
Nampaknya malam itu Rian diantar pulang dari luar kota oleh mobil temannya, karena mobil Rian sedang bermasalah masih berada di bengkel.
"Mbak, belum tidur!?" tanya Rian kepada sang ART ketika membuka pintu garasi halaman rumah. Nampak hujan pun masih lebat belum juga berhenti.
"Mbak baru bangun, dan ingat kalau Nak Rian belum pulang jadi Mbak nunggu di teras rumah," ucap sang ART tersebut.
"Hujan gede Mbak ya, dari sore?" tanya Rian.
"Iya,,,Mbak, buatkan dulu teh panas ya," ucap sang ART dengan berlalu dari arah Rian.
Sang ART sepertinya lupa kalau Desy tengah menginap di rumah Bu Viona, dan tidur di dalam kamar Rian.
______
Ceklek...
Rian membuka pintu kamar dan nampak lampu kamar begitu gelap. Rian pun menyalakan lampu kamarnya, dan betapa terkejut tatkala melihat Desy sedang tertidur dengan baju tidur yang menyingkap di bagian paha dan nampak paha mulus Desy terlihat.
Rian pun lelaki normal dengan melihat wanita dengan paha mulusnya, dia menelan ludah. Rian pun menyeret langkah kakinya niat dia mau menyelimuti Desy. Rian mematung tepat di depan ranjang yang kini tengah ditiduri oleh Desy.
"Kenapa Desy tidur disni, atau mungkin karena hujan lebat jadi dia di suruh nginap disini oleh Ibu!?" gumam hati Rian.
________
Desy pun menyadari kedatangan Rian.
"Mas, kamu sudah pulang," Desy secara perlahan membuka kedua matanya dan tersenyum renyah kearah Rian, dan dengan spontan Desy menarik tangan Rian.
Mata liar Desy seakan menari-nari untuk mengajak Rian untuk bisa memeluk erat tubuhnya karena diluar hujan cukup deras dan suara petir pun seakan membuat malam kian mencekam.
Tok..Tok..Tok..
Suara pintu seakan membuyarkan kedua pikiran masing-masing. Desy dengan cepat pura-pura memejamkan matanya kembali. Sedangkan Rian menatap arah pintu.
"Nak Rian, ini air hangatnya," suara sang ART seakan mengejutkan hati Desy dan Rian.
Rian pun menyeret langkah kakinya ke depan pintu lalu mencoba mengambil secangkir air teh panas yang dibuat oleh sang ART.
____
Kembali otak Desy berpikir licik karena sebelumnya dia sudah mempersiapkan obat agar Rian terangsang, dan mau tidur dengannya. Obat tersebut dia larutkan kedalam air mineral dalam botol.
"Mas, Mbak, bikin minum apa?" tanya Desy lekat ke arah Rian.
"Teh panas," jawab Rian sambil duduk di kursi rias yang arahnya sangat berdekatan dengan ranjang.
_____
Desy beranjak dari ranjang.
"Mas, minum dulu air putih atau air putihnya mau kamu campur ke dalam air panas biar cepat minumnya," Desy pun dengan sigap memberikan air mineral untuk diminum.oleh Rian. Tanpa curiga sedikitpun Rian pun meminumnya.
Gleek....
Air mineral di dalam botol di teguk Rian hampir habis di dalam botol kecil, rasanya Rian kehausan setelah perjalanan dari luar kota.
"Mas, kamu mending mandi dulu biar segar baru setelah itu ganti baju dan tidur," ucap Desy mencoba bersikap tenang.
__ADS_1
_____
Padahal dalam dirinya merasa sorak karena Rian sudah masuk dalam perangkapnya.
Rian pun hanya duduk di kursi meja rias lalu dia merogoh ponselnya yang bergetar di dalam.saku celana, nampak terlihat di layar ponsel Andri temannya yang barusan mengantarkan pulang memberikan sebuah pesan bahwa dia sudah tiba di rumah.
•••
""Aku sengaja memberikan kamu obat, biar kamu dengan mudah menjamah tubuhku dan tidak sadar," gumam hati Desy.
Desy rela berbuat senekat itu karena dalam benak pikirannya dia ingin Rian sepenuhnya jadi miliknya, dan sepertinya Desy sangat haus sentuhan dari seorang lelaki. Dan hasrat Desy kepada Rian begitu dalam.
______
Beberapa menit kemudian.
Nampak Rian memijit keningnya dia seakan pusing matanya mulai tidak fokus ketika melihat layar ponselnya.
"Mas,,,kenapa?" Desy pun beranjak dari ranjang lalu mendekati Rian dalam hatinya tersenyum puas karena obatnya yang dia simpan di dalam air mineral ternyata sudah bereaksi dan mungkin saat inilah yang ditunggu oleh Desy.
Tangan Desy memegang kening dan pipi Rian
"Mas dingin, kamu kedinginan Mas," ucap Desy, dia kemudian mencium kening Rian kemudian menjalar ke pipi dan bibir.
"Ahhh,,,," ******* pun lolos dari bibir Rian.
