
Keesokan harinya.
Nampak sang anak sedang duduk di teras rumah, kebetulan dia sedang libur sekolah karena hari minggu. Sementara Lia lagi pergi ke Mini Market dengan Teh Sumi. Tiba-tiba Tante Restu menghampiri Cantika.
"Sayang, sedang apa? Kok ngelamun sih," tanya sang Tante kepada anaknya Lia.
"Ehh, Tante,,,enggak ngelamun Kok, cuma lagi mikirin Mama sama Papa," jawabnya.
"Memangnya kenapa dengan Mama dan Papa!?" tanya sang Tante dengan berpura-pura. Padahal sang Tante seakan tahu isi hati dari Cantika, bahwa dia sedang memikirkan kedua orang tuanya yang terlihat tidak akur.
"Ingin seperti dulu Mama dan Papa akur," jawabnya dengan pandangan mata tertunduk.
Sang Tante menghela napas secara perlahan.
Dia ingin berkata jujur kepada anak tersebut mungkin ini saatnya, bahwa sudah terjadi perpisahan di antara kedua orang tuanya itu.
"Nak, sebenarnya Mama dan Papa sudah pisah, dan Mama yang sudah menggugat cerai Papa." ucap sang Tante dengan lirih.
___
Sontak sang anak terkejut dengan apa yang diucapkan oleh Tante Restu, sang anak tidak menyangka jika kedua orang tuanya telah berpisah. Sang Tante pun mencoba berbicara dari hati ke hati kepada sang anak karena Cantika masih terlalu kecil untuk mengerti masalah perceraian.
Seketika itu matanya pun berkaca-kaca dia tidak menyangka dengan perceraian kedua orang tuanya tersebut, karena yang dia tahu hanyalah pertengkaran biasa yang terjadi antara kedua orang tuanya itu.
"Mungkinkah Tante Desy yang menyebabkan perpisahan antara Mama dan Papa,?" gumam dalam hatinya itu.
____
Sang anak memejamkan matanya, teringat kembali ketika Tante Desy tengah menggenggam erat jemari tangan Papanya saat itu. Cantika berpikir hubungan mereka hanya sebatas teman dan setelah itu ketika terjadi pertengkaran kecil antara kedua orang tuanya, dia menyangka sang Papa sudah sadar. Cantika pun berpikir di hari kemarin ketika Tante Desy dan Papanya bertemu, Desy bersikap aneh dengan menyandarkan kepalanya ke pundak Rian. Saat kemarin pandangannya tidak fokus hanya terlihat oleh ekor matanya.
"Kenapa aku tidak menegur Tante Desy, saat itu, pantesan Papa terlihat malu ketika pandanganku lekat ke arahnya," bisik kembali hati sang anak itu.
____
"Tante,, maafkan Cantika ya, kemarin Cantika sudah bertemu dengan Tante Desy tanpa menjaga perasaan Mama Lia," ucapnya dengan menitikkan air mata.
"Kamu enggak salah Sayang, pertemuan kamu dengan Tante Desy itu, kan tidak sengaja. Papamu yang mengajak Tante Desy untuk bertemu dengan kamu, kan!? tanya sang Tante lembut.
"Kenapa aku bodoh tidak memarahi Tante Desy, aku terlena dengan buaian Tante Desy yang memberikan hadiah kepadaku," ucap hati sang anak matanya berkaca-kaca tatkala mengingat sosok Tante Desy tersebut.
Bolu yang masih tersimpan rapi yang berada di atas meja teras dari semalam belum dibuka, dan dicicipi. Kemudian dia ambil dan dia buang dengan kasar ke lantai.
__ADS_1
Plok...
Bolu pun nampak terjatuh di bawah lantai dan coklat yang menempel di Bolu tersebut jatuh lumer di bawah lantai.
Sontak sang Tante terkejut dengan tingkah polah Cantika.
"Cantika, kalau makanan jangan dibuang lebih baik kita kasihkan saja ke orang yang minta-minta," ucap sang Tante.
Sang Tante pun kembali memasukkan bolu tersebut ke dalam tas.
"Sudah kotor Tante kalau di kasih ke orang itu enggak baik!" ucapnya ketus.
"Iya, makannya. Jadi sayang kan, Bolu nya terbuang," sang Tante seakan memberikan sebuah pelajaran kepada sang anak untuk tidak membuang makanan jika masih layak di makan. Niat sang Tante memang mau diberikan Bolu tersebut ke orang lain karena Lia semalam udah mengingatkan kepada sang Tante, dan Teh Sumi jangan memakan Bolu pemberian dari Desy.
