
Rian nampak sedang meringis menahan rasa sakit akibat tamparan keras dari sang Papa. Dia sedang di kompres oleh sang Ibu.
"Kamu bandel sih, tidak nurut sama Ibu.Tadi Ibu bilang apa, jangan datang minta pinjaman uang ke Papa kamu jadi saja kamu kena tampar. Dasar Papa kamu tidak tahu diri, anak datang bukannya di sambut dengan pelukan ini malah di tampar pipinya," Bu Viona terdengar menggerutu ketika berucap.
Dia seakan tidak terima jika sang anak di perlakukan tidak baik oleh mantan suaminya itu. Padahal kenyataannya sang Papa tadi terlihat kesal karena Rian menyudutkan dirinya.
_______
"Ibu sudah kirim pesan ke pelakor itu, awas saja kalau Ibu ketemu sama dia." ucap Bu Viona dengan tatapan tajam.
"Loh, kok Ibu malah kirim pesan ke Tante Dini bukannya ke Papa." ucap Rian nampak terkejut karena Rian berprasangka Tante Dini tidak bersalah malah dia yang akan memberikan modal tapi sang Papa melarangnya.
"Kalau si pelakor itu mendesak atau menggertak Papa kamu pasti dia mau pinjamkan uang itu. Niatnya aja gak mau pinjemin!" terdengar sang Ibu begitu geram kepada Tante Dini.
"Itu kan uangnya Tante Dini bukan uang Papa. Papa saat ini sedang miskin tidak punya uang yang punya uang itu adalah Tante Dini?" bela Rian kepada Tante Dini.
Bu Viona hanya diam dan pikirannya berselancar jauh.
"Rian sama Papanya sama saja mereka matre, yang punya duit hanya istrinya," gumam hati Bu Viona.
Dia tidak menyadari bahwa Bu Viona juga sebenarnya matre karena selama ini dia memanfaatkan uangnya Desy.
_______
Tiba-tiba terdengar suara bunyi mobil di halaman rumah. Nampak disana mobil Desy yang tengah datang.
Sang ART pun dengan sigap membuka pintu gerbang garasi. Nampak Bu Viona tersenyum lebar tatkala melihat menantunya tersebut datang.
"Akhirnya Desy datang juga," ucap Bu Viona tersenyum lebar.
Sontak Rian dihinggapi rasa curiga dalam dirinya, dia berpikir jangan-jangan yang mengundang Desy datang ke rumah adalah sang Ibu. Padahal Rian saat ini tidak mau bertemu dengan Desy.
"Ibu mengundang Desy ya, datang kesini!?" tanya Rian terlihat kesal.
Sang Ibu menganggukkan kepalanya.
"Memangnya kenapa!" Bu Viona menatap lekat kearah sang anak.
"Kok, Ibu tidak kasih tahu Rian dulu, kalau Desy mau kesini. Untuk apa juga dia di undang kesini," Rian dihinggapi rasa kecewa dan marah.
"Kamu aneh Rian, dia itu istri sah kamu!" jawab sang Ibu.
"Tapi Rian masih kesal dengan Desy karena dia berselingkuh," Rian berusaha memojokkan Desy.
"Apa bedanya dengan kamu Rian, kamu berselingkuh dan kamu yang memulai perselingkuhan itu," ucap sang Ibu.
"Lelaki wajar punya wanita lain dan mendua, bukannya lelaki di bolehkan beristri lebih dari satu seperti apa yang di lakukan oleh Papa! Kalau kita tidak nyaman dan istri pertama yang bersifat keras kepala, kita tidak apa-apa mempunyai istri dua," tegas Rian.
________
__ADS_1
PLAK...
Tamparan indah melayang di pipi Rian.
