Suamiku Terjerat Cinta Sahabat

Suamiku Terjerat Cinta Sahabat
Bab: 164 Desy pergi dari rumah.


__ADS_3

Rian menatap dari arah luar pagar ketika Citra dan Desy sedang beradu mulut. Rian pun hanya menghela napas panjang.


Mata Rian terpejam entah mengapa bayangan sang anak tiba-tiba hinggap dalam benak pikiran Rian dan dia pun seakan ingin punya rencana untuk bisa bertemu dengan sang anak untuk melepas rindu.


"Aku rindu sekali anakku!" gumam hati Rian.


Rian pun memberikan beberapa pesan kepada Bapaknya Lia karena dia tahu yang peduli untuk mempertemukan dia dengannya adalah Bapaknya Lia. Itu pun baru beberapa minggu ini Bapaknya Lia melakukan hal tersebut karena sang cucu merengek terus ingin bertemu dengan Rian.


______


•••


Di sebrang sana.


Nampak pesan muncul kepada Bapaknya Lia dari Rian, dia memberikan sebuah pesan bahwa ingin bertemu dengan Cantika.


Sang Bapak pun memberitahu isi pesan tersebut kepada Lia karena Lia kebetulan sedang mampir ke rumah orang tuanya.


"Memangnya Rian sekarang dia sedang ada dimana?" tanya Lia kepada sang Bapak.


"Katanya Rian ingin melepaskan rindu dengan anaknya dan dia sedang ada di luar tengah mengantar Ibu dan Desy. Mungkin sebelum Rian pulang ke rumah, dia akan mampir kesini untuk bawa anaknya." ucap Bapaknya Lia.


Lia pun nampak ragu jika Rian akan membawa anaknya. Sementara Rian keberadaannya sedang mengantar Ibu dan istri barunya.


_______


"Tapi Cantika nanti akan merasa nyaman tidak, ketika berada disana karena ada Desy?" tanya Lia dihinggapi rasa khawatir.


"Lia, Rian dan Bu Viona kesalnya sama kamu saja kan, kalau sama Cantika mereka peduli. Jadi semoga cucunya Bapak tidak di sakiti," ucap sang Bapak.


"Tapi Pak, dia tidak tanggung jawab! Tidak memberikan napkah kepada anaknya. Apakah itu yang di namakan peduli?" Lia kembali dihinggapi rasa kesal dengan mengingat Rian yang tidak memberikan napkah kepada sang anak.


"Sayang, sudah lupakan masa lalu, kemarin aku sudah bilang. Mungkin Rian ketika itu sedang tidak punya uang dan jalan pikirannya belum terbuka. Aku tidak mau kamu banyak pikiran karena kamu sedang mengandung juga buah hati kita," ucap Adrian mencoba menyabarkan hati sang istri. Akhirnya Lia pun hanya terdiam dengan apa yang di ucapkan oleh sang suami.


_______


Bunyi klakson terdengar di luar halaman rumah dan nampak Lia mengintip dari arah jendela dalam rumah dan ternyata yang datang adalah Rian.


"Asik, Papa sudah datang." ucap sang anak.


Cantika pun pamit kepada Lia untuk pergi karena sudah di jemput oleh Rian.

__ADS_1


"Nak, jangan nakal ya, awas!" ucap Lia kepada sang anak.


"Oke,,," jawab Cantika dengan riang.


Anak tersebut pun kemudian berlalu pergi keluar dengan di antar oleh Bapaknya Lia, sementara Lia hanya menatap dari arah jendela dalam rumah.


_______


Setelah melihat sang anak membuka gerbang halaman rumah dengan di buntuti oleh sang Kakek atau Bapaknya Lia. Rian pun dengan cepat keluar dari dalam mobil lalu dia menghampiri sang anak dan mencium keningnya. Kemudian Rian pun nampak terlihat bersalaman dengan Bapaknya Lia.


Nampak terlihat Bapaknya Lia tidak terlihat ramah senyumannya seakan hambar.


"Sayang, hati-hati disana ya, jangan nakal," ucap sang Kakek mencium kening sang cucu.


Cantika pun nampak memasuki mobil dan setelah berada di mobil kemudian sang Nenek yaitu Bu Viona memeluk erat tubuh cucunya tersebut dengan mata berkaca-kaca.


