Suamiku Terjerat Cinta Sahabat

Suamiku Terjerat Cinta Sahabat
Bab: 189 Bu Viona hanya bisa mengelus dada


__ADS_3

Nampak jam di dinding kamar menunjukkan pukul setengah lima subuh. Bu Viona pun bergegas mandi dan masak alakadarnya untuk menyediakan sarapan Rian dan dia nampak sudah siapa untuk berkerja karena ini adalah hari pertama dia kerja di kompleks milik dari tamu yang kemarin berkunjung ke rumahnya yang bernama Fani.


Setelah memakan waktu satu jam


Bu Viona pun ketika akan membuka pintu rumahnya nampak tertegun sejenak. Dia pun mengingat alamat dari Fani, dia pun membalikkan lagi badannya menuju kamarnya karena dia ingat kalau alamat rumah Fani yang tertera di kartu nama yang diberikan tersimpan di saku baju yang dia pakai kemarin, dan baju tersebut sudah di dalam cucian.


Bu Viona pun dengan cepat mengambil baju tersebut dan setelah baju tersebut berada di genggamannya. Dia langsung mengambil kartu nama dari saku baju tersebut.


"Nah, ini dia, kartu namanya," ucap Bu Viona tersenyum lebar tanpa pikir panjang dia pun dengan cepat memasukkan kartu nama tersebut kedalam tasnya.


"Nak, Ibu mau pergi ya, ini sudah jam setengah enam," ucap sang Ibu pamit kepada sang anak.


______


Sang Ibu pun berlalu pergi dengan wajah berseri karena dari hasil kerja nanti, dia bulan besok? bisa menyicil tunggakan kontrakan yang belum di bayar beberapa bulan yang lalu.


Sang Ibu menyusuri jalan kampung menuju rumah sang majikan yang baru. Nampak jalanan becek karena sisa semalam hujan.


Tetangga di kampung tersebut sangat ramah setiap orang yang berpapasan kepada Bu Viona nampak tersenyum. Tapi Bu Viona seakan tidak percaya diri dan risih yang notabene dia adalah orang yang berada dan terbiasa dengan lingkungan orang berduit dan sekarang di kelilingi dengan orang yang sangat sederhana.


______


Arghhhh...


Nampak Bu Viona menghela napas panjang, dia seakan lelah dengan keadaan yang tengah menimpanya kini. Setelah perjalanan 10 menit dan telah sampai di pintu kompleks kemudian Bu Viona pun merogoh kartu nama yang ada di dalam saku baju.


Dengan membuka mata lebar Bu Viona membaca alamat sang majikan. Dan alangkah terkejut hati Bu Viona karena alamat yang tertera adalah bersampingan dengan rumah Rian dulu yang sekarang sudah dibeli oleh Lia sang mantan menantunya itu.


•••


Fani Surya Brata, S.H.


Jl. Anggrek


Komplek Griya Duta no. 1***A


•••


"Mungkin majikan aku yang baru dia warga baru di kompleks ini karena tetangga Rian aku hapal semua, dan kenapa majikan aku yang baru, rumahnya satu RT dengan rumah Lia," gumam hati Bu Viona seakan gusar dan mengurungkan niatnya untuk datang.

__ADS_1


Bu Viona mencoba menetralkan detak jantungnya yang mulai berdetak tidak karuan.


Dia pun mengambil masker penutup wajah didalam tasnya. Dan nampak dia pun nampak memakai masker tersebut.


Dalam hatinya berpikir takut jika tetangga sekitar mengetahui dirinya Ibunya Rian yang pernah singgah ke rumah tersebut.


Nampak sekarang bagian wajah Bu Viona yang terlihat hanya mata dan keningnya saja.


______


Setelah di depan gerbang rumah Rian yang dulu, hati Bu Viona terasa berdesir. Ingatan dia kembali ke masa lalu. Dulu dia pernah berdiri tegak di depan garasi halaman rumah dan sesekali dia berlari kecil diluar halaman rumah hanya untuk memperhatikan sang cucu sedang bermain sepeda.


Bu Viona seakan hancur lebur hati dan perasaannya.


"Mengapa cobaan yang aku hadapi begitu berat," gumam hatinya dan air mata pun menetes dari ujung matanya.


Bu Viona mencoba menguatkan dirinya.


