Suamiku Terjerat Cinta Sahabat

Suamiku Terjerat Cinta Sahabat
Bab: 56 Rasa Kesal


__ADS_3

Tiba di rumah.


Nampak Rian dan Cantika tiba di rumah Tante Restu. Rian pun menurunkan sang anak turun dari dalam mobilnya.


"Pah, ayo masuk dulu ketemu sama Mama." rengek sang anak sambil membawa kue bolu pemberian dari Desy.


"Papa mau lihat dulu Nenek, Cantika istirahat tidur sama Mama ya," ucap Rian tersenyum renyah kepada sang anak dan mencium keningnya.


"Ya, sudah. Tapi besok jadi kan, ke rumah Tante Desy!?" tanya sang anak kembali.


_____


Nampak Rian tertegun dengan pertanyaan sang anak, dia pun seakan ragu untuk mengunjungi rumah Desy yang baru. Karena di sana sedang berkumpul keluarga besar Desy, dan Rian pun merasa risih dan belum siap jika nanti orang tuanya Desy mengajak Rian untuk serius menjalin hubungan dengan anaknya, karena Rian berpikir ketika tadi Desy berbicara dengannya, dia nampak antusias sekali untuk bisa mendapatkan Rian agar cepat menikahinya.


____


"Nanti saja kalau jadi, Papa kasih kabar kepada Mama atau Tante Restu, pokoknya besok sore Cantika jangan kemana-mana," jawab Rian mencoba memberikan jawaban yang bijak terhadap sang anak.


Cantika pun menganggukkan kepalanya lalu dia keluar dari dalam mobil dan mencium punggung tangan sang Papa. Cantika pun berlalu dari hadapan sang Papa.


Nampak Rian menghela napas panjang, ketika sang anak sudah tidak ada di dalam mobilnya tersebut.


Rian pun kembali melajukan mobilnya untuk pulang dan istirahat kembali ke rumahnya.


_____


Nampak di luar teras Teh Sumi dan Tante Restu sedang duduk menunggu kedatangan Cantika. Dan tatkala melihat Cantika membuka gerbang garasi halaman rumah, senyum pun merekah dari Tante Restu, dan Teh Sumi karena Cantika sudah pulang.


"Sayang,,,lama banget perginya. Tadi jalan-jalan kemana sama Papa Rian!? Bajunya baru ya, langsung dipakai. Di beliin Papa ya? Bagus banget," ucap sang Tante dengan mencecar pertanyaan, sambil memandangi wajah Cantika yang terlihat cantik ketika memakai baju barunya yang dibelikan oleh Desy.


Cantika hanya tersenyum dan menyimpan tas yang berisi Bolu di atas meja.


Tante Restu pun membuka tas yang simpan oleh Cantika yang dia taruh di atas meja.


"Wah, Bolu rasa coklat, Papa Rian yang beliin ya," ucap Tante Restu.


"Bukan, semua yang beliin Tante Desy!" jawab Cantika.


"Tadi kamu ketemu sama Tante Desy!?" tanya Tante Restu.


Cantika menganggukkan kepalanya, dengan pandangan menunduk. Dia seperti dihinggapi rasa takut karena dari sorot mata sang Tante seakan dihinggapi rasa marah.


•••••


"Apa,,, Kamu ketemu dengan Tante Desy, dan baju beserta Bolu dikasih juga sama Tante Desy!?" tiba-tiba Lia datang.


Lia dari tadi menguping dan berdiri mematung di balik pintu, tapi semua orang membelakanginya. Jadi mereka tidak tahu kalau Lia sedang ada disana.


Nampak Tante Restu terkejut dengan kedatangan Lia, Tante Restu pun seperti salah tingkah dengan ucapan Cantika, takut menyinggung perasaan Lia, karena sang anak baru saja berbicara bahwa baju yang dia pakai, dan Bolu yang berada di atas meja adalah pemberian dari Desy.


"Cantika, ayo ganti baju, dan Bolu nya jangan dimakan!" ucap Lia. Terdengar Lia dari nada bicaranya dihinggapi emosi dan kesal yang teramat.


"Ayo, Sayang, ganti bajunya ya, mandi dan istirahat tidur," ucap sang Tante tersenyum kepada Cantika.


