Suamiku Terjerat Cinta Sahabat

Suamiku Terjerat Cinta Sahabat
Bab:229 Bu Viona Jatuh


__ADS_3

Nampak Rian dan Bu Viona kembali memulai hidup dari nol di Kota. Sang Ibu membuka warung kecil-kecilan, agar dia ada kegiatan di rumah barunya itu. Sementara Rian ikut kerja dengan sang Papa.


Tin ...


Tin ...


Suara klakson mobil seakan mengagetkan Bu Viona yang tengah membereskan barang dagangannya di warung. Bu Viona spontan mengalihkan pandangannya ke arah halaman rumah dan nampak terlihat sang mantan suami menjemput Rian.


Rian pun keluar dan sudah terlihat rapi dengan memakai baju kemeja dan celana katun panjang. Aura Rian kembali terpancar yang beberapa bulan ini yang sempat hilang.


"Wah, anakku ganteng banget," ucap sang Ibu menatap lekat ke arah Rian.


Rian nampak tersipu malu dengan pujian sang Ibu tersebut. Rian pun kemudian pamit kepada sang Ibu dan tidak lupa mencium punggung tangan sang Ibu.


______


Setengah jam kemudian.


Sang Ibu pun kemudian berlalu untuk membersihkan diri menuju kamar mandi dan tepat di depan pintu masuk kamar mandi air tergenang disana.


BRUK ...


Sang Ibu nampak terjatuh dan meringis menahan rasa sakit. Bu Viona seakan tidak mampu untuk bangkit. Sang Ibu posisi duduk di lantai dan untuk berjalan pun dia memakai tangan sehingga badan jadi terseret.


Setelah berada tepat di depan meja ruang tamu, kemudian sang Ibu mengambil ponselnya lalu mencoba menelepon Rian namun tidak aktif begitu pun ketika dia menelepon sang mantan suami tidak nampak aktif juga.


______


Karena tidak kuat menahan rasa sakit Bu Viona pun memberanikan diri untuk menelepon Desy dan mengabarkan bahwa dirinya terjatuh dan tidak kuat untuk berdiri karena badannya terasa linu dan nyeri. Keberuntungan mungkin tengah berpihak kepada Bu Viona, tak butuh waktu lama untuk menunggu sambungan telepon dari Desy.


{"Des, Ibu jatuh dan badan Ibu sakit sekali. Apa kamu sekarang bisa datang kesini,"} ucapnya dengan suara parau.


{"Jatuh dimana Bu, sebentar Desy kesana ya,'} jawabnya seperti dihinggapi rasa khawatir yang begitu dalam terhadap mantan mertuanya tersebut.


_______


Desy saat itu baru saja keluar dari pintu garasi. Padahal niat dia hari ini mau pergi ke proyek bersama sang Papa. Tapi karena Desy mengkhawatirkan keadaan Bu Viona, dia pun membatalkan rencananya untuk pergi bersama Bapaknya.


"Des, mau kemana kamu? Kenapa membatalkan acara sama Bapak padahal proyek kita penting butuh ada kamu hari ini," ucap sang Bapak terlihat seperti dihinggapi penasaran dengan sikap Desy yang terlihat salah tingkah.


Desy pun bercerita kepada Sang Bapak. Bahwa Bu Viona terjatuh dan sekarang butuh pertolongan dia. Desy berucap kepada Bapaknya lebih baik proyeknya di undur aja besok karena keselamatan Bu Viona jauh lebih penting.


"Ya, sudah kamu lihat dulu Bu Viona, mungkin Rian sedang sibuk," ucap sang Bapak.


Desy Pun berlalu pergi dari rumah untuk menemui Bu Viona. Nampak selama dalam perjalanan hati Desy seperti dihinggapi rasa khawatir yang teramat dengan kondisi keadaan Bu Viona. bagaimanapun Bu Viona dulu pernah dekat dengan Desy jadi rasa sayang dan khawatir masih menyelinap di hatinya.


____


Tiba di rumah Bu Viona.


"Bu, Ibu dimana!?" teriak Desy ketika baru saja memasuki rumah dan nampak pintu terbuka lebar tidak di kunci. Desy menyeret langkah kakinya menuju ke dalam rumah dan betapa terkejutnya hati Desy saat melihat sang Ibu tertidur di lantai dengan meringis menahan rasa sakit.


