
Setelah pintu jendela kaca mobil terbuka lebar, Desy pun nampak tersenyum sumringah terhadap Adrian. Sementara Adrian hanya tersenyum tipis ke arah Desy tanpa keluar dari dalam mobil.
"Adrian ya!? Sudah lama kita tidak bertemu, kamu masih ingat kan, sama aku! Aku Desy. Aku dari tadi lihat kamu, pas keluar dari dalam Restoran, kamu lagi berjalan sendiri, aku mau panggil tapi mobilmu berlalu cepat makannya aku ikutin kamu. Ehh,,,,dasar jodoh malah mobilmu berhenti,' ucap Desy tersipu malu, mungkin dia menganggap hanya lelucon saja tapi mendengar ucapan tersebut bagi Adrian seakan risih mendengarnya.
Adrian hanya tersenyum tipis.
"Ya, tadi aku di Restoran sudah bertemu dengan teman," ucap Adrian, dia pun tidak berkata kepada Desy bahwa baru saja dia sudah bertemu dengan Lia karena Adrian tidak mau Desy menjadi salah tingkah.
"Kamu tetap seperti dulu, tampan dan kharismatik," ucap Desy memandangi wajah Adrian dengan lekat.
______
"Argh,,,,ini sudah tidak beres!" gumam hati Adrian. Rasanya dia ingin cepat sekali menjauh dari hadapan Desy, entah mengapa dia seakan kesal lihat muka Desy, seperti dulu jika Desy mendekatinya Adrian selalu mencari alasan untuk pergi.
Apalagi ketika tadi Lia bercerita tentang Desy yang begitu tega mengkhianati sahabatnya sendiri dengan cara bermain api dengan suaminya, dan mengakibatkan Lia dan Rian menjadi berpisah, seakan menambah rasa kesal dan tidak respect Adrian kepada Desy.
_____
"Kamu, sehat Des? Maaf ya, aku ini sedang ditunggu teman," ucapnya tersenyum tipis. Terdengar basa-basi Adrian ketika berucap. Adrian berpura-pura mau bertemu dengan temannya karena dia ingin cepat-cepat menjauh dari sosok Desy.
"Kamu sudah menikah?" tanya Desy.
Degh...
Jantung Adrian berasa copot ketika sebuah pertanyaan yang begitu sensitif dan menurut Adrian terdengar masalah private karena dengan umur dia yang sudah tidak muda lagi, sampai saat ini dia belum menemukan tambatan hati.
"Aku yakin, jika aku bilang belum menikah pasti dia berani terhadapku dan sifatnya dari dulu sama selalu mengejar," gumam hati Adrian.
"Ud-udah,,,Iya,,Aku udah menikah!" jawabnya gugup dengan tersenyum hambar
"Kenapa gugup sih!? Di tanya gitu saja. Hehehe...," ucap Desy kembali seakan menggoda.
_____
Pikiran Desy berselancar jauh mengingat dahulu ketika Desy mengejar cintanya Adrian, namun ada penolakan. Saat itulah Desy merasa tidak dianggap atau dipandang sebelah mata karena bagi Desy dengan mudahnya dia untuk mendapatkan lelaki manapun. Tapi beda dengan Adrian, dia seakan tidak bisa di meluluhkan hatinya, dan ini menjadi buat penasaran bagi Desy untuk terus mengejar Adrian.
"Boleh minta nomor ponselnya tidak, kita harus jaga silaturahmi, sombong amat kamu, ketemu teman lama cuek banget!" nampak terlihat muka Desy cemberut karena Adrian tidak merespon dia sedikitpun.
__ADS_1
"Ini nomorku," ucap Adrian dengan memperlihatkan nomor WhatsApp di ponselnya. Sebenarnya dia tidak mau memberikan nomor ponselnya itu, tapi terlanjur Desy menyebut dia lelaki sombong, jadi Adrian memberikan nomornya dengan keterpaksaan.
"Ya, sudah Des, aku pergi dulu ya," ucap Adrian. Akhirnya dia pun menutup jendela kaca mobilnya dan berlalu dari hadapan Desy.
______
Desy nampak berdecak pinggang, bibirnya melingkar bulat dengan mata melotot, kemudian dia menghembuskan napas kasar. Dia nampak kesal dengan perlakukan Ardian terhadapnya sangat cuek, padahal sudah beberapa tahun tidak bertemu. Desy berpikir Adrian akan senang ketika bertemu dengannya tetapi di luar prediksi dia ternyata sosok Adrian tetap cuek seperti dulu.
