Suamiku Terjerat Cinta Sahabat

Suamiku Terjerat Cinta Sahabat
Bab: 54 Kembali teringat masa lalu


__ADS_3

Setelah selesai makan di sebuah Restoran, Lia bersama Tantenya kembali pulang ke Rumah Tante Restu. Nampak terlihat dari binar mata Lia sudah tidak terlihat lagi embun air mata yang akan menetes.


"Tan,,, Teh Sumi, ART ku sudah ada di rumah, dia bilang kedua orang tua Desy datang tadi pagi ke rumah Rian untuk bertemu denganku," ucap Lia ketika di dalam mobil.


Sang Tante nampak terkejut dengan apa yang diucapkan oleh Lia.


"Ngapain orang tuanya Desy datang ke rumah Rian!?" sang Tante dihinggapi rasa penasaran terhadap kedua orang tuanya Desy yang datang berkunjung ke rumah Rian, dan ingin bertemu dengan Lia.


"Aku juga tidak tahu Tan, tapi kalau menurut Tante, mau apa kedua orang tuanya Desy datang berkunjung ke rumah Rian? mereka ingin bertemu denganku!" tanya Lia menatap lekat kepada sang Tante.


"Kalau menurut Tante, ada 2 kemungkinan. Kata kamu kan kedua orang tuanya Desy itu baik, apalagi Ibunya sangat perhatian sama kamu jadi kedatangan dia ke rumah Rian yang pertama mungkin untuk meminta maaf, dan yang kedua dia menyetujui hubungan sang anak dengan Rian." Nampak sang Tante menghela napas secara perlahan.


Sang Tante pun berucap kembali.


"Ibunya berpikir mungkin jika anaknya dimadu oleh Rian, tidak akan mengecewakan karena Rian sosok yang baik. Kedua orang tuanya Desy berpikir Rian orang baik dan suami yang cocok untuk anaknya, karena melihat diri kamu juga Lia! Kamu kan di mata orang tuanya Desy anak baik dan kamu pasti rela kalau dimadu," Tante Restu mencoba menilai orang tua Desy seperti apa menurut pandangannya.


Lia pun akhirnya terdiam dia seakan memikirkan ucapan yang baru saja dia dengar dari mulut sang Tante


•••••


"Kalau aku telepon Ibunya, dan aku bilang, Silahkan saja Desy menikah dengan Rian, apa itu baik?" gumam hati.Lia.


"Tan, aku telpon ya Ibunya Desy, dan bilang saja ke Ibunya, bahwa aku sudah cerai dan Desy bisa ambil kapan saja, Desy mau menikah dengan Rian," ucap Lia seakan ingin cepat memberitahukan kepada Ibunya Desy bahwa dia sebenarnya sudah menggugat Rian, agar Ibunya Desy tidak lagi mengganggunya kembali dengan menanyakan Rian, karena dia sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi dengan Rian.


"Jangan,,,nanti saja, kamu harus menjaga itu semua. Kamu cuekin saja Ibunya seakan kamu tidak peduli dengan hal itu. Kalau kamu bicara dengan Ibunya takut kamu itu di bilang lemah oleh mereka," ucap sang Tante sangat mengkhawatirkan keadaan hati Lia.


_____


Tiba di rumah.


Nampak di teras rumah Cantika sedang bermain dengan ditemani oleh Teh Sumi.


Teh Sumi pun tersenyum lebar saat melihat sang majikan turun dari dalam mobil.


"Ibu,,,sehat Bu!? nampak sang ART matanya berkaca-kaca, tatkala melihat sang majikannya tersebut.

__ADS_1


Teh Sumi seakan merasakan kegundahan sang majikan saat ini seperti apa.


Lia mencoba tersenyum manis kepada Teh Sumi walaupun hatinya getir, karena Lia berpikir yang pertama mengetahui perselingkuhannya sang suami adalah Teh Sumi. Jadi Lia pun merasakan kesedihan Teh Sumi terhadap Lia itu seperti apa.


"Mah,,,Papa mau ke sini sebentar lagi, mau jemput Cantika untuk pergi jalan-jalan," ucap sang anak terlihat tersenyum sumringah ketika berucap.


Degh


Sontak dada Lia bergetar begitu cepat tatkala mendengar ucapan dari sang anak bahwa Rian akan kembali menjemput Cantika untuk pergi.


"Ngapain si Rian bawa Cantika lagi keluar. Padahal baru saja kemarin dia bawa anaknya untuk keluar, dan aku tidak mau melihatnya dia datang ke sini," gumam hati Lia, dia pun terlihat begitu kesal, gestur tubuhnya terlihat gusar dan nampak terlihat oleh sang Tante.


_____


Dalam hati kecil Lia sebenarnya tidak mau bertemu dengan Rian, karena dia ingin cepat mengubur masa lalunya bersama Rian.