"Ya, ampun Bu! Ayo, kita pergi ke Dokter," ajak Desy kepada Bu Viona.


"Sakit Des, badan Ibu rasanya sulit untuk berdiri," ucap sang Ibu dengan menitikkan air mata.

__ADS_1


"Ibu gak bisa jalan? Mungkin kram dan linu," ucap Desy.


Desy pun seakan berpikir gimana caranya dia membawa Bu Viona ke dalam mobil karena sepertinya dia tidak mampu untuk memangku sang Ibu. Di saat Desy tengah bingung datanglah dua orang pembeli ke warung tersebut. Kemudian Desy pun meminta pertolongan kepada pembeli tersebut untuk bisa menolong Bu Viona masuk ke dalam mobilnya.


_______


Di dalam mobil.


"Bu, kenapa sampai bisa terjatuh?" tanya Desy dihinggapi rasa penasaran dan khawatir.


"Tadi Ibu mau ke kamar mandi ada genangan air di pintu kamar mandi dan ibu terjatuh," jawab Bu Viona.


"Sudah hubungi Rian, Bu?" tanya Desy kembali.


"Tidak aktif ponsel Rian sama Papanya," jawab sang Ibu sambil meringis menahan ras sakit.


"Ya, sudah Ibu minum dulu." Desy pun memberikan satu botol air mineral kepada sang mantan Ibu mertuanya itu.


_______


Tiba di Dokter.


sang Ibu pun kemudian diperiksa keadaannya oleh sang Dokter. Terlihat Dokter memberikan beberapa resep obat setelah sang Ibu di periksa oleh Dokter.


"Ibu, istirahat yang banyak jangan banyak gerak dulu ya, biar kondisi badan pulih dan cepat sehat," ucap sang Dokter.


"Bu, warungnya sementara tutup. Sudah istirahat tidur di rumah," bisik Desy.


Setelah semua selesai sang Ibu pun nampak keluar dari ruangan pasien dengan memakai kursi roda. Sementara sang Ibu menunggu di ruangan tunggu pasien. Desy terlihat membeli resep obat untuk Bu Viona. Desy pun meminta sang Dokter agar memberikan obat paten dan vitamin yang paling bagus agar kondisi Ibu lebih sehat.


______


"Des, ini resepnya mahal banget," ucap Bu Viona nampak gugup.


"Sudah jangan banyak pikiran yang penting Ibu sekarang sehat dan keadaan tubuhnya kembali stabil. Desy ikhlas kok menolong Ibu," jawab Desy tersenyum renyah kepada mantan Ibu mertuanya itu.


"Alhamdulillah Desy begitu perhatian," gumam hati Bu Viona.


______


Tiba di rumah.


Desy pun nampak menggandeng sang Ibu memasuki rumah dan nampak setelah diberi obat dan vitamin keadaan badannya tidak kaku dan sedikit bisa di gerakkan.


Desy memasukkan sang Ibu kedalam kamarnya dan membaringkan badannya di atas ranjang. Dan Desy nampak pandangan matanya terlihat fokus ke gambar yang berada nempel di dinding dekat lemari kaca. Nampak disana terlihat gambar dirinya dan Bu Viona sedang bergandengan tangan. Desy pun seakan lupa dengan foto tersebut.


Desy mendekati foto tersebut lalu dia memandangi dengan lekat dan tersenyum lebar.


"Bu, fotonya kok, masih ada. Ini foto padahal sudah lama," ucap Desy tatkala melihat foto dirinya bersama Bu Viona terpampang berada nempel di dinding.


"Iya Ibu masih simpan meskipun udah pudar warnanya," jawab sang Ibu.


_____


Desy kemudian duduk di pinggir ranjang dan terlihat Bu Viona seperti dihinggapi rasa ngantuk karena mungkin pengaruh obat. Desy pun nampak menatap wajah mantan Ibu mertuanya itu dan menyelimuti tubuh Bu Viona.

