
Pagi itu nampak sang ART mengetuk pintu kamar Rian, karena sudah pukul 6 pagi, Rian belum bangun dari lelap tidurnya.
"Pak, Pak bangun, sudah siang!" ucap sang ART, Teh Sumi. Nampak tidak ada jawaban di sana. Kemudian Teh Sumi pun, mencoba mengetuk kembali pintu kamar sang majikan. Begitu lama tidak ada jawaban juga.
Akhirnya setelah 5 menit mematung di depan kamar. Pintu pun terbuka lebar.
Nampak terlihat Rian mengucek matanya yang baru bangun tidur.
•••
"Kesiangan Teh, saya agak kurang enak badan, tolong bikinkan teh hangat manis ya," ucap Rian melirik Teh Sumi, dan Rian pun kembali menutup pintu kamarnya, kemudian dia mengambil handuknya yang menggantung. Rian pun berlalu ke kamar mandi.
___
"Gimana nggak kurang enak badan, tiap hari pulang malam dan datang ke rumah begadang teleponan terus dengan Desi!" gumam hati Teh Sumi.
Teh Sumi pun berlalu ke dapur, dalam keadaan menggerutu dalam hatinya.
_____
Setengah jam kemudian.
Rian pun beres mandi, terdengar bunyi suara telepon begitu nyaring terdengar. Kemudian Rian mengambil ponselnya yang berada di atas lemari rias sang istri.
Nampak Ibu Viona, menelepon.
{"Assalamualaikum, Nak,"} ucap sang Ibu terdengar suaranya begitu rama, dan manja seakan begitu rindu kepada sang anak.
{"Kamu kemana saja? Sudah 3 hari ini, tidak ada menelepon Ibu.} tanya sang Ibu terdengar merindukan sang anak.
{"Wa'alaikum salam. Maaf Bu, Rian sibuk,"} jawabnya, Rian menyembunyikan kebohongannya. Padahal dia akhir-akhir ini sibuk dengan Desy.
{"Istri dan anakmu masih di Singapura?"} tanya kembali sang Ibu.
{"Masih Bu,"} jawabnya.
{"Pokoknya sore ini, kamu nginap di rumah Ibu."} ucapnya merengek seperti anak kecil.
___
Rian nampak diam tidak berbicara lagi, karena nanti malam dia ada janji dengan Desy, dia pun tidak mau mengecewakan Desy, mau mengantar ke acara ulang tahun saudaranya. Sedangkan sang Ibu menyuruh datang sore setelah pulang kerja.
"Aku bingung kalau menolak Ibu untuk menginap di rumahnya takut marah, tapi kalau tidak mengantarkan Desy ke acara ulang tahun, dia pasti akan marah juga." ucapnya seakan bingung.
_____
{"Nak, bukan diam saja!"} kembali sang Ibu berbicara di sambungan teleponnya, karena nampak sang anak terdiam.
Ibu Viona pun seakan kesal dibuatnya.
"Iya, Iya, Bu!" jawabnya.
"Awas, ya, kalau kamu tidak datang sore ini! Soalnya Ibu mau minta antar ke rumah Tante Vivi. (Tante Vivi adalah adik dari Tante Viona).
__ADS_1
Sambungan telepon pun ditutup oleh sang Ibu. Akhirnya Rian pun bersiap untuk berangkat kerja.
______
Sore itu nampak Teh Sumi sedang duduk santai di teras rumah. Badannya terasa lelah karena seharian telah membereskan semua pekerjaan rumah.
Drett...Drett...Drett...
Tiba-tiba ponsel Teh Sumi berbunyi, sang majikan Lia, terlihat nampak di layar ponsel meneleponnya.
{"Teh Sumi, besok Ibu pulang. Gimana Bapak, masih suka telat pulang atau si Desy datang ke rumah?} tanya Lia terdengar dihinggapi rasa khawatir dengan sang suami takut kembali berselingkuh dengan sahabatnya itu.
___
{"Pak Rian tiap hari pulang telat, malah larut malam. Kalau aku berkata jujur kasian sama Ibu Lia, takut jadi pikiran. Tapi jika aku berbohong nggak enak juga. Aku merasa mengkhianati hati Ibu," gumam hatinya.
__
{"Teh, Teh Sumi, ada sesuatu yang di sembunyikan ya?"} tanya Lia karena nampak sang ART tersebut diam tidak berbicara sepatah katapun.
{"Am..aman, Bapak pulang sore ke rumah,"} jawabnya terdengar terbata-bata.