"Sombong Adrian, kamu dari dulu!" hardik Desy, dia pun kembali menaiki mobilnya yang terparkir di pinggir jalan.
••••
Di dalam mobil ketika sedang menyetir, Desy terus-menerus ngoceh karena sudah seminggu ini Rian tidak ada kabar, dan sosok Adrian pun yang baru saja dia temui begitu terlihat cuek. Desy merasa tidak di sayangi dan di perhatikan oleh lelaki. tangannya kirinya meremas rambut secara perlahan sementara tangan kanan masih mengendalikan kemudi.
_______
Beberapa saat kemudian.
Dari arah depan terlihat ada mobil truk yang hendak menubruk mobil Desy karena nampak terlihat sang pengemudi truk tengah lalai ketika mengendarai mobil tersebut, nampak sang pengemudi pun dalam keadaan ngantuk dan barang yang dibawa oleh sang pengemudi tersebut begitu menjulang tinggi di atas truk, sang pengemudi itu juga disaat menjalankan mobil truk tersebut tidak karuan.
Karena dihinggapi rasa terkejut spontan Desy melemparkan mobilnya ke arah kiri dan disana ada pohon besar.
Muka Desy pun membentur setir mobil mungkin amat linu terasa. Dia pun meringis menahan rasa sakit, kepalanya terasa berdenyut sakit sekali, pandangan matanya kabur akhirnya Desy pun pingsan, dan nampak terlihat akhirnya Desy tidak ingat apa-apa lagi.
Semua orang yang berada disana mengerumuni mobil Desy yang baru saja menubruk pohon besar. Dan terlihat dari wajah mereka nampak panik.
______
Di sebrang mobil Desy.
Nampak terlihat lelaki dari arah sebrang tepatnya di belakang truk besar itu melihat dengan lekat ke arah mobil Desy.
"Sepertinya aku sudah tidak asing lagi dengan plat nomor mobil itu," gumam hati lelaki tersebut memandangi dengan lekat ke arah mobil Desy.
Dengan cepat lelaki tersebut pun memutar balik arah mobil untuk menghampiri mobil yang baru saja menabrak pohon besar itu.
••••
__ADS_1
Ketika mobil sang lelaki itu sudah mendekati mobilnya milik Desy, lalu lelaki tersebut keluar dari dalam mobil. Nampak dia berjalan ke arah dimana Desy sedang berada di mobil tersebut.
"Desy,,,!!" ucap lelaki tersebut terlihat kaget, karena dia adalah Bobby mantan dari suaminya Desy.
"Mas,,,Mas,,,bawa saja ke dalam mobil saya, dia istriku," ucap Bobby kepada kerumunan orang dan dia nampak terlihat panik.
Kedua orang dan Bobby pun langsung mengangkat Desy ke dalam mobil Bobby.
"Untung Rumah Sakit tidak jauh dari sini," ucap Bobby, dia pun mengemudikan mobilnya menuju arah Rumah Sakit.
_____
Tiba di Rumah Sakit.
Desy langsung di masukkan ke Ruang IGD.
"Pak, maaf,,,Bapak, tunggu saja diluar," ucap sang Suster, kepada.Bobby.
Bobby pun dengan berat hati menunggu di ruang tunggu, terlihat Bobby nampak gelisah, lalu dia merogoh ponselnya yang berada di saku celana. Niat dia ingin menghubungi kedua orang tua Desy.
•••
Telepon pun tersambung.
{"Mah,,,Desy, kecelakaan dan sekarang Bobby sedang berada di Rumah Sakit,"} ucapnya. Terdengar bibir Bobby bergetar terasa tak sanggup untuk menyampaikan berita tersebut karena Bobby sampai saat ini masih tidak akur dengan Desy.
{"Kecelakaan!!"} terdengar sang Mama terkejut mendengar kabar berita tersebut.
{Iya,Mah, Bobby sedang berada di Rumah Sakit Sehati,"} ucap Bobby kembali.
{"Iyaa, baik Mama akan segera kesana dengan Papa,} jawab sang Mama.
Bobby pun kemudian menutup sambungan telepon selularnya.
____
Setelah menyampaikan berita sedih tersebut kemudian Bobby pun duduk di kursi ruang tunggu pasien.
__ADS_1
{"Des, aku harap kamu jangan menolak lagi cintaku, karena orang tuamu akan datang dan menganggap aku yang menolong kamu dengan apa yang sudah terjadi. Keluarga kamu akan berpikir kamu berhutang budi sama aku,"} gumam hati Bobby dan nampak terlihat tersenyum licik.
Bersambung...