
Tiba di rumah Desy.
Terlihat Bapaknya Desy sedang duduk di teras rumah sambil fokus ke arah ponsel dan Ketika sang anak datang beserta Rian sontak Bapaknya Desy pun menyuruh Rian untuk duduk sebentar menemani dirinya.
"Temani dulu Bapak disini minum kopi," ajak sang Bapak tersenyum ramah.
Rian pun seakan tidak bisa menolak dengan ajakan mantan Bapak mertuanya tersebut. Desy kemudian berlalu ke dapur untuk membuatkan secangkir kopi untuk Rian dengan hati yang berbunga karena baru saja Rian mengajaknya pergi besok malam.
"Sehat kamu Nak!" ucap Bapaknya Desy menepuk pundak Rian lalu memeluknya.
_______
Obrolan pun mengarah ke masalah bisnis mereka masing-masing, dan nampak keakraban yang dulu pernah hilang kini seakan erat kembali terjalin.
"Rian, kenapa tidak nikah lagi. Padahal karirmu sekarang sudah mulai mau maju lagi dan yang paling utama agar ada yang ngurus," sindir sang mantan Bapak mertuanya itu.
Rian hanya tersenyum tipis seakan ragu untuk menjawabnya. Karena Rian tidak memberikan jawaban yang pasti. Kemudian Bapaknya Desy pun seakan memberanikan diri untuk bicara terus terang yang selama ini seakan mengganjal pikirannya.
"Desy kan sendiri begitu juga dengan kamu. Apa tidak sebaiknya kalian bersatu lagi," ucap sang Bapak tersenyum renyah dan seakan ingin jawaban dari Rian yang pasti.
_______
Ehemm...
Tiba-tiba Desy datang berdehem dengan membawa secangkir kopi dan nampaknya Desy mendengar apa yang baru saja di ucapkan oleh sang Bapak. Tidak bisa dibohongi bahwa Desy sedang dihinggapi rasa malu karena wajahnya merah merona dan nampak terlihat dia salah tingkah ketika menyimpan secangkir kopi di meja.
"Des, kamu mau kan kalau rujuk dengan Rian,' goda sang Bapak.
Desy sontak terkejut dengan apa yang di ucapkan oleh sang Bapak. dia berpikir sang Bapak begitu beraninya berucap seperti itu. Padahal di sana nampak ada Rian. Seakan sang Bapak tidak menghargai perasaannya yang sekarang dihinggapi rasa malu yang begitu teramat.
"Tidak Pak, Desy masih fokus kerja," jawabnya seakan menutupi rasa malu dan keterkejutan dirinya.
_______
Padahal dalam dirinya dihinggapi rasa ingin jawaban dari Rian. Desy ingin Rian berkata bahwa sebenarnya Rian ingin kembali kepada dirinya. Tapi mungkin sulit terjadi karena Rian terlalu cuek terhadap dirinya. Desy pun berharap besok ketika Rian mengundang dia untuk acara keluar hanya berdua saja, itu jawaban dari semua apa yang dia harapkan yaitu Rian ingin kembali menjalin kasih dengannya.
"Masa terus-menerus kerja. Kamu wanita mending urus saja suami dan anak di rumah. Biar suami yang kerja dan jika kamu kesal di rumah nanti kamu ada bisnis kecil-kecilan di rumah biar Bapak kasih modal," ucap sang Bapak menggoda.
Sementara Rian hanya tersenyum tipis, Rian seakan ingin berpikir lebih jauh dan tidak mau memutuskan semuanya dengan sikap yang terburu-buru karena takut kegagalan kembali terulang dalam dirinya.
________
"Kalau jodoh pasti tidak kemana Pak, kita jalani saja bagai air yang mengalir," jawab Rian.
Sang Papa pun nampak sangat mengerti dengan keputusan Rian dan Desy. Mereka mau melakukannya semua dengan sikap dewasa dan tidak terburu-buru.
