Suamiku Terjerat Cinta Sahabat

Suamiku Terjerat Cinta Sahabat
Bab: 155 Rian kesal kepada Desy


__ADS_3

Malam pun tiba.


Nampak Bu Viona dirundung gelisah karena Desy belum pulang. Bu Viona pun mencoba menelepon Rian dan jawabannya Rian pun tidak tahu keberadaan Desy sekarang sedang dimana, sedangkan Rian masih berada di Kafe lembur.


Bu Viona pun beberapa kali menelepon Desy namun tidak ada jawaban disana. Bu Viona kembali menelepon Rian dengan mengungkapkan kekhawatirannya kepada Desy karena belum datang juga.


{"Rian coba kamu datangi rumah Desy atau orang tuanya mungkin dia ada disana. Salah kamu sih, sama istri marah terus jadi Desy tidak nyaman!"} ucap Bu Viona di sambungan teleponnya.


Rian pun seakan di salahkan oleh Ibunya tersebut dan dia seakan tidak mau menerimanya.


{"Bu, biarkan saja dia sudah tua dan sudah bisa berpikir dewasa!"} tegas Rian kepada sang Ibu.


{"Kamu jangan begitu Rian, awas ya!"} ancam sang Ibu terdengar emosi.


{"Terus mau Ibu apa!?"} tanya Rian.


{"bu mau kamu susul dia!"} sang Ibu terdengar marah kepada Rian


________


Rian yang sedang kalut masalah pekerjaan karena Kafenya baru saja kena rampok menjadi terdengar marah tatkala sang ibu menyuruhnya untuk menyusul Desi


{"Bu, Rian sedang banyak pekerjaan. Ibu kan tahu sendiri semalam Kafe Rian kena rampok dan keadaan kantor berantakan. Nanti juga dia pulang Bu, tunggu saja!"} ucap Rian terdengar emosi.


{"Setelah beres Kafe pokoknya kamu harus jemput Desy dan Ibu tidak mau tahu!"} Bu Viona seakan memaksa.


Karena Rian tidak mau sang Ibu ngomel-ngomel terus akhirnya Rian pun dengan berat hati menuruti kemauan sang Ibu agar menjemput Desy.


("Iya, iya,,!!"} jawab Rian terdengar kesal.


Bu Viona pun menutup sambungan teleponnya dengan dihinggapi rasa khawatir dan kesal.


_______


Jam menunjukkan pukul 11 malam dan nampak Rian keluar dari dalam Kafe dengan dihinggapi rasa lelah yang mendera.


Arghhhh...


"Capek banget hari ini! Capek pikiran dan tenaga," ucapnya ketika di dalam mobil. Dia berniat untuk pergi ke rumah mertuanya karena akan memastikan Desy berada disana, dan jika tidak ada disana Rian akan mencarinya ke rumahnya Desy.


Satu jam kemudian.


Tibalah Rian di tempat tujuan yaitu rumah orang tuanya Desy. Dan setelah mobilnya tepat di halaman rumah betapa terkejut hati Rian karena melihat mobil Bobby terparkir di dalam garasi.


"Apa itu benar mobilnya Bobby!? Tapi aku tidak salah lihat, itu benar mobilnya mantannya Desy, atau Bobby kedatangan kesini mau nengok anaknya! Tapi kenapa ini kan sudah malam kenapa belum pulang!" rasa curiga dan tanya hinggap menyelimuti pikiran Rian. Mata Rian fokus dan lekat ke arah mobil Bobby.


_______


Tiba-tiba Bobby keluar dari dalam rumah di ikuti oleh Desy dari arah belakang kemudian terlihat Bobby pamit pulang dan dia mengecup kening Desy tapi Desy dengan cepat melepaskan dengan tersipu malu.


Rian matanya membulat dia seakan kesal dibuatnya meskipun Desy dengan cepat menghindar ciuman dari Bobby sang mantannya itu namun wajah Desy begitu tersipu malu seakan dia pun menikmatinya ciuman tersebut namun menghindar.

