
Setelah Viona ( Ibunya Rian) tersungkur dan menahan rasa sakit, dia pun seakan tidak bisa bangkit di lantai. Ibunya Lia pun dengan cepat meninggalkan rumah Viona.
Tatkala Viona sedang merasakan sakit akibat terjatuh di lantai tiba-tiba Yosi sang suami datang.
'Bu,,,ada apa ini, kamu kenapa!?" dengan cepat Yosi membantu sang istri agar bangkit dari lantai.
"Mbak,,,Mbak,,,!" teriak Yosi dihinggapi rasa khawatir.
______
"Waduh,,,Bu, kenapa? Apa yang terjadi!?" tanya sang ART tiba-tiba datang dengan membawa snack makanan yang akan di suguhkan ke tamu karena dia menyangka tamu masih ada di teras rumah belum pulang.
"Kenapa,,kenapa! Justru aku yang seharusnya nanya, Ini ibu kenapa sampai terjatuh di lantai," bentak Yosi kepada sang ART.
Sambil membantu sang istri untuk bangkit dari lantai dan bisa duduk. Tapi yang terjadi malah hempasan tangan dari sang istri.
Viona malah minta bantuan terhadap sang ART, sang suami pun nampak terlihat dihinggapi rasa heran karena sang istri begitu cuek dan seakan kesal terhadap dirinya, ini menjadi tanda tanya besar di hati Yosi.
_______
Setelah Viona duduk dan nampak masih menahan rasa sakit kemudian sang ART membersihkan gelas yang berserakan yang tercampur dengan jus tomat terlihat licin.
"Mungkin Ibu terjatuh karena licin dan jus tomat jatuh," ucap sang ART menerka.
"Sebenarnya ada apa sih, Bu? kamu terjatuh saat minum jus!" tanya Yosi penasaran.
Bu Viona malah melotot kearah sang suami bukan menjawab pertanyaannya
"Aku yang nanya sama kamu, kenapa kamu baru datang ke rumah! Apa benar kamu punya madu!?" tanya Bu Viona matanya lekat ke arah Yosi sang suami.
Degh...
Sontak debaran dada begitu cepat terdengar kencang seakan tidak karuan dibuatnya tatkala sang istri memberikan pertanyaan seperti itu. Dalam hati Yosi berpikir (Tahu dari mana istrinya tersebut bahwa dia punya madu?)
________
"Ada-ada saja, kalau ngomong. Ayo, Bu, masuk ke dalam biar ku obati lukamu, atau mau aku pijit badannya!?" sang suami mencoba merajuk istrinya tersebut jangan sampai tersulut emosi.
"Diam,,diam kamu!" jawab sang istri menghalau belaian tangan suami yang akan hinggap membelainya.
"Jawab jujur Pah, apa benar kamu menduakan aku!?" tanya Viona kembali dengan sorot tajam nampak terlihat ada genangan air mata di kelopak matanya, berkedip saja sekali mungkin air itu akan jatuh bercucuran.
"Bu,,,ak-aku,,!" terdengar gugup Yosi ketika berbicara dan dia berusaha menggenggam erat jemari tangan sang istri, tapi dengan sigap sang istri menepis genggaman sang suami itu.
"Aku sudah punya istri dua! begitu? Kamu mau bilang itu kan? Jawab jujur Pah!?" tanya sang istri sambil mendorong tubuh sang suami karena Yosi posisi duduknya sedang jongkok memohon kepada sang istri yang sedang duduk di kursi.
__ADS_1
"Mengapa kamu menduakan aku Pah! Mengapa?" tanya sang istri kembali terdengar histeris dan tidak kuasa ketika berucap.
_______
Yosi hanya membuang napas kasar dia diam beberapa saat seakan tidak tahu lagi apa yang akan di ucapkan nya.
"Sejak kapan kamu menduakan aku!?" tanya Viona kembali sepertinya dia ingin jawaban dari sang suami langsung bukan dari omongan orang lain dari luar meskipun sakit terasa.
"Sudah lama lebih dari 3 tahun," ucapnya dengan pandangan menunduk seakan tidak berani menatap sang istri yang sedang dihinggapi gundah gulana.
Degh...
Rasanya bagai di tusuk belati terasa sakit dan menyayat tatkala sang suami berkata seperti itu. Air mata pun seketika mengucur deras di hamparan pipinya.
_____
"Siapa wanita itu! Siapa,,, siapa, jawab!?" bentak sang istri dengan tersulut emosi.
Sang ART yang sedang mematung di depan pintu sedari tadi, seakan tak kuasa melihat pemandangan tersebut dia pun mencoba menahan emosi dan menenangkan sang majikan dengan cara mengelus lembut pundaknya.
"Sabar, Bu,,,sabar,,," ucapnya serak dan mencoba memberikan air mineral dan meminumkannya.
Sang ART pun takut jika emosi sang majikan amarahnya kian menjadi.
"Mbak, antar aku ke rumah Pelakor itu sekarang!" ucap Viona terlihat menyindir sang suami yang kini tengah menatapnya nampak terlihat oleh ujung ekor mata Viona.
________
Viona pun beranjak dari tempat duduknya.