"Jadi kamu pikir bahwa kamu menyalahkan Ibu karena Papa kamu sudah tidak nyaman terus berselingkuh dengan si Dini pelakor itu!'
sang Ibu dengan refleks menampar anaknya itu. Dia seakan tidak terima dengan ucapan sang anak akibat sang suami berselingkuh karena sudah tidak nyaman dengan dirinya dan Bu Viona berpikir bahwa Dini lebih baik.
Rian nampak memegang pipinya yang baru saja dia di obati, luka lebam oleh sang Papa kini ditambah lagi tamparan oleh sang Ibu.
Tangan sang Ibu bergetar nampak dia tidak menyangka secepat kilat dengan berani dia menampar pipi sang anak. Rian hanya meringis menahan rasa sakit.
••••
"Siang Bu," tiba-tiba Desy datang dengan senyuman yang tipis. Dia mematung di depan pintu.
Nampak Rian berdiri dan nampaknya dia mau pergi namun dengan cepat sang Ibu menahannya dan matanya melotot. Rian pun kembali duduk dalam hatinya dihinggapi rasa kesal yang teramat.
DEGH ..
Sontak sang Ibu terlihat terkejut karena selang beberapa menit nampak Mamanya Desy muncul dengan wajah yang terlihat serius ketika menatap sang besan.
"Jangan-jangan Mamanya Desy mau minta cerai karena Rian anakku sudah tidak becus mengurus rumah tangganya," gumam hati Bu Viona dihinggapi rasa khawatir.
"Silahkan, silahkan duduk," ucap sang Ibu terlihat menatap Mamanya Desy, sementara Mamanya Desy nampak tidak menampakkan senyum ramahnya.
Rian pun nampak salah tingkah dengan kedatangan sang Mama mertua. Tapi Rian berusaha santai menghadapinya.
________
"Sehat Mah," ucap Bu Viona kemudian menyalami Ibu mertuanya itu.
"Rian, gimana hubungan kamu dengan Desy, apakah kamu mau lanjut atau gimana? Kalian udah sama-sama dewasa bukan anak kecil lagi harus pandai menyelesaikan masalah secara dewasa, bukannya menimbun masalah yang akhirnya menjadi boom waktu dan semua membludak dengan prasangka masing-masing." ucap sang Mama terlihat serius ketika berucap.
"Saya sudah berusaha Mah, agar Rian mau datang ke rumah Desy tapi mungkin dia sedang sibuk jadi waktunya kurang tepat." jawab Bu Viona mencoba membela sang anak dan tidak mau menyalahkan.
"Kalian sudah sama-sama gagal dalam berumah tangga dan seharusnya satu sama lain harus saling mengerti dan memahami masalah yang ada yang tengah menimpa. Bukannya sama-sama egois. Perselingkuhan di balas dengan perselingkuhan, bukan begitu caranya. Kamu juga Desy dengar kalau Ibu ngomong!" ucap sang Mama terlihat tidak membela siapapun dan sangat beda dengan Ibunya Rian dia seakan menutupinya aib sang anaknya itu.
_________
Rian dan Desy nampak menunduk, dan terjawab sudah tanda tanya dari Ibunya Rian dari mulut Mamanya Desy, bahwa Desy juga melakukan perselingkuhan. Nampak terlihat jelas sang Ibu hanya menghela napas. dia pun tidak menyangka bahwa Desy membalas perselingkuhan yang di lakukan oleh Rian.
"Pasti uang Desy berkurang karena dia pandai di porotin lelaki," gumam Ibunya Rian.
"Jangan hanya diam saja, Rian, Desy! Mau dibawa kemana hubungan kalian? Rian, kamu cukup mengkhianati Lia saja sahabat Desy tapi jangan di ulangi sama anak Mama ya. Memang dulu kalian telah melakukan kesalahan-kesalahan tapi coba benahi sekarang kehidupan kalian akan seperti apa kedepannya," ucap sang Mama dengan tatapan yang terlihat serius mengarah kepada Rian kemudian sang anak.
Rian menghela napas panjang.
