Suamiku Terjerat Cinta Sahabat

Suamiku Terjerat Cinta Sahabat
Bab: 59 Curiga


__ADS_3

Sang Papa dan Rian nampak sedang berada di teras rumah, mereka nampak serius sedang berbincang masalah Tante Dini.


Tatkala mendengar Tante Dini hamil sontak Rian dihinggapi rasa terkejut, dia seakan tidak percaya dengan apa yang didengarnya dari mulut sang Papa.


"Papa sedang tidak becanda kan!?" tanya sang anak dengan pandangan lekat ke arah kedua bola mata Papanya itu.


Sang Papa menggelengkan kepalanya seakan mengisyaratkan bahwa dia tidak sedang becanda dan dia serius dengan apa yang tengah diucapkannya bahwa Tante Dini sedang hamil.


"Kalau begitu tidak mau Pah, Rian tidak mau Tante Dini mempunyai anak, berarti hubungan Papa akan terjalin erat dengan Tante Dini dengan kehadiran sang anak!?" Rian nampak seperti dihinggapi rasa marah dan kecewa.


"Ya, gimana lagi sudah terjadi. Memang Tante Dini mengharapkan anak dari Papa," ucap sang Papa terlihat santai.


"Pah, jika Ibu tahu Papa akan mempunyai anak dari wanita lain betapa hancur hati Ibu," ucap sang anak.


"Sudah Rian kamu jangan menggurui Papamu, kamu juga sudah mengkhianati Lia!" sang Papa tersulut emosi dan menyindir anaknya itu.


_____


Percekcokan pun terjadi di antara Rian dan Papanya itu, yang menimbulkan Ibu Viona yang sedang beristirahat tidur di dalam kamar terbangun. Dia pun bertanya-tanya dalam dirinya, karena nampak setelah dia melihat raut muka kedua orang tersebut sorot mata keduanya tajam seperti menahan rasa amarah dan kesal.


"Ada apa ini!?" tanya Ibu Viona tiba-tiba datang menghampiri.


Sontak Rian dan Papa terkejut tatkala sang Ibu datang.


"Rian, ada apa??" tanya sang Ibu.


Rian hanya menatap wajah sang Papa dengan kesal, dia rasanya ingin mengungkapkan semua tentang perselingkuhan Papanya dan Tante Dini, tapi dia pun berpikir kembali. Betapa hati sang Ibu akan hancur jika mengetahui masalah ini semuanya. Sang Papa pun nampak terlihat kesal ketika sang anak menatap dirinya seperti dihinggapi rasa amarah.


Karena dihinggapi rasa emosi yang memuncak dan sang Papa seakan tidak mampu untuk menumpahkan semuanya akhirnya sang Papa berlalu dari hadapan istri dan anaknya tersebut.


___


Sang Ibu pun duduk tepat di pinggir Rian yang pandangannya masih menatap sang Papa yang tengah berlalu dari hadapannya.


"Rian sebenarnya ada apa, ibu baru lihat kamu dan Papa bertengkar sekeras itu. Ada persoalan apa Nak, jawab jujur sama Ibumu!?" ucap sang Ibu.


Rian pun nampak diam seakan tidak mampu untuk berucap, dia tidak tega untuk berkata jujur saat ini dengan melihat kondisi sang Ibu yang sedang sakit. Rian menghela napas panjang.

__ADS_1


____


Drett...Drett ..Drett..


Tiba-tiba bunyi suara telepon muncul di atas meja, nampak muncul nama Dini disana. Rian pun nampak terkesiap dengan suara bunyi getaran telepon dari meja tersebut karena pikirannya sedang melamun.


Sepertinya Papanya Rian lupa untuk membawa ponselnya tadi karena dihinggapi rasa kesal dan emosi yang memuncak sampai lupa dengan ponselnya yang tertinggal di atas meja.


"Dini,,,Dini, siapa itu? Bukannya itu ponsel milik Papamu, Rian!?" sang Ibu kemudian mengambil ponsel tersebut dan melihat lekat ke layar ponsel yang terus menerus berbunyi.


Karena tidak ada jawaban dari sang penerima telepon kemudian Tante Dini memberikan sebuah pesan.


{"Pah, sedang dimana?"} tulis pesan dari Tante Dini dan terbaca oleh sang istri.


Degh...


Sontak dada sang istri bergemuruh seketika, hatinya diselimuti rasa cemburu dan sesak.


