Suamiku Terjerat Cinta Sahabat

Suamiku Terjerat Cinta Sahabat
Bab: 68 Keraguan dalam diri Lia


__ADS_3

Keesokan harinya.


Lia nampak, sudah duduk di meja makan.


Dia sedang menikmati sarapan pagi. Pikirannya berselancar memikirkan obrolan semalam bersama Adrian di sambungan telepon.


"kalau Adrian menerima perjodohan dengan seorang Dokter gimana ya!? Kenapa hatiku dihinggapi rasa tidak karuan. Apakah aku cemburu?" gumam hati Lia.


Lia pun memainkan sendok dan garpu-nya di atas piringnya, yang nampak makanannya masih belum habis.


Tiba-tiba Tante Restu datang, kemudian pandangannya mengarah kepada Lia yang sedang memainkan sendok dan garpu-nya di atas piring dengan pandangan seperti sedang memikirkan sesuatu.


_____


"Sudah Lia jangan memikirkan keluarga Rian, mendingan kamu telepon Adrian, dan kalau dia ajak jalan, kamu lebih baik pergi," sindir sang Tante tersenyum tipis.


"Bukan Tan, Lia bukan sedang memikirkan Rian. Tapi hanya memikirkan semalam ketika Adrian menelepon Lia, dan dia mau dijodohkan oleh Papanya," ucapnya lirih dengan menundukkan kepalanya.


Nampak terlihat oleh sang Tante wajah Lia nampak tidak bersemangat.


_____


"Wah,,aku tahu pasti Lia cemburu!" gumam hati sang Tante dengan menahan tawa.


"Uhuk,,,uhuk,,,!" sang Tante pura-pura batuk.


Lia pun seakan tahu bahwa sang Tante sedang mencoba menggodanya, dengan pura-pura batuk.


"Apa sih Tan,,!" ucap Lia mendelik.


"Tante tahu kamu sebenarnya cemburu kan, jangan bohongin Tante! Tante sudah tahu dan sudah berpengalaman. Tante tahu sifat kamu Lia, sebenarnya kamu belum siap untuk menerima cintanya Adrian kan? Tapi kamu juga tidak tega kalau Adrian dijodohkan oleh teman Papanya!" sindir sang Tante.


_____


Sontak muka Lia merah merona, dia seakan malu dengan ucapan sang Tante, seakan membuka rasa sebenarnya, yang ada di dalam hati Lia terhadap Adrian.


Lia pun seakan tidak bisa berkata apa-apa tatkala sang Tante mencoba menggodanya.


"Sayang,,, jujur sama Adrian bahwa kamu juga sebenarnya menyimpan rasa kan!? Tidak apa-apa kok, kalau kamu berpacaran dengan Adrian. Kamu kan sudah cerai dengan suamimu," ucap sang Tante kembali.

__ADS_1


______


Tante Restu dari mulai pertama ketemu Adrian sepertinya dia sudah mulai respect jika keponakannya itu bisa dekat dengan Adrian, karena Adrian lelaki yang baik dan sopan.


"Mungkin benar apa yang di ucapkan oleh Tante Restu aku sebenarnya menyimpan rasa tapi untuk mengungkapkan semua itu terasa tidak sanggup!" gumam hati Lia


"Tante yakin kamu cemburu jika Adrian menerima cinta anak teman Papanya. Jadi lebih baik kamu terima Adrian. Mungkin kedua orang tua Rian juga ingin agar anaknya cepat nikah karena usia Adrian sudah tidak muda lagi dan mereka ingin segera mempunyai seorang cucu," ucap Tante Restu mencoba meyakinkan sang keponakannya tersebut.


"Iya,,,iya,,,Tan," ucap Lia.


Padahal dalam hatinya Lia pun seakan mengkhawatirkan hal itu, ucapan dari sang Tante benar. Jika kedua orang tua Adrian ingin segera melihat anaknya segera menikah.


_____


Lia pun berlalu dari meja makan dengan membawa jus jeruk kemudian duduk di kursi sofa. Sementara Tante Restu masih asik menikmati sarapan pagi bersama Cantika.


Lia kemudian merebahkan tubuhnya di kursi sofa, dengan memainkan ponselnya.


Nampak terlihat muncul pesan dari Adrian seperti biasa memberikan kata semangat agar Lia tidak menyerah setelah badai menghadang di dalam pernikahannya.


____


Beberapa saat kemudian, Adrian pun menelepon Lia.


_____


Nampak Lia tertegun sejenak.