__ADS_1
Malam semakin larut dan Rian pun nampak pamit pulang. Sementara sang Papa menawarkan Rian memakai mobil Desy untuk pulang ke rumah, biar Desy besok datang lagi ke rumah Rian di antar oleh sang Bapak.
Rian seakan tidak bisa menolaknya dan Rian pun akhirnya berlalu dan berpamitan kepada sang Bapak dan akhirnya Rian pamit pulang dengan kembali memakai mobil Desy.
____
Di dalam mobil.
Nampak tutup dashboard mobil terbuka dan terlihat ada kertas terjatuh. Rian pun seakan penasaran dengan isi tulisan kertas tersebut lalu Rian pun membacanya.
♥️♥️♥️
Aku akan mencintaimu dengan sederhana dengan isyarat yang tak sempat disampaikan.
Awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.
Kamu telah mengganti mimpi buruk ku dengan mimpi yang indah. Kekhawatiranku dengan kebahagiaan dan ketakutanku Dengan Cinta.
Cinta yang belum pasti hanya aku yang mengerti.
♥️♥️♥️
Rian nampak penasaran dengan isi surat yang ditulis oleh Desy tersebut di tujukan untuk siapa, dan ketika Rian melipat kertas tersebut dan akan memasukkan kembali kedalam dashboard nampak terlihat tertulis sangat kecil. Dan disana menuliskan sebuah kata (Teruntuk Rian).
Rian hanya menghela napas panjang, dia berpikir rasa cinta dan harap Desy begitu besar terhadap dirinya. Dalam diri Rian dihinggapi beribu tanya. Apakah dia akan menerima kembali Desy sebagai istrinya.
Rian pun seakan berpikir saat ini semua yang tengah berada di sisinya seakan semuanya berharap jika Rian bisa bersatu lagi dengan Desy. Begitu pun dengan Lia sang mantan istrinya yang menginginkan dia rujuk kembali bersama Desy lagi, walau Lia dulu pernah di sakiti oleh Rian dan Desy. Mungkin karena Rian dan Desy sudah berubah sifat dan sikapnya jadi lebih baik, jadi semua mendukung jika mereka bisa rujuk kembali.
______
Keesokan harinya.
Malam yang di nanti oleh Desy pun tiba dan nampak Desy bersama Rian pergi ke suatu tempat yang sangat romantis.
Mereka nampak memesan beberapa makanan dan minuman. Entah mengapa terasa dag-dig-dug hati Desy karena ini pertama kali dia makan malam berdua dengan sang mantan suaminya itu. Setelah dia berpisah dengan Rian dan di tempat romantis pula.
"Des, setelah aku pikir-pikir alangkah baiknya kita memulai lagi sebuah hubungan. Apa kamu mau menerima kekurangan aku saat ini karena aku belum cukup mapan," ucap Rian menatap wajah Desy.
Sontak Desy terkesiap dengan apa yang baru saja di ucapkan oleh Rian terasa jantungnya mau copot dan peluh pun bercucuran. Desy tidak menyangka dengan apa yang di ucapkan oleh Rian.
"Maksud kamu, kita hubungan mau mengarah ke arah yang lebih serius?" tanya Desy terlihat mukanya merah merona. Rasa kaget dan gembira tumpah menjadi satu.
_______
Rian tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Dia pun sudah bicara serius kepada sang Ibu bahwa akan menjalin hubungan yang serius dengan Desy dan sang Ibu menyambutnya dengan rasa syukur.
__ADS_1
"Sebenarnya aku ingin bersama kamu lagi Mas, tapi entah mengapa rasa malu dan sesal kian menghinggapi," ucap Desy dengan pandangan menunduk.
"Malu dan sesal. Maksudnya apa Des?" tanya Rian seakan dihinggapi rasa penasaran.
"Malu oleh Lia dan menyesali perbuatan aku dulu terhadap Lia. Jadi kalau aku bersatu lagi dengan kamu, aku pikir aku merasa benar-benar telah merebut kamu dari Lia dan aku pikir lebih baik aku menjauh dari kamu," ucapnya.
