Suamiku Terjerat Cinta Sahabat

Suamiku Terjerat Cinta Sahabat
Bab 196 Sang Ibu membujuk Lia


__ADS_3

Tiba di rumah.


Cantika langsung masuk ke dalam rumah dengan tangisan yang terlihat kesal dan kecewa. Sang Nenek pun menyuruh sang ART agar menemani Cantika di dalam kamar untuk mencoba menenangkannya.


Ibunya lia merebahkan tubuhnya di kursi sofa, beberapa bisnis yang belum selesai nampak berkasnya numpuk di meja kerjanya. Sang suami pun nampak sedang tidak berada di rumah karena tengah mengurus bisnisnya juga. Sang Ibu pun merasakan jika dirinya sangat sibuk begitupun dengan anaknya Lia.


"Aku yakin Cantika merasa kesepian dengan situasi ini," gumam hatinya. Dia pun kemudian mencoba menghubungi Lia tapi ponsel Lia terlihat nampak sibuk tidak bisa dihubungi. Akhirnya sang ibu harus bersabar untuk bisa kembali menghubungi sang anak yang tengah berada di luar kota karena urusan bisnisnya.


{"Nak, sedang sibuk ya? Nanti kalau sudah santai hubungi Ibunya,"} pesan pun terkirim oleh Ibunya Lia.


________


Selang setengah jam kemudian Lia pun menelepon sang Ibu dan menanyakan kondisi sang anak keadaannya bagaimana setelah dibawa ke Dokter. Lia nampak seperti kecapean dan lelah ketika menelepon sang Ibu karena nampak terdengar dari nada suaranya. Mungkin karena kecapean yang harus berurusan dengan bisnisnya yang begitu menyita waktunya.


{"Alhamdulillah anakmu sehat tapi dia sepertinya kecewa dengan kamu, Nak!"} ucap sang Ibu terlihat dari nada bicaranya seperti dihinggapi rasa sedih.


Lia pun nampak penasaran dengan ucapan sang Ibu yang mengatakan bahwa sang anak sangat kecewa dengan dirinya. Dia berpikir materi yang dia berikan terhadap sang anak selalu dia berikan dan apapun yang anak minta selalu diberikannya. Namun tidak bisa dipungkiri untuk sekedar pergi berlibur memang jarang Lia lakukan semenjak dia sibuk dengan bisnisnya itu. Yang dia lakukan hanya memberikan uang dan sang anak hanya di temani oleh sang ART atau Tante Restu. Itu pun jika Tante Restu tidak sibuk karena sang Tante pun nampak sibuk dengan bisnisnya.


______


{"Kecewa karena kamu sibuk."} jawab sang Ibu jujur dan terdengar ketika berucap sang Ibu pun seperti dihinggapi rasa khawatir dengan kondisi sang cucu yang tadi nampak melamun tatkala mengeluh soal Lia yang seakan tidak peduli dan hanya peduli terhadap adiknya atau anak dari pernikahannya bersama Adrian.


Lia terdengar terkejut dengan apa yang di ucapkan oleh sang Ibu karena selama ini sang anak tidak pernah mengeluh dengan keadaan seperti ini. Walaupun Lia sibuk dan sang anak selalu menampakkan senyum manisnya tanpa berkeluh kesah sedikitpun.

__ADS_1


{"Masa sih Bu, Cantika selama ini baik-baik saja kok, tidak mengeluh sedikitpun. Dia anak lembut dan pintar pasti mengerti dengan kondisi Mamanya seperti ini,"} jawab Lia.


______


Lia pun nampak tak percaya tatkala mendengar kabar tersebut bahwa Cantika kecewa dengan dia jarang ada di rumah.


Sang Ibu seperti membela cucunya, Ibunya Lia seakan merasakan kegundahan dan rasa sepi dari sang anak. Dia pun menyadari dulu dia sibuk dan sang anak, Lia terlantar. Dan Lia akhirnya lebih memilih kenyamanan hidup dari Tante Restu yang setia menemani. Dan sang Ibu berharap jangan sampai kesalahan yang dia lakukan ketika dulu kini berimbas kepada cucunya.