"Sebenarnya Rian sudah tidak nyaman dengan Desy dan banyak alasan. Jika di sebutkan saru persatu mungkin itu tidak baik," ucap Rian.
__ADS_1
"Tidak, aku tidak mau pisah dari kamu Mas!" Desy dengan cepat bicara matanya berkaca-kaca seakan ada air mata yang akan menetes disana.
"Tidak Nak, Rian tidak akan cerai dari kamu." ucap Bu Viona sambil mengarah tatapannya ke Rian seakan memberikan kode jangan melepaskan Desy.
"Kayak tidak ada lelaki lain saja Desy!" sindir Mamanya Desy mendelik.
________
Sontak Bu viona dan Rian terlihat tersipu malu dan merasa tersindir dengan apa yang di ucapkan oleh Mamanya Desy.
"Baik, Mama beri waktu 3 bulan ke depan kalau sampai tidak ada perubahan dalam rumah tangga kalian dan selalu terjadi percekcokan lebih baik kalian pisah saja." tegas sang Mama dengan sorot mata tajam.
DEGH
Nampak Rian dan Desy terkejut dengan keputusan sang Mama. Rian terlihat biasa saja santai menanggapi sementara Desy dadanya bergemuruh tidak karuan karena dia sangat mencintai Rian, dengan berat cintanya dari Rian sampai tega dia merebut Rian dari Lia sahabatnya sendiri.
"Kalau cinta jangan balas selingkuh. seharusnya introspeksi diri kenapa suami berselingkuh karena tidak nyaman dengan istri," sindir Rian kepada Desy.
"Rian tutup mulut kamu!" sang Ibu terdengar dihinggapi rasa marah.
________
Sang Mama pun pulang tapi tanpa dengan Desy, sementara Desy tetap tinggal di rumah Bu Viona. Dalam hati Bu Viona berpikir betapa rasa cintanya Desy begitu besar buat anaknya sampai tega dia meluruskan permasalahan datang ke rumahnya. Padahal tadi Bu Viona menyuruh Desy datang sendiri saja tanpa di temani oleh sang Mama.
"Des, kenapa kamu tetap tinggal disini bukannya ikut pulang sama Ibumu," sindir Rian kepada Desy.
"Mas, apa kamu tidak kangen sama aku, istrimu." Desy seakan kesal dengan sindiran sang suaminya itu.
"Rian,,,!" sang Ibu terdengar geram melihat sang anak yang tidak hentinya menyindir Desy dari pertama datang.
Rian pun berlalu dari hadapan sang Ibu dan desy menuju kamar tidurnya.
•••
BRUK ..
Suara pintu begitu terdengar keras ditutup oleh Rian dari arah dalam kamar.
Nampak terlihat Bu Viona dan Desi dihinggapi rasa terkejut dengan suara bantingan pintu.
"Sabar Des, nanti akan Ibu bujuk agar Rian kembali sayang sama kamu. Mungkin dia sekarang lagi sedang banyak pikiran jadi emosinya tidak terkontrol," ucap sang ibu mencoba menyebarkan hati Sang menantunya tersebut.
Desi nampak menitikan air mata dia tidak menyangka pernikahannya dengan Rian akan berujung dengan kesedihan.
Padahal sebelumnya dia berpikir ketika dia mendapatkan Rian dari Lia mungkin hidupnya akan sempurna karena sosok Rian yang begitu tampan dan menyayanginya.
Tapi setelah menikah Rian begitu cuek dan seakan tidak peduli, padahal yang di inginkan Rian dari Desi hanyalah uang semata.
"Pernikahan aku dengan Rian mantan suami sahabatku sendiri akhirnya tidak mendapatkan kebahagiaan. Padahal sebelumnya aku berpikir jauh hari, Rian akan sayang dan perhatian sama aku, ternyata diluar ekspektasi," gumam hati Desy terlihat sedih dan hatinya terasa tercabik.
__ADS_1
Bersambung...