"Diam Bu, kamu mau kemana? Kalau kamu mau melabrak ke rumah istri mudaku gak mungkin karena dia tidak ada disana!" ucap Yosi berusaha mencegah sang istri.c
"Alasan saja, kamu Pah! Mungkin kamu enggak mau terjadi keributan kan, kalau aku datang kesana," jawab Viona.
"Memangnya kamu tahu dia sedang dimana?" tanya Yosi dengan sorot mata lekat ke arah sang istri.
"Tidak perlu tahu kamu Pah, aku tahu alamat sang pelakor itu dimana, yang jelas kamu simpan pelakor itu di perumahan yang mewah beda denganku yang sederhana, Kalau ke Pelakor saja di tempatkan di rumah yang mewah beda dengan istri sah, sejak kapan kamu melimpahkan semua uang kepada dia!?" sindir Viona terlihat kesal.
"Rumah itu milik dia, Bu! asal kamu tahu!" bela sang suami dia seakan tidak mau disudutkan.
"Bohong! pasti duit kamu lah, yang beliin rumah itu! Mana ada Pelakor yang ingin dikuras uangnya oleh lelaki yang ada dia menguras duit lelaki itu!" Viona semakin tersulut emosi dan deru napasnya semakin memburu.
"Kita usaha bersama Bu, uang kita terkumpul!" Yosi pun seakan tidak mau kalah ketika berucap.
"Oh, jadi kamu lebih nyaman dengan dia kalau begitu ya, dibandingkan aku!?" ejek sang istri.
__ADS_1
"Sudah cukup Bu, aku capek berdebat terus!" jawab sang suami
"Ya sudah aku mau pergi ke rumah Pelakor itu!" ucap Viona kembali.
"Silahkan! silahkan!" ucapnya kemudian Yosi merebahkan badannya di kursi dengan kasar.
"Kamu tidak takut istri muda kamu sekarang akan aku serang ya! Kenapa kamu mempersilahkan begitu saja aku untuk datang kesana!?" sindir sang istri kembali.
"Takut kenapa, silahkan kamu kesana karena dia sedang tidak berada disana, tapi dia di pusat rehabilitasi!" Yosi menatap mata sang istri dengan tajam.
Degh...
Jantung Viona seakan mau copot tatkala terdengar pengakuan dari sang suami bahwa istri muda sang suami tengah berada di pusat rehabilitasi.
Keterkejutan dia dengan ucapan sang suami sontak berubah dengan tawa lebar.
"Hahaha,,,Jadi istri muda kamu sekarang gila! Jadi apa yang diharapkan oleh kamu sekarang? Jangan-jangan dia gila karena memikirkan kamu yang tidak becus mengurus rumah tangga," sindir Viona. Dia seakan tidak puas untuk meledek dan mengejek sang suami.
"Cukup,,,cukup! kamu jangan menyudutkan dia lagi. Kamu harusnya introspeksi diri sendiri kenapa aku memutuskan untuk menikah kembali karena ulah kamu sendiri!" Yosi pun menyindir sang istri.
"Maksud kamu apa!?" Viona menatap sinis.
"Kamu tidak bisa mengerti suami kamu egois, bisanya hanya marah-marah beda dengan istri mudaku lembut," sindir Yosi.
PLAK...
Tamparan indah melayang ke pipi Yosi, sang istri seakan kesal jika terus menerus dibandingkan dengan istri mudanya itu.
Tangan Viona bergetar setelah melayangkan tamparan ke pipi y sang suami karena seumur menikah dengan Yosi baru kali ini dia menampar keras sang suami.
"Kamu sudah berani ya, menampar suami kamu! Sekarang mau kamu gimana, kita pisah saja? Karena aku pun sebenarnya sudah tidak nyaman dengan kamu!" ucap Yosi mendelik.
Sang suami seakan sudah tidak peduli lagi dengan jabatan di kantornya karena dia berpikir jika terjadi perpisahan mungkin jabatan dia akan di cabut karena jabatan tersebut diberikan oleh sang mertua atau Papanya Viona. Yosi masih menyimpan keuangannya dengan rapi tanpa diketahui oleh sang istri karena dia ada bisnis lain.
______
Viona pun sesenggukan menangis dia berlari ke arah kamar rasanya sudah tidak kuat menahan sesak yang ada di dadanya.
Bruk...
Pintu ditutup dengan kasar oleh Viona, luka dia belum sembuh karena rasa malu oleh keluarga Desy karena hari ini dia dan sang anak tidak jadi datang berkunjung ke rumah Desy, ditambah lagi dengan persoalannya bersama Ibunya Lia, dan sekarang persoalan kembali muncul dengan pertengkarannya dengan suami yang begitu menguras emosi dan pikirannya.
Tangisan Viona pecah di kamar rasanya sudah tidak ada lagi yang peduli terhadap dirinya, biasanya sang menantu Lia yang dengan setia menyabarkan hatinya walau sang mertua sifatnya jutek atau tidak bersahabat.
"Aku sudah tidak.ada lagi tempat berlindung, hatiku merasa sepi!' teriak Viona sambil meremas rambutnya dengan kasar.
__ADS_1
Bersambung.