
Rian nampak Keluar dari dalam kamar sudah berpakaian rapi dan nampaknya dia mau pergi ke Kafe kembali. Di teras rumah terlihat Desy yang sedang ngobrol bersama Ibunya.
"Mau di antar Mas!?" tanya Desy kepada Rian karena nampak Rian sudah siap untuk pergi. Kebetulan mobilnya Rian di simpan di Kafe.
"Tidak, terima kasih. Aku sudah di tunggu oleh Taksi!" jawab Rian terdengar cuek.
"Ya, sudah Desy tidak apa-apa, capek antar Rian ke Kafe mending kamu temani Ibu di rumah. Dan kamu bisa istirahat tidur," sindir sang Ibu mendelik ke arah Rian.
"Istirahat tidur! Enggak Bu mertua, aku mau ketemu dengan anakku," gumam hati Desy dengan menatap lekat sang suami yang berlalu dari hadapannya itu.
_________
Ting...
Nampak Bobby mengirimkan pesan dan dia memperlihatkan sebuah gambar foto dia bersama anaknya Desy. Tatkala melihat foto tersebut Desy pun merasa terenyuh hatinya ingin segera bertemu dengan sang anak. Dan ini tidak di sadari oleh Desy bahwa dia sebenarnya sedang di jebak oleh sang mantan suami bahwa sebenarnya sang mantan ingin segera bertemu dengan Desy dengan perantaraan sang anak.
Nampak Bu Viona melirik foto gambar anak Desy tersebut dan Desy melihatnya dengan ujung ekor matanya.
Desy nampak sedikit gelisah namun dia menghela napas secara perlahan.
"Anakku mau bertemu denganku siang ini Bu, di rumah Ibuku," ucapnya berbohong padahal pertemuannya di sebuah Kafe.
"Ya, tidak apa-apa Des, mungkin anakmu kangen sama kamu, jangan kayak Lia memisahkan anaknya dengan Rian. Ibu kangen sebenarnya dengan cucu Ibu, Cantika!" ucap sang Ibu pikirannya berselancar mengingat sang cucu yang sudah lama pergi.
"Pasti Ibu bertemu dengan cucu Ibu, tenang saja. Nanti Mas Rian akan bawa Cantika kesini dan Ibu tidak perlu khawatir," ucap Desy dia seperti ingin mendapatkan simpati dari Ibu mertuanya.
"Kamu memang perhatian dan baik Des, sama anak sambung kamu saja Cantika ingat, dan kamu mau bujuk Rian untuk membawanya kesini. Terima kasih Des," sang Ibu tersenyum lebar.
"Bu, doakan Desy agar Desy hamil kembali dan Ibu nanti punya cucu dari Desy," ucap Desy sangat berharap dia hamil setelah kemarin keguguran.
"Pasti Des, akan ibu sayangi dia!" jawab sang Ibu antusias.
"Pasti sayangnya lebih ke anaknya Lia kan!?" Desy seakan cemburu jika Bu Viona kasih sayangnya akan lebih dari pada ke anaknya nanti.
"Pasti lebih sayang sama anak kamu Des, gimana sih kamu!" Bu Viona seakan ingin mencari perhatian dari menantunya tersebut.
"Desy ingin sekali cepat hamil Bu," Desy pun seakan sedih tatkala dia sudah hamil namun keguguran.
"Jangan sedih Des, Pasti kamu segera dapat momongan kembali dan Ibu yakin itu!" sang Ibu mencoba menenangkan hati Desy.
"Bu, kalau begitu Desy harus siap-siap pergi ketemu anak ya," ucap Desy.
"Kamu pulangnya kesini kan nanti?" tanya Bu Viona kembali.
"Iya, Bu," jawabnya.
Desy pun nampak bergegas untuk bersiap pergi dan nampak dia terlebih dahulu memakai make-up agar terlihat segar tatkala bertemu dengan Bobby.
_______
Tiba di Kafe.
Nampak Bobby tersenyum lebar saat Desy datang dan sang anak pun berlari menghampiri Desy, kemudian Desy memeluk dan mencium sang anak.
Desy pun berjalan menuju tempat dimana Bobby sedang dudu disana.
Bobby nampak mengulurkan tangannya dan mengucapkan selamat kepada Desy karena Desy baru saja menjadi pengantin baru. Tapi ucapan itu seakan menyindir hati Desy.
