Suamiku Terjerat Cinta Sahabat

Suamiku Terjerat Cinta Sahabat
Bab: 166 Desy memohon kepada Lia..


__ADS_3

Setelah 2 hari berada di Rumah Sakit, Lia pun nampak di perbolehkan pulang oleh sang Dokter karena kondisi badannya sudah mulai stabil begitupun dengan sang anak nampak terlihat sehat.


Dengan hati-hati Adrian menggendong sang anak. Sementara kedua orang tuanya Adrian ada disana juga untuk menjemput mereka.


Di dalam mobil nampak Adrian bahagia sekali begitu pun dengan sang istri yang nampak bahagia dengan kelahiran anak keduanya itu.


Ting...


Tiba-tiba pesan muncul dari ponselnya Lia dan tetap dengan nomor yang tidak dikenalnya.


{"Lia, maafkan aku atas pengkhianatan dulu kepada suamimu. Dan dulu kamu selalu bercerita tentang wanita yang mengkhianati kamu yaitu teman kantornya suamimu. Betapa sakit hatimu. Bagaimana kalau kita balas kan dendam kita kepada dia? Aku punya rencana untuk menyekap wanita brengsek itu. Pernikahan aku baru seumur jagung dengan suamiku tapi hancur gara-gara wanita itu!"} tulis pesan yang nampak muncul dari ponselnya.


Lia pun sudah menduga itu adalah Desy karena dari pesan yang dia sampaikan begitu jelas tertulis.


Lia nampak berpikir mengapa Desy menyampaikan hal itu kepada dirinya karena dia sudah tidak ada hubungan lagi sama Rian dan Lia sudah tidak peduli dengan hal itu.


"Aku tahu orangnya yaitu Citra, dia yang merebut Rian dari Desy,' gumam hati Lia.


______


Keesokan harinya.


Kedua orang tuanya Lia nampak tidak jadi datang ke rumah Lia karena meraka masih berada di luar kota. Dan Adrian pun sedang ada urusan bisnisnya jadi dia tidak ada di rumah. Sementara Lia masih tinggal di rumah mertuanya, dan kedua mertuanya sedang tidak ada di rumah.


Tok...Tok...Tok...


"Neng, ada tamu," ucap sang ART mengetuk pintu dari arah luar beberapa kali.


"Siapa Mbak?" tanya Lia yang sedang menyusui anaknya itu.


"Enggak nyebutin namanya," jawab sang ART.


"Tunggu sebentar," jawab Lia.


Lia menyeret langkah kakinya ke depan pintu kamarnya lalu dia pun nampak membukakan pintunya.


________


Ceklek...


Akhirnya pintu pun terbuka dengan lebar dan nampak Lia menggendong sang bayi keluar dari dalam kamar.


Sang ART nampak masih mematung di depan pintu dengan tersenyum ramah.


"Siapa Mbak?" tanya Lia kembali kepada sang ART dengan dihinggapi rasa penasaran karena dia tidak pernah memberikan alamat mertuanya kepada siapapun juga.

__ADS_1


"Seorang wanita bertubuh mungil dan parasnya lumayan cantik," jawab sang ART.


Nampak Lia mengernyitkan dahinya karena dihinggapi rasa tanya dalam diri. Tanpa pikir panjang Lia pun dengan cepat menyeret langkah kakinya ke arah teras rumah.


_______


Tiba di teras rumah.


Setelah di teras rumah nampak seorang tamu wanita sedang duduk membelakanginya dan nampaknya Lia seperti mengenalinya.


"Sepertinya wanita yang tengah duduk itu adalah Desy, ngapain dia kesini," bisik hati Lia.


Lia pun mencoba mengatur napasnya karena dia dihinggapi rasa kesal, kecewa, mencoba sabar selama ini, semua campur menjadi satu kepada Desy sahabat lamanya itu.


Ehem...


Lia nampak berdehem ketika dia begitu yakin yang kini tengah berada di hadapannya itu adalah Desy sahabatnya dulu yang pernah menyakiti hatinya.


Sontak Desy terkejut dengan suara bunyi deheman tersebut dan dengan cepat dia menoleh ke arah belakang.


_________


"Hai, Lia kamu sudah melahirkan?" Desy tersenyum sumringah dan menatap lekat ke arah sang bayi yang tengah di gendong oleh Lia.


"Lia, anaknya laki-laki atau perempuan?" tanya Desy penuh basa-basi.


Nampak Lia tidak peduli dengan pertanyaan dari Desy tersebut.


"Mau apa kamu kesini!?" Lia terlihat ketus.


"Mau apa!? Seharusnya kamu jangan bertanya seperti itu karena mungkin kamu tahu kedatanganku kesini mau apa karena sebelumnya aku sudah memberikan pesan kepada kamu bahwa aku tengah cemburu kepada seorang wanita," jawab Desy.