"Rian coba baca isi pesan dari yang namanya Dini, apakah kalau teman menyebut dengan kata Papa!?" tanya sang Ibu seperti dihinggapi rasa emosi dan heran


"Mungkin salah tulis Bu," jawab Rian setelah membaca isi pesan dari Tante Dini.


"Enggak mungkin Rian!" ucap sang Ibu terdengar kesal.


_____


Kemudian sang Ibu pun merebut ponselnya sang suami dari Rian. Lalu dia melihat semua pesan yang di kirim oleh wanita yang bernama Dini, namun semua pesan dari istri mudanya tidak ada satupun mungkin sudah di hapus semua chat dari dia.


"Ibu yakin ada hubungan khusus Dini dengan Papa kamu ini, dan Ibu harus menyelediki," ucap sang Ibu.


"Rian yakin Bu, mungkin salah ketik," Rian mencoba meyakinkan kembali hati sang Ibu agar tidak larut dalam pikiran karena Rian khawatir kondisi sakit sang Ibu memburuk.


____


"Rian lihat ponsel Papa tidak?" tiba-tiba sang Papa datang nampak sudah memakai pakaian rapi sepertinya dia mau pergi lagi.


"Mau kemana kamu Pah, baru saja datang kesini!" ucap sang istri terdengar ketus ketika berucap.

__ADS_1


"Aku ada perlu mau ketemu dengan teman lama, dia nawarin untuk bisnis denganku," ucapnya sambil mengambil ponsel yang tergeletak di meja.


Kemudian sang suami pun membuka layar ponselnya, betapa terkejut hatinya karena nampak Dini baru saja menelepon tapi tidak ada yang mengangkatnya dan isi pesan dari Dini sudah ada yang membacanya. Hati sang Papa pun tidak karuan terlihat nampak jelas dari raut mukanya dihinggapi rasa gelisah dan mukanya pucat.


_____


Melihat perubahan fisik dari sang suami, Ibu Viona pun dihinggapi rasa curiga dan penuh tanya dalam hatinya.


"Kenapa kamu Pah? Sepertinya kamu kaget ya, karena pesan dari Dini sudah terbaca!" ucap sang istri.


Degh.


Terasa begitu berdetak cepat rasa jantung bergejolak di dada sang Papa tatkala sang istri berucap seakan menyindir dia.


"Apa sih, Bu, kalau anak-anak di kantor biasa menyebut dengan panggilan Papa, mereka yang masih muda usianya," ucap sang suami mencoba berbohong.


"Terus Dini ngapain nanyain keberadaan kamu sekarang sedang dimana, untuk apa!?" tanya sang istri seakan dihinggapi rasa curiga yang teramat dalam.


"Tadinya aku mau lembur Bu, tapi gak jadi!" ucapnya gugup.


"Awas, ya Pah, kamu jangan macam-macam sama aku! kamu sukses begini karena aku, kamu kan dulu sempat tidak punya apa-apa dan semenjak kamu menikah denganku kamu di masukan kerja oleh Papaku, dan diberikan modal untuk bisnis sekarang kamu jadi banyak uang. Jadi kalau sampai kamu berkhianat sama aku, kamu tidak punya apapun karena semua investasi atas nama aku!" ucap sang istri kembali menekankan sang suami agar berhati-hati.


____


Papanya Rian nampak tertegun dengan apa yang diucapkan oleh sang istri tersebut. Dalam hati sang suami seakan tidak peduli karena dia pun mempunyai istri muda yang kaya yaitu Tante Dini. Mungkin dia pun akan bisa hidup bahagia jika dia sampai ketahuan berselingkuh oleh istrinya itu, karena Tante Dini sangat berkecukupan dari segi hartanya.


"Jangan ngelantur Bu!" ucapnya seakan tidak punya rasa salah.


Dia pun pamit kepada sang istri.


Rian pun melihat kedua orang tuanya sudah tidak harmonis lagi, ini membuat hati Rian terasa miris. Rian ingin seperti dulu lagi keluarganya harmonis tanpa ada gangguan pihak ke-3, meskipun dia juga hidupnya hancur karena salah jalan dengan cara berselingkuh tapi dia tidak mau jika sang Papa sama seperti dirinya bercerai.


Rian nampak sedang berpikir dan memandangi sang Papa yang sedang berjalan ke arah mobilnya kemudian sang Papa pun berlalu dari garasi halaman rumah.


"Aku harus memisahkan Papaku dan Tante Dini, aku kasihan sama Ibuku. Walaupun aku sebenarnya salah juga, telah berselingkuh dari Lia tapi kesalahanku akan aku tebus dengan jalan memisahkan Papa dari Tante Dini," gumam hati Rian.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2