_____

__ADS_1


Nampak Cantika berlalu dari hadapan sang Tante, dan Teh Sumi pun nampak terlihat dihinggapi rasa khawatir dengan melihat sang majikan menampakkan wajah cemberutnya.


"Teh, tolong buang saja Bolu nya, jangan sampai di makan sama orang yang ada disini, karena Bolu itu pemberian dari Pelakor! Tidak berkah untuk di makan!" ucap Lia dengan kesal. Lia pun menyeret langkah kakinya mengikuti sang anak yang sudah duluan berlalu dari hadapannya itu.


___


Tiba di kamar.


"Cantika mandi cepat, dan bajunya simpan ditempat cucian!" ucap Lia.


"Jangan dicuci Mah, besok Cantika mau ke rumah Tante Desy, ada acara. Tante Desy menyuruh Cantika pakai baju ini besok," ucapnya. Sang anak pun membuka bajunya dan menggantungkan baju tersebut di belakang pintu kamar.


kemudian Cantika memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri.


Lia mengepalkan tangannya, dia begitu dihinggapi rasa marah terhadap sosok Desy.


"Tahan Lia! Kamu simpan dulu rasa amarah kamu!" gumam hatinya.


Lia pun seakan tidak mau melampiaskan rasa amarahnya itu terhadap sang anak yang sedang gembira yang nampak terlihat dari raut wajahnya.


_____


"Lia, makan yu," tiba-tiba sang Tante datang menghampiri Lia ke dalam kamar, kebetulan kamar tersebut sedang terbuka lebar tidak dikunci.


"Iya,,,Tan, nunggu Cantika sedang mandi," jawabnya. Lia mencoba menenangkan deru napasnya yang tengah memuncak dihinggapi rasa marah.


Tante Restu seakan tahu perasaan Lia seperti apa saat ini, tatkala mendengar Cantika baru saja bertemu dengan Desy, dan dibelikan baju beserta Bolu oleh sahabatnya itu yang tengah dia benci saat ini.


_____


"Tante harap kamu jangan menyalahkan Cantika, karena Cantika masih kecil tidak tahu apa-apa," sang Tante kembali berucap dan mencoba bersikap tenang tatkala berucap kepada keponakannya tersebut karena takut menyinggung perasaan Lia.


•••••


"Tante, Bolu nya enak enggak!?" tiba-tiba Cantika keluar dari kamar mandi, terlihat dia sangat segar setelah badannya diguyur oleh air hangat yang mengucur dari shower.


Sang Tante nampak melirik ke arah Lia.


Lia pun terlihat mengerti dengan sikap dari Tantenya tersebut. Dia berpikir sang Tante ragu untuk mengucap, rasa Bolu tersebut, karena tadi Lia menyuruh kepada Tante Restu dan Teh Sumi untuk tidak memakan Bolu pemberian Desy.


"Nanti Sayang, belum dimakan sama Tante. Soalnya Tante mau makan dulu nasi, kalau Tante makan Bolu, nanti kenyang. Enggak bisa makan dong! Ayo,,, kita makan bareng sama Mama, kita keluar ke meja makan," ajak sang Tante mencoba tersenyum kepada Cantika.


"Ayo, makan nasi setelah itu istirahat tidur, besok Mama mau ajak kamu jalan-jalan. Kita berenang," ucap Lia.


"Besok, Cantika di ajak Tante Desy untuk datang ke rumahnya. Katanya ada acara syukuran, dan Papa mau jemput Cantika lagi kesini," tanpa disadari Cantika telah menyinggung perasaan Lia, karena dia kembali menyebut nama Desy, dan yang lebih menyakitkan, Cantika berucap bahwa Rian akan kembali menjemputnya untuk pergi ke rumah Desy karena ada acara syukuran.


Cantika pun bersenandung sambil keluar dari kamar untuk menuju ke meja makan.


___


Sang Tante mengelus pundak Lia dengan lembut, Tante Restu nampak menghela napas secara perlahan. "Makan yuk,," ucap Tante Restu dengan lirih dan tersenyum renyah kepada keponakannya itu.