"Lalu kenapa kamu datang kesini, bukannya menyelesaikan masalah sendiri." Lia terlihat kesal kepada Desy karena Desy seakan membawa dirinya untuk lebih dalam ke urusan rumah tangganya yang sedang bermasalah karena sang suami berselingkuh.


"Sebelumnya aku minta maaf Lia karena dulu aku telah merebut Rian dari kamu dan sekarang aku merasakan hal yang sama suami berselingkuh dan betapa sedih aku saat ini karena pernikahan aku baru seumur jagung seharusnya ini masa terindah bagi aku dengan lebih dekat kepada sang suami tapi nyatanya tidak seperti itu." ucap Desy kembali dihinggapi rasa kecewa dan kesal terhadap sosok suaminya itu.


"Jangan bertele-tele Des, aku capek dengarnya," ucap Lia yang masih tidak mau Menatap Desy karena hatinya sudah kesal.


"Citra pernah nyakitin kamu dan aku sekarang disakiti oleh Citra dengan cara dia berselingkuh dari Rian. Dan aku ingin minta bantuan kamu, bagaimana kalau kita balas dendam kepada Citra. Aku punya rencana agar Citra ada sifat jera. Akan aku sekap dia! Lia, kamu punya kenalan tidak orang yang mau bantu aku, atau orang bayaran!" ucap akal licik Desy.


_______


Sontak Lia terkejut dengan apa yang di ucapakan oleh Desy tersebut. Matanya terbelalak dalam hatinya berpikir.


"Ngapain juga aku harus bantu wanita brengsek!" gumam hati Lia.

__ADS_1


Lagian Lia tidak ada hubungan apapun dengan Desy untuk sekarang ini meskipun dia baru saja minta maaf dan Lia pernah terluka juga oleh Citra karena baginya sekarang dia sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi dengan Desy.


Kelakuan Desy pun nampak tidak terpuji dengan mengajak dia untuk berbuat jahat.


_______


"Kamu pikir aku wanita jahat seperti kamu! Buat apa kamu ajak aku dan kamu ingin di bantu sama aku," tegas Lia dihinggapi rasa kesal dan mencoba menahan amarahnya.


"Lia, aku tidak ada teman lagi. Aku mohon aku ingin menghancurkan Citra tapi aku tidak tahu caranya bagaimana. Begitu sakit hati aku ternyata setelah aku minggat dari rumah mertua pun, Rian kembali menjalin hubungan dengan Citra. Aku sangat mencintainya dan tidak mau kehilangannya." Desy seakan memohon kepada Lia matanya berkaca-kaca.


Lia pun kembali mengingat masa lalunya dulu bersama Rian yang rumah tangganya diganggu oleh Citra juga Desy. Lia nampak mencoba mengatur deru napasnya yang seakan dihinggapi rasa emosi yang memuncak.


_________


"Keluar,,, Keluar kamu!" bentak Lia dengan menggenggam erat bayinya dari gendongan.


"Tapi Lia, aku minta maaf. Aku menyesal! Baru kusadari tidak ada teman untuk tempat mengadu dan hanya kamu yang dulu selalu mengerti perasaan aku!" Desy terlihat memelas.


"Aku yang selalu mengerti perasaan kamu sedangkan kamu tidak mengerti perasaan aku, dasar kamu licik!" ucap Lia dan sepertinya Lia sudah tidak tahan dengan rengekan Desy yang sejak ingin dikasihinya.


"Mbak,,,,!" teriak Lia kepada sang ART yang sedang berada di dapur.


________


Tak lama kemudian sang ART pun datang menghampiri dengan membawa minuman jus buah naga yang begitu kental.


"Mbak, usir dia dari sini. Aku pusing!" ucap Lia terlihat kesal.


"Lia,,,,tunggu!" Desy dengan cepat menggenggam tangan Lia yang hendak berlalu dari hadapannya itu.


Dengan cepat Lia menghempaskan lengan Desy yang menggenggam tangannya itu.


"Tapi Lia,,!" Desy merengek.


Hal tersebut bukannya membuat Lia dihinggapi rasa iba namun menjadi kesal dibuatnya oleh tingkah Desy yang seakan seperti anak kecil dan tidak tahu malu.


Lia dengan cepat mengambil jus buah naga lalu dengan cepat dia siramkan kearah Desy. Sepertinya Lia sudah dihinggapi rasa amarah yang terpendam.


Dengan sigap sang ART pun mengambil lap dan niat dia ingin membersihkannya jus kental yang baru saja Lia siram kearah Desy, namun di cegah oleh Lia.


"Mbak enggak usah dibersihkan dan kamu Desy cepat keluar dari sini sebelum kemarahan aku semakin memuncak," Lia pun dengan cepat memasuki rumah.


Desy merasa dihinggapi rasa bersalah dan dia hanya termangu sambil membersihkan bajunya yang terkena siraman jus naga yang begitu lembut kental.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2