
Seorang laki-laki nampak keluar dari dalam mobil Pajero Sport warna hitam.
"Desy,,!" Lelaki tersebut memanggil Desy dengan senyuman yang terlihat bahagia karena akhirnya dia bisa bertemu kembali dengan Desy.
"Mau apa kamu Bobby!?" tanya Desy tersulut emosi kepada sang mantan.
"Des,,aku menunggu jawaban dari kamu. Kita lebih baik balikan lagi! Selama ini aku menunggu jawaban darimu. Anak kita saja kalau bertemu denganku hanya kamu titip sama Tante Mira tanpa kita bertemu."
"Kamu jangan berharap lebih denganku Bobby! Kamu bermimpi kalau bisa untuk dapatkan aku!" Desy pandangan matanya mengarah ke mobilnya yang terkena lecet karena di serempet oleh mobil Bobby. Desy terlihat dari raut mukanya begitu geram.
"Sampai kapan pun aku akan terus mengejar kamu, dan ingat jika kamu sekarang lagi dekat dengan seseorang tetap akan aku ganggu!" ancam Bobby kepada Desy dengan senyuman liciknya.
_____
Bobby kemudian mendekat ke arah Desy, dan dengan spontan dia mencium pipi Desy, dengan cepat Desy memalingkan mukanya itu dan mendorong Bobby dengan kasar otomatis Bobby pun jatuh tersungkur.
Bobby seakan tidak mau mendapatkan perlakuan kasar dengan cara Desy mendorongnya. Dia pun dengan cepat bangun lalu melotot ke arah Desy, dan telunjuk tangannya tepat mengarah ke mukanya Desy dengan berkata.
"Aku sudah mencium hubungan kamu dengan suami sahabatmu sendiri, hidup kamu sudah gila,,,dan tidak bermoral dengan cara menyakiti orang lain. Awas ya kamu dengan pacarmu akan aku ganggu sampai kapan pun!" gertak Bobby dengan pandangan matanya menyorot tajam.
Desy pun seakan malas untuk mendengar semua ocehan dari mantannya tersebut, karena waktu pun berlalu dia harus cepat bertemu dengan Rian. Akhirnya dia memasuki mobil dengan menutup pintu secara kasar lalu dia kemudikan mobil dengan cepat.
Bobby tertawa terbahak tatkala melihat mantannya itu dihinggapi rasa emosi dan menahan amarahnya.
____
Tiba di rumah Rian.
Tok..Tok..Tok..
Desy mengetuk pintu beberapa kali, kebetulan pagar rumah terbuka jadi Desy langsung masuk menuju menuju pintu depan rumah.
"Apakah Rian pura-pura pergi karena pagar rumah terbuka, dan dia lupa menutup pintu!" gumam hati Desy matanya berselancar ke dalam rumah melalui jendela pintu.
Nampak di dalam rumah layar Televisi sedang menyala. Desy akhirnya tersenyum karena dia menyangka Rian sedang ada di dalam rumah.
"Rian,,,ini aku Desy, buka pintunya!" Desy terus menerus mengetuk pintu.
Desy pun lalu duduk di kursi yang berada di teras rumah.
______
Krekkkk
Tiba-tiba pintu terbuka, Rian tidak menyangka ada Desy sedang duduk di teras rumah, dengan membelakanginya, dan Desy tidak menyadari Rian membuka pintu, Desy sedang memakai headphone (mendengarkan musik).
Degh..
Rian secara perlahan memundurkan langkahnya, dan menutup pintu secara perlahan. kemudian dia menyeret langkahnya menuju dapur.
__ADS_1
"Teh Sumi, cepat keluar temui Desy, bilang sama dia, aku baru saja pergi karena di telepon oleh Ibuku, dan bilang aku pergi di jemput oleh supir Ibuku," ucap Rian dengan tatapan mengarah ke depan pintu.
•••
Rian berpikir dalam hatinya, untung ada Teh Sumi yang baru saja datang dari rumah Tante Restu untuk menemui anaknya, dan Teh Sumi baru saja mengantarkan beberapa kue untuk Cantika dari Rian.
Sontak Teh Sumi kaget dengan ucapan sang majikan yang mengatakan ada Desy di depan rumah karena Teh Sumi sebenarnya sudah muak dengan melihat muka Desy.
Teh Sumi pun akal pintar nya mulai jalan dan dia tersenyum licik.
"Ya, Pak,,," jawabnya menganggukkan kepalanya dan Rian pun kembali kedalam kamar.
Teh Sumi membawa secangkir penuh jus strawberry yang baru saja dia buat, kemudian dengan segera dia berlaku ke arah teras rumah untuk menemui Desy.
____
Tiba di depan pintu
Ceklek...
Secara perlahan Teh Sumi membuka gagang pintu setelah nampak terlihat oleh Teh Sumi Desy sedang duduk sambil mendengarkan alunan musik, dan kupingnya ditutup lekat oleh alat headphone.
Blur..
Jus strawberry pun tumpah ke punggung Desy yang sedang tertunduk.
Desy merasakan dingin hinggap ke punggungnya, dan potongan es beserta jus strawberry kental, kini lekat menenpel terhampar di punggung Desy.
"Ya,,ampun. Maaf,,, maaf,,, Bu Desy, tidak sengaja barusan saya menyenggol kursi," ucapnya. "Bu, Desy saya tidak lihat ada orang disini, sudah lama datang Bu,,!?" Teh Sumi dengan cepat mengelap tumpahan jus strawberry kental yang menempel di punggung Desy dengan lap.
