Suamiku Terjerat Cinta Sahabat

Suamiku Terjerat Cinta Sahabat
Bab: 139 Anita terlihat cuek


__ADS_3

Nampak Desy sedang berada di Kafe milik Rian dan kini wajahnya sudah tidak rusak lagi kembali cantik seperti sedia kala, dan nampaknya kedatangan dia kesana untuk menagih janji Rian yang saat itu berjanji mau menikahinya setelah dia pulang dari Singapura dan wajahnya kembali sempurna seperti sedia kala.


Pengunjung sudah agak sepi karena Kafe akan tutup dan persediaan makanan di Kafe tersebut nampak laris, dan hal ini mengakibatkan rasa gembira bagi Rian.


Rian belum sempat menghampiri Desy yang tengah asik menikmati secangkir kopi yang sedang di suguhkan di meja Kafe karena pengunjung Kafe begitu ramai dan nampak Rian sedang bersama karyawan lain sedang menghitung hasil dari penjualan di Kafe hari ini. Disana ada Anita yang sedang sibuk di depan laptopnya.


________


"Anita kalau sudah beres kamu boleh duluan pulang, kasihan kamu sepertinya hari ini nampak capek dan lelah kurang istirahat." ucap Rian seakan mengkhawatirkan keadaan keadaan karyawannya itu yang terlihat sangat aktif dan jujur.


Sepertinya Rian sangat mengagumi sosok Anita selain parasnya cantik, dia wanita yang tidak mudah tergoda oleh buaian sang lelaki dan Anita selalu menjaga pandangannya terhadap lelaki. Dan hal itu seakan membuat penasaran bagi diri Rian yang notabene Rian setelah pisah dengan Lia belum pernah bertemu dengan wanita yang sifatnya seperti Anita itu.


______


Anita hanya menganggukkan kepalanya dia tidak mau untuk bertatapan langsung dengan Bos-nya tersebut. Anita pun nampak memasukkan ponselnya ke dalam tas kecilnya dan itu pertanda dia mau beres-beres untuk persiapan pulang.


"Oh, iya kamu mau di antar pulang sama aku tidak!?" Rian nampak terlihat menawarkan bentuk perhatian kecil kepada Anita dengan cara ingin mengantarkan pulang karena diluar hujan masih mengguyur belum reda.


Ehemm..


Nampak suara deheman datang dari karyawan lain yaitu sahabatnya Anita yang bernama Risma. Dia seakan paham betul jika Bos-nya itu sudah menaruh hati kepada Anita sejak datang ke Kafe tersebut.


"Kalau aku mending terima tawaran dari Pak Rian untuk bisa bareng pulang, hehehe..." lalu suara lain pun muncul datang dari arah depan pintu yaitu Dea dengan membawa secangkir kopi menuju meja Rian.


"Enggak Pak,,! Terima kasih," Anita dengan cepat berucap, dia mencoba menolak tawaran dari Rian untuk di antar kan pulang.


"Ayo, Anita dari pada kamu pakai ojek online. Sekarang lagi hujan dan biasanya kalau hujan suka susah untuk memesan kendaraan," bujuk Rian kembali seakan mengkhawatirkan keadaan karyawannya itu yang dia kagumi selama ini.


_______


Pandangan mata Anita kemudian mengarah keluar dan mata dia tertuju kearah Desy yang tengah asik dengan ponselnya.


"Pak Rian kan sudah ada yang menunggu dari tadi," ucap Anita dengan lirih.


Degh....


Rian sontak pandangan matanya mengarah keluar dan nampak terlihat olehnya Desy sedang duduk disana. Mungkin karena Rian terlena dengan pekerjaannya jadi lupa jika ada Desy yang sedari tadi sedang menunggu.


"Desy mau ngapain kesini lagi, tadi siang dia sudah kesini disaat aku sedang sibuk. Aku merasa risih selalu di buntuti selagi kerja," gumam hati Rian terlihat kesal.


"Ya, sudah, Pak, Anita pamit pulang ya," Anita pun nampak pamit kepada Rian dengan membungkukkan badannya dan tersenyum tipis tapi tidak berani menampakkan mukanya kepada Bos nya itu.


"Ini yang aku suka dari pribadi Anita, dia selalu menundukkan pandangannya dan bajunya selalu terlihat sopan tidak seperti Desy dan Citra yang selalu memakai baju yang seksi yang memperlihatkan lekuk tubuhnya," gumam hati Rian.


Sementara Risma sang sahabat terlihat mengekornya dari arah belakang dengan bersenandung merdu.