"Tan, apa aku harus menelepon Rian, agar dia jangan datang lagi kesini untuk bertemu dengan anaknya apalagi si Desy. Aku tidak ikhlas kalau sampai Cantika sering bertemu dengan Desy," ucapnya sambil membuang napas kasar.


"Kamu tenangkan saja diri kamu, jangan terbawa emosi. Mending makan dulu yu,,biar perut kamu terisi dan kamu bisa berpikir jernih, karena kalau perut kosong mempengaruhi pikiran kamu, jadi tidak karuan," ejek sang Tante.

__ADS_1


•••••


Sang Tante pun menyeret langkah kakinya menuju meja makan, dengan menggandeng tangan Lia. Sebenarnya Lia tidak mau makan atau mengisi perutnya, karena pikirannya tidak karuan setelah mendengar sang anak sudah bertemu dengan Desy, sahabat yang dia buat marah dan kesal.


Tapi dia menghargai sang Tante untuk bisa makan bareng bersama di meja makan.


___


Di meja makan.


"Lauknya sama seperti tadi, Ikan gurame. Waktu Cantika makan dengan Papa," ucap Cantika ketika membuka tudung saji yang berada di meja makan.


"Memangnya tadi Cantika makan dimana sama Papa?" tanya Teh Sumi.


"Di Restoran," jawabnya.


"Ayo makan lagi Ikan gurame nya! Ini yang masak Mama Lia, biasanya Cantika suka dengan Ikan gurame kalau yang masak Mama Lia," ucap Teh Sumi, dengan menaruh Ikan gurame ke dalam piring.


"Enggak ah, enggak mau makan! tadi makan banyak Ikan gurame di Restoran!" ucap anak tersebut. Cantika pun hanya duduk di meja makan dan mengaduk air teh hangat.


•••


"Ayo, makan, mumpung masih panas. Kata Mama Lia kamu suka Ikan gurame," tiba-tiba sang Tante dan Lia datang menghampiri meja makan.


"Iya,,, Ayo, makan!" sambung Lia sambil menatap sang anak.


"Kata Cantika, dia tidak mau makan, karena sudah kenyang tadi makan Ikan gurame dengan Papanya, di Restoran," ucap sang ART dengan pandangan menunduk, seakan tidak mau melihat raut wajah Lia yang mungkin dihinggapi rasa kecewa.


"Lia,,, ayo, bareng dengan Tante makannya, bentar lagi pasti Cantika makan, pasti lapar dia, kalau lihat Mamanya makan," sang Tante mencoba mengalihkan ucapan.


•••••


Sang Tante berpikir, jangan sampai Lia kecewa dengan sang anak karena masakannya tidak jadi di makan oleh sang anak, dengan alasan sama menu-nya seperti yang dia makan tadi bersama Rian.


Lia pun makan bersama sang Tante, nampak dari gestur tubuhnya seperti tidak berselera makan.


"Lia,, masakan kamu enak juga ya,," ucap Tante Restu dengan melirik Cantika.


Cantika hanya diam menatap Lia yang hanya mengaduk nasinya itu.


"Kenapa perasaan aku tidak karuan, aku kesal kepada Cantika, kenapa dia tidak mencicipi masakan aku!" gumam hatinya.


"Ayo,,, Cantika! Kamu memang hebat Lia, jago masak!" kembali sang Tante memuji Lia dengan masakannya itu. Secara tidak sadar sang Tante sedang merayu hati Cantika agar mencicipi masakan Mamanya agar Lia tidak kecewa kepada Cantika yang terlihat cuek ketika berada di meja makan.


Cantika menatap sang Tante, dengan makan lahapnya. Dan Cantika pun terlihat menelan ludah seakan tergoda oleh sang Tante ketika menikmati Ikan gurame tersebut.


"Mau makan ah, Cantika juga." ucapnya.


Sontak Lia menampakkan muka sumringah tidak cemberut lagi , saat sang anak ingin mencicipi masakannya.


"Ayo,,, Sayang, enak loh, ini Tante juga nambah lagi makannya," sang Tante pun terlihat senang tatkala Cantika mau mencicipi masakan Mamanya.


Sang Tante kemudian menaruh Ikan gurame ke atas piring yang akan di makan oleh Cantika yang terlihat nampak menelan ludah.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2