"Des, selamat ya, semoga kamu tidak gagal lagi mempunyai suami!" sindir Bobby tersenyum sinis.
"Maksud kamu apa! Jangan macam-macam ya, jangan biarkan pertengkaran terjadi di antara kita hanya karena maslah kita. Hargai anak kita waktu kita buat anak," ucapnya kembali terlihat kesal.
"Kamu butuh belaian kan, sementara Rian jarang menyentuhmu!" ejek Bobby.
Degh...
"Kurang ajar!" gumam hati Desy.
__ADS_1
Tidak tak dipungkiri Desy yang sangat haus belaian kasih sayang sementara Rian yang nampak sifatnya cuek.
________
"Nak, mau makan apa?" tanya Desy kepada anaknya yang masih kecil sekitar 6 tahun.
Sang anak tidak bicara dan dia masih fokus ke arah menu makanan yang berada di meja. Kemudian sang anak jarinya menunjuk ke arah es krim strawberry.
Desy kemudian memanggil sang pelayan. Dan sang pelayan pun tiba-tiba datang menghampiri.
"Mas! Es krim rasa strawberry sama Vanila 1 tambah roti bakar full keju. Kamu mau apa!?" tanya Desy kepada Bobby dengan muka nampak cemberut. Dan ini yang mengakibatkan rasa Bobby semakin tambah ingin menggoda Desy.
"Saya kopi moka dingin," ucap Bobby kepada sang pelayan.
Sang pelayan pun setelah menulis pesanan lalu dia pun pamit dari hadapan meja tersebut.
_______
"Des,,,"
Bobby menggenggam erat jemari tangan Desy ketika tangan Desy dibawah meja dan mereka pun duduknya berdekatan. Sontak Desy melepaskan genggaman dari Bobby dengan hati yang bergemuruh.
Nampak Desy pun salah tingkah dibuatnya, Bobby pun seakan tahu perasaan yang tengah hinggap di hati Desy seperti apa.
Cup...
Spontan Bobby mencium pipi Desy secara perlahan, sontak muka Desy merah padam dan sang anak hanya tertawa.
"Kurang ajar kamu!" Desy melotot kearah Bobby dengan sorot mata tajam.
Desy pun beranjak pindah duduk berada di hadapan sang anak. Sementara Bobby masih menatap lekat.
"Nak, kita pulang saja yu!" ajak Desy kepada sang anak seakan memaksa. Namun sang anak seakan tidak mau di ajak untuk pulang.
Desy pun hanya cemberut dan terdiam.
"Des, minggu depan kita ajak anak liburan ke Singapura yu!" ucap Bobby menggoda.
"Aku tahu kok kamu sudah nikah dengan Rian, niat kita kan bawa anak kita liburan. Kamu tidak perlu khawatir kita bawa ibumu kok, kan ibumu dulu berharapnya kamu sama aku bersatu lagi," ucap Bobby penuh percaya diri.
Tidak bisa dipungkiri sebenarnya sang Ibu ingin anaknya kembali rujuk dengan Bobby karena dengan menikahi Rian, dia tidak enak dengan Lia sang sahabat yang sudah dekat dengannya.
________
"Kamu ngomong apa sih!" Desy terlihat emosi ketika berucap.
"Percaya deh, aku gak bakalan ngelakuin apa-apa sama kamu. Nanti aku akan ijin sama Rian suami kamu," Bobby kembali seakan menggoda hati Desy agar tersulut emosi.
"Sudah gila ya, kamu! Enggak, pokoknya jangan ijin sama suamiku!" tegas Desy.
Desy tahu Bobby mantan suaminya itu sangat nekad orangnya.
"Lihat saja aku mau datang ke Kafe suami kamu dan minta ijin!" Bobby seakan mengancam.
"Awas ya, kalau kamu berani datang ke.Kafe suami aku! Maksud kamu apa? Mau menghancurkan keluarga aku." ucap Desy emosi.
________
"Selamat siang, silahkan!"
Tiba-tiba sang pelayan datang menghampiri dengan membawa minuman dan makanan yang dipesan. Akhirnya Desy dan Bobby pun terdiam.
"Terima kasih!" ucap Desy kepada sang pelayan.
Sang pelayan pun menata hidangan di atas meja kemudian dia berlalu pergi.
"Awas ya, kalau kamu melakukan hal yang konyol kepada suamiku!" Desy sekarang yang seakan yang mengancam Bobby.