"Aku enggak percaya diri dengan statusku yang sudah punya anak sementara Adrian lajang, dan dia anak tunggal. Kemungkinan kedua orang tuanya menginginkan anaknya menikahi wanita gadis yang berstatus lajang pula sama seperti Adrian. Apalagi calon yang akan di kenalkan kepada Adrian adalah wanita yang mempunyai jabatan seorang Dokter, aku yakin jika di bandingkan denganku ini, aku tidak berarti apa-apa," gumam hati Lia.


Lia merasa tidak percaya diri dengan statusnya janda karena Adrian seorang lajang.


____


("Halo,,,Lia, kamu masih disana!?"} tanya Adrian karena Lia begitu lama menjawab obrolannya itu.


{"Iy-iya,,,Mas, tapi aku tidak percaya diri,"}ucapnya gugup dan pelan.


{"Maksud kamu apa Lia!?"} tanya Adrian dihinggapi rasa penasaran.

__ADS_1


{"Aku sudah mempunyai anak Mas, sementara kamu lajang kemungkinan kedua orang tuamu tidak setuju jika anak tunggalnya, berhubungan dengan seorang janda atau pernah gagal dalam membina rumah tangga,"} ucap Lia kembali.


{"Kedua orang tuaku, tidak bersifat demikian Lia, dia terserah aku kalau mencari calon pasangan hidup, kenapa kamu sudah berprasangka negatif!"} Adrian seakan kecewa kepada Lia, karena Lia sudah ada niat untuk mengurungkan niatnya untuk di undang ke rumahnya karena masalah status dia.


_____


{"Nampak Adrian terdengar kecewa dengan ucapan aku barusan, tapi inilah kenyataannya aku harus berbicara dari awal agar tidak terjadi kesalahpahaman jika pada akhirnya aku akan ada penolakan dari kedua orang tua Adrian dengan statusku ini,"} gumam hati Lia.


_______


{"Oke,,,Aku akan datang!"}Lia seakan memberanikan diri untuk bertemu dengan kedua orang tuanya Adrian.


Nampak terdengar suara di sana Adrian terdengar bahagia tatkala Lia akan datang sore ini ke rumahnya untuk bertemu dengan kedua orang tuanya.


{"Sore aku jemput ke rumahmu ya, kirimin saja alamatnya,} ucap Adrian. Sambungan telepon pun akhirnya ditutup oleh Adrian.


____


Tiba-tiba Tante Restu datang.


"Lia kenapa!?" tanya sang Tante ketika melihat keponakannya itu nampak memegang keningnya dengan memijitnya sambil menatap layar ponsel.


"Aku sedang bingung Tan, soalnya Adrian mengundangku untuk acara makan di rumahnya," ucap Lia.


"Nah,,,itu kesempatan bagi kamu Lia, datang saja. Tidak perlu kamu yang minta untuk di kenalin kepada orang tuanya ternyata Adrian bersikap dewasa mau ngenalin kamu kepada kedua orang tuanya. Tante salut dengan lelaki yang mau mengenalkan wanita yang dia cintai kepada kedua orang tuanya, berarti dia ada itikad baik untuk lebih serius kepada pasangannya itu," ucap Tante Restu.


"Tapi,,,,Tan!" ucapnya dengan menghela napas panjang.


"Tapi apa Lia? Sudah jangan banyak tapi,,, tapi,,!" jawab sang Tante


"Tapi,,, dengan keadaan statusku!" ucap Lia.


Degh...


Tante Restu pun seakan mengerti dengan hati dan perasaan keponakannya itu, bahwa dia tidak percaya diri jika harus bertemu dengan kedua orang tuanya Adrian karena dia sudah gagal dalam berumah tangga, sementara Adrian lajang dan anak satu-satunya yang kemungkinan kedua orang tuanya menginginkan sang anak menikah dengan gadis atau wanita yang belum pernah menikah. Tante Restu pun menghela napas secara perlahan.


"Lia,,,kalau sudah Allah takdir-kan kamu bersatu dengan Adrian, tidak ada yang bisa menolaknya, karena rezeki, jodoh dan maut semua Allah yang mengatur," ucap Tante Restu. Lia pun percaya hal itu.


{"Baik,Tan,,,aku hanya ingin bersilaturahmi saja untuk ketemu dengan kedua orang tuanya Adrian, semoga mereka menerima aku dengan baik, dan kalaupun mereka tidak menerima aku dengan baik, tidak jadi masalah bagiku," ucap Lia.

__ADS_1


{"Nah, gitu Lia,,,kamu jangan berputus asa sebelum melakukan segala sesuatu, harus yakin dan percaya diri. Apapun itu." jawab sang Tante.


Bersambung..


__ADS_2