__ADS_1


"Terima kasih Bu, selalu sayang sama Desy. Padahal Desy jahat sudah mengambil Rian dari Lia. Dan jika waktu bisa di ulang ke masa lalu mungkin aku tidak akan mau mengulang masa itu." gumam hati Desy.


Nampak Desy menghela napas panjang dan dia memejamkan matanya. Bayangan pengkhianatan dia terhadap Lia seakan membuat sesak di dada. Bulir putih pun lolos seketika di ujung matanya seakan tidak mampu menahan rasa kegundahan dia.


_______


Jam menunjukkan pukul tiga sore dan nampak Bu Viona menggeliatkan tubuhnya dan dia terkejut tatkala melihat Desy tengah tidur di pinggirnya. Bu Viona pun seakan mengingat kejadian tadi pagi yang tengah di alaminya. Bu Viona nampak menghela napas secara perlahan.


"Aku tadi jatuh, untung Desy datang kesini dan mau membawaku ke Dokter," gumam Bu Viona dengan menatap Desy.


Bu Viona nampak mengelus lembut rambut Desy, sontak Desy menggeliatkan tubuhnya da terlihat tersipu malu saat yang tengah berada di hadapannya itu adalah mantan Ibu mertuanya.


"Ibu,,,,, Ibu sudah bangun," ucap Desy terdengar gugup dan Desy pun meminta maaf karena dia tadi tertidur di samping Bu Viona.


"Tidak apa-apa Des, mungkin kamu cape jadi ketiduran di samping Ibu. Terima kasih ya sudah menolong Ibu," ucap sang Ibu tersenyum ramah.


______


Terlihat sang Ibu mau beranjak dari atas ranjang namun badannya masih terasa kaku.


"kata Dokter tadi ibu jangan bergerak jadi ibu lebih baik diam saja," ucap Desy.


"Mungkin sebentar lagi Rian akan pulang, dan ibu belum masak. Sayur dan lauk udah ada di dalam kulkas," sang Ibu terlihat ingin menyiapkan masakan buat sang anak.


"Sudah biar Desy yang masak Bu. Ibu istirahat saja, nanti setelah Desi selesai masak kita makan bersama ya," ucap Desi sambil berlalu keluar dari dalam kamar.


_____


Desy terlihat mengambil beberapa sayuran dan lauk di dalam kulkas. Setelah itu dia nampak memasak dengan hati yang riang.


Desy terlihat bahagia karena dia bisa memasak buat Bu Viona, dia seakan membayar rasa sakit Bu Viona ketika dulu tunggal di rumahnya. Bu Viona yang selalu masak menyiapkan makan untuknya dan sekarang giliran dia yang menyiapkan itu semua.


"Semoga rasa bersalahku terbayar dengan aku mengurus Ibunya Rian dengan cara menyiapkan masak. Dulu aku yang disiapkan masa oleh Ibunya Rian, sungguh aku sangat menyesal," gumam hati Desy terlihat menitikkan air mata.


_______


Setelah selesai masak, makanan pun yang sudah dimasak dibawa oleh Desy ke dalam kamar Bu Viona. Kemudian Desy menyuapi Bu Viona dengan telaten.


"Bu maafkan Desy ya, dulu kan Ibu yang nyiapin masak Desy. Nah, sekarang Desy yang harus menyiapkan makan Ibu," ucapnya dengan pandangan menunduk.


"Kenapa kamu ngomong gitu Des, Ibu sudah lupa kok, dan ibu harap kamu jangan mengungkit masa lalu, agar kamu tidak dihinggapi rasa bersalah terus. Ibu sudah maafkan kok, semuanya." ucap Bu Viona dengan menghapus air mata Desy yang nampak menetes di ujung matanya.


_____


Beberapa saat kemudian.


Terlihat di depan halaman rumah seseorang tengah berjalan. Kemudian dia memasuki rumah dan kebetulan pintu rumah tidak dikunci, jadi lelaki tersebut dengan leluasa masuk ke dalam rumah. Nampak matanya berselancar seperti mencari keberadaan yang ada di dalam rumah.


CEKLEK...


"Desy,,," ucap Rian dengan pandangan lekat.


Nampak Desy tengah menyuapi Bu Viona dan terlihat Bu Viona tengah memakai selimut dan beberapa obat berserakan di atas ranjang.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2