"Bos, aku pamit pulang juga ya!? hehehe...,"


Risma memberikan kode dengan mengedipkan mata ke arah Rian seakan ada sesuatu diantara mereka. Rian hanya tersenyum dengan mengacungkan jempolnya.


_______


Setelah keluar dari dalam Kafe nampak mereka duduk diluar. Di teras Kafe tersebut tersedia tempat duduk dengan warna lampu yang berkedip-kedip dan warna lampunya tidak begitu terang yang nampak terlihat remang-remang.


Nampak Risma menghela napas secara perlahan dan melirik ke arah sahabatnya itu.


"Nit, sebenarnya aku mau ngomong dari kemarin sama kamu tapi aku lupa," ucap Risma sambil meneguk air mineral dari botol yang di bawanya sedari tadi di genggaman tangannya.


Sontak Anita tertegun dengan apa yang baru saja di ucapkan oleh temannya itu. Anita nampak matanya masih tertuju ke arah jalan sambil menunggu ojek online.


"Mau bicara apa?" tanya Anita pandangan tetap ke arah jalan tidak melirik ke arah temannya itu sedikitpun.

__ADS_1


"Bos kita, Nit,,!" jawabnya menggantung.


"Ada apa dengan Pak Rian?" Anita seperti dihinggapi rasa penasaran.


"Pak Rian jatuh hati sama kamu, kemarin dia bilang sama aku. Kata dia tolong bilang sama Anita katanya dia suka sama kamu. Kata Pak Rian, kamu orangnya beda dari yang lain begitu lembut, dan dingin jadi buat penasaran Pak Rian," ucap Risma seakan menahan tawa.


Sontak kedua mata Anita melebar sempurna dan seketika tubuhnya membeku dengan apa yang di ucapkan oleh Risma.


Nampak Anita menyesap jusnya walau dia tidak kehausan, mungkin karena ingin menghilangkan rasa terkejutnya dengan ucapan Risma yang mengatakan bahwa Pak Rian jatuh hati kepadanya.


"Argh,,, dasar Bos kita konyol! Masa sudah ada calon istri masih saja tebar pesona kepada wanita lain," Anita nampak mendelik kesal.


"Sebelum ada janur kuning melengkung tidak apa-apa, Anita cantik!" goda Risma kepada sang sahabat.


_______


Nampak bibir Anita mengerucut dia terlihat dihinggapi rasa tidak nyaman setelah mendengar kabar dari Risma bahwa Bos-nya menaruh hati padanya.


"Gimana Nit, kamu mau menerima cintanya Pak Rian!?" kembali Risma bertanya.


"Diam, kamu jangan bahas Pak Rian lagi aku capek dengernya," kembali Anita menggerutu. Dia pun nampak melirik arloji yang melingkar di tangannya.


"Lama banget ya, gojek nya!" ucap Anita terlihat gelisah.


"Semoga saja Pak Rian cepat datang jadi kamu tidak jadi pulang pake gojek-nya," ejek Risma tertawa terkekeh.


_______


TING...


TING...


Bunyi pesan muncul dari ojek online sontak Anita tersenyum lebar karena sang tukang ojek sudah tiba beberapa saat lagi.


"Kalau Pak Rian nanti malam telpon aku, nanti aku harus bicara apa Nit? Apa kamu menerima cintanya dia!?" teriak Risma ingin mendapatkan jawaban dari temannya itu.


Anita seakan tidak menghiraukan ucapan temannya itu. Dia terus mengayun langkahnya dengan cepat menuju jalan di mana dia memiliki janji temu dengan driver ojek online yang baru saja Anita pesan.


_______


"Sudah siap Neng!?" tanya driver ojek.


"Siap, Mang," jawab Anita.


Di belakang pria dengan helm dan jaket hijau Anita nampak terlihat mukanya sangat lelah karena pengunjung Kafe dari pagi ramai jadi dia tidak henti sejenak pun untuk beristirahat.


Mata Anita menyapu jalanan yang dia telusuri bersama dengan ojek online. Desir angin setelah hujan reda pun nampak menerpa kulit tubuhnya.


"Baru pulang kerja Neng?" sapa driver ojek dengan ramah.


"Iya, Mang," jawab Anita lirih seakan menahan rasa ngantuk yang mendera.


_______


Tiba di rumah Tante Shila.


Anita nampak membayar uang satu lembar berwarna biru kepada sang driver ojek online.


"Kembaliannya bawa saja Mang," ucap Anita tersenyum ramah kepada sang driver.


"Terima kasih Neng, semoga rezekinya berlimpah," jawab sang driver.