Sontak mata Desy menatap lekat ke arah Teh Sumi, dan melotot dalam hatinya berpikir hari ini dia benar-benar sial.
"Mimpi apa aku semalam!? Tadi pagi di tuangkan kopi oleh Lia ke mukaku, dan sekarang tertuang juga jus strawberry oleh ART nya, si Lia! Memang si Lia dan si Sumi keduanya bikin aku geram,,,!" gumam hatinya.
•••
"Teh Sumi gimana sih, masa enggak lihat orang segede gini! Hati-hati dong, kalau jalan mana kental lagi jus strawberry nya," ucap Desy tersulut emosi.
Nampak terlihat Desi merinding mungkin karena tumpahan jus strawberry itu yang kental dan beberapa potong es batu yang terjatuh yang terasa dingin dan lengket karena Desy sedang memakai kaos tipis.
Sang ART berusaha menutup rapat bibirnya dengan menekan kedua bibirnya tersebut dengan gigi ke dalam mulutnya, karena dia rasanya ingin tertawa terbahak. Menertawakan dirinya yang sudah jail terhadap Desy.
"Maaf,,,Bu, sekali lagi maafkan saya,,!" ucapnya kembali.
Desy terlihat cemberut lalu pandangannya mengarah ke dalam rumah.
"Pak Rian nya ada enggak!?" tanya Desy terdengar sewot ketika menanyakan sang majikan kepada Teh Sumi, sambil mengelap jus strawberry kembali di punggungnya, oleh tisu basah yang dikeluarin dari dalam tasnya. Walau sudah dibersihkan oleh Teh Sumi.
Nampak terlihat dari binar matanya Desy menyimpan rasa marah yang teramat kepada Teh Sumi. Dia kesal dengan Teh Sumi yang teledor menumpahkan jus strawberry kental ke punggungnya.
__ADS_1
•••
"Baru saja Pak Rian pergi dijemput oleh sopirnya Ibu Viona. Katanya Ibu Viona minta Rian untuk mengantarnya ke rumah saudaranya." jawab sang ART terlihat serius ketika berbicara.
Degh..
Nampak dalam hati Desy dihinggapi rasa kesal yang teramat karena Rian tidak mengabarinya, dan Desy berpikir Rian pasti tidak bisa datang ke acara syukuran di rumahnya, Rian sibuk sedang mengantarkan ibunya. Desy tahu jika Rian mengantarkan Ibunya waktunya lama, dan tidak mungkin 1 atau 2 jam.
____
Desy pun mencoba memberikan sebuah pesan kepada Rian bahwa dia sedang menunggu di rumahnya, dan Desy berharap Rian bisa datang ke acara syukuran nanti.
Desy pun menghela napas panjang.
"Bu Lia sudah berapa lama pergi dari rumah??" tanya Desy menatap sang ART.
"Saya kurang tahu karena saya baru pulang dari kampung!" jawabnya berbohong.
Teh Sumi tidak mau bicara panjang lebar membahas masalah sang majikannya karena dia pun tidak suka dengan kedatangannya Desy yang sudah menyakiti majikannya itu.
"Ya,, sudah, saya pergi dulu dan kamu Teh Sumi kalau jadi ART itu harus hati-hati kerja yang benar. Jangan sampai kejadian yang barusan menimpaku terulang kembali kepada tamu yang datang ke sini, kalau aku jadi majikan kamu, aku sudah pecat kamu!!" ucapnya dengan mata yang melotot.
Desy pun berlalu dari rumahnya Rian dengan pandangan ketus terhadap Teh Sumi.
Desy nampak berjalan cepat ke arah mobilnya yang terparkir di luar halaman rumah, Desy kemudian memasuki mobil dan menutup mobil tersebut dengan kasar lalu melajukan mobil dengan cepat.
Nampak Teh Sumi tertawa terbahak ketika Desy sudah tidak nampak keluar dari halaman rumah.
"Maafkan aku Bu Desy, aku kesal dan menahan amarah kepadamu selama ini. Aku hanya ingin membela majikan, yang saat ini sedang terluka hatinya karena tingkah kamu!" gumam hati sang Teh Sumi.
_____
Setelah terdengar mobil Desy pergi, Rian pun keluar dari dalam kamar lalu dia berjalan ke arah teras rumah.
Nampak Rian dari mukanya terlihat heran dengan tumpahan jus strawberry di lantai yang sedang dibersihkan oleh Teh Sumi.
"Ada apa ini, jusnya tumpah!?" tanya Rian kepada Teh Sumi.
"Iya,, Pak tadi tumpah dan saya tidak sengaja menumpahkannya ke punggung Bu Desy ketika saya berjalan menyenggol kursi, lalu jus pun tumpah ke punggung Bu Desy." ucap Teh Sumi lirih dan pandangan menunduk.
"Kamu kalau kerja hati-hati jangan ngelamun," ucap Rian terdengar kesal kepada sang ART.
Teh Sumi pun menganggukkan kepalanya, seakan tidak bisa berkata apapun.
"Kasihan Desy tadi pagi tersiram kopi oleh Lia, dan sekarang tersiram jus kental oleh Teh Sumi," gumam hati Rian.
Rian pun akhirnya pamit kepada Teh Sumi untuk berkunjung ke rumah ibunya.
Bersambung...
__ADS_1