Suamiku Terjerat Cinta Sahabat

Suamiku Terjerat Cinta Sahabat
Bab: 207 Sang Papa berkunjung Ke Rumah Kontrakan Rian.


__ADS_3

Tiba di rumah.


Terlihat Tante Dini dan sang suami tengah duduk dan menunggu kedatangan Cantika. Tatkala Cantika melihat Tante Dini dan sang Kakek, sang anak tersebut terlihat gembira dan memeluk erat sang Tante dan kakeknya.


Tante Dini memeluk erat kepada Cantika, dan sepertinya Tante Dini dan sang suami sudah tahu saat ini Cantika sedang kesal terhadap Lia atau sang Mama. Kemudian Tante Dini pun menawarkan diri untuk mengajak Cantika menginap di rumahnya. Terlihat Cantika pun tidak menolaknya.


Sang Nenek merasa akhir-akhir ini sifat dari sang cucu berbeda. Cantika tidak dekat dengannya dan mencari kenyamanan dari luar dan hal ini membuat hati sang Nenek dihinggapi rasa cemburu kepada sang cucu.


_____


"Nak, apa tidak besok saja ke rumah Tante Dini nya, Mama kamu kan sedang tidak ada di rumah mending nanti ijin dulu ke Mama, baru boleh pergi," ucap sang Nenek.


Ibunya Lia seakan membujuk sang cucu agar jangan kembali pergi setelah beberapa hari pergi dengan Tante Restu, sekarang malah pergi kembali dengan Tante Dini.


"Mumpung libur," jawab sang anak terdengar singkat dan seakan tidak peduli.


Tante Restu pun seolah mendukung sang anak agar pergi saja bersama sang Kakek dan ikut jalan-jalan bersama Tante Dini. Sebagaimana dulu dilakukan ketika belum terjadi perceraian antara kedua orang tuanya.


Tante Restu ingin anak menjadi bebas tanpa beban pikiran yang menghinggapi.


•••


"Disini juga dia tiap hari enggak ada teman dan biarkan kasih ruang untuk dia bernapas sesaat karena selama ini dia merasa terkungkung dengan keadaan sang Mama selalu sibuk," sindir Tante Restu menjelaskan.


Sang Nenek hanya diam seakan tidak bisa berkata apa-apa lagi. Dia pun menyadari dengan keadaan Lia yang selalu sibuk tidak ada waktu untuk anaknya.


_____


Cantika pun berlalu pergi dengan Tante Dini dan sang Kakek, terlihat di dalam mobil Cantika menceritakan semua yang terjadi yang menimpa terhadap Papanya dengan mata yang berkaca-kaca karena Cantika merasa Iba dengan kondisi sang Papa saat ini keadaannya memperihatinkan.


"Jadi Nenek Viona sekarang rumahnya ngontrak di rumahnya Nenek kamu!?" terlihat Papanya Rian bertanya kepada sang cucu dan Cantika pun menganggukkan kepalanya.


Nampak dalam hati sang mantan dari suami Bu Viona rasanya ingin dia menjenguk atau membantu keadaan sang mantan istrinya yang sedang terpuruk. Dia pun berbicara kepada sang istri untuk memberikan rumah tempat tinggal kepada Rian dan Ibunya karena bulan depan yang mengontrak rumahnya mereka sudah keluar dari rumah itu pindah, jadi daripada rumah itu kosong mending di isi oleh anak dan mantan istrinya.


______


"Mah, tidak apa-apa kalau aku bantu mereka, bagaimanapun Rian adalah anakku," ucap sang suami menatap ke arah sang istri.

__ADS_1


Tante Dini menganggukkan kepalanya kemudian dia berkata kalau dia sangat setuju untuk membantu mantan dari istrinya sang suami, dan anaknya. Tapi masalahnya mereka mau tidak jika sang suami akan membantunya untuk menempati rumah yang kosong itu.


"Kalau menurut Cantika pasti enggak mau kalau Nenek sama Papa tinggal di rumah yang diberikan oleh Kakek," sang anak nampak nyeletuk ngomong.


•••


Sontak Tante Dini dan sang suami pandangannya mengarah ke belakang dimana sang anak sedang duduk di sana dan sang Kakek terlihat mengernyitkan dahi seperti Dihinggapi rasa penasaran. Cantika pun bercerita bahwa Nenek beserta Rian akan pindah ke kampung. Terlihat Tante Dini dan suami saling bertatapan, mereka seakan penuh tanya dalam diri masing-masing. Dalam diri mereka berkata mungkinkah Viona dan Rian karena sudah lelah tinggal di kota jadi mereka pindah ke kampung atau mungkin banyak utang jadi mereka lari dari kenyataan. Beribu tanya hinggap di dalam diri mereka masing-masing.


"Aku akan ke rumahnya saja Pah," ucap Tante Dini dan sepertinya Tante Dini dihinggapi rasa iba terhadap mantan istri suaminya itu.


"Jangan nanti saja aku yang kesana," dengan cepat sang suami berkata.


_____


Dalam hati sang suami berpikir jika sang istri datang berkunjung ke rumah mantan istrinya takut terjadi percekcokan di antara mereka dan sang mantan istri takut masih menyimpan rasa amarah dan benci kepada Tante Dini yang notabene menjadi istri kedua.


