Suamiku Terjerat Cinta Sahabat

Suamiku Terjerat Cinta Sahabat
Bab: 144 Bu Viona gelisah karena Rian tidak pulang


__ADS_3

Nampak malam itu Bu Viona sedang duduk di teras rumah sendiri, karena menunggu kedatangan Rian sang anak yang belum datang dari tempat kerjanya.


Tadi siang setelah acara dia bersama Desy datang ke Kafe Rian, nampak Desy mengantarkan Ibu Viona pulang. Kemudian Desy berlalu pulang, sementara Rian sibuk melayani para tamu yang datang.


"Mungkinkah dia masih sibuk di Kafe? Tapi sekarang sudah pukul 11 malam, biasanya paling lama Rian pulang pukul 10 sudah pulang ke rumah," gumam hati Bu Viona. Nampak ketika Bu Viona menelepon Rian pun ponselnya tidak aktif.


Buu Viona terlihat dihinggapi rasa khawatir segelas air kopi pun sudah ludes dia teguk dan kini yang tersisa hanya ampasnya saja.


"Bu, mending istirahat tidur, biar Mbak saja yang nunggu kedatangan Nak Rian," ucap sang ART seakan mengkhawatirkan Bu Viona yang nampak resah menunggu kepulangan sang anak.


"Iya, Mbak sebenarnya aku sudah capek dan ngantuk karena seharian tadi jalan-jalan dengan Desy,' jawab Bu Viona.


"Ya, sudah istirahat tidur Bu," sang ART seakan memaksa Bu Viona untuk istirahat.


"Ya, sudah Mbak, aku mau tidur. Tolong bangunkan aku kalau Rian pulang ya," ucap Bu Viona, dia pun menyeret langkah kakinya ke dalam kamar.


Sang ART nampak duduk selonjoran di kursi panjang dan kepalanya bersandar di atas bantal kotak yang empuk.


_______


Di dalam kamar nampak Bu Viona menatap langit-langit kamar lalu dia tersenyum lebar sepertinya dia sudah tidak sabar melihat sang anak menikah dengan Desy yang banyak duit dan Bu Viona berpikir nanti dia setelah menjadi Ibu mertua akan sering belanja bersama Desy.


Bu Viona beberapa kali melihat ponselnya dan menatap lekat ke aplikasi WhatsApp dan disana terlihat ponsel sang anak belum aktif karena masih ceklis satu, pesan yang beberapa kali dia kirim kepada sang anak.


Bu Viona pun terlihat lelah matanya akhirnya dia pun memejamkan matanya dan akhirnya Bu Viona tertidur pulas.


_______


Arghhhh....


Bu Viona terbangun dan menggeliatkan badannya terasa capek badannya. Dia pun nampak secara perlahan membuka matanya lalu melihat jam dinding yang menempel di tembok, dan Bu Viona pun nampak terkesiap karena jam sudah menunjukkan pukul 3 subuh. Dia pun mengingat kembali sebelum dia tidur tadi dia tengah menunggu kedatangan Rian sang anak yang belum datang kembali.


Bu Viona dengan cepat bangun dari ranjang lalu dia membuka pintu kamar kemudian dia berjalan ke kamar Rian lalu membukanya terlihat Rian tidak nampak disana.


Bu Viona dihinggapi rasa gelisah dia pun berjalan ke arah teras dan nampak mobil Rian pun tidak ada di sana dan betapa terkejutnya dia tatkala melihat sang ART sedang tertidur di kursi nampak dia terlihat lelah. Mungkin dia menunggu kedatangan Rian tapi tidak kunjung datang, sang ART pun akhirnya ketiduran di kursi teras.


_______


"Mbak, bangun, Mbak,,!" Bu Viona menggoyangkan badan sang ART secara perlahan dan akhirnya sang ART pun nampak membuka matanya. Dia sepertinya terkejut kepada Bu Viona yang tengah berada di hadapannya.

__ADS_1


"Ib- Ibu,,,! Ma-maaf, aku ketiduran," ucap sang ART gugup. Dia pun nampak melirik pandangan matanya ke arah garasi dan disana tidak nampak mobilnya Rian.


"Nak Rian, apakah tidak pulang! Kemana dia?" gumam sang ART terlihat mengerutkan dahinya.


•••


"Bu, Nak Rian belum pulang," ucapnya lirih.


"Iya, kemana anak itu ya, tidak biasanya dia belum pulang jam segini, padahal sekarang sudah hampir subuh. Di telepon pun tidak aktif," Bu Viona pun nampak duduk dipinggir sang ART dengan raut muka kesal dan dihinggapi rasa khawatir.


"Apa Nak Rian, menemui Papanya?" tanya sang ART dengan menatap lekat ke arah Bu Viona sang majikannya itu.