"Sayang, sudah lama kita tidak bertemu. Nenek kangen sama kamu," ucapnya.


Sementara Desy sang Ibu sambung terlihat canggung karena Cantika hubungannya kurang baik dengan dirinya.


"Cantika, sehat Nak?" Desy terlihat menanyakan kabar Cantika. Sang anak hanya tersenyum tipis.


Tiba di rumah.


"Cantika tidurnya sama Nenek saja ya," ucap sang Nenek.


"Sama Papa saja ya!" jawab Rian menatap lekat ke arah sang anak. Terlihat mata Desy mendelik. Dan nampak terlihat oleh sang Ibu. Dan Ibu Viona pun dengan cepat berucap.


"Sayang, Nenek kangen banget sama kamu. Tidurnya sama Nenek ya," ucap Bu Viona memeluk erat sang cucu.


Desy terlihat cemberut karena dihinggapi rasa cemburu ternyata begitu perhatiannya Bu Viona terhadap anaknya Lia. Begitupun dengan Rian. Desy pun nampak memasuki kamarnya.


______


Tepat pukul 11 malam nampak Rian belum memasuki kamar, Desy pun keluar kamar untuk memastikan Rian sedang tidur dimana.


Setelah pintu kamar terbuka dengan lebar nampak terlihat oleh Desy, Rian tidur di kursi sofa. Desy kemudian menghampiri Rian untuk segera pindah tempat tidur dan memasuki kamar, namun Rian menolaknya.


Desy pun terlihat marah karena merasa tidak dihargai oleh Rian. Desy ngomel-ngomel tidak jelas dan percekcokan pun terjadi di antara mereka.


"Kamu tidak menghargai aku sebagai istri kamu, dasar lelaki egois!" ucap Desy.

__ADS_1


Sementara Rian yang sedang kesal pikirannya dan nampak capek merasa terganggu dia pun nampak marah kepada Desy.


"Kamu ngapain sih, ganggu aku terus kalau kamu gak nyaman pergi saja ke rumahmu!" bentak Rian.


Sontak Desy merasa tersinggung dengan perlakuan Rian yang nampak tidak menghargai dirinya.


"Oh, kamu usir aku, Mas! Baik, malam ini juga aku akan keluar dari rumah ini!" tegas Desy dengan mata yang berkaca-kaca.


"Silahkan, kamu pergi!" Rian mendelik.


Dengan sorot mata tajam menatap Rian, Desy pun nampak menitikkan air mata kemudian Desy berlalu dari hadapan Rian menuju kamarnya.


Tiba di kamarnya Desy nampak memasukkan beberapa baju ke dalam tas. Niat dia ingin pergi dari rumah Bu Viona karena merasa tidak dihargai oleh sang suami.


______


Desy keluar dari dalam kamar dengan membawa tas berisi baju dan melewati Rian ketika dia berjalan.


Rian seakan cuek dan masih dengan posisi telentang badannya, telunjuknya sambil memijit pelipisnya. Dalam batin Desy ingin sekali ada perhatian dari Rian untuk mencegahnya tapi apa hendak dikata Rian seakan cuek dengan istri barunya itu.


"Brengsek, Rian!" batin Desy menjerit.


Desy melihat dengan ekor matanya, nampak Rian tengah memejamkan matanya seakan tidak peduli dengan Desy yang sedang melewati dirinya.


"Silahkan Desy, aku tidak peduli dengan kamu. Aku capek!" gumam hati Rian.


Bruk ...


Nampak Desy melirik ke arah Rian dengan tatapan mata yang terlihat kesal dan kecewa. Pintu di tutup dengan kasar oleh Desy dan nampak Rian terperanjat dan terlihat bangun dari kursi sofa.


"Ternyata pribadi kamu sangat buat aku kesal," gumam hati Rian.


_______


Desy pun mengeluarkan mobilnya dari dalam garasi rumah tersebut, dan nampak Bu Viona mengintip dari arah gorden jendela kamarnya. Dia nampak terkejut tatkala melihat Desy keluar rumah sendiri tanpa di temani Rian dan keadaan diluar sudah larut malam.


"Nek, siapa yang keluar?" tanya Cantika kepada Bu Viona.


"Sayang, kamu tunggu disini ya!" jawab Bu Viona kepada cucunya tersebut. Bu Viona pun nampak keluar dari dalam kamarnya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2