Dia akan menghapus semua bayangan tentang Rian.


Sang Tante menatap Lia, dia seakan memahami kegusaran yang dihadapi saat ini. Sang Tante pun mencoba menenangkan hati keponakannya itu.


"Lia,,,kamu istirahat saja tidur, nanti kalau Rian datang ke sini, enggak apa-apa. Biar saja Cantika dibawa keluar sama Rian. Dan kamu jangan keluar untuk menemuinya," bisik sang Tante lekat ke kuping Lia.


Lia memasuki kamar dan mengunci diri sementara Cantika bersiap diri dengan mengganti bajunya karena sang Papa akan datang menjemput.


_____


Setengah jam kemudian.


Nampak Cantika sudah terlihat cantik, dan dia duduk di teras rumah dengan senyuman yang merekah. Sepertinya dia sangat senang karena sebentar lagi sang Papa akan menjemputnya untuk pergi jalan-jalan.


Tiittt... Tiittt... Tiittt..


Bunyi klakson di halaman luar rumah begitu terdengar jelas, ke dalam rumah milik Tante Restu. Sontak yang berada di dalam rumah penglihatannya mengarah ke luar, begitupun dengan Lia yang mendengar bunyi klakson tersebut, dia hanya mengintip di celah jendela yang berada di kamarnya.


Nampak jelas mobil Rian terparkir di luar halaman rumah, Lia sang mantan hanya mengelus dada hatinya seakan teriris mengingat masa lalu. Biasanya jika sang suami datang dengan membunyikan suara klakson tersebut, dia pergi bersama anaknya.

__ADS_1


Dan Lia yang pertama kali menjemput kedatangan sang suami, dan mencium punggung tangan sang suami tersebut.


Tapi hari ini tidak dia lakukan karena dia bukan lagi sepasang suami istri. Saat ini posisi Lia hanyalah sebagai teman dan ibu dari anaknya Rian.


"Rian apa kamu menyesal dengan perpisahan ini!? Atau kamu gembira atas gugatan cerai yang aku layangkan tadi pagi!" ucap Lia menatap jauh Rian yang sedang memainkan ponselnya di dalam mobil dan menunggu Cantika untuk memasuki mobilnya.


____


Ketika melihat sang Papa datang, Cantika pun berlari menyambut dengan gembira.


"Papa,,," teriak anak tersebut dihinggapi rasa gembira yang paling dalam.


Nampak Rian menaruh ponselnya dengan kasar tatkala anaknya menghampirinya masuk kedalam mobil.


Rian mencium kening sang anak dan bertanya."Mamanya ada?" tanya Rian kepada sang anak.


"Mama tidur, katanya capek," jawab sang anak.


"Memangnya Mama habis darimana? Kok capek sih!" Rian pun dihinggapi rasa penasaran. Sebelumnya Lia memang bilang ke Rian akan menggugatnya di Pengadilan Agama tapi Rian seakan lupa dengan hari ini kalau Lia susah datang ke Pengadilan Agama untuk menceraikannya.


Pandangan Rian mengarah ke halaman rumah, di sana hanya ada Tante Restu dan Teh Sumi yang sedang duduk di teras. Kemudian pandangannya beralih ke arah kamar Lia, dan di sana nampak jendela kamar tertutup dengan rapi dan Rian pun menatap jendela tersebut dalam hatinya berpikir, bahwa Lia sedang ada di kamar itu dan tidak sedang tidur tapi dia sengaja bersembunyi darinya.


___


Nampak terlihat jelas oleh Lia ketika mengintip di celah jendela, dia melihat pandangan Rian yang tengah lekat memandang ke kamarnya itu.


Entah mengapa terasa bergemuruh dadanya tatkala Lia melihat yang sedang menatap jendela kamarnya itu adalah Rian.


Lia menghela napas panjang, kemudian dengan cepat menyeret langkahnya ke kasur. Lia pun merebahkan badannya dengan kasar di atas kasur tersebut Lia menatap langit-langit kamarnya. Air matanya menetes Lia pun memejamkan matanya seakan kembali mengingat masa indah, dan masa terburuk yang dia jalani bersama Rian.


"Begitu berat cobaan yang aku hadapi saat ini! Ya, Allah,,, beri rasa sabar dan ikhlas kepadaku," gumam hati Lia.


Lia seakan tidak menerima kenyataan pahit yang sedang dia alami untuk saat ini, dia ikhlas tapi batinnya tersiksa.


______

__ADS_1


Lia bisa tertawa lepas di depan sang Tante dan keluarganya, tapi dalam hatinya dia menyimpan luka yang teramat perih dan tidak bisa dia ungkapkan dengan terbuka kepada siapapun. Dia berpikir cukup dialah yang menanggung beban penderitaan yang tengah dihadapi sekarang ini.


Bersambung...


__ADS_2