Suamiku Terjerat Cinta Sahabat

Suamiku Terjerat Cinta Sahabat
Bab: 71 Frisilia Mehendra cemburu


__ADS_3

Acara makan.


Acara makan pun di mulai, disana nampak ada Bolu ulang tahun yang sudah dibelikan oleh Adrian untuk kejutan sang Mama. Nampak sang Mama senang sekali terlihat dari raut mukanya apalagi Adian memberikan hadiah sebuah liontin kalung yang begitu berkilau.


"Terima kasih, Sayang! Mama doakan semoga kamu cepat menikah," ucap sang Mama lekat ke kuping anaknya tersebut.


Adrian pun tersenyum lebar penuh dengan rasa haru ketika sang Mama mengucapkan kalimat seperti itu, dan pandangannya langsung mengarah terhadap Lia yang sedang menunduk.


Sementara sang Papa masih berada di dalam kamar belum keluar.


______


Beberapa menit kemudian.


"Mah, teman Papa mau ke sini sama anaknya, dia tidak sengaja mampir ke arah sini.Terus Papa ajak makan di sini saja, bareng sama kita. Enggak apa-apa kan Mah!?" tanya sang Papa dengan pandangan mengarah ke arah istrinya.


"Boleh, Pah, dengan senang hati," jawab sang istri tersenyum.


Suara bunyi klakson mobil dari arah depan rumah terdengar jelas oleh semua orang yang berada di meja makan, pandangan mereka pun mengarah ke arah depan rumah. Sang ART Mak Lastri langsung tergopoh-gopoh menuju garasi halaman rumah untuk membukakan pintu garasi.


"Mak Lastri, temanku sudah datang. Tamunya suruh langsung masuk kesini saja. Bilangin ya sama tamunya," ucap sang Papa.


_____


Pintu halaman rumah terbuka lebar.


Mobil sedan berwarna hitam pun masuk ke garasi halaman rumah.


Nampak keluar dari dalam mobil tersebut seorang lelaki yang sudah tidak muda namun dia nampak terlihat gagah dan penampilannya sangat rapih. Sementara dari arah pintu kiri mobil keluar seorang wanita yang begitu cantik dan anggun, kulitnya putih bersih, badannya tinggi, dan terlihat ada lesung pipi sehingga ketika tersenyum kepada Mak Lastri yang sedang menatap kepadanya, Mak Lastri pun terpesona dengan kecantikan dan anggunnya wanita tersebut.


"Silahkan,,,masuk Neng," ucap Mak Lastri tersenyum kepada sang tamu.


"Iya,," sang wanita menganggukkan kepalanya, dan terlihat sopan. Wanita tersebut tidak lain adalah Zahira sang Dokter yang akan di jodohkan oleh Papa Steven kepada Adrian.


"Saya mau bertemu dengan Pak Steven," ucap sang lelaki tersebut yaitu Papa dari Zahira, yang bernama Pak Bagas.


"Silahkan,, silahkan, masuk! Kata Pak Steven langsung saja ke ruang makan," ucap Mak Lastri dengan membawa sang tamu menuju ke ruang makan.


Mereka pun masuk ke dalam ruangan rumah tersebut, nampak ketika berjalan Zahira terlihat sangat anggun. Dan senyuman di bibirnya seakan tidak pernah dia sembunyikan selalu merekah seakan tidak lelah mata untuk memandang.


_____


Pak Bagas dan Zahira berjalan ke arah meja makan yang letaknya dekat dengan ruang keluarga.


"Assalamu'alaikum,," ucap Pak Bagas dengan Zahira, secara bersamaan


Sontak yang sedang duduk di meja makan pandangannya mengarah ke tamu yang mengucapkan salam.

__ADS_1


"Wa'alaikum salam," mereka pun mengucapkan balasan salam kepada tamu yang datang.


"Halo, Pak Bagas dan Zahira, senang kalian datang kesini, selamat datang di rumah kami," ucap Pak Steven.


"Perkenalkan ini istri saya, dan ini anak saya Adrian, dan temannya," ucap sang Papa memperkenalkan semua orang yang sedang duduk di meja makan tersebut.


_______


Degh...


Sontak Mama Silvi dan Adrian mata nya saling berpandangan, dan sedikit terkejut dengan sang Papa dengan menyebutkan nama Zahira, karena wanita yang akan di jodohkan oleh sang Papa bernama Zahira.


Nampak mereka pun mengulurkan tangannya dan bersalaman.


Sang Mama dan Adrian baru melihat sosok Zahira. Sedangkan Lia tidak mengetahui bahwa wanita yang tengah ada di hadapannya itu adalah wanita yang akan di jodohkan oleh Papanya Adrian.


_____


Sang tamu pun duduk di meja makan.


"Kita tidak sengaja loh, datang kesini dadakan. Pas tadi Pak Steven bilang istrinya ulang tahun, saya terkejut karena saya belum siap bawa kado," ucap Pak Bagas tersipu malu sambil melirik ke arah Mama Silvi.


_______


Nampak Zahira matanya curi-curi pandang terhadap Adrian.


Nampak terlihat oleh ekor mata Adrian, Zahira tengah lekat pandangannya terhadap dirinya dan Zahira terlihat tersipu malu agak gugup karena terlihat dari gestur tubuhnya.


Dan ini seakan menyiratkan tanya bagi diri Lia terhadap Zahira. Ketika pandangan Lia pun tengah mengarah ke arah Zahira.


_______


"Enggak apa-apa, Pak, sudah mau berkunjung ke rumah kami juga alhamdulilah, terima kasih," ucap sang Mama kepada Pak Bagas tersenyum ramah.