__ADS_1


Nampak Anita pun menghela napas secara perlahan ketika hendak memasuki rumah sang Kakak yang sudah hampir 3 bulan tidak bertemu.


"Kalau saja aku tidak dipaksa untuk datang ke rumah Kak Shila mungkin aku tidak akan mau datang kesini karena kalau datang kesini pasti Kak Shila menceramahi lama dan aku kurang istirahat karena begadang. Tapi untung besok hari libur aku kerja, jadi aku bisa pulang agak siangan ke rumah," gumam hati Anita.


Nampak pintu gerbang tidak terkunci sehingga Anita dengan leluasa bisa membuka pintu gerbang tersebut dengan sempurna.


_________


Tok ..Tok...Tok...


Pintu di ketuk beberapa kali oleh Anita dari arah luar, begitu lama pintu dibuka dari dalam. Dan akhirnya 5 menit kemudian akhirnya pintu pun ada yang membuka


Ceklek ..


"Anita,,,!!" sang Kakak langsung memeluk erat sang adik. Nampak Anita cemberut dan terlihat lesu karena capek sepulang kerja. Dan sang Kakak pun seakan tahu dengan keadaan kondisi sang adik dia lelah tidak mau di tanya dulu oleh sang Kakak.


"Ayo, masuk Sayang, langsung ke kamar ya, mandi bersihkan badanmu setelah itu kita makan dan setelah itu,,," nampak Shila tidak melanjutkan ucapannya. Sang adik pun tahu maksud ucapan dari sang kakak.


"Ngobrol,,!" Anita melengos dengan muka lusuhnya. Sang Kakak pun tertawa lebar ketika melihat raut muka sang adik yang terlihat kurang bersemangat.


Kamar khusus untuk Anita sudah di sediakan di rumah sang Kakak, jadi ketika Anita berkunjung ke rumah sang Kakak kamar sudah tersedia dan baju ganti pun nampak ada beberapa setel tersedia di lemari.


________


Tok..Tok ..Tok ..


"Nit, kamu sudah selesai mandinya," teriak sang Kakak dari pintu kamar.


Ceklek...


Nampak Anita sudah beres mandi dan terlihat segar badannya tidak seperti tadi ketika baru sampai di rumah sang Kakak, dia nampak lusuh dan kurang bersemangat.


"Makan yu,,," sang Kakak mengajak sang adik untuk makan.


"Masih kenyang Kak, karena tadi sebelum kesini Anita makan di Kafe," ucapnya sambil merebahkan badannya di kasur.


Arghhhh.


Nampak Anita menggeliatkan tubuhnya seakan lelah badannya.


"Oh, iya Nit, gimana kabar Bos kamu yang selalu menggoda kamu?" tanya sang Kakak.


"Kabarnya baik, memangnya kenapa?" tanya Anita seakan malas untuk membahas Rian, Bos-nya itu.


"Maksud Kakak, dia masih menggoda kamu tidak?" tanyanya lagi.


Anita hanya menggelengkan kepalanya dan matanya terlihat ingin istirahat dan seakan berat untuk terbuka dengan lebar. Nampak dia dihinggapi rasa ngantuk.


"Nit, jangan pernah terburu-buru menjalin hubungan, cinta sejati pasti akan mengungkapkan dirinya cepat atau lambat," ucap kembali sang Kakak dengan membelai rambut sang adik dengan lembut.


"Pokoknya kamu jangan sampai gagal seperti Kakak, nikah sampai 2 kali. Cukup Kakak saja yang mengalami kegagalan dalam rumah tangga dulu. Walaupun pada akhirnya sekarang Kakak menemukan cinta dan kasih sayang yang begitu indah bersama suami kedua yaitu Mas Satria. (yang tidak lain adalah adik dari Mama Silvi, Mama dari Adrian)." Shila nampak sedang menceramahi sang adik.


"Nit, kalau Kakak bicara itu perhatikan dan dengarkan," ucap Shila. Dia pun nampak melirik sang adik.


"Kamu lelah Nak," gumam Shila.


Anita nampak terlelap tidur dia seakan di bawakan cerita dongeng oleh sang Kakak. Shila pun seakan tidak berani untuk membangunkan sang adik .


Cup...


Shila mengecup kening sang adik dengan lembut lalu menyelimuti tubuh sang adik.

__ADS_1


"Semoga kamu dapat jodoh yang baik dan bertanggung jawab Nit, seperti Mas Satria," gumam Shila menatap lekat Anita. Dia pun kemudian keluar dari kamar sang adik.


Bersambung...


__ADS_2