Nampak rumah Lia terlihat sepi seperti tidak ada penghuni. Dalam hati Bu Viona berpikir mungkin rumah tersebut hanya sebagai investasi saja.


"Aku ngontrak tidak punya rumah dan kontrakan yang aku tempati pun tidak layak karena tempatnya sempit. Tapi mantan menantuku yang sudah aku khianati, rumah pun dia tinggalkan karena rumahnya banyak. Begitu miris nasibku dan Rian," Bu Viona pun dengan cepat meninggalkan halaman rumah Lia dengan dada yang bergemuruh.


_____


"Bu, ini rumahnya," tiba-tiba di depan teras ada yang memanggil Bu Viona dan nampak yang memanggil tersebut adalah sang majikan yang baru yaitu Fani.


Bu Viona nampak tersenyum lebar meskipun hatinya sedang getir.


"Bu, sudah sarapan?" tanya Fani.


"Sudah Neng," jawab Bu Viona dengan pandangan menunduk.


"Pagi ini saya sudah membeli sarapan nasi uduk sama telor dan Ibu pagi ini tidak perlu menyediakan makan," ucapnya.


"Iya, Neng," jawab Bu Viona sambil menyeret langkah kakinya mengikuti sang majikan.


_____


Nampak ketika di dalam rumah terlihat suami Fani yang sedang menikmati sarapan pagi berada duduk di meja makan dan juga anaknya Fani terlihat ada disana.

__ADS_1


"Mas, ini Ibu yang aku ceritakan sama kamu. Dia akan bekerja di rumah kita mulai hari ini," ucap Fani.


Sang suami dan anaknya Fani terlihat begitu ramah dan mereka pun nampak menyapa Bu Viona.


•••


Fani kemudian mengajak Bu Viona kedalam dapur dan menunjukkan kamar Bu Viona meskipun Bu Viona tidak menginap disana.


"Bu, tadi Fani lihat Ibu berdiri lama di rumahnya sebelah sana ada apa!?" tanya Fani.


DEGH...


Nampak Bu Viona terkejut dengan pertanyaan yang di sampaikan oleh Fani karena dia tadi lama termangu berdiri di rumahnya Lia yang dulu dia juga pernah di singgah kesana.


"Ng-nggak apa-apa kok. Cuma enak saja lihatnya seperti bangunan baru," ucap Bu Viona terdengar gugup.


"Iya, itu orang kaya Bu. Aku juga dengar dari tetangga lain karena aku warga baru disini baru sekitar 2 bulan jadi belum terlalu kenal dengan warga sini." ucapnya.


•••


Bu Viona pun nampak menghela napas panjang tatkala mendengar kabar berita yang di ucapkan Fani bahwa penghuni rumah tersebut adalah orang kaya.


"Lia, kamu sangat beruntung sekali. Kamu dikhianati oleh aku dan anakku tapi kini kamu mendapatkan kebahagiaan," gumam Bu Viona matanya berkaca-kaca.


"Tapi orang itu enggak tinggal disini Bu, rumah itu dia gunakan kalau sedang acara kumpul keluarganya saja," ucap Fani kembali.


Nampak Bu Viona pun seakan bisa bernapas lega karena Lia tidak menempati rumah tersebut.


"Syukurlah kalau begitu," ucap Bu Viona dengan spontan.


"Maksud Ibu apa ya?" Fani seperti dihinggapi rasa penasaran dengan apa yang di ucapkan oleh Bu Viona itu.


"Ng-nggak apa-apa kok, maksud Ibu, syukurlah kalau kamu bisa pindah ke kompleks ini karena yang Ibu dengar komplek ini suasananya aman dan nyaman." ucap Bu Viona mencoba mengalihkan pembicaraan.


____


"Syukurlah, aku tidak bertemu dengan Lia karena Lia tidak menempati rumahnya yang berada di komplek ini," gumam Bu Viona.


Fani pun kembali menunjukkan ruangan yang berada di rumahnya dan setelah jam menunjukkan pukul 7 nampak keluarga kecil Fani pergi. Fani yang notabene buka praktek sebagai pengacara dan sang suami yang berprofesi sebagai Dokter.

__ADS_1


"Ayo, Nak, kita pergi sekolah nanti kesiangan," ajak Fani kepada sang anak yang baru menginjak kelas 3 SD.


Bersambung...


__ADS_2