Hal yang ditakutkan oleh sang ibu adalah ketika Cantika suatu saat nanti mencari kenyamanan diluar dalam arti kata mencari kenyamanan dari Rian atau Bu Viona. Bisa saja pada akhirnya nanti sang anak lebih nyaman kepada Rian sang Papa.


"Aku takut Viona mengambil alih semua," gumam hati Ibunya Lia terlihat meringis seakan tidak mau jika sang cucu kedepannya dekat dengan sosok Viona yaitu teman yang sangat dibencinya.


________


{"Apa kamu lebih baik keluar saja dari bisnis kamu, suami kamu Adrian sudah mapan dan kamu tidak perlu sudah payah untuk mencari uang,"} ucap sang Ibu.


{"Belum bisa Bu, untuk saat ini dan Lia tidak mau mengandalkan hanya dari uang suami saja sedangkan Lia juga punya anak yang butuh biaya yaitu anak dari pernikahan bersama Rian. Mana Rian, sampai saat ini belum kasih biaya, bertemu saja tidak mau,"} ucap Lia terdengar dihinggapi rasa kesal yang teramat dalam terhadap mantan suami tersebut.


______


DEGH..


Dalam hati Ibunya Lia berkata padahal sang anak baru saja bertemu dengan Rian tapi sang Ibu belum bisa membicarakannya kepada Lia. Dan dalam hati sang Ibu pun berpikir kedekatan antara Cantika dan sang anak sangatlah erat terjalin malahan sang anak ingin ikut bersama Rian.

__ADS_1


{"Sebenarnya ada hal yang ingin di bicarakan sama Ibu, tapi sudahlah. Lagian kalau di telepon terpaut waktu."} ucap Ibunya Lia.


Dia sebenarnya ingin membicarakan masalah Rian yang kini tengah menjadi supir pribadinya. Dan pertemuan sang cucu dengan Rian atau Papanya. Tapi sepertinya sang Ibu belum siap jika harus berkata sekarang masalahnya Lia seperti sedang kelelahan. Takutnya jika berbicara di sambungan telepon terjadi kesalahpahaman karena tidak bertemu langsung hanya lewat sambungan telepon.


{"Mau bicara apa Bu? Ngomong saja. Cantika perlu liburan keluar negeri sama Ibu atau mau belanja, pasti akan Lia kabulkan,"} ucap Lia.


Nampak sang Ibu terdiam.


"Bukan, bukan itu yang diinginkan oleh anakmu Lia, dia ingin kehangatan kasih sayang kamu. Dan bukan hal itu yang akan Ibu ucapkan, pertemuan anakmu dengan Rian," gumam hati sang Ibu bergejolak.


_______


Sang Ibu nampak menghela napas panjang.


{"Lia, maafkan Ibu ya,"} ucapnya menggantung dengan suara serak dan nampak menitikkan air mata.


Lia pun sang anak nampak dihinggapi rasa tanya oleh sang Ibu yang terdengar penuh tanya ketika berucap. Lia nampak mengernyitkan dahi pertanda tidak mengerti dengan apa yang di ucapkan oleh sang Ibu.


Sang Ibu terasa begitu bersalah kepada Lia karena dulu dia seakan menelantarkan sang anak. Dan sampai sekarang pun dia sibuk. Sang Ibu berpikir Lia belum memahami hati dari Cantika sang anak. Seharusnya Lia berpikir jauh ke masa lalu bagaimana terlukanya hati Lia saat itu dan sekarang posisi tersebut tengah berada di posisi Cantika sang anak yang merasa kesepian karena jarang bertemu sosok Mama.


{"Minta maaf untuk apa Bu, Lia tidak mengerti dengan semua apa yang di ucapkan oleh Ibu saat ini. Bu, mungkin Ibu kecapean karena akhir-akhir ini Ibu cape keluar rumah terus dan sibuk jadi lebih baik Ibu Istirahat saja,"} ucap Lia.


Lia pun nampak tidak fokus ketika berucap karena dia juga cape. Seharian sibuk dengan bisnisnya bersama sang suami.

__ADS_1


Sambungan telepon pun akhirnya terputus ketika Lia pamit kepada sang Ibu.


Bersambung...


__ADS_2