"Iya soalnya tadi dadakan habis jemput Zahira yang sedang tugas di Rumah Sakit," ucap Pak Bagas kembali.


Degh...


Sontak dada Lia dag-dig-dug tidak karuan saat Pak Bagas berucap (Menjemput anaknya yang sedang tugas di Rumah Sakit!" Lia pun pikirannya berselancar, ketika Adrian menyebutkan bahwa dia akan di jodohkan oleh sang Papa dengan seorang Dokter.


"Apakah wanita ini yang akan dijodohkan oleh Papanya Adrian!? Tapi Papanya Adrian tidak salah dengan menjodohkan seorang wanita yang sekarang tengah berada di hadapanku kepada anaknya, karena wanita ini nampak terlihat olehku, wanita yang baik dan sopan. Dan dia juga sangat cantik, sangat pantas kalau Adrian bisa mendapatkannya, lebih baik aku mundur karena kalau dibandingkan dengan aku mungkin jauh beda, aku tidak pantas untuk bisa bersanding dengan Adrian. Aku hanyalah wanita yang pernah gagal dalam berumah tangga dan sudah mempunyai anak," Lia menghela napas panjang.


Lia seakan ragu dan malu jika harus bersanding dengan Adrian yang notabene wanita yang akan di jodohkan oleh Papanya Adrian adalah wanita yang jauh lebih sempurna.


_______


Adrian seakan tahu perasaan Lia saat ini seperti apa, karena dari tatapan Lia kepada Zahira seakan menyiratkan ada rasa cemburu dan tidak percaya diri.

__ADS_1


"Ayo,,makan semua, ini masakan Mama, enak semua loh," ucap Adrian dengan nada bicara yang terdengar nyaring agar semua yang tengah berada disana pikirannya buyar dan beralih ke hidangan yang sudah siap di atas meja.


"Iya,, silahkan," sambung sang Mama melirik kesemua yang duduk di atas meja makan.


Akhirnya semua yang tengah duduk di meja makan pun pandangannya beralih ke makanan yang sudah tersedia di meja makan. Kemudian mereka pun menikmati makanan yang sudah terhidang.


______


Setengah jam kemudian.


Setelah selesai acara makan, Pak Bagas pun dan anaknya duduk di ruang tamu. Beserta Adrian dan Lia. Sementara Papa Steven dan Mama Silvi sedang berbicara serius setelah makan bersama.


"Mah, gimana cocokkan Adrian dengan Zahira!? Kalau kita jodohkan. Mama lihat sendiri Zahira begitu sopan, dan terlihat pintar dari cara bicaranya. Papa suka dengan kepribadian dia Mah,! Apakah Mama masih ragu terhadap Zahira?" tanya sang Papa menatap lekat kepada sang istri.


______


Sang Mama hanya terdiam dia seakan ragu untuk memberikan tanggapan kepada sang suami tentang pribadi Zahira. Dalam benak sang Mama sebenarnya apa yang diucapkan oleh sang suami sangat betul sekali, bahwa Zahira adalah wanita pintar dan sopan jadi pantas jika di jodohkan dengan Adrian, tapi di lain sisi ada wanita lain yang kini tengah menunggu hati sang anak yang begitu dia dambakan sejak dulu yaitu sosok Lia.


"Mah,,,!" sang Papa kembali memanggilnya.


Sang Mama seakan ditarik paksa dari lamunannya, dia sedikit terkejut karena sang suami kembali memanggilnya.


"Iya-iya Pah, tapi Adrian kan belum tentu mau sama Zahira!" ucap sang Mama dengan tatapan mengarah ke ruang tamu, dan nampak disana terlihat Zahira tengah ngobrol dengan Lia, dan entah apa yang sedang mereka bicarakan. Sementara Adrian dan Pak Bagas terlihat tersenyum tipis melihat obrolan kedua wanita tersebut.


"Nanti setelah tamu pulang, Papa akan nanya serius kepada Adrian, semoga dia mau menerima dengan perjodohan ini," ucap sang Papa. Dia seakan berharap sang anak mau menerima perjodohan ini.


Pak Steven pun seakan menghargai perasaan Lia, dia tidak mau berbicara hal yang begitu pribadi ini, ketika keberadaan Lia ada disini.


____


Di ruang tamu.


"Boleh, kalau mau konsultasi masalah kecantikan atau beli produknya dengan senang hati," ucap Zahira kepada Lia


Ternyata Zahira adalah seorang Dokter kecantikan, dan sudah mengeluarkan produk kecantikan perawatan muka dan tubuh. Zahira pun mengeluarkan kartu namanya kepada Lia.


______


"Nampak Lia dan Zahira sangat begitu akrab, mereka berdua wanita yang baik dan supel. Dan dari tutur kata Zahira, dia wanita yang baik dan dewasa sama seperti Lia." gumam hati Adrian.


Nampak terlihat oleh Lia ketika Adrian tengah menatap lekat kepada Zahira yang sedang mempromosikan produk kecantikan kepadanya, tatapan Adrian begitu lekat menatap tajam Zahira. Entah mengapa dada Lia sontak bergemuruh tidak karuan, seperti dihinggapi rasa cemburu yang teramat.


"Apakah Adrian sudah mulai ada rasa suka terhadap sosok wanita yang begitu lembut dan pintar saat berbicara? Atau mungkin rasa cemburuku sedang meraja!?" beribu tanya hinggap dalam dirinya.


Frisilia Mehendra pun menundukkan pandangannya, mengatur napas untuk menetralkan detak jantung yang menggila.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2