__ADS_1


"Sialan,,,!!" gerutu Rian nampak dia menahan amarah. Karena Rian sudah dihinggapi rasa emosi dia pun dengan secara perlahan mengemudikan kembali mobilnya menuju arah pulang.


______


Di dalam mobil.


Tatkala di dalam mobil Rian pun seakan kesal dengan apa yang baru saja dia lihat. Desy di cium oleh Bobby sang mantan suaminya itu. Rian pun tanpa turun dan mengklarifikasi, Rian dengan cepat pergi karena dihinggapi rasa kesal dan cemburu yang teramat.


"Jadi begitu ya, dia di belakangku! Awas aku juga bisa melakukan hal yang sama!" ucapnya dengan mengendarai mobil kecepatan tinggi.


Rian seakan tidak menerima atas perlakuan Desy meskipun tadi Rian melihat Desy menolak ciuman hangat dari Bobby ke kening Desy.


Mungkin tidak selayaknya Bobby lakukan itu karena dia bukan suaminya lagi. Dan sekarang pukul 11 malam Rian berpikir tidak sepantasnya Bobby berkunjung hanya ingin untuk menengok anaknya di waktu sudah malam.


"Sialan,,,! ini sudah malam jam 11 kenapa si Bobby masih berada disana!" gerutunya.


________


BRAKK....


Tiba di rumah.


Rian menubruk pagar rumahnya dan ini menimbulkan rasa terkejut di hati Bu Viona yang tengah menunggu kedatangannya di kursi sofa. Bu Viona yang tengah rebahan di kursi sofa sontak terkejut dia pun mengintip di jendela dalam dan terlihat olehnya mobil Rian datang.


"Ada apa ini!" ucapnya


Bu Viona pun dengan cepat menyeret langkah kakinya menuju keluar rumah menuju halaman rumah.


Bu Viona menghampiri halaman garasi kemudian dia melihat pintu garasi yang sedikit tergores. Dan nampak Rian keluar dari dalam mobil dengan muka cemberut.


Rian sedikit pun tidak berucap dia seakan larut dengan kekesalannya sendiri. Kemudian Rian pun berlalu dari hadapan Ibunya dengan wajah merah padam seakan memendam kekesalan. Bu Viona berpikir dalam hatinya mungkin Rian tengah kesal atau berantem dengan Desy.


Nampak Bu Viona hanya membuang napas kasar dan mengernyitkan dahi. Dia pun melihat lebih dekat pagar yang tergores akibat benturan oleh mobil Rian.


"Ada apa lagi sih, itu anak!" ucap Bu Viona menggerutu.


_______


Di dalam kamar.


Nampak ketika membuka pintu kamar Rian langsung mengunci pintu kamar tersebut, dia seakan tidak mau di ganggu oleh siapapun. Di dalam kamar Rian menghempaskan tubuhnya dengan kasar dan menghela napas panjang.


Rian memejamkan matanya terasa begitu lelah hari ini yang dia rasakan. Matanya terpejam dia pun mengingat apa yang baru saja terjadi dengan melihat sang istri di kecup keningnya oleh Bobby mantan suaminya.


Dada Rian berdesir hebat tatkala dia mengingat kembali Desy dengan mukanya yang merah merona memalingkan mukanya dari arah Bobby.


"Aku yakin, kamu menyukainya Desy! Tapi kamu masih dihinggapi rasa malu. Sialan baru saja kita menikah kamu sudah berani selingkuh dengan aku!" umpat Rian.


______


Rian pun meraih ponselnya yang baru saja dia letakkan di atas nakas kemudian dia mencoba membuka aplikasi WhatsApp, dan nampak pesan yang dikirim oleh Rian kepada Desy masih ceklis satu dan Rian pun seakan bertambah rasa cemburunya kepada Desy.