"Des, kamu jangan menyalahkan diri kamu terus, coba berpikir positif. Itu masa lalu kita yang suram dan kita kembali ke jalan yang benar. Lia juga sekarang sudah menemukan sosok lelaki yang tanggung jawab dan menyayangi dirinya." ucap Rian seakan menegaskan.
_______
Dalam lubuk hati Rian yang paling dalam sebenarnya dia pun sangat malu dengan perbuatannya yang terdahulu. Dengan cara berselingkuh dengan sahabat istrinya itu.
Tapi percuma kalau dia memikirkan terus itu yang ada dia tidak akan maju dengan terus menerus mengenang masa lalunya yang buruk.
"Memang benar Mas, itu masa lalu kita tapi entah mengapa aku seakan merasa dihantui rasa bersalah yang kian menerpa," ucap Desy.
"Bagaimana kalau besok kita ke rumah Lia dan meminta maaf sekali lagi. Sekalian minta restu dia, agar kedepannya hidup kita lancar," ajak Rian kepada Desy.
Desy pun menganggukkan kepalanya. Rasa gembira, sedih campur semuanya menjadi satu. Nampak Rian menghapus air mata Desy yang menetes di ujung matanya.
_______
Keesokan harinya.
Rian dan Desy nampak sudah berada di rumah Lia dan terlihat Lia masih berada di kamar sedang mandi. Setelah selesai mandi dan terlihat rapi, Lia pun nampak sambil menggendong sang anak keluar dari dalam kamar. Lia tersenyum ramah kepada dua orang yang tengah melukai hatinya ketika dulu ada di hadapannya itu.
Sementara sedari tadi Tante Restu yang menemani Desy dan Rian ngobrol. Tante Restu sudah dua hari ini, dia menginap di rumah Lia karena Adrian sedang pergi ke Malaysia.
Desy nampak menggendong anaknya Lia dan sang anak terlihat tersenyum renyah tatkala melihat sosok Desy.
"Cepat nikah biar punya anak lagi," sindir Lia menatap Desy kemudian dia melirik Rian yang terlihat menundukkan kepalanya. Sementara Desy terlihat tersipu malu.
_______
"Ada apa nih, tiba-tiba datang pagi-pagi. Aku jadi Penasaran," ucap Lia kepada Desy.
Terlihat Desy melirik ke arah Rian. Kemudian Rian pun membicarakan maksud kedatangan dia ke rumah Lia untuk apa. Terlihat ketika berucap mata Rian berkaca-kaca. Rasa kecewa, dan salah nampak Rian sampaikan semuanya kepada Lia.
Rian pun meminta Lia agar mendoakan dirinya dan Desy agar hidupnya lebih baik lagi karena mereka akan kembali rujuk.
"Wah, Tante senang dengarnya Rian dan kamu jangan merasa terus dihinggapi rasa bersalah. Sudah tutup lembaran lama dan tatap masa depan, anakmu biar terarah dan kasih sayangnya ada dari kedua orang tuanya," Tante Restu terdengar memberikan semangat kepada Rian.
"Iya, Mas Risn. Kamu jangan selalu menyalahkan diri kamu terus. Dan kamu Des, sudah aku maafkan kok, semua kesalahan kamu. Jadi kamu jangan terus menerus dihantui rasa bersalah. Kalau selalu dihantui rasa bersalah tidak akan maju. Aku sudah ikhlas kok, memaafkan kalian dan aku sekarang cukup bahagia sekali dengan pasanganku saat ini," ucap Lia.
Lia pun seakan menguatkan hati sang mantan suaminya itu dan sahabatnya yang merasa dihantui rasa bersalah yang terus menerus.
__ADS_1
Terlihat Desy dan Rian pun diam seakan paham dengan apa yang di ucapkan oleh Lia.
Bersambung...