____
Cantika pun berlari ke dalam kamar, nampak setelah sampai di belakang pintu matanya lekat ke arah baju pemberian dari Desy. Dengan cepat dia mengambil baju tersebut lalu dia merobek baju itu dengan suara tangisan yang terisak.
_____
Kuping sang Tante seakan di buka lebar tatkala mendengar suara arah tangisan.
Sang Tante yang berada di teras rumah pun berpikir, datangnya dari kamar Cantika yang baru saja lari dari hadapannya.
"Sayang,,, kenapa di robek bajunya!?" tanya sang Tante.
Tante Restu nampak mengelus dada, dia pun mengerti perasaan dari sang anak, mungkin Cantika sedang kesal kepada Desy, dan imbasnya baju pemberian dari Desy dia sobek mungkin karena kesal dan memendam amarah yang belum dia ungkapkan.
•••••
"Papa sama Tante Desy jahat!!" ucapnya berteriak, seakan tidak bisa mengontrol diri.
Dengan cepat sang Tante memeluk erat Cantika. "Sabar,,,sabar Sayang," ucapnya.
Sang Tante pun membawa Cantika ke kursi sofa. "Lebih baik kita keluar yu,,,Tante mau ke Mall belanja," ucap sang Tante.
"Katanya mau pergi sama Mama renang hari ini," ucap sang anak.
____
Tante Restu pun tertegun sejenak, karena ketika di teras rumah, baru saja Lia mengabarkan tidak jadi untuk mengajak anaknya keluar karena Lia hari ini mau bertemu Desy.
__ADS_1
Sang Tante tadi mengingatkan kepada keponakannya itu jangan meluapkan emosi amarah yang berlebihan, dan harus bersikap tenang ketika menghadapi Desy.
____
"Mama nya, ada perlu dulu Sayang," ucap sang Tante.
Tiba-tiba Teh Sumi datang dari arah luar.
"Teh, sudah pulang. Bu Lia nya, mana?" tanya Tante Restu.
Dalam hati sang Tante berpikir Lia masih ada di dalam mobil dan tidak jadi pergi untuk menemui Desy, atau Teh Sumi pulang duluan karena Lia tengah bertemu dengan Desy.
Beribu tanya hinggap di kepala sang Tante.
"Ibunya ada perlu dulu bertemu dengan temannya, katanya tadi bilangnya sebentar sih," jawab Teh Sumi.
Teh suami pun menghampiri Tante Restu. "Sebenarnya Lia sedang bertemu dengan Desy, dan Teh Sumi disuruh pulang sama Ibu," ucapnya berbisik lekat ke kuping Tante Restu.
Sementara Cantika yang duduknya berada di hadapan Tante Restu, dia seakan bertanya dalam hatinya. "Teh Sumi ada apa, membisikkan sesuatu kepada Tante Restu!?".
"Oh,,,, Bu Lia sedang ke rumah temannya, pesan kue ya?" ucap sang Tante dengan berpura-pura berucap kepada Teh Sumi.
Sedangkan pandangannya mengarah ke Cantika. Karena sang Tante menyadari kalau anak tersebut tengah curiga dengan Teh Sumi yang berbisik lekat ke arah kupingnya.
_____
Ting...
Tiba-tiba pesan muncul dari ponsel milik Tante Restu, nampak disana sang keponakan memberikan sebuah pesan kalau dia sedang menunggu Desy di sebuah Kafe.
{"Tan,,,Lia, sedang menunggu Desy!"} tulis pesan Lia kepada sang Tante.
{"Lia,,, sabar,, jangan sampai terjadi keributan di Kafe itu ya, Tante khawatir dengan kamu. Atau Tante datang saja kesana ya, biar kamu tidak bertengkar dengan Desy, karena dari mulai kamu memutuskan bercerai dari suamimu, baru hari ini kamu di pertemukan lagi dengan Desy,"} tulis pesan dari sang Tante kepada Lia.
•••
Sang Tante kemudian menyeret langkahnya ke dapur, untuk menemui Teh Sumi yang hendak memasak.
"Teh, tahu enggak dimana pertemuan Lia dengan Desy!?" tanya Tante Restu begitu dihinggapi rasa penasaran.
Sang ART menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Enggak tahu Tante, tadi saya di turunkan di depan, dan Ibu Lia pun berlalu cepat," Jawab Teh Sumi.
Bersambung...