__ADS_1
"Bukannya kamu juga melakukan hal yang konyol terhadap sahabatmu dulu dengan cara merebut Rian!" Bobby terdengar mengejek.
Desy dadanya bergemuruh kesal hatinya seakan di permainkan oleh mantan suaminya tersebut.
__________
"Nak, cepat makannya, kamu ikut Mama ya, sekarang," ucap Desy kepada sang anak.
Sang anak hanya mengangguk. Desy pun mendelik ke arah Bobby.
Nampak Bobby tersenyum puas dalam hati Bobby berpikir dia sudah membuat sang mantan hatinya gelisah.
Setelah Es krim di makan sang anak. Desy pun pamit kepada Bobby dengan membawa sang anak.
"Tunggu, kamu kan pulang ke rumah mertua kamu! Dan aku tidak ijinkan anakku dibawa kesana!" Bobby seakan menghalangi langkah Desy.
Desy hanya tertegun dan kesal terhadap sikap Bobby, dia pun berpikir sang anak akan dibawa dia ke rumah Mamanya.
"Aku akan bawa anakku ke Neneknya! Mamaku! Sudah kamu jangan halangi aku, minggir!!" Desy terlihat kesal.
"Kalau begitu aku ikut!' Bobby tersenyum namun dengan cepat Desy memalingkan wajahnya.
"Untuk apa!?" Desy terlihat geram
"Untuk memastikan bahwa kamu pergi ke rumah Mamamu, bukan ke rumah Ibu mertua kamu!" ucap Bobby.
Desy seakan bingung hatinya sedang di permainkan oleh Bobby sang mantan suaminya tersebut.
"Iya, terserah kamu saja! tapi awas ya, setelah kamu tahu aku memasuki rumah Mamaku, kamu pulang dan tinggalkan aku!" ucap Desy. masih menahan emosi.
Desy pun berlalu dari hadapan sang mantan dengan di ikuti oleh Bobby dari arah belakang.
______
Desy memasuki mobilnya bersama sang anak sedangkan Bobby dengan cepat pula memasuki mobilnya. Nampaknya dia mau mengikuti arah langkah mobil Desy untuk memastikan bahwa anaknya tersebut dibawa ke rumah Mamanya Desy bukan ke rumah mertuanya.
Nampak di dalam mobil Desy berkali-kali melihat mobilnya sedang diikuti oleh Bobby dari arah spion luar.
"Sial,,!! Ngapain dia ikutin aku! Aku pikir tadi hanya gertakan saja!" gumam hati Desy.
"Mah, Papa ikut ya, ke rumah Nenek. Asikk,,," ucap sang anak terlihat gembira.
Desy nampak terlihat kesal juga karena sang anak seakan sudah nyaman dengan Bobby, dan dia berharap Bobby berkunjung ke rumah Mamanya nanti
________
"Sayang, Mama sudah tidak sama Papa lagi. Jadi Papa cukup mengantarkan kita di depan halaman rumah saja tidak masuk ke dalam rumah," ucap Desy menerangkan secara perlahan terhadap sang anak dengan lembut dan penuh dengan hati-hati.
Sang anak hanya terdiam. Anak kecil itu seakan mencoba mencerna apa yang di ucapkan oleh sang Mama.
"Kamu ngerti kan Nak!?" tanya Desy kepada sang anak. Dan sang anak hanya menganggukkan kepalanya dan beribu tanya seakan hinggap di diri sang anak tersebut.
__________
Tiba di rumah.
Mobil Desy terparkir di halaman luar rumah sementara mobil Bobby pun tepat terparkir di belakang mobil Desy.
"Kenapa dia tidak langsung pergi!" gumam hati Desy kembali melirik kaca spion luar.
"Ayo, Mah, turun!" ajak sang anak.
Desy pun nampak terkesiap dengan ajakan sang anak karena pikirannya tengah fokus terhadap Bobby yang membuatnya kesal.
Desy pun nampak turun dari dalam mobil. Dan nampak Bobby pun turun dari dalam mobilnya tersebut.
Desy memalingkan mukanya dan terlihat cemberut ketika memasuki membuka pintu pagar rumahnya. Nampaknya Bobby juga ingin masuk kesana.
__ADS_1
"Des, aku hanya ingin bersilaturahmi kepada Mamamu!" tiba-tiba Desy dikejutkan dengan suara Bobby yang nampak secepat kilat datang menghampiri.
Bersambung....