Suamiku Terjerat Cinta Sahabat

Suamiku Terjerat Cinta Sahabat
Bab: 46 Genangan air mata


__ADS_3

Rian datang kembali.


Akhirnya Rian datang bersama anaknya menepati janjinya untuk kembali datang.


Rian nampak tegar tidak ada rasa sedih sedikitpun di depan orang tuanya Lia. Mungkin dia sudah siap untuk menghadapi apa yang akan Lia berikan, untuk jawaban mengenai masalah perceraiannya.


"Bu, sebelumnya Rian minta maaf, karena mungkin Rian tidak bisa menjadi suami yang baik terhadap Lia. Dan Lia pun meminta Rian untuk kita bercerai. Tidak apa-apa Rian pasrah dengan apa yang diminta oleh Lia, yaitu perceraian. Tapi Rian hanya minta satu jangan pisahkan Cantika dengan Rian. Bagaimanapun saya adalah Bapaknya, meski saya banyak salah tapi saya akan mencoba memberikan yang terbaik dan perilaku yang terpuji kepada sang anak," ucap Rian. Terdengar jelas bahwa dia menerima permintaan cerai dari Lia sang istri.


Sejenak Ibunya Lia dan Tante Restu nampak tercengang dengan ucapan dari Rian. Mereka menyangka Rian tidak akan menerima perceraian dari Lia, tapi nampak terlihat Rian seperti pasrah menerima keadaan yang diberikan oleh sang istri.


____


"Sebenarnya hati kecilku tidak mau bercerai dengan Lia, dan tidak mau berpisah dengannya dan Cantika. Aku sangat menyayangi mereka tapi kesalahan yang telah aku lakukan membuat hati Lia tidak terbuka lagi untuk bersama mengarungi rumah tangga," gumam hati Rian seakan terpukul.


Dia coba menahan air mata yang akan menetes di hamparan pipinya jangan sampai lolos. Dia tidak mau jika di depan Lia dan keluarga Lia terlihat lemah tak berdaya.


_____


Seketika berderai air mata Lia tatkala Rian berucap seperti itu, dia pun sebenarnya masih ada rasa sayang terhadap Rian, karena Rian adalah cinta pertama dari Lia.


Tapi semua itu mencoba Lia tepis dengan apa yang sudah Rian berikan kepadanya, yaitu sebuah perselingkuhan dengan sahabatnya sendiri yaitu Desy.


"Mah kenapa menangis? Jangan nangis dong," ucap Cantika menatap lekat kepada Lia.


Lia pun merasa sedih tatkala anaknya berucap seperti itu, Lia semakin terpuruk hatinya bukan rasa ingin kembali kepada Rian tapi dia pun memikirkan hati sang anak ke depannya akan seperti apa, tanpa Rian. Meskipun Rian sosok lelaki penghianat, tapi dia begitu sayang terhadap Cantika anak semata wayangnya.


"Sayang, ayo sama Tante ke belakang. Tante lupa, tadi Tante beli puding coklat kesukaan kamu! Ayo, kita makan di halaman belakang," bujuk sang Tante kepada Cantika.


Tante Restu tidak mau jika Cantika sedih, tatkala melihat Lia sedang menangis.


Cantika pun tidak berbicara sedikitpun pandangan dia menatap sang Mama, kemudian melirik ke arah Papanya.

__ADS_1


Nampak Rian pun pandangannya tertunduk dengan mata berkaca-kaca, anak tersebut seakan tahu jika kedua orang tuanya sedang ada masalah serius, Cantika menghela napas secara perlahan, dan matanya berkaca-kaca.


Kemudian Cantika menarik tangan sang Tante menuju halaman belakang. Entah mengapa anak tersebut terlihat sedih nampak terlihat dari raut muka dan bola matanya, Sudah tidak ada binar keceriaan lagi. Sang anak yang ceria di mata sang Tante tidak pernah sedih. Kini nampak dihujani dengan genangan air mata di bola matanya. Namum air mata itu tidak dia limpahkan, agar kedua orang tuanya tidak bertambah sedih dengan keadaan dia yang sedang gundah gulana hatinya.


____


Tiba-tiba Bapaknya Lia datang dari arah kamar, nampak dia mengucek kedua bola matanya karena terbangun dari tidur.


"Ada Rian, sehat kamu?" tanya sang Bapak, Rian pun bersalaman dengan Bapaknya Lia, dan mencoba tersenyum walaupun hatinya sedang dihinggapi rasa sedih dan kecewa keputusan Lia yang menceraikan dirinya.