Mata Rian terpejam seakan menikmati ciuman dari bibir Desy. Mungkin Rian pun sudah terlena dengan permainan bibir Desy.
Suara ******* Desy pun semakin tidak terkendali membuat Rian semakin terbawa rasa napsu sebagai seorang lelaki.
________
Hujan pun reda.
Di saat hujan reda suara kendaraan yang tengah berada di jalan pun nampak terdengar sayup-sayup masuk ke arah jendela kamar yang keberadaannya dekat dengan ranjang.
Suara getaran ponsel yang datang dari tas Desy pun seakan membuyarkan kehangatan pelukan dari Rian. Mata Desy perlahan sedikit demi sedikit terbuka.
Degh...
Desy nampak terkejut dengan badannya yang tidak menggunakan baju sehelai pun, dan bajunya kini tengah berada di lantai. Pikiran Desy mengingat kejadian semalam. Dia pun tersenyum lebar dimana saat malam tadi Rian mencumbunya dengan penuh napsu. mungkin juga karena pengaruh obat yang diberikan oleh Desy.
Muacchh.
Desy mencium pipi Rian dengan lembut.
"Selamat pagi Sayang," ucap Desy tersenyum penuh kemenangan.
Arghhhhh
Rian menggeliatkan tubuhnya terasa pegal seluruh badannya itu, dia pun melihat jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 4 pagi. Rian memegang badannya yang tengah berselimut tanpa busana.
Rian memijit keningnya rasanya rasa pusing semalam yang hinggap sudah tidak lagi hinggap.
"Mas, semalam kamu pusing dan hujan lebat pun melarutkan kita dalam pelukan hangat!" ucap Desy lekat ke kuping Rian, deru napasnya seakan memburu membuat Rian dihinggapi rasa geli dan Rian pun bangkit dari ranjangnya.
"Apa yang kita lakukan semalam!" Rian berbicara tanpa menatap Desy, Lalu tangannya memakai celana boxer yang tengah berada di lantai.
__ADS_1
"Kamu pun menikmatinya Mas Rian, kamu jangan mengelak nya," ucap Desy.
Dia pun sambil mengambil baju yang berserakan di lantai lalu Desy memakainya.
Desy kemudian memeluk Rian dari belakang, tapi Rian pun mencoba melepaskan dan dia dengan cepat berlalu dari hadapan Desy menuju keluar kamar karena sebentar lagi matahari akan terbit dan takut sang Mama mengetuk pintu.
Nampak Rian menyeret langkah kakinya ke arah kamar tamu untuk, dan dia disana akan membersihkan diri.
______
"Rian, akhirnya kamu mau tidur juga denganku!" ucap Desy tertawa puas.
Desy kemudian berlalu ke kamar mandi yang berada di dalam kamar tersebut untuk mandi membersihkan dirinya sebelum Ibu Viona masuk ke dalam kamar tersebut.
_______
Sarapan pagi.
Nampak ketika sarapan pagi wajah Desy berseri dia nampak senang sekali karena permainannya semalam yang diberikan kepada Rian sangat membuat Rian terbuai.
"Des, besok kayaknya Ibu jadi ke rumah kamu ya, bersama Rian untuk bertemu dengan kedua orang tua kamu," ucap Ibu Viona melirik ke arah Desy, nampak Desy sedang menatap Rian yang tengah menunduk pandangannya.
"Des,,,!" ucap Ibu Viona dengan menepuk lembut pundak Desy.
"Oh, iya,,,iya Bu! Maaf Desy tidak fokus. Barusan Ibu tanya apa!?" Desy terkejut.
"Kamu kayaknya ingin cepat menikah dengan Rian ya, dari tadi kamu menatap terus Rian," sindir Ibu Viona.
Desy pun mukanya merah padam seakan malu ketika Ibunya Rian menyindirnya.
"Tidak Bu, tidak besok!" ucap Rian.
"Loh, kenapa!? Kamu pokoknya besok harus ke rumah Desy untuk bertemu dengan keluarganya." ucap sang Ibu kembali.
"Des, apa kamu sudah bicara dengan kedua orang tua kamu bahwa Ibu dan Rian akan datang!" ucap Ibu Viona.
"Sudah, Bu, kata kedua orang tuaku ditunggu kedatangannya," jawab Desy tersenyum penuh kemenangan.
Rian pun diam seribu bahasa.
"Tapi aku tidak mau cepat-cepat menikah!" gumam hati Rian.
_____
Desy pun pulang.
"Mas Rian, gimana semalam kamu senang kan!?" Desy bicara lekat ke kuping Rian ketika hendak pamit pulang.
"Kamu jangan kencang-kencang kalau ngomong, di dengar Ibu," jawab Rian.
Desy pun tertawa terkekeh karena nampak melihat muka Rian seakan dihinggapi rasa malu mukanya merah padam.
"Aku harap kamu bisa menikah denganku dengan cepat!" ancam Desy sambil mencubit pinggang Rian.
Desy pun masuk ke dalam mobil, kemudian dia pun menjalankan mobilnya keluar dari rumah Ibu Viona.
Bersambung...
__ADS_1