{"Syukurlah kalau begitu,"} jawab Lia.
Lia pun menutup sambungan telepon selularnya.
_____
_____
Sore hari.
Rian pun sepulang kerja langsung berkunjung ke rumah sang Ibu. Nampak sang Ibu begitu gembira ketika kedatangan sang anak.
"Sayang, Ibu kangen sama kamu. Sudah sebulan ini kamu nggak datang ke rumah Ibu," ucap sang Ibu memeluk sang anak.
"Maaf Bu, Rian sibuk!" jawabnya.
{"Istrimu kenapa tidak pernah menelepon Ibu? menantu yang tidak sayang sama Ibu mertua!" ucapnya terdengar kesal ketika berucap.
_____
Rian pun serba salah karena Lia sang istri, jika untuk memulai menelepon kepada sang mertua, dia merasa canggung. Karena sang mertua suka marah tidak jelas sehingga sang menantu berpikir seakan tidak dihargai oleh sang mertua.
Rian pun lelah dengan semua ini dan dihinggapi rasa serba salah. Karena Ibunya selalu memojokkan istrinya tersebut. Rian berpikir akan sampai kapan sang Ibu, berhenti untuk membenci menantunya itu.
______
"Rian, dari dulu kan Ibu tidak setuju kamu menikah dengan Lia, kalau kamu mau menikah lagi, silahkan!" ucap sang Ibu.
Degh
Rian dihinggapi rasa heran, mengapa sang Ibu berpikir sejauh itu dengan mengijinkan anaknya untuk menikah lagi, bukannya Ibu menjaga kelangsungan rumah tangga sang anak malah mengijinkan anaknya untuk menikahi wanita lain.
__ADS_1
"Mungkinkah sang Ibu, sudah mencium perselingkuhan aku dengan Desy," gumam hati Rian.
Mungkin hati wanita mana yang mau di madu. Begitupun dengan sang Ibu. Jika sang Ibu pun tahu perselingkuhannya sang suami dengan Tante Dini, mungkin dia akan terluka.
Belum terkuak saja semuanya.
Selama ini Ibu Viona berpikir sang suami sibuk kerja jika tidak pulang kerja, padahal sang suami sedang bersama Tante Dini atau istri mudanya
_____
"Sebenarnya istrimu pergi ke Singapura sama siapa?" tanya sang Ibu.
"Kan Rian sudah bilang, pergi bersama temannya," jawab Rian terlihat gugup nampak dari raut mukanya.
"Temannya namanya siapa? banyak duit ya, dia. Katanya semua ditanggung oleh temannya itu." kembali sang Ibu seperti dihinggapi rasa penasaran.
Nampak Rian menghela napas panjang.
"Dini! Eh, Dina, ya.. Dina," ucapnya terlihat gugup ketika menjelaskan kepada sang Ibu.
"Dini..Dina!" Siapa itu?" sang Ibu pun menatap lekat sang anak yang terlihat gugup.
"Teman sekolah Cantika, suaminya kerja sebagai pilot katanya ada tiket 4. Oh ya, Ibu masak apa? Rian lapar," ucapnya mengalihkan pembicaraan.
Nampak sang Ibu terlihat tidak memahami dengan jawaban dari Rian.
Rian pun seakan tidak punya jawaban yang tepat untuk menjawab semua.
___
"Untung aku tidak salah ngomong, kalau sampai salah ngomong pasti Ibu terkejut mendengarnya," gumam hati Lia.
___
Ting...
Tiba-tiba pesan muncul dari Desy, nampak terlihat dari ponsel milik Rian.
{"Mas, aku kesal sama kamu! Kenapa kamu tidak mengabari aku, kalau kamu sudah pulang. Aku kecewa sama kamu Mas!"} tulis pesan Desy.
___
Kemudian Rian memotret sang Ibu yang sedang duduk dihadapannya. Rian pun langsung mengirimkan foto gambar tersebut ke Desy. Rian berharap Desy percaya bahwa dia sedang berada di rumah Ibunya.
___
{"Mas, kamu sedang di rumah Ibumu?"} pesan dari Desy.
{"Iya, maafkan aku tidak sempat ngabarin kamu tadi,"} balasnya. Rian pun langsung mematikan ponselnya.
"Pesan dari siapa Nak?" tanya sang Ibu karena terlihat oleh sang Ibu, nampak Rian langsung mematikan ponselnya tersebut.
Bersambung...
__ADS_1