat dia membeli es krim untuk Cantika.
"Ini buat kamu Dek!" Ana memberikan es krim rasa strawberry kepada sang anak dan Cantika terlihat sangat senang sekali dengan es krim pemberian dari Ana.
"Pulang kapan Dek, ke Kota?" tanya Ana kepada Cantika.
"Besok," jawabnya singkat karena dia tengah asik menikmati es krim strawberry tersebut.
"Loh kok, bentar sih, masa liburannya cuma sehari," ucap Ana.
"Karena lusa sudah sekolah," jawab sang anak tersenyum mengarah ke Ana.
______
Hari mulai terlihat gelap pertanda malam menjelang. Mereka pun akhirnya berlalu pulang dari taman. Terlihat Ana dihinggapi rasa gembira karena dia baru saja bertemu anaknya Rian dan anak tersebut nampak akrab dengannya.
_____
Di dalam perjalanan pulang setelah Rian berpisah dengan Ana. Kemudian sang anak Cantika memberitahu Rian yang nampak tadi ketika bertemu dengan Ana, dia curi-curi pandang melihat Papanya dan Rian hanya tersenyum menanggapi ucapan sang anak tersebut.
"Jangan-jangan suka sama Papa," ucap sang anak menggoda sang Papa.
________
Tiba di rumah.
Rian dan Cantika langsung membersihkan diri untuk mandi dan setelah itu mereka menikmati makan malam.
"Pah, kapan Papa main ke rumah nanti kita jalan-jalan bersama Tante Desy!" ucap sang anak.
Sontak Rian terkejut dengan apa yang di ucapkan oleh sang anak kepada dirinya dengan mengajak dirinya untuk bertemu kembali dengan sosok Desy sang mantan istrinya itu. Rian nampak seakan tidak mau menjawab pertanyaan sang anak. Tapi tiba-tiba sang Ibu menepuk pundak Rian seakan mengagetkan lamunan Rian.
"Rian itu ditanya sama Cantika!" panggil sang Ibu membuat Rian terkesiap.
"Nanti saja Sayang, Papa ngumpulin dulu uang untuk jalan-jalan," jawab Rian tersenyum ke arah sang anak.
______
Cantika pun bercerita bahwa Desy akhir-akhir ini suka datang ke rumah Lia dan mereka terlihat akrab. Melihat keakraban tersebut nampaknya sang anak sangat senang sekali karena tidak ada percekcokan lagi di antara sang Mama dan mantan istri dari Papanya.
"Pah, kenapa enggak bersatu lagi saja dengan Tante Desy, hehehe,," goda sang anak tertawa terkekeh.
Sontak hal tersebut membuat Rian tersedak ketika makan dan dengan cepat sang Ibu pun memberi minum hangat yang berada di hadapannya. Tante Restu nampak menahan tawa dan juga sang Ibu tatkala melihat gestur tubuh Rian yang terlihat salah tingkah ketika sang anak menanyakan hal tersebut.
__ADS_1
"Cantika, Papa kamu sedang makan, nanti ceritanya ya," bisik Tante Restu kepada Cantika. Sang anak hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum tipis.
Tante Restu pun berpikir mungkinkah Rian akan kembali dengan Desy karena mereka sama-sama sendiri dan terlihat sang anak sangat menginginkan Rian bisa kembali dengan Desy. Mungkin Cantika menilai Desy sekarang sudah jauh beda sifat dan karakternya jadi Cantika merasa nyaman dengan hal itu.
_______
Malam tiba.
Rian sudah tertidur pulas sementara Bu Viona sedang membereskan barang-barang yang berada di warung. Terlihat Tante Restu dan Cantika duduk di teras rumah menikmati udara malam yang begitu sejuk dan dingin jaket tebal pun menempel di tubuh mereka masing-masing.
Terlihat Cantika bercerita kepada Tante Restu pertemuannya tadi di taman dengan Ana teman sang Papa dan Cantika nampak tertawa terkekeh saat menceritakan sosok Ana, dia bilang sosok Ana terlihat suka kepada Papanya.
"Kamu suka menebak-nebak begitu Nak," ucap Tante Restu.
"Betul kok, Cantika tadi lihat sendiri kelihatannya Kak Ana suka sama Papa," ucapnya kembali tertawa terkekeh.
_____
"Ana itu anaknya Pak RT dan dia suka belanja kesini," ucap sang Ibu yang tiba-tiba datang dan duduk di pinggir sang cucu.
Sang Ibu bercerita kedekatan Rian kepada Ana hanya sebatas teman saja dan entah mengapa Rian seakan menutup pintu hatinya untuk wanita padahal keluarga Ana sangat baik kepadanya dan juga Rian.
"Ouh, jadi keluarga Ana sudah dekat dengan keluarga ini," jawab Tante Restu.
"Ibu enggak mau memaksa Rian takutnya Ibu nanti seakan ikut campur, biarkan dia yang memilihnya sendiri wanita mana yang akan dia pilih sebagai istrinya kelak." ucap sang Ibu.
______
Keesokan harinya.
Cantika nampak mau pulang dan terlihat Ana datang ke warung milik Bu Viona tapi kedatangannya terlihat tidak untuk belanja, tapi dia membawa satu kresek oleh-oleh untuk dibawa pulang oleh Cantika ke Kota.
"Ini adek manis oleh-oleh buat kamu," ucap Ana sambil mencubit lembut pipi Cantika.
"Wah, ngerepotin. Terima kasih Na," Rian dengan cepat mengucapkan kata terima kasih kepada Ana.
Ana hanya tersenyum mendapat ucapan rasa terima kasih dari Rian tersebut. Tante Restu nampak menatap Ana dan tidak bisa di pungkiri dalam hati Tante Restu berpikir bahwa Ana sebenarnya tengah jatuh hati atau mencari perhatian dari Rian. Namun Rian seakan cuek menganggap Ana hanya sebagai teman saja.
•••
"Ayo, Tan, Pak supir sudah nunggu," ucap Cantika kepada Tante Restu.
Tante Restu nampak terkesiap karena dia tengah melamun dan menatap lekat ke arah Ana. Kemudian Tante Restu pun dan Cantika pamit pulang.
"Kalau kesini lagi mampir ke rumah Kakak ya," ucap Ana mengusap rambut Cantika dan memeluknya. Sementara Cantika hanya tersenyum dan berlalu pergi ke dalam mobil setelah pamit kepada sang Papa Rian dan Bu Viona.
_______
Ana tersenyum renyah tatkala Cantika melambaikan tangannya ke arah dirinya Ketika di dalam mobil. Sementara Rian berlalu masuk ke dalam ketika mobil sudah berlalu di hadapannya.
__ADS_1
Bersambung...