Suamiku Terjerat Cinta Sahabat

Suamiku Terjerat Cinta Sahabat
Bab: 162 Perkelahian Desy dan Citra


__ADS_3

Citra terlihat meringis menahan rasa sakit setelah Desy menampar dirinya dengan keras. "Sialan berani-beraninya dia menampar aku!" gumam hati Citra.


Dengan cepat Citra pun meraih tangan Desy menggunakan tangan kirinya karena dia rasa tamparan yang di layangkan ke pipinya begitu sakit. Citra kemudian menampar balik pipi Desy dengan menggunakan tangan kanannya.


PLAK


PLAK


Desy pun badannya tersungkur karena tamparan yang dilayangkan oleh Citra begitu keras melebihi tamparan yang dilayangkan terhadap Desy kepada Citra, dan tamparan dari Citra tersebut mengakibatkan rasa ngilu di pipi dan kepala Desy pun terasa sangat pusing sekali.


_______


"Kurang ajar kamu! Dasar wanita keras kepala sudah tahu kamu salah masih saja melawan!" umpat Desy dan dia pun mencoba bangkit untuk berdiri karena badannya kini ambruk di bawah.


Citra terlihat tertawa terbahak tatkala melihat Desy tidak berdaya. Dan ini mengakibatkan rasa kesal sekaligus amarah dalam diri Desy semakin memuncak dan memanas.


"Apakah kamu tidak sadar, kamu juga salah karena dulu telah merebut Rian dari sahabatmu sendiri." bentak Citra


Desy pun mencoba bangkit dengan memegang kursi tapi apa daya Citra begitu jahat dia dengan spontan menarik kursi tersebut yang mengakibatkan Desy kembali tersungkur.


"Aww,,,Kamu kurang ajar! Desy terlihat meringis menahan rasa sakit


"Hahaha,,," Citra tertawa puas.


"Dasar orang gila,,,,!!!! Pelayan!!!!" teriak Desy.


________


Nampak di kafe tersebut masih sepi apalagi keadaannya di belakang yaitu di taman. Karena teriakan Desy begitu jelas terdengar sang pelayan pun dengan cepat datang.


Tatkala melihat Desy sedang duduk dibawah dan menahan rasa sakit dengan sigap sang pelayan membantu dan dia pun nampak berpikir kenapa temannya yang tengah berada di hadapannya tidak membantu dan Citra pun seakan tahu maksud dari gestur tubuh sang pelayan.


"Dia Pelakor, Mbak, merebut suami sahabatnya sendiri," Citra mencoba mempermalukan Desy.


Sontak Desy dihinggapi rasa malu dan kesal yang luar biasa tatkala mendengar semua apa yang di ucapkan oleh Citra dan mendapatkan perlakuan seperti itu.


"Dia yang rebut suamiku Mbak. Dasar mulutmu jahat Citra!!!" umpat Desy yang tengah di dudukkan di kursi oleh sang pelayan Kafe.


"Kamu lebih jahat dengan teganya merebut sahabatmu sendiri," ejek Citra dan dengan cepat dia pun berlalu dari hadapan Desy.


Desy pun seakan tidak kuasa kepada tingkah laku Citra dan dia pun mencoba untuk mengejarnya namun tiba-tiba Rian sang suami menelepon.


________


"Bu, sabar mending Ibu diam dulu istirahat. tangan Ibu memar-memar biar saya obati dulu," ucap sang pelayan.


Nampak tangan Desy memar-memar karena tersungkur kebawah dan dia tadi mencoba menahan menggunakan tangannya.


Desy pun dengan sangat menyesal dan masih menyimpan amarah dia terpaksa duduk dan menatap tajam ke arah Citra yang dengan santai dan cueknya berjalan kearah mobilnya itu.


"Kurang ajar, awas ya, tunggu pembalasanku!!" gumam hati Desy dengan mata merah menyala.


_____


{"Halo, Halo, Des!"} sapa sang suami di sambungan teleponnya karena Desy tidak nampak berbicara setelah dia tadi mengangkat telepon dari Rian.


{"Rian, cepat kamu datang ke Kafe Bintang dan lihat apa yang telah Citra lakukan terhadap istrimu!"} Desy bibirnya bergetar tatkala berbicara dan dihinggapi rasa amarah.


Di sebrang sana sontak Rian seakan tidak mengerti dengan apa yang di ucapkan oleh Desy istrinya tersebut.


{'Sebenarnya ada apa sih, kamu kenapa Des? Pelan-pelan bicaranya,"} ucap Rian.


{"Aku baru saja berantem dengan si pelakor Citra! Pacar baru kamu itu! Dan aku di pipiku baru saja di tampar dia, aku pun di dorongnya, badanku sakit semua Mas!"} Desy terisak tangis dengan emosi yang memuncak.


DEGH..


Sontak Rian dihinggapi rasa terkejut setelah mendengar apa yang di ucapkan oleh Desy. Dia seakan tidak percaya jika Desy baru saja bertemu dengan Citra.


{"Kok bisa sih, kamu bertemu dengan Citra!"} Rian terdengar terkejut.

__ADS_1


{"Bisa lah, aku yang undang dia kesini! Sudah kamu jangan banyak tanya badanku sakit remuk semua, aku mau minta antar pulang. Rasanya aku enggak kuat untuk nyetir. Kamu kesini pakai taksi dan bawa nanti mobilku. Antar aku pulang! Lama-lama disini aku malu!"} Desy terdengar begitu sangat marah terhadap sang suami. Sambungan telepon pun terputus.


________


Mendengar semua yang di ucapkan oleh Citra, Rian terlihat membuang napas kasar dan terlihat gusar dalam benaknya Rian berpikir


"Desy menjebak Citra untuk bisa bertemu. Tapi kenapa Desy yang kena tampar dan di dorong oleh Citra seharusnya disini Desy yang tersulut emosi," gumam hati Rian dihinggapi rasa penasaran.


Rian pun mencoba menelepon Citra dan nampak begitu lama Citra mengangkat teleponnya tersebut. Setelah menunggu beberapa menit akhirnya sambungan telepon pun di angkat oleh Citra.


_____


{"Halo Mas Rian, pasti kamu akan menanyakan kepadaku mengenai aku berantem sama istri kamu."} Citra terdengar santai ketika menerima telepon dari Rian tidak terdengar kaku atau takut.


{"Apa benar kamu sudah menampar Desy dan mendorongnya hingga tersungkur!?"} tanya Rian terdengar serius.


{"Iya, benar! Aku menamparnya dan tadi dia meringis menahan rasa sakit,"} jawabnya tanpa sesal.


{"Kamu jahat Cit, kenapa kamu dengan beraninya menampar Desy!"} Rian terdengar tidak suka mendengarnya.


{"Dia yang nampar aku duluan, apa dia tidak bilang sama kamu Mas, bahwa dia yang menampar aku duluan!"} Citra terdengar kesal ketika berbicara.


{"Tapi seharusnya,,"} ucap Rian menggantung karena ucapannya langsung di sambar oleh Citra dan dia pun nampaknya tidak mau kalah oleh ucapan Rian.


{Seharusnya aku jangan melawan begitu!?"} tanya Citra tertawa sinis.


{"Maksudku,,,'"} Rian kembali menggantung ucapannya tersebut.


{"Karena aku Pelakor jadi harus diam dengan apa yang dia lakukan terhadapku begitu! Apa bedanya dia dulu merebut kamu dari istrimu?"} sindir Citra kembali.


{"Cukup,,cukup Citra!"} Rian terdengar emosi.


Rian pun menutup sambungan teleponnya dengan dihinggapi rasa kesal dan emosi.


"Ternyata Citra keras kepala!" gumam hati Rian terlihat cemas dan kesal.


_______


"Pak, Taksinya sudah menunggu," ucap Pak satpam yang berpapasan diluar.


Rian hanya tersenyum tipis dan menganggukkan kepalanya ke arah Pak satpam tersebut.


•••


Nampak di dalam Taksi Rian melamun.


"Kenapa jadi rumit keadaannya," gumam Rian.


Rian terlihat memijit keningnya dan pandangan matanya seakan kosong ketika mobil Taksi tersebut menyusuri jalan menuju Kafe Bintang untuk menjemput Desy.


TING...


Tiba-tiba pesan muncul dari Citra.


{"Mas, aku pun sakit kena tampar istrimu,"}


Citra pun nampak mengirimkan sebuah gambar pipinya yang terlihat memerah karena tamparan dari Desy. Rian hanya melihatnya dan tanpa membalas pesan tersebut.


__________


Tiba di Kafe.


Nampak Rian berselancar matanya mencari keberadaan Desy di Kafe Bintang. Dan setelah Rian menemukan keberadaan Desy kemudian dia menghampiri.


"Des,,," ucap Rian dengan menatap lekat ke arah sang istri.


Rian terkejut dengan pipi Desy yang nampak memerah karena tamparan Citra, dan Desy sedang meringis menahan rasa sakit.


PLAK...

__ADS_1


Desy nampak berdiri kemudian dia menampar Rian dengan dihinggapi rasa emosi dan amarah yang memuncak.


"Dasar laki-laki tidak tahu diri. Ternyata kamu benar selingkuh dengan Citra!" bentak Desy terlihat kesal dan matanya berkaca-kaca.


"Sudah, kita selesaikan di rumah saja. Malu sama orang yang berada disini," bujuk Rian langsung menyeret tangan Desy keluar dari Kafe tersebut.


_____


BRUK....


Mobil di tutup dengan kasar oleh Rian dan dengan cepat meninggalkan Kafe tersebut. Nampak di dalam mobil Desy terlihat menangis sesenggukan. Rian nampak cemberut dan mendelik ke arah Desy. Rian terlihat kesal karena sudah di tampar oleh sang istri di depan orang yang tadi berada di Kafe Bintang.


"Diam,,,diam, Des!" bentak Rian terdengar marah dan tangan kirinya menutup kupingnya.


"Aku kesal, kesal, sama kamu! Kenapa kamu berselingkuh dari aku," Desy terdengar pilu.


Rian nampak menghela napas panjang dan mencoba mengatur detak jantungnya yang mulai tidak beraturan.


"Yang memulai selingkuh sebenarnya siapa!?" tanya Rian dengan pandangan masih tetap fokus mengemudi ke arah depan jalan.


"Maksud kamu apa?" tanya Desy masih dengan terisak tangis.


"Aku lihat kamu di cium dengan mesra oleh mantan suami kamu, Bobby!!" jawab Rian mendelik.


_______


DEGH...


Desy langsung matanya membulat dan dengan cepat menghapus air matanya. Dia seakan penuh tanya dengan apa yang di ucapkan oleh sang suami.


"Kapan! Kamu jangan menuduhku sembarangan," tegas Desy.


"Tidak perlu aku jelaskan kapan dan dimana. Pikir saja sama kamu, dan ingat kembali," jawab Rian terdengar dihinggapi rasa cemburu buta.


Desy pun nampak terdiam dia seakan mengingat kembali kapan dia dicium mesra oleh mantan suaminya. Desy mengernyitkan dahi dan nampaknya dia ingat waktu itu ketika dia berantem dengan Rian lalu Desy pergi ke rumah Ibunya dan Bobby juga ada disana dan sang mantan menciumnya dan kala itu Desy dengan cepat menepisnya.


"Ya, mungkin malam itu yang Rian maksud, tapi kan aku menghindar," gumam hati Desy penuh tanya.


"Cemburu kamu berlebihan!" ucap Desy kepada Rian.


"Berlebihan gimana, aku lihat kamu bermesraan dengan mata kepalaku sendiri dan bukan tahu dari orang lain," jawab Desy.


Desy pun nampak terdiam karena Rian seakan tidak mau kalah dan mobil pun tak terasa telah parkir di luar halaman rumah.


_______


Tiba di rumah.


Desy nampak memasuki rumah dengan muka cemberut sementara Rian setelah memasukkan mobilnya kedalam garasi rumah, dia langsung kembali memesan Taksi karena niatnya ingin kembali ke Kafe.


"Des, kenapa pulangnya bareng Rian, terus kenapa Rian pergi lagi. Apa kamu berantem lagi dengan Rian?" tanya Bu Viona yang baru saja mengintip dari arah gorden dan melihat Rian kembali pergi memakai Taksi dan terlihat Desy bibirnya mengerucut dan cemberut.


Desy pun menghempaskan badannya di kursi sofa kemudian dia menggerutu yang menimbulkan rasa khawatir di hati Bu Viona.


"Ada apa Des!?" tanya Bu mertua dihinggapi rasa penasaran.


"Rian, anak Ibu. Dia selingkuh!" ucap Desy terlihat kesal dan matanya berkaca-kaca.


Mata Bu Viona terbelalak dan nampak dia dihinggapi rasa penasaran.


"Maksud kamu apa Des!" Bu Viona kembali bertanya kepada menantunya tersebut.


______


Desy pun dengan rasa kesal dia menceritakan semuanya kepada Bu Viona apa yang telah terjadi. Dari mulai dia melihat pesan mesra dari Citra dan kemudian dia bertemu dengan Citra tadi.


Sontak Bu Viona nampak terkejut tatkala mendengar penjelasan dari Desy dia seakan tidak percaya dengan semuanya.


"Tenang Des, nanti ibu akan bicara sama Rian," Bu Viona terlihat menyabarkan hati Desy. Kemudian Desy pun berlalu dari hadapan Bu Viona menuju kamarnya dan menutup pintu kamar dengan kasar.

__ADS_1


"Rian, berani-beraninya kamu selingkuh sedangkan usia pernikahan kamu baru seumur jagung?" gumam hati Bu Viona.


Berdasarkan...


__ADS_2