__ADS_1


Rian berpikir dalam hatinya bahwa ponsel Desy sengaja tidak dia aktifkan karena dia tengah asik berselingkuh dengan Bobby.


Rian kembali membuka satu persatu nama yang tersimpan di WhatsApp nya, dan disana terlihat nama Citra muncul.


Pikiran Rian pun yang kini dihinggapi rasa cemburu seakan ingin membalaskan dendamnya, apalagi ketika di klik nama Citra disana terlihat Citra masih keadaan online.


______


PING...


Rian mencoba memulai menghubungi Citra dan ternyata bersambut dari sebrang sana Citra membalasnya.


{"Ada apa Rian, tumben kamu belum tidur ya, sebenarnya aku ingin sekali mendengar kabar kamu tapi aku ragu karena kamu sudah menikah dan aku sedikit kecewa!"} pesan dari Citra seakan membuat Rian ada kesempatan untuk lebih dekat kembali mereka akan menjalin sebuah hubungan.


Ketika membaca pesan tersebut Rian pun seakan ada kesempatan untuk bisa lebih dekat dengan Citra. Rian pun dengan senyum yang sudah tidak kesal lagi langsung dia menelepon Citra.


{"Cit, belum tidur? Besok kamu ada acara tidak! Bagaimana kalau besok kita ketemu!?"} ucap Rian di sambungan teleponnya.


Citra tatkala mendengar ajakan dari Rian hatinya seperti melayang jauh karena di dalam hati yang paling dalam dia sangat menginginkan Rian agar bisa bertemu dengannya.


{"Aku besok tidak ada acara, aku takut ketahuan sama istrimu Mas!"} jawab Citra perlahan.


{"Santai saja, dia juga sedang bersenang-senang dengan mantannya!"} jawab Rian terdengar emosi.


______


Dengan masih dihinggapi rasa cemburu Rian berucap dan ini menimbulkan rasa kaget di hati Citra karena dia menyangka karena Rian pengantin baru jadi dia masih mesra-mesranya dengan sang istri.


{"Aku tidak akan terpancing suasana dan kepo terhadap urusan pribadinya Rian. Nanti saja besok pasti Rian akan cerita semuanya padaku!"} gumam hati Citra.


{"Ya, sudah Mas, besok kita ketemu. Apa istrimu sedang tidak ada di rumah Mas!?"} tanya Citra.


Rian pun bercerita bahwa dia sudah 2 hari tunggal bersama yabg Ibu dan Desy tinggal di rumah orang tuanya.


{"Maafkan aku Mas, sudah lancang menanyakan Desy dan aku tidak tahu,"} ucap Citra seakan dia peduli terhadap apa yang terjadi mengenai rumah tangganya.


{"Tidak apa-apa Cit, besok aku tunggu ya, tidak apa-apa kamu datang saja ke Kafe aku atau kalau kamu risih kita bisa janjian diluar,"} ucap kembali Rian.


{"Di luar saja Mas,"} jawab Citra.


Setelah beberapa menit kemudian telepon pun terputus. Dan nampak Rian melirik kembali chat yang di berikan kepada Desy namun nampak masih ceklis 1 dan ini menimbulkan rasa geram di hatinya.


_______


Jam menunjukkan pukul 1 malam nampak Rian pun setelah beres mandi dan nampak terasa segar badannya, dia ingin mencoba tidur dan memejamkan matanya.


Ting...


Tiba-tiba bunyi pesan muncul.


{"Mas, sudah tidur? Maaf ponselku lowbat dan aku ketiduran di rumah orang tuaku. Besok pagi pasti aku datang kesana,"} nampak Desy memberikan sebuah pesan.

__ADS_1


Rian mendelik kesal seakan tidak mau untuk membalas pesan tersebut karena dia berpikir Desy telah berkhianat kepada dirinya.


Bersambung...


__ADS_2