Bu Viona dengan cepat menggelengkan kepalanya.


"Tidak mungkin Mbak, Rian kan sama aku tidak akur sama dia," ucap Bu Viona.


"Ya, sudah Bu, mungkin dia nginap di rumah temannya," sang ART mencoba menyabarkan hati sang majikannya itu.


Sejenak Bu Viona pun berpikir.


"Mungkin Rian sedang banyak pikiran karena di desak terus untuk menikah oleh Desy dan juga aku, sebagai Ibunya jadi dia ingin menenangkan pikirannya," gumam hati Bu Viona mencoba tenang.


_______


"Mbak, kamu tidur saja istirahat enggak apa-apa. Kasihan kamu jadi ketiduran di teras gara-gara nungguin Rian," ucap Bu Viona.


"Enggak apa-apa Bu, tadi tidurnya nyenyak kok, walau di kursi," jawab sang ART.


Sang ART pun berlalu dari hadapan sang majikan untuk melakukan tugasnya sebagai pegawai yang rajin.


Bu Viona pun kemudian berlalu kembali ke kamarnya.


"Apa mungkin Rian ke rumah Papanya? Tapi itu tidak mungkin karena dia tidak akur dengan Papanya atau ke rumah Desy! Itu juga hal yang tidak mungkin karena Rian juga hubungan dengan Desy sedang tidak baik," ucap Bu Viona terlihat dihinggapi rasa khawatir kepada sang anak.


Ting...


Tiba-tiba pesan muncul dari Desy yang menanyakan Rian karena Rian ponselnya tidak aktif ketika Desy mencoba menghubunginya.


Bu Viona nampak salah tingkah tatkala mendapatkan bunyi pesan dari Desy karena dia tidak mau jika Rian sebenarnya tidak pulang ke rumah dan ini akan mengakibatkan rasa khawatir di diri Desy sebagai kekasihnya yang sangat cinta kepada Rian.

__ADS_1


{"Sedang tidur Des, dan pintunya di kunci. Semalam pulang agak malam karena lembur. Mungkin ponselnya mati dan Rian lupa mencharge, ponselnya,"} nampak Bu Viona begitu pandai bersandiwara kepada Desy karena dia tidak mau Desy marah dan dihinggapi rasa khawatir jika Rian tidak pulang.


{"Ya, sudah Bu, kalau bangun tolong suruh nelpon ke Rian ya,"} balas pesan dari Desy.


{"Iya, Des,"} jawab pesan sang Ibu.


•••


Sang Ibu pun mencoba kembali untuk menelepon Rian namun semua sia-sia saja karena nampak ponsel Rian belum aktif juga.


"Rian, kamu kemana sih, jangan buat aku kesal!" ucap sang Ibu terdengar kesal dan terlihat memendam amarahnya karena dihinggapi rasa kecewa. Tidak biasanya anaknya tidak pulang ke rumah.


_____


Tepat pukul 6 pagi nampak matahari sudah menampakkan sinarnya. Bu Viona nampak lusuh mukanya karena kurang tidur, dari pukul 3 subuh nampaknya dia tidak tidur lagi.


"Mungkin aku harus menyusul kesana ke Kafenya Rian, siapa tahu dia ada disana!" Bu Viona pun dengan segera akan membersihkan badannya, dan di saat dia mau memasuki kamar mandi terdengar bunyi telepon nampak Desy meneleponnya.


"Pasti dia ingin menanyakan kabar Rian, mungkin lebih baik aku tidak akan mengangkatnya karena kalaupun di angkat Desy akan kecewa lalu dia datang kesini untuk menanyakan keberadaan Rian," gumam Bu Viona.


Dia pun kemudian berlalu ke dalam kamar mandi untuk membersihkan badannya yang nampak lelah karena kurang tidur.


_______


Setengah jam kemudian.


Bu Viona terlihat sudah kembali segar setelah mandi pagi. Dia pun terlihat memesan Taksi untuk pergi menemui Rian ke Kafe.


"Semoga saja Rian ada disana!" gumam hatinya.


Setelah Taksi datang dan menunggu di depan halaman rumah, Bu Viona pun naik ke dalam Taksi tersebut.


"Cepat, ya, Pak!" ucap Bu Viona yang duduk di belakang Taksi tersebut.


"Baik, Bu!" jawab supir Taksi.


Nampak Desy terus-menerus menelepon Bu Viona dan sengaja oleh Bu Viona tidak di angkat karena dia dihinggapi rasa gelisah. Walaupun di angkat nantinya Desy pasti menanyakan keberadaan Rian saat ini.


{"Bu, Rian nya, sudah bangun belum,?} pesan dari Desy seakan membuat Bu Viona bertambah gelisah.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2