"Niatku ingin menolong Pah, ingin membantu anakmu dan mantan istrimu. Aku tidak ada maksud apa-apa dan aku mau minta maaf kepada mantan istrimu," ucap sang istri.


Nampak sang suami menghela napas panjang. Dia berpikir dalam hatinya, dari dulu selalu Tante Dini berucap, seakan-akan dia yang salah karena menjadi orang ketiga. Padahal sebenarnya dirinya yang memaksa Tante Dini untuk menjadi istri keduanya. Ketika dirinya memaksa untuk menjadi suaminya Tante Dini dulu pernah menolaknya saat dia sendiri yang memaksa Tante Dini untuk menjadi istri keduanya. Dan akhirnya semua berjalan mengalir Tante Dini menjadi istri kedua, tapi itu pun penuh perjuangan. Papanya Rian dan Bu Viona yang selalu berselisih paham atau terjadi percekcokan didalam rumah tangganya.


_____


Nampak matahari menampakkan sinarnya, hari itu sekitar pukul 9 pagi dan sang suami pun berpikir ingin melihat keadaan Rian karena tadi Cantika yang bilang bahwa sang Papa atau Rian tengah sakit. Sang Papa ingin melihat keadaan Rian yang tengah sakit dengan ditemani sang cucu sementara Tante Dini tidak ikut karena takut terjadi percekcokan nanti di rumah Viona.


"Aku ingin melihat keadaan Viona sekarang bagaimana sifatnya takutnya dia belum ikhlas menerima kamu dulu menjadi istriku, jadi nanti gampang kalau kamu mau bertemu dengan Viona setelah Viona berubah pikiran baru kamu boleh bertemu dengannya," ucap sang suami.


Papanya Rian pun beserta Cantika pergi untuk berkunjung ke rumah kontrakannya Rian. Di dalam perjalanan nampak Papanya Rian tidak banyak kata, hanya hati dan pikirannya yang seakan sedih tatkala memikirkan nasib dari sang anak dan mantan istrinya yang jatuh miskin dan sudah tidak mempunyai rumah.


_____


Tiba di rumah kontrakan Rian.


Tok...


Tok...


Tok...

__ADS_1


Pintu diketuk beberapa kali oleh Papanya Rian dan terlihat Cantika mengintip dari arah jendela dekat pintu. Terlihat disana ada Rian yang sedang diberikan obat oleh sang Ibu. Dan sang Ibu pun nampak pandangan matanya mengarah ke pintu dan dalam hatinya seakan menerka-nerka, siapakah gerangan yang datang berkunjung ke rumah kontrakannya itu. Sang Ibu kemudian berdiri tegak lalu berjalan ke arah depan pintu.


•••


Ceklek...


Akhirnya pintu terbuka lebar dan nampak Bu Viona terkejut dengan kedatangan mantan suaminya itu beserta sang cucu datang lagi. Bu Viona nampak wajahnya merah merona dan terlihat gusar dengan kedatangan sang mantan suaminya. Dia berpikir dalam hatinya sungguh malu dengan kedatangan sang suami karena keadaan dia tinggal di rumah kontrakan yang tidak ada apa-apa di ruangan rumah kontrakan tersebut.


Rasanya amarah yang dia pendam selama ini kepada sang mantan suami sudah tidak ada lagi yang ada hanya penyesalan yang hinggap di dalam diri.


"Mas, maafkan aku," ucapnya dengan pandangan menunduk seakan salah tingkah jika harus bertatapan.


Sontak sang mantan suami dihinggapi rasa terkejut dengan apa yang di ucapkan oleh sang mantan istrinya tersebut karena baru kali ini dia melihat mantan istrinya berucap kata maaf kepada dirinya. Bu Viona yang keras kepala dan egois ternyata dengan mudahnya dia mengakui hal itu.


"Kita sama-sama salah, mohon aku di maafkan kamu juga," jawabnya.


"Ayo, masuk, Nak! Alhamdulillah ternyata kamu kembali lagi kesini," ucap sang Nenek dengan menatap Cantika yang terlihat tersenyum karena melihat Nenek dan Kakeknya akur.


_____


Sang mantan suami pun dan Cantika kemudian memasuki rumah. Dada sang Papa terasa berdesir tatkala melihat sang anak tertidur lelah di atas karpet yang lusuh, bulir putih pun seketika menetes di ujung matanya.


"Rian keadaan kamu dan Ibumu kok, jadi begini. Sungguh aku sedih melihatnya," gumam hati sang Papa.


Rian pun mencium punggung tangan sang Papa yang sedang mengelus rambutnya. Sang Papa langsung menawarkan Rian untuk pergi ke Dokter tapi nampak Rian menolaknya dengan alasan 2 hari yang lalu sudah mengunjungi Dokter tapi hasilnya Rian masih seperti sekarang ini sakit.


•••


"Ya, Nak, agar kamu cepat sembuh jika dibawa ke Dokter spesialis," jawab sang Papa.


Tapi Rian tetap menolaknya, malah Rian berkata dia sekarang pasti akan lebih baik karena sang Papa dan Ibunya sudah akur meskipun mereka tidak akan kembali lagi. Dan yang paling penting adalah Rian sekarang merasa gembira karena sang anak Cantika sudah bisa bertemu dengannya.


"Berarti dia sakit karena terlalu banyak berpikir jadi badannya drop," gumam sang Papa.


Bersambung...


.

__ADS_1


__ADS_2