"Maaf Bapak capek, dan ketiduran tadi. Jadi gimana ini, keputusannya!?" tanya kembali sang Bapak terlihat ingin mendengar langsung dari mulut Rian mengenai rumah tangga kedepannya yang akan dia jalani seperti apa.


Nampak Rian membuang napas kasar, dia mencoba menahan emosinya dengan bersikap tenang.


"Keputusan Lia sudah bulat dan kita mau bercerai. Sebenarnya Rian mau mempertahankan rumah tangga ini, tapi Lia tidak mau meneruskan hubungan mahligai rumah tangga. Rian tidak mau memaksakan kepada Lia untuk meneruskan rumah tangga yang kita jalani sekarang ini, takut kedepannya akan terjadi percekcokan lagi," ucapnya lirih.


Mata sang Bapak melotot dia seakan tak terima dengan keputusan dari sang anak, bahwa Lia akan menceraikan Rian sang menantu yang dia anggap menantu idaman, yang baik hati, tanggung jawab juga alim dan tidak selingkuh terhadap sang istri.


"Lia, perceraian di perbolehkan tapi dibenci oleh Allah. Dalam agama kita," ucap sang Bapak mencoba meyakinkan hati Lia.


•••


Terasa jantungnya di remas dan dada sang Bapak terasa sesak, saat mendengar ucapan sang anak bahwa dirinya sudah dikhianati oleh Rian dan perselingkuhan itu terjadi 2 kali.


Sang Bapak pun memandang anaknya itu dengan lekat. Mungkin sang Bapak pun merasakan kegelisahan Lia yang sedang gundah gulana karena penghianatan dari seorang suami.


Nampak terlihat kecewa diraut muka sang Bapak terhadap sosok Rian sosok yang dikaguminya selama ini.


____


"Lalu,, kenapa kamu berselingkuh kepada anakku? Apakah Lia sudah tidak becus mengurus kamu sebagai istri!?" sindir sang Bapak. Rian pun merasa tertampar malu, dan tersindir dengan ucapan tersebut.

__ADS_1


Dia tidak menduga bahwa sang Bapak dengan berani berucap seperti itu,


Rian tidak bisa menjawab pertanyaan dari sang Bapak, dia pun hanya menundukkan pandangannya.


"Sekarang begini saja, itu terserah Lia mau menggugat Rian di pengadilan kapan, Rian hanya pasrah," ucapnya dengan lirih.


_____


Dua jam sudah Rian berada di rumah Tante Restu, dan akhirnya Rian pun pulang dengan keadaan hati yang terluka.


Jalannya terasa gontai ketika mengarah ke dalam mobil, hati dan perasaannya seakan tidak karuan. Rasa bingung, bersalah, sedih, begitu hinggap nyata di dalam benak pikirannya.


Nampak Rian pun memasuki mobil kemudian mengemudikan mobilnya dengan kecepatan pelan. Senyuman dari sang anak yang tadi siang ketika nonton Bioskop begitu terpancar dan terlihat indah.


Mungkin bukan yang terakhir pertemuan dengan anaknya itu tapi kedepannya dia tidak bisa lagi bertemu tiap hari dengan sang anak karena Rian sudah berpisah dengan Lia, jadi pertemuan dengan sang anak ada jeda.


•••••


Drett...Drett... Drett...


Terdengar bunyi telepon dari ponsel milik Rian, di layar ponsel terlihat Desy menelepon dan Rian pun hanya menatapnya, dia seakan tidak mau menerima telepon dari Desy karena pikirannya sedang dihinggapi rasa kecewa dan sedih.


Ting..


Desy pun memberikan sebuah pesan.


{"Mas, saya sedang di rumah kamu, ini lagi ngobrol dengan Ibumu, kamu pulang jam berapa?"}. tulis pesan Desy dan di kata terakhir memberikan emotion love.


Rian nampak bingung ketika membaca pesan tersebut, karena pikirannya sedang kacau. Untuk saat ini dia tidak mau memikirkan Desy, apalagi untuk bertemu dengan Desy. Akhirnya Rian pun membelokkan mobilnya ke arah Hotel yang jaraknya tidak jauh dari arah rumah Rian.


Rian berpikir untuk sementara waktu, dia tidak mau diganggu oleh siapapun. Jadi dia berpikir mending saat ini, dia lebih baik menenangkan diri dulu, istirahat di sebuah Hotel, agar pikirannya sedikit rileks.

__ADS_1


"Aku akan hadapi perceraian darimu Lia," ucapnya dengan pandangan kosong ketika memberhentikan mobilnya di sebuah Hotel.


Bersambung...


__ADS_2