
Terlihat Cantika tersenyum puas tatkala sudah berlibur dengan sang kakek dan Tante Dini. Sang anak tersebut tidak bisa di pungkiri memang dia sangat dekat dengan Tante Dini sebelum ada perceraian yang menimpa terhadap sang orang tua. Meskipun Tante dini istri kedua dari sang kakek tapi kedekatannya melebihi dari Neneknya sendiri yaitu Bu Viona.
"Mah, Cantika senang," ucapnya memeluk sang Mama. Dan nampak terlihat Lia merasa nyaman dan haru karena terlihat sang anak memeluk dirinya dengan erat. Lia berpikir sang anak sudah tidak marah lagi terhadap dirinya. Terlihat Tante Restu dihinggapi rasa gembira dengan perubahan sikap dari sang anak yang kembali terlihat akur kepada Lia.
•••
Tante dini mencoba mengarahkan Cantika agar bersikap baik kepada sang Mama, dibalik dia sebagai sang pelakor atau yang mengajak menikah secara paksa adalah Papanya Rian. Tapi di balik itu semua sebenarnya dia pribadi yang lembut dan penyayang terbukti dengan anak dari Lia merasa dapat masukan dari Tante Dini yang begitu menjadi nurut dan kembali ke pelukan Lia.
_____
"Sore, Rian dan Ibunya mau kesini. Tidak apa-apa kan," ucap Papanya Rian menatap Lia dan melirik suami dari Lia yaitu Adrian.
Lia menatap ke arah sang suami dan Adrian hanya menganggukkan kepalanya. Sepertinya Adrian tidak keberatan jika mantan suami dari sang istri hendak berkunjung ke rumahnya. Dan baginya tidak ada kata cemburu dari Adrian atau dendam karena niat dari mantan suami istrinya itu hanya untuk bersilaturahmi atau meminta maaf kepada Lia dan dirinya.
"Tidak apa-apa kok, kalau mau datang. Pintu selalu terbuka, iya, kan Mah!" ucap Adrian melirik ke arah sang istri dan Lia pun nampak tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Terlihat Papanya Rian bisa bernapas lega karena akhirnya sang mantan menantunya tersebut mau memaafkan anaknya yang begitu banyak salah kepada mantan menantunya tersebut.
_______
"Mah, Mama tidak kerja lagi kan," Cantika menatap ke arah sang Mama dengan penuh rasa kepastian.
"Sabar ya, Sayang, sebulan lagi Mama full di rumah. Mama mau urus dulu bisnis yang di Bali kan nanti Cantika ikut pergi ke Bali bersama Nenek," Lia terlihat membujuk sang anak.
Tante Dini pun nampak mencoba menenangkan hati Cantika dan memberikan pengarahan agar sang anak mengerti maksud dari ucapannya sang Mama arahnya kemana.
______
Setelah Tante Dini mencoba memberikan pengarahan kepada sang anak dan terlihat dalam diri Cantika merasa dihinggapi rasa nyaman akhirnya Cantika dapat memahami dan mengerti kondisi sang Mama saat ini seperti apa.
__ADS_1
"Tan, terima kasih ya, sudah buat Cantika menjadi anak yang bisa mengerti dan memahami apa yang sebenarnya terjadi." ucap Lia kepada Tante Dini.
Kesalahpahaman yang terjadi antara Lia dan sang anak akhirnya bisa di selesaikan dan itu berkat dukungan dari Tante Dini yang dengan lemah lembut dan telaten membujuknya. Memang Tante Dini pandai mengambil hati sang anak dan juga Lia. Ketika dulu juga Lia yang sangat dibenci oleh Bu Viona sosok Dini yang mampu membuat nyaman Lia.
________
Ting.
Tiba-tiba pesan muncul dari ponsel milik Papanya Rian dan terlihat pesan masuk dari Rian sang anak. Rian mengabarkan tidak jadi pergi ke rumah Lia dikarenakan keadaan kondisi badannya ngedrop. Dan sontak sang Papa dihinggapi rasa khawatir yang teramat tatkala mendengar kabar tersebut.
"Pesan dari siapa Pah!?" tanya sang istri karena nampak wajah dari sang suami seperti dihinggapi rasa sedih dan murung tatkala setelah membaca pesan tersebut.
"Rian, kondisi badannya drop," ucap sang suami seperti dihinggapi rasa khawatir dan sedih.
____
Sontak Cantika, sang anak terlihat terkejut tatkala mendengar kabar tersebut. Dia terlihat memaksa sang kakek untuk cepat mengunjungi sang Papa karena dihinggapi rasa khawatir dengan kondisi sang Papa.
"Apa kita akan berkunjung ke kontrakan Rian, atau nanti tunggu Rian sembuh datang kesini," bisik Lia kepada sang suami.
"Mending kita saja yang kesana Mah, kasihan kalau mereka yang kesini kondisi badan Rian mungkin belum pulih benar dan banyak pikiran," ucap sang suami.
_____
Mereka pun akhirnya pergi ke rumah kontrakan Rian dan setelah sampai di kontrakan tersebut terlihat betapa terkejut hati Rian dan sang Ibu tatkala melihat sosok Lia yang datang. Nampak sang Ibu tersipu malu dan matanya berkaca-kaca.
Sang ibu mencoba mengatur detak jantungnya yang mulai tidak beraturan itu. Dadanya terasa berdesir tatkala melihat Tante Dini yang terlihat cantik dan senyuman renyahnya seakan tidak pernah pudar di wajahnya.
"Aku harus kuat, aku harus bisa melewati ini semua," gumam hati Bu Viona terlihat gugup Ketika berhadapan dengan dua sosok wanita tersebut.
__ADS_1
_____
Nampak Lia pun mencium punggung tangan sang mantan mertuanya itu. Dan Bu Viona dengan spontan memeluk Lia lalu menangis sesunggukan seakan emosinya tidak terkontrol. Lia pun nampak menangis tapi dia berupaya untuk tidak cengeng di hadapan sang mantan mertuanya tersebut.
"Maafkan Ibu, Lia. Ibu salah selama ini sama kamu," ucap sang Ibu memeluk erat.
"Sudah Bu, jangan menangis lagi. Sudah Lia maafkan kok, anggaplah semua sebagai pelajaran hidup," ucap Lia seakan menyabarkan hati Bu Viona.
•••
Nampak Rian pun menangis dan meminta maaf kepada sang mantan istrinya tersebut. Sang mantan istri nampak menganggukkan kepalanya dan menerima permintaan maaf dari mantan suaminya tersebut.
"Sudah, jangan banyak pikiran yang penting sekarang bagaimana caranya agar bisa sukses seperti dulu lagi. Jadi benar mau pindah ke kampung atau mau aku tawarkan buka bisnis bareng," ucap Adrian.
Adrian mencoba membujuk sang mantan suami dari istrinya tersebut untuk bergabung dengannya dengan cara bisnis bareng dengannya. Nampak Rian menggelengkan kepalanya sepertinya keputusan yang dia ambil sudah bulat, dia akan pergi ke kampung untuk membuka lembaran baru.
_____
"Benar kamu menolak ajakan Adrian!?" tanya sang Papa.
Papanya Rian pun nampak terlihat membujuk Rian agar memikirkan ajakan bisnis bersama Adrian. Namun Rian sepertinya tekadnya sudah bulat mau pindah ke kampung karena dia berpikir dia sudah terlalu malu dan merasa bosan tinggal di kota yang banyak masalah menghinggapinya.
•••
"Terima kasih sebelumnya tapi aku bukan menolak rezeki. Aku lebih senang hidup di kampung mungkin dengan suasa baru yang nantinya akan aku jalani dengan hal yang positif. Minta doanya saja agar hidupku kedepannya tentram dan nyaman," ucap Rian dengan mata berkaca-kaca dan pandangan matanya seakan tidak berani menatap siapapun.
Terlihat Cantika menangis tatkala melihat pertemuan sang Papa dan Mamanya. Cantika berpikir mengapa harus terjadi drama, Papanya dulu dengan Desy. Anak tersebut hanya menghela napas panjang seakan tidak kuasa ketika mengingatnya.
_____
__ADS_1
Sang Papa pun nampak mengajak Rian untuk berobat di Rumah Sakit. Pertamanya Rian terlihat menolaknya tapi dengan bujukan yang kuat akhirnya Rian